Slurrrrppppp ...susu kamu enak banget Imah sayang...!!!" Dengan rakus pak Hendra menghisap dan menjilat payudara dan puting Bu Nurnaimah yang mulus namun sedikit coklat.
7042Please respect copyright.PENANAbRxiwTQMpf
"Jangan didalam....ahhhh....aku belum siap hamillll!!!!" Bu Imah mendesah tak bisa melawan kenikmatan, "ohh ...yahh....ahhhhmmma....mhmmm. ahhh...."
7042Please respect copyright.PENANArWmlrAfJdE
"Hahahha....Bibi Imah aneh banget...katanya gak mau hamil tapi kok malah jadi keenakan gitu abis dikontoli ayah" ejek Abdi pada Bibinya.
7042Please respect copyright.PENANAoc9P0RNj1o
"Ng---nggak bisa...ahh...karna bibi udah ng---gakk tahan lagi pengen ngewe setelah ngeliat teh Riya di perkosa Abdi."
7042Please respect copyright.PENANAYSkmfT3Q9A
Abdi dan Bu Fajriah hanya tertawa kecil saja sembari menonton mereka berdua yang sedang asik bersenggama.
7042Please respect copyright.PENANAF3W5eyT13T
"Mau lanjut lagi, gak?" Abdi yang kembali sange setelah menonton pasangan yang sedang melepaskan nafsunya itu melirik ke arah ibunya yang duduk disampingnya lalu menggoda ibunya.
7042Please respect copyright.PENANAgRCke6JE0j
"Udah dong sayang, kan tadi udah!!" bilang bu Fajriah kepada anaknya sendiri karena merasa sangat lelah.
7042Please respect copyright.PENANAZomGZkBf7w
"Tapi aku kan masih horny, bu. Pliss...ayo dong bu..." Bujuk Abdi sambil mengelus-elus dan juga meremas payudara ibunya, berharap nafsu ibunya naik.
7042Please respect copyright.PENANAhQX4qQ7FlB
"Sayang, besok kamu kuliah, iya kan? Kalau begitu tidur memang sekarang, besok malam kita main lagi" ucap bu Fajriah sembari mengelus-elus rambut anaknya dan meremas kontol anaknya "Lagipula badan ibu juga udh capek gara-gara di Ewe kamu, jadi ibu duluan masuk aja yah, habis mandi ibu akan tidur" ucapnya lebih lanjut.
7042Please respect copyright.PENANAs8DVnzniCz
Setelah berkata panjang lebar, Bu Fajriah segera pergi ke arah kamarnya untuk mandi dan beristirahat.
7042Please respect copyright.PENANAq6wgVCnfBK
"Hahaha Kasihan ditinggalin..."Ucap ayahnya Sambil menikmati memek Bi Imah dalam posisi doggy style,
7042Please respect copyright.PENANAwyxLnDMxf2
Menanggapi ejekan ayahnya, Abdi segera melepas baju kaosnya yang belum dilepasnya sejak menggagahi ibunya sebelumnya, lalu melompat ke atas tubuh ayahnya yang sedang menyodok Bi Imah dalam posisi missionary, Pak Hendra di atas, Bi Imah di bawahnya, dan kini Adrian berbaring tengkurap di atas punggung ayahnya yang besar dan berisi.
7042Please respect copyright.PENANAPt75G2PjBs
Pak Hendra seketika menghentikan goyangannya.
7042Please respect copyright.PENANAUzxIlZ4XOg
"Abdi kamu ngapain!? Kamu udah gede! Jauhkan kontol kamu dari punggung ayah!" seru pak Hendra.
7042Please respect copyright.PENANAuGOigA12nM
Namun Abdi tak menggubrisnya.
7042Please respect copyright.PENANAE03oq8HjA4
"Ayah berhenti dulu...Abdi juga pengen rasain memek cantik Bi Imah!" Protes Abdi kepada ayah kandungnya. "
7042Please respect copyright.PENANAMBWSh0u59x
"Enak aja kamu! Tadi kan kamu udh ngewe ibu kamu!"
7042Please respect copyright.PENANA4A3QmBXoBt
"Masih belum puas! Aku mau ewe memek Bi Imah!"
7042Please respect copyright.PENANAtxvE39WiU8
"Sudah-sudah...jangan berdebat lagi..." Bi Imah angkat bicara. " Kalian berdua sama-sama udah gede, masa berantem cuman gara-gara aku? udah deh, masukin aja dari dua lubang aku" himbau Bi Imah.
7042Please respect copyright.PENANAVxA2WIPCCE
"Kalau gitu aku mau dari memeknya Bi Imah!" ucapnya.
7042Please respect copyright.PENANAYV9gPlr7YC
"Sebentar! Ayah udah mau keluar!"
7042Please respect copyright.PENANAv1YzwJkCJz
"Ahhh!! Ayo mas!! Aku juga udah mau keluar!"
7042Please respect copyright.PENANAZVHqSEXnEG
Pak Hendra mengerang bersamaan dengan Bi Imah.
7042Please respect copyright.PENANAEkSnjCique
"Hahhh..." Abdi menghelas nafas panjang, kecewa karena tak ada ruang untuk mengentoti memek Bi Imah.
7042Please respect copyright.PENANAKpVsVypCgf
"Kalau gitu Mulut Bi Imah jadi penampung pejuh aku aja yah" Abdi mendekati mulut Bi imah.
7042Please respect copyright.PENANA5lxrtz9z4Y
"Eh, kamu ngapain sih, Abdi? Gangguin kesenangan orang tua aja"
7042Please respect copyright.PENANACEJ0FIYqM8
Pak Hendra mengomel setelah melihat Anaknya yang menjulurkan kontolnya di antara wajah pak Hendra dan Bi Imah. Pak Hendra sontak bangkit dan merubah gaya ngentotnya, yang sebelumnya dirinya tidur di atas badan Bi Imah, kini hanya bisa duduk menyilang saja.
7042Please respect copyright.PENANALVlBgZL1IT
"Nih kontolku... hisap dalam dalam yah, bi..."
7042Please respect copyright.PENANAixlQz0zxhd
Abdi memasukkan kontol kerasnya kedalam mulut Bi Imah yang telah sedari tadi terbuka.
7042Please respect copyright.PENANAUF5HaIiQpn
"Glockkkk....Glockkkkkk...Glockkkk"
7042Please respect copyright.PENANAvEXR19Bbhi
Bi Imah menuruti perintah Aidan dan menghisap kontol besar Abdi lebih cepat. Bi Imah juga menjilati testisnya
7042Please respect copyright.PENANA73QqafqyQu
"Kh---Akhh!!! Enak banget Bi...aku suka jilatan dari Bibi" erang Abdi. " Hisapan Bibi juga seperti vakum cleaner! Abdi suka!
7042Please respect copyright.PENANAiwBTaGTSh1
"Sayang...memek kamu enak banget!" Pak Hendra mengerang saat kontolnya keluar masuk dengan gerakan cepat ke dalam memek Bi Imah.
7042Please respect copyright.PENANAxv5e8xaa5o
"Mau lomba gak yah?" Abdi tiba-tiba menawarkan.
7042Please respect copyright.PENANA3xkbrXzz3e
"Lomba apa?" tanya pak Hendra dengan heran.
7042Please respect copyright.PENANAO8duCLTb8p
"Yang duluan keluar akan kalah!" Seru Abdi.
7042Please respect copyright.PENANAyHDvAwS1VD
"Ok!"
7042Please respect copyright.PENANAP1z4UTAZsD
Pak Hendra pun meremas dada Bi Imah dan mempercepat gerakan pinggulnya guna mengetes seberapa besar staminanya.
7042Please respect copyright.PENANAEnYwlVLR1y
"Nggwakkk uswahhh bwurwuuu-bwurruuu"
7042Please respect copyright.PENANAEjKem2Huoz
Bi Imah memperingati sambil menghisap batang Abdi. Namun abdi malah menarik rambut panjangnya dan memaksanya untuk menelan penisnya lebih dalam.
7042Please respect copyright.PENANAcscX8Dqo6i
"Bibi itu cuman lonte...jadi diam aja!!"
7042Please respect copyright.PENANAo4wgf5iKEp
"Jangan durhaka sama bibi, bibi kamu tuh mantan polisi tahu!" ungkap Pak Hendra.
7042Please respect copyright.PENANAAAZLd473FF
"Gak mungkin!" Abdi tertawa riang. "Mqna mungkin lonte budak kontol ini polisi!?"
7042Please respect copyright.PENANAYQqkdAwj92
"Abdi pun memukul pipi bibinya, kiri dan kanan"
7042Please respect copyright.PENANAhd1DKRbjz4
PLAKKK!!! PLAKKK!!!
7042Please respect copyright.PENANA1Das0lIZB1
"Bagaimana bi? Mau nangkap aku? Ayo tangkap kalau bisa..! Hahahha!"
7042Please respect copyright.PENANATbtVSGTCV3
Pak Hendra ikut tertawa melihat tingkah anaknya yang asyik menghina bibinya.
7042Please respect copyright.PENANAIJxpvDO7v2
PELUK!
7042Please respect copyright.PENANAZnLrHryWpM
Abdi memeluk kepala Bi Imah dan mengeluarkan seluruh cairan pejuhnya ke dalam mulut Bi Imah.
7042Please respect copyright.PENANAEgxyxvBVx6
Beberapa saat kemudian, mulut Bi Imah mengeluarkan busa yang datang dari pejuh Abdi atau entah dari mana, dan dimatanya juga teralir air mata yang penuh dengan kepuasan.
7042Please respect copyright.PENANA30JjmdoblQ
"..."
7042Please respect copyright.PENANANupLJOGRjw
Jantung dan tubuh Bi Imah serasa tak bergerak.
7042Please respect copyright.PENANAo0Zyq8PUEd
"Bi...bangun bi...jangan pingsan dulu"
7042Please respect copyright.PENANA4cJi3A4k1s
Abdi menampar pipi Bi Imah menggunakan kontol panjangnya.
7042Please respect copyright.PENANAqjZb0xjZc6
"Jadi pingsan tuh Bibi kamu gara-gara kebanyakan minum pejuh kamu"
7042Please respect copyright.PENANAg2gqRs5Sw5
Pak Hendra menegur Abdi selepas dirinya menuangkan seluruh spermanya kedalam memek Bi Imah yang dalam keadaan pingsan.
7042Please respect copyright.PENANAEkJ5BFDSSp
"Hahaha...biarin aja yah...pejuh aku kan menyehatkan" Ucap Abdi dengan gelak tawa. "Aku mandi dulu, yah. Habis itu aku mau tidur...Aku capek..."
7042Please respect copyright.PENANAJmKQIhQX31
Abdi lalu berjalan meninggalkan ayahnya yang masih duduk bersandar pada sofa sembari membersihkan sekujur tubuh Bi Imah yang masih ternodai oleh spermanya dan juga sperma anaknya.
7042Please respect copyright.PENANA0HHMCMf0zw
Keesokan harinya.
7042Please respect copyright.PENANAb7jg8E5caV
Abelia bangun tidur dengan kondisi segar. Ia merapikan kamar tidurnya dan segera pergi ke kamar mandi untuk segera mandi.
7042Please respect copyright.PENANAAIWVYJwM40
Kamar mandi dirumah itu ada di dua lantai, satu di lantai atas dan satunya di lantai bawah.
7042Please respect copyright.PENANAIHBu35PnGN
Di lantai atas terdapat 2 kamar mandi yang berada di kamar berbeda, yaitu di kamar Abelia dan juga kamar Abdi.
7042Please respect copyright.PENANAPLyZlrOpum
Sementara di lantai 1 terdapat 3 kamar mandi yang berada di kamar Pak Hendra, kamar Bi Imah, dan di dekat ruang keluarga.
7042Please respect copyright.PENANAWhLElSdRBU
Saat ini aliran air yang ada di kamar Abelia sedang mengalami masalah, sehingga membuatnya harus mandi di kamar milik kakaknya.
7042Please respect copyright.PENANAizqlEeRHXy
Jam enam pagi, Abelia memasuki kamar kakaknya dan membangunkan kakaknya yang masih tertidur pulas dengan selimut putih yang menutupi badannya.
7042Please respect copyright.PENANAZk3Hkq9JnC
"Kakak! Bangun! Sekarang udah pagii!!"
7042Please respect copyright.PENANAPaTPucieBa
Abelia memukul-mukul perut kakaknya dari luar selimut, berharap kakaknya akan segera bangun.
7042Please respect copyright.PENANAOkK0D4f4cJ
"Hmmm....jangan bangunin kakak dulu...kakak masih ngantuk..." ucap Abdi dengan malas.
7042Please respect copyright.PENANAv448vnfQIv
"Antarkan aku ke sekolah...! Bangun kak! kakak harus bangun!" pinta Abelia dengan mata yang masih setengah mengantuk. Walaupun ia sendiri juga masih mengantuk, ia tetap memaksakan untuk selalu bangun pagi, meniru tindakan Bi Imah yang merupakan seorang akhwat yang amat taat kepada tuhan.
7042Please respect copyright.PENANAihUqAaAPbH
"Iya-iya...tunggu... 5 menit lagi kakak bakal bangun!!! Kakak masih ngantuk!" Keluhnya. Abdi berusaha sekuat tenaga untuk menutup telinganya agar suara Adiknya tidak mengganggunya.
7042Please respect copyright.PENANA6MdTyEmGlS
Abelia yang melihat sikap adiknya kini menjadi nampak kesal, ia lalu dengan sekuat tenaga menarik lengan Abdi untuk segera bangun dari ranjangnya.
"KAK!!! AYO BANGUN!!! LIA UDAH MAU TELAT!!!"
Abelia berteriak dengan keras.
7042Please respect copyright.PENANAGX7fjxkZhG


