Angin lembut dari Hutan Aelwyn membawa aroma dedaunan segar dan tanah basah. Cahaya matahari menembus rimbun pepohonan, menimbulkan kilau keemasan pada lumut-lumut yang menyelimuti batang pohon. Di tengah suasana itu, enam petualang dan satu serigala raksasa bergerak maju.79Please respect copyright.PENANAO5S9ZE3JQ2
Roux berjalan paling depan, lututnya sedikit menekuk, matanya tajam mengikuti jejak samar di atas tanah.
“Jejak Dire Wolf, tiga ekor… baru sekitar satu jam.”79Please respect copyright.PENANAr3HwdeFTv4
Roux melirik ke belakang sambil tersenyum puas.
Elara memasang anak panah. “Kalau gitu, aku akan mempersingkat waktu berburu.”
Tanpa aba-aba, swooosh!79Please respect copyright.PENANA2kikhvAlRG
Sebuah panah melesat dan menancap tepat di antara dua pohon jauh di depan.
“Tepat di spot yang biasanya mereka lewatkan,” kata Elara, seakan itu hal kecil.
Dahlia mengangkat tongkatnya. “Light Blessing.”79Please respect copyright.PENANA0nHW56FpQO
Cahaya lembut menyelimuti tubuh mereka—ringan, hangat, dan membuat langkah kaki semakin cepat dan stabil.
Eiran, yang berjalan di samping Lyrinella, hanya bisa terpana.
“Party Garruk… gila. Mereka seperti satu tubuh.”
Garruk tertawa besar. “Tentu! Kami ini keluarga, bukan sekadar party.”
Fenrir mengangguk, meski tidak ada yang tahu apakah itu setuju… atau hanya kebetulan.79Please respect copyright.PENANAnB8N2QO4nU
Bunyi ranting patah terdengar.
Tiga Dire Wolf muncul dari semak belukar—geraman rendah memecah keheningan.
Namun sebelum Roux sempat mengangkat pedangnya…
WHOOOM!!
Lyrinella melesat dengan kecepatan luar biasa. Rambut peraknya berkibar seperti cahaya bulan.
Dalam satu gerakan indah, ia melompat, memutar tubuh, dan—
SHING!
Panah sihir berwarna hijau lembut menembus tiga Dire Wolf sekaligus.
“…Overkill,” gumam Roux pasrah.
Lyrinella menoleh ke Eiran dengan senyum bangga. “Eiran! Tadi bagus, kan? Elegan?”
“Ya! Sangat bagus! Tapi… itu tiga Dire Wolf sekaligus.”79Please respect copyright.PENANA5hhnJJ69Vq
Eiran menelan ludah.79Please respect copyright.PENANAiBGmDjFjcT
“Kita… hanya butuh tiga Dire Wolf total…”
Tak sampai lima menit kemudian…
DUARR!!
Seekor Fang Boar terlempar ke udara karena serangan sihir Lyrinella.
Elara menutup mata. “Aku merasa… dia tidak tahu arti ‘secukupnya’.”79Please respect copyright.PENANA9I97R1LosK
Garruk berjongkok dan menepuk kantong kulit hitam di pinggangnya.
“Storage Mode.”
BLOOP!79Please respect copyright.PENANADEVt5qrxTs
Bangkai Fang Boar menghilang seketika seperti ditelan udara.
Mata Eiran melebar. “Garruk… itu… apa barusan?!”
“Magic Bag,” jawab Garruk santai. “Wajib dimiliki petualang.”
Eiran menatap bangkai lain yang bertebaran. “Kalau aku punya itu… hidupku akan jauh lebih mudah.”
Fenrir hanya mendengus, seakan berkata: Akhirnya kau sadar.79Please respect copyright.PENANAt9zORlJail
Goblin Camp berada di gundukan tanah terbuka. Tenda-tenda lusuh dan api unggun kecil terlihat dari kejauhan.
Garruk menarik pedang. “Baiklah, kita—”
“Biar aku saja,” kata Eiran.
Fenrir menegang dan ikut maju. Eiran mengangkat tangannya.
“Fenrir, Form C.”
Fenrir mengangguk. Aura biru es menyelimuti tubuhnya.
Eiran melompat maju dengan langkah ringan. Beberapa Goblin menjerit dan menyerbu, tapi…
SHAA!!79Please respect copyright.PENANAbdJrJ0f0Y2
Fenrir menerjang, dingin tajam menyelimuti tameng kayu goblin hingga pecah.
Eiran mengayunkan tongkatnya, menyalurkan Tamer Art – Beast Echo Pulse.
BOOM!79Please respect copyright.PENANAz2jWc5NEoF
Ledakan kecil energi meratakan barisan goblin.
Dalam lima menit…79Please respect copyright.PENANAf9Ps7VzLb6
Camp itu sunyi total.
Roux ternganga. “Ini… camp lengkap, kan? Bukan cuma setengah?”
Elara memijat pelipis. “Anak itu makin liar.”
Garruk hanya tertawa bangga.79Please respect copyright.PENANAWIiBmKc2Ee
Matahari sore menyinari guild ketika mereka kembali. Setelah konfirmasi quest, koin perak bergemerincing di atas meja.
“Total 35. Kita bagi rata,” kata Garruk.
Eiran menerima bagian mereka—17 silver dan 50 bronze. Jika ada musik, mungkin Eiran akan menari.
Malamnya, mereka makan di bar yang hangat. Lampu minyak berpendar lembut, aroma sup daging memenuhi ruangan.
Garruk menepuk meja. “Kalau kau cari Magic Bag, coba toko di distrik pedagang. Pemiliknya sedikit… unik. Tapi barangnya bagus.”
Lyrinella menggigit roti sambil tersenyum. “Besok kita lihat-lihat, ya, Eiran.”
Fenrir mengangguk setuju, meski sedang sibuk dengan porsi dagingnya.
Garruk menawarkan kamar kosong di penginapan mereka. “Anggap ini rumah sementara.”
Eiran hanya bisa mengangguk haru.79Please respect copyright.PENANA4V9W65AAL2
Eiran merebahkan diri di ranjang empuk penginapan, selimut hangat menutupi tubuhnya. Lampu minyak kecil berkelip lembut di sisi tempat tidur.
Pikirannya berputar pada hal-hal yang ia lihat hari ini—kerja sama Party Garruk, serangan Lyrinella, kekuatan Fenrir, dan… Magic Bag.
“Besok… aku harus lihat toko itu.”
Ia menutup mata dengan senyum kecil.79Please respect copyright.PENANAd3x1CVRsi2
Esok hari mungkin akan jadi langkah baru dalam hidupnya.
Dan tanpa Eiran sadari…79Please respect copyright.PENANAd4LOhKwWoY
di kejauhan, sebuah tatapan penuh bayangan masih terus mengawasinya.79Please respect copyright.PENANAL2CztqPkff


