"1....2....3..."
6467Please respect copyright.PENANAkhrkL0b9KI
Dengan sekuat tenaga Abelia menarik lengan Abdi hingga akhirnya Abdi pun mulai terduduk dengan tubuh lemas.
6467Please respect copyright.PENANATrnvvTYXbp
"Pokoknya kakak harus udah siap yah sebelum aku selesai mandi!" Titah Abelia sebelum akhirnya melangkah ke dalam kamar mandi kakaknya dan meninggalkan Abdi yang mengangguk pelan.
6467Please respect copyright.PENANAnpgzuShK1n
Setelah menghabiskan hampir 20 menit lamanya di dalam kamar mandi, Abelia akhirnya keluar.
6467Please respect copyright.PENANA9XlrxPB3Mg
Penampilannya kini lebih cantik dan tak urak-urakan seperti saat bangun tidur sebelumnya. Kini ia memakai kaos berwarna putih dengan celana jeans pendek beserta ikat pinggang bermotif kartun, dan handuk yang dipakainya juga bergambar karakter pikachu yang sangat lucu.
6467Please respect copyright.PENANA9hdTd5Sr2w
Dengan rasa segar dan bahagia ia keluar dari kamar mandi sembari menggosok-gosok rambutnya menggunakan handuk bergambar pikachu miliknya.
6467Please respect copyright.PENANAne7eZly9g2
Namun, pemandangan yang dilihatnya membuatnya kaget bercampur dengan perasaan kesal, menggantikan perasaan mengarkannya sebelumnya. Itu karena kakaknya yang masih saja tertidur pulas.
6467Please respect copyright.PENANAiJlhfUwz81
"Kakak!" teriak Abelia. "Kakak! Ayo bangun! Ayo anterin aku ke sekolah!"
6467Please respect copyright.PENANAaWJxJJ5tjS
Tak ada jawaban dari Abdi, kepalanya ia tutupi menggunakan bantal guna menghindari suara cempreng adiknya.
6467Please respect copyright.PENANAK4hA6HUyNG
"Gak mau bangun yah!" Gertak Abelia.
6467Please respect copyright.PENANA4qm3nxm16D
Abelia pun segera menyingkap selimut yang di pakai olehnya berharap kakaknya akan segera bangun karena kedinginan ak8bat udara di pagi hari.
6467Please respect copyright.PENANAoMsw2f7lHC
"Ya...iya...kakak dengar...."
6467Please respect copyright.PENANAZlRO2CSovz
Sekali lagi Abdi mengangguk malas, namun tak ada juga inisiatifnya untuk bangun dari tempat tidurnya.
6467Please respect copyright.PENANAKPNn1KJ0Hr
Abelia mengembungkan pipinya karena kesal lalu menaiki ranjang tempat Kakaknya tidur. Abelia mendekati badan kakaknya untuk meneriaki telinganya lebih dekat. Namun, matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah benda besar berbentuk tongkat pendek yang tersembunyi dibalik celana pendek yang dipakai Abdi.
6467Please respect copyright.PENANAOWg7Upfpgs
"Itu kan...."
6467Please respect copyright.PENANAb5mit7XY03
Abelia membuka celana kakaknya dan mendapati benda panjang dengan bagian kepalanya nampak ada goresan.
6467Please respect copyright.PENANAg9qDFxh2qE
"Inikan burung Kak Abdi, kok burungnya tiba-tiba berdiri?"
6467Please respect copyright.PENANA3E2TRnO8nV
Ia lalu teringat dengan kejadian semalam dimana dirinya menghisap batang kontolnya kakaknya sendiri hingga membuat kerongkongannya kesakitan.
6467Please respect copyright.PENANAFplWsRFWdZ
"Kak bangun!!!" Abelia membangunkan Abdi sekali lagi.
6467Please respect copyright.PENANATgAFKshfgT
"Hmm..." Abdi dengan kondisi setengah sadar, berkata dengan sembarang kepada Abelia. "Kamu sepong dulu dong kontol kakak, habis itu baru deh kakak antarin kamu ke sekolah.
6467Please respect copyright.PENANAHG9snXtQ2U
Melihat kakaknya yang tak mau lepas dari kasur, Abelia pun merajuk kesal lalu melepas pakaian dalam Abdi dan mulai memasukkan penis kakaknya itu kedalam mulutnya.
6467Please respect copyright.PENANAv3ZCtrnGOj
Vagina Abelia berdenyut perlahan dan Abelia menyadari itu.
6467Please respect copyright.PENANAT1Ar8GlM6E
"Kok setiap mau sepong kontol kakak, memek aku berdenyut terus yah" Gumamnya.
6467Please respect copyright.PENANAZd9EP6wbdU
Abelia pun teringat kembali pada situasi kemarin malam dimana ia melihat anggota keluarganya bertelanjang di ruangan keluarga. Ia mengingat kembali saat-saat dimana kakaknya, Abdi, memasukkan batang kontolnya kememek ibunya. Abelia pun berinisiatif memasukkan jari tangannya sendiri ke dalam memeknya untuk merasakan bagaimana enaknya dimasukin benda panjang seperti itu.
6467Please respect copyright.PENANADEOdWwQl8N
"Mhmmm...slurppp...mhmm..." Abelia mulai mendesah ketika jarinya mulai memasuki vaginanya, rasanya campur aduk antara sakit dan nikmat. Abelia pun menutupi rasa gugupnya dengan menyepong titit Abdi lebih cepat daripada sebelumnya...
6467Please respect copyright.PENANAwhpkXD1C0W
"Dek, kamu ngapain"
6467Please respect copyright.PENANADJTxEg3UkS
Dengan mata ngejreng Abdi merasa kaget saat melihat adiknya menyepong batang kontolnya"
6467Please respect copyright.PENANAQbJIoWivbO
"Gluppp....glupppp" Abelia mengeluarkan penis dari mulutnya lalu menatap kakaknya, " Kan kakak yang suruh aku jilat dan sepongin punya kakak!"
6467Please respect copyright.PENANAmn7IKKdVqT
Melihat kakaknya yang telah terbangun dari tidurnya, Abelia pun merasa lega karena kakak akhirnya bangun dan bisa mengantarnya pergi ke sekolah.
6467Please respect copyright.PENANAnQCxz1uiwC
Abelia pun melangkah turun dari atas kasur. Karena kakaknya sudah bangun, maka ia ingin pergi kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap terlebih dahulu.
6467Please respect copyright.PENANANiyla4Ubjn
"Jangan pergi dulu..."
6467Please respect copyright.PENANAvgpmXZScCh
Dari belakang, Abdi menarik tubuh Abelia hingga membuat Abelia terduduk di pangkuannya. Abdi lalu memeluk tubuh ramping Abelia.
6467Please respect copyright.PENANAjSfOvHdWY6
"Kak Abdii...!! Aku mau siap-siap...Ayo lepasin Lia!!!"
6467Please respect copyright.PENANAnDpzDHiukz
Abelia mencoba melepas dekapan Abdi pada dirinya, namun kekuatannya terlalu kecil untuk melakukannya. Tenaganya terlalu lemah.
6467Please respect copyright.PENANAjyWnvah2mZ
Vagina Abelia yang tadinya berdenyut kini mulai basah. Abdi yang menyadarinya segera memasukkan tangannya ke dalam celana Abelia dan menyentuh bibir bawah Abelia yang rapat.
6467Please respect copyright.PENANAr2Ge1GgCM2
"Kak, kakak ngapain..?"
6467Please respect copyright.PENANAtb9b7cmpNK
Abelia mengerang ketika selangkangannya di sentuh oleh kakaknya.
6467Please respect copyright.PENANAX0zBiknBTk
"Kamu diam aja sayang" himbau Abdi dengan bisikan menggoda di daun telinga sang Adiknya.
6467Please respect copyright.PENANAbDcv4HmMN5
"Nmhmm...Ahhh..mhmmm.." Abelia mendesah nikmat.
6467Please respect copyright.PENANAGB8BaMmY1u
Abdi pun menyentuh dagu adiknya dan mencumbu bibir adiknya yang berwarna merah merona.
6467Please respect copyright.PENANABwhdfsuIUa
"Mhmm..Li--Lia, kamu cantik banget, lebih cantik dari seluruh mahasiswa di kampus kakak..." goda Abdi.
6467Please respect copyright.PENANAKYhwoGaByj
"Mhmm...cupp..sluubb K--Kak jangan gitu kak...Lia jadi malu" ucap Abelia dengan malu-malu dan juga sedikit desah. Ia mencoba menahan ransangan yang berasal dari gerakan jari Abdi.
6467Please respect copyright.PENANAIVPAqkso0x
Bibir mereka bersentuhan dan saling berpagutan.
6467Please respect copyright.PENANABNIIiQjEfv
"Lia, keluarin lidah kamu" titah Abdi pada adik kecilnya.
6467Please respect copyright.PENANAwJIJAYTcmS
Abelia pun menjulurkan lidahnya dan Abdi juga mengeluarkan lidahnya hingga akhirnya lidah mereka saling berpagutan.
6467Please respect copyright.PENANAbwG2gPQWCG
"Slrppp...mhmm...slrpp...ahhh...kakak...!" Abelia menyebut nama Abdi dengan kencang.
6467Please respect copyright.PENANAdpOqnKCkzb
"Kenapa sayang..mhmm..slurpp...mhmm..." Tanya Abdi dengan kedua jarinya yang memencet-mencet puting Abelia.
6467Please respect copyright.PENANAUZFQdLDCCG
"Kakak...! Lia pengen kencing!" Abelia berteriak kencang.
6467Please respect copyright.PENANAgEqTmt43OA
"Hahah...keluarin aja sayang...!! Keluarin yang banyak!!" teriak Abdi sambil terus mengocok vagina adiknya menggunakan jari tengahnya.
6467Please respect copyright.PENANA1oYRtcuKmN
"Kakak....ahhh...ahhhh...mhmm..ahhh...memek Lia udah gak tahan lagi..!!! Lia udah mau kencing!!! Racau Abelia.
6467Please respect copyright.PENANAfoTY3p5BXi
Selangkangan Abelia terbuka dan butiran-butiran air mulai bercipratan dari dalam memek Abelia.
6467Please respect copyright.PENANANkYigytQLV
"Ahhh....ahhh!! Ahhh..... K---kak.....!!!"
6467Please respect copyright.PENANAFhbnOltlyM
Abelia kejang-kejang seketika saat mengeluarkan cairan masturbasinya. pinggulnya terangkat dari kasur dan memeknya menyemprotkan cairan memeknya dengan jumlah banyak.
6467Please respect copyright.PENANABhThitCva1
"Enak gak sayang..." Abdi bertanya sembari mengecup pipi adiknya dan meremas toket kecil adiknya.
6467Please respect copyright.PENANAkMtLc9DTV5
"Haaahhh....haaahhhh..."
6467Please respect copyright.PENANAu0GnkLauy4
Nafas Abelia berubah menjadi ngos-ngosan setelah melalui itu.
6467Please respect copyright.PENANAKGufLMS7Sq
"Fuhhh..."
6467Please respect copyright.PENANAg4ne8wP319
Saat Abelia sedang bersandar di dada kakaknya karena kelelahan, dan juga ketika Abdi sedang mencumbu Abelia dengan mesra, arom tembakau tiba-tiba tercium di hidug mereka. Aroma tembakau itu terasa semakin menyengat hingga akhirnya, pintu kamar Abdi yang tak terkunci tiba-tiba dibuka oleh seseorang yang membawa aroma itu.
6467Please respect copyright.PENANANHEeNcSFgq
"Hayoo Kalian ngapain..."
6467Please respect copyright.PENANA9GxRNL5dIi
Suara serak pria dewasa mengagetkan Abdi dan Abelia.
6467Please respect copyright.PENANAwVmEto8n3v
"Ayah!"
6467Please respect copyright.PENANAMC7DGoEC8R
"Ayahhh!!!"
6467Please respect copyright.PENANA19rNpHfNRe
Abdi terkejut melihat ayahnya sementara Abelia melepaskan dirinya dari Abdi lalu berlari memeluk ayahnya yang sedang berdiri sambil menikmati rokoknya.
6467Please respect copyright.PENANAzLYRa3rACO
Abelia mengadu pada ayahnya, "Ayah...! Lihat kakak, kakak jahat banget sama aku!!! Kakak tadi tusuk-tusuk memek aku sampai kencing dicelana!!!"
6467Please respect copyright.PENANA0STWSvWbtn
Abelia menangis tersedu-sedu di celana kantor milik ayahnya.
6467Please respect copyright.PENANA9ADYOVmtqF
"Nangis mulu kayak anak kecil aja" Abdi berceletuk. Ia lalu mengejeknya lagi dengan menertawai adiknya. "Lia cengeng..!!! Lia cengeng banget, hahaha...!!"
6467Please respect copyright.PENANA55mthwIC9x
Abelia kembali menangis sejadi-jadinya, "Tuh kan, yah...dia ejekin Lia terus!! lihat nih kelakuan kakak...!! Basah semua!! kakak selalu bully Lia"
6467Please respect copyright.PENANA3QXfwjGJpd
Abelia menggerutu sejadi-jadinya di hadapan ayahnya, bahkan Abelia membalikkan badan dan memperlihatkan celananya yang basah akibat carian memeknya yang muncrat.
6467Please respect copyright.PENANAgEVGnb70g1
Melihat hal itu, bukannya membela anaknya, Pak Hendra malah ngaceng, sama halnya dengan Abdi sebelumnya. Libidonya mulai naik dan membuatnya ingin menyetubuhi anaknya.
6467Please respect copyright.PENANAk2tqmHNpaV


