Slurrrrppppp ...susu kamu enak banget Imah sayang...!!!" Dengan rakus pak Hendra menghisap dan menjilat payudara dan puting Bu Nurnaimah yang mulus namun sedikit coklat.
6637Please respect copyright.PENANAjVdSSKJewg
"Jangan didalam....ahhhh....aku belum siap hamillll!!!!" Bu Imah mendesah tak bisa melawan kenikmatan, "ohh ...yahh....ahhhhmmma....mhmmm. ahhh...."
6637Please respect copyright.PENANAjuJkaYRuCq
"Hahahha....Bibi Imah aneh banget...katanya gak mau hamil tapi kok malah jadi keenakan gitu abis dikontoli ayah" ejek Abdi pada Bibinya.
6637Please respect copyright.PENANAD5BepNdqah
"Ng---nggak bisa...ahh...karna bibi udah ng---gakk tahan lagi pengen ngewe setelah ngeliat teh Riya di perkosa Abdi."
6637Please respect copyright.PENANAQtuoDbaQSH
Abdi dan Bu Fajriah hanya tertawa kecil saja sembari menonton mereka berdua yang sedang asik bersenggama.
6637Please respect copyright.PENANAKZ1mqLPmzw
"Mau lanjut lagi, gak?" Abdi yang kembali sange setelah menonton pasangan yang sedang melepaskan nafsunya itu melirik ke arah ibunya yang duduk disampingnya lalu menggoda ibunya.
6637Please respect copyright.PENANAboLNEbpXq8
"Udah dong sayang, kan tadi udah!!" bilang bu Fajriah kepada anaknya sendiri karena merasa sangat lelah.
6637Please respect copyright.PENANAA3O8zuN3zt
"Tapi aku kan masih horny, bu. Pliss...ayo dong bu..." Bujuk Abdi sambil mengelus-elus dan juga meremas payudara ibunya, berharap nafsu ibunya naik.
6637Please respect copyright.PENANA4FzZlI3LV2
"Sayang, besok kamu kuliah, iya kan? Kalau begitu tidur memang sekarang, besok malam kita main lagi" ucap bu Fajriah sembari mengelus-elus rambut anaknya dan meremas kontol anaknya "Lagipula badan ibu juga udh capek gara-gara di Ewe kamu, jadi ibu duluan masuk aja yah, habis mandi ibu akan tidur" ucapnya lebih lanjut.
6637Please respect copyright.PENANATISTq36Wqm
Setelah berkata panjang lebar, Bu Fajriah segera pergi ke arah kamarnya untuk mandi dan beristirahat.
6637Please respect copyright.PENANAqOZbEM6Gym
"Hahaha Kasihan ditinggalin..."Ucap ayahnya Sambil menikmati memek Bi Imah dalam posisi doggy style,
6637Please respect copyright.PENANAawJ8tqc5xA
Menanggapi ejekan ayahnya, Abdi segera melepas baju kaosnya yang belum dilepasnya sejak menggagahi ibunya sebelumnya, lalu melompat ke atas tubuh ayahnya yang sedang menyodok Bi Imah dalam posisi missionary, Pak Hendra di atas, Bi Imah di bawahnya, dan kini Adrian berbaring tengkurap di atas punggung ayahnya yang besar dan berisi.
6637Please respect copyright.PENANA1Jx5iwhp8n
Pak Hendra seketika menghentikan goyangannya.
6637Please respect copyright.PENANAnX7IhGfaO2
"Abdi kamu ngapain!? Kamu udah gede! Jauhkan kontol kamu dari punggung ayah!" seru pak Hendra.
6637Please respect copyright.PENANAYxLRnuZvk9
Namun Abdi tak menggubrisnya.
6637Please respect copyright.PENANA7QMLDlCu1I
"Ayah berhenti dulu...Abdi juga pengen rasain memek cantik Bi Imah!" Protes Abdi kepada ayah kandungnya. "
6637Please respect copyright.PENANAQ00j4MLkja
"Enak aja kamu! Tadi kan kamu udh ngewe ibu kamu!"
6637Please respect copyright.PENANASW4YEYSBLo
"Masih belum puas! Aku mau ewe memek Bi Imah!"
6637Please respect copyright.PENANArf7FuwY1bh
"Sudah-sudah...jangan berdebat lagi..." Bi Imah angkat bicara. " Kalian berdua sama-sama udah gede, masa berantem cuman gara-gara aku? udah deh, masukin aja dari dua lubang aku" himbau Bi Imah.
6637Please respect copyright.PENANAoS1tuX63uo
"Kalau gitu aku mau dari memeknya Bi Imah!" ucapnya.
6637Please respect copyright.PENANAmeN1Pw1E6u
"Sebentar! Ayah udah mau keluar!"
6637Please respect copyright.PENANAISwu1GDlm0
"Ahhh!! Ayo mas!! Aku juga udah mau keluar!"
6637Please respect copyright.PENANAWu8NEGsZrZ
Pak Hendra mengerang bersamaan dengan Bi Imah.
6637Please respect copyright.PENANA7h0u002396
"Hahhh..." Abdi menghelas nafas panjang, kecewa karena tak ada ruang untuk mengentoti memek Bi Imah.
6637Please respect copyright.PENANAmmXrV1npfU
"Kalau gitu Mulut Bi Imah jadi penampung pejuh aku aja yah" Abdi mendekati mulut Bi imah.
6637Please respect copyright.PENANAV5gzdEe5ep
"Eh, kamu ngapain sih, Abdi? Gangguin kesenangan orang tua aja"
6637Please respect copyright.PENANA3DWQrwVvMx
Pak Hendra mengomel setelah melihat Anaknya yang menjulurkan kontolnya di antara wajah pak Hendra dan Bi Imah. Pak Hendra sontak bangkit dan merubah gaya ngentotnya, yang sebelumnya dirinya tidur di atas badan Bi Imah, kini hanya bisa duduk menyilang saja.
6637Please respect copyright.PENANAeQSUieZqVE
"Nih kontolku... hisap dalam dalam yah, bi..."
6637Please respect copyright.PENANAxkSc1zdhps
Abdi memasukkan kontol kerasnya kedalam mulut Bi Imah yang telah sedari tadi terbuka.
6637Please respect copyright.PENANAM0vXUgMmnJ
"Glockkkk....Glockkkkkk...Glockkkk"
6637Please respect copyright.PENANAdNM0q99jwT
Bi Imah menuruti perintah Aidan dan menghisap kontol besar Abdi lebih cepat. Bi Imah juga menjilati testisnya
6637Please respect copyright.PENANAeRWh4q6ucN
"Kh---Akhh!!! Enak banget Bi...aku suka jilatan dari Bibi" erang Abdi. " Hisapan Bibi juga seperti vakum cleaner! Abdi suka!
6637Please respect copyright.PENANAPil7Q6k5z5
"Sayang...memek kamu enak banget!" Pak Hendra mengerang saat kontolnya keluar masuk dengan gerakan cepat ke dalam memek Bi Imah.
6637Please respect copyright.PENANAPcaTx2k4E4
"Mau lomba gak yah?" Abdi tiba-tiba menawarkan.
6637Please respect copyright.PENANA2gB2o9gI6q
"Lomba apa?" tanya pak Hendra dengan heran.
6637Please respect copyright.PENANApNHeCpEptz
"Yang duluan keluar akan kalah!" Seru Abdi.
6637Please respect copyright.PENANAFG3YVhFKEi
"Ok!"
6637Please respect copyright.PENANAcVB7cmyU91
Pak Hendra pun meremas dada Bi Imah dan mempercepat gerakan pinggulnya guna mengetes seberapa besar staminanya.
6637Please respect copyright.PENANA2vb1TQ9yhM
"Nggwakkk uswahhh bwurwuuu-bwurruuu"
6637Please respect copyright.PENANAEwuomQVWGq
Bi Imah memperingati sambil menghisap batang Abdi. Namun abdi malah menarik rambut panjangnya dan memaksanya untuk menelan penisnya lebih dalam.
6637Please respect copyright.PENANAPfVJhlWopB
"Bibi itu cuman lonte...jadi diam aja!!"
6637Please respect copyright.PENANAgdVhGZe4ka
"Jangan durhaka sama bibi, bibi kamu tuh mantan polisi tahu!" ungkap Pak Hendra.
6637Please respect copyright.PENANAY80zI9bKsI
"Gak mungkin!" Abdi tertawa riang. "Mqna mungkin lonte budak kontol ini polisi!?"
6637Please respect copyright.PENANAX5x6CfwUhz
"Abdi pun memukul pipi bibinya, kiri dan kanan"
6637Please respect copyright.PENANA7lp6SnDO4J
PLAKKK!!! PLAKKK!!!
6637Please respect copyright.PENANAn3EfjNng3L
"Bagaimana bi? Mau nangkap aku? Ayo tangkap kalau bisa..! Hahahha!"
6637Please respect copyright.PENANA9rk2b6F1fu
Pak Hendra ikut tertawa melihat tingkah anaknya yang asyik menghina bibinya.
6637Please respect copyright.PENANArvt4vOkW0Q
PELUK!
6637Please respect copyright.PENANAoOsBH1ia4I
Abdi memeluk kepala Bi Imah dan mengeluarkan seluruh cairan pejuhnya ke dalam mulut Bi Imah.
6637Please respect copyright.PENANAhK8Yx9cbF4
Beberapa saat kemudian, mulut Bi Imah mengeluarkan busa yang datang dari pejuh Abdi atau entah dari mana, dan dimatanya juga teralir air mata yang penuh dengan kepuasan.
6637Please respect copyright.PENANAmXdm5ZMwf0
"..."
6637Please respect copyright.PENANAgnw5XgX1ih
Jantung dan tubuh Bi Imah serasa tak bergerak.
6637Please respect copyright.PENANA5lRPanFumV
"Bi...bangun bi...jangan pingsan dulu"
6637Please respect copyright.PENANAJDmVKFkoMl
Abdi menampar pipi Bi Imah menggunakan kontol panjangnya.
6637Please respect copyright.PENANAXgHveOqkOz
"Jadi pingsan tuh Bibi kamu gara-gara kebanyakan minum pejuh kamu"
6637Please respect copyright.PENANAnuu6k7zOnF
Pak Hendra menegur Abdi selepas dirinya menuangkan seluruh spermanya kedalam memek Bi Imah yang dalam keadaan pingsan.
6637Please respect copyright.PENANA055xbTurUx
"Hahaha...biarin aja yah...pejuh aku kan menyehatkan" Ucap Abdi dengan gelak tawa. "Aku mandi dulu, yah. Habis itu aku mau tidur...Aku capek..."
6637Please respect copyright.PENANAOK3OIQH7Du
Abdi lalu berjalan meninggalkan ayahnya yang masih duduk bersandar pada sofa sembari membersihkan sekujur tubuh Bi Imah yang masih ternodai oleh spermanya dan juga sperma anaknya.
6637Please respect copyright.PENANACsW0CGTDOV
Keesokan harinya.
6637Please respect copyright.PENANAMqfwHP1ezW
Abelia bangun tidur dengan kondisi segar. Ia merapikan kamar tidurnya dan segera pergi ke kamar mandi untuk segera mandi.
6637Please respect copyright.PENANA1MfvUsFsFU
Kamar mandi dirumah itu ada di dua lantai, satu di lantai atas dan satunya di lantai bawah.
6637Please respect copyright.PENANAowMuFAFjXb
Di lantai atas terdapat 2 kamar mandi yang berada di kamar berbeda, yaitu di kamar Abelia dan juga kamar Abdi.
6637Please respect copyright.PENANAwc9Vphhmn4
Sementara di lantai 1 terdapat 3 kamar mandi yang berada di kamar Pak Hendra, kamar Bi Imah, dan di dekat ruang keluarga.
6637Please respect copyright.PENANA9WVlEuqm37
Saat ini aliran air yang ada di kamar Abelia sedang mengalami masalah, sehingga membuatnya harus mandi di kamar milik kakaknya.
6637Please respect copyright.PENANA3ogHoeqA1H
Jam enam pagi, Abelia memasuki kamar kakaknya dan membangunkan kakaknya yang masih tertidur pulas dengan selimut putih yang menutupi badannya.
6637Please respect copyright.PENANA78DQ4lGQ1L
"Kakak! Bangun! Sekarang udah pagii!!"
6637Please respect copyright.PENANAyANViTbnyB
Abelia memukul-mukul perut kakaknya dari luar selimut, berharap kakaknya akan segera bangun.
6637Please respect copyright.PENANALWJNMJqATC
"Hmmm....jangan bangunin kakak dulu...kakak masih ngantuk..." ucap Abdi dengan malas.
6637Please respect copyright.PENANA31HE5uicK8
"Antarkan aku ke sekolah...! Bangun kak! kakak harus bangun!" pinta Abelia dengan mata yang masih setengah mengantuk. Walaupun ia sendiri juga masih mengantuk, ia tetap memaksakan untuk selalu bangun pagi, meniru tindakan Bi Imah yang merupakan seorang akhwat yang amat taat kepada tuhan.
6637Please respect copyright.PENANAblFz9IUM1B
"Iya-iya...tunggu... 5 menit lagi kakak bakal bangun!!! Kakak masih ngantuk!" Keluhnya. Abdi berusaha sekuat tenaga untuk menutup telinganya agar suara Adiknya tidak mengganggunya.
6637Please respect copyright.PENANAbXbg1P206T
Abelia yang melihat sikap adiknya kini menjadi nampak kesal, ia lalu dengan sekuat tenaga menarik lengan Abdi untuk segera bangun dari ranjangnya.
"KAK!!! AYO BANGUN!!! LIA UDAH MAU TELAT!!!"
Abelia berteriak dengan keras.
6637Please respect copyright.PENANAul23MKAahA


