Rudi dan Jeni menjalin hubungan jarak jauh selama dua tahun.
Mereka saling percaya, walau jarak Bandung–Jogja membentang di antara mereka.
Namun suatu malam, Jeni mengirim satu pesan terakhir yang membuat Rudi tak bisa tidur semalaman:
250Please respect copyright.PENANA7AdwPQEFr3
> “Kalau besok aku gak balas, jangan cari aku. Janji.”
250Please respect copyright.PENANAbzibgV2uqI
250Please respect copyright.PENANAknCwZSTgtd
250Please respect copyright.PENANAwVrV5gbsS0
Setelah pesan itu, Jeni menghilang. Nomornya tak aktif, akun sosial medianya kosong, dan alamat rumahnya seolah tak pernah ada.
Orang-orang yang dulu pernah Rudi temui berkata,
250Please respect copyright.PENANA9PqZXQwGyY
> “Kami gak kenal siapa pun bernama Jeni.”
250Please respect copyright.PENANAIAyDNyyn6E
250Please respect copyright.PENANACfwVvPuFFy
250Please respect copyright.PENANAsXInonbRg4
Sejak saat itu, hidup Rudi berubah jadi labirin misteri — antara cinta, kehilangan, dan ketakutan bahwa mungkin Jeni… bukan manusia biasa.
250Please respect copyright.PENANAWgQvCw5WqT
250Please respect copyright.PENANAlrtm3Eqexa
---
250Please respect copyright.PENANA3eJLUxiEI1
Bab 1 – Pesan Itu Datang Jam 23.59
250Please respect copyright.PENANA5iEHeynePB
Hujan turun pelan di malam Jumat itu.
Langit Bandung kelabu, jalanan sunyi.
Di kamar kontrakannya yang sempit, Rudi masih duduk di depan laptop, mengedit video sambil meneguk kopi dingin.
250Please respect copyright.PENANAc1CZBIroee
📱 Ding.
250Please respect copyright.PENANAudho3N8CCh
Notifikasi kecil muncul di layar ponselnya.
Nama yang muncul: Jeni 💌
250Please respect copyright.PENANAngL2XLvi20
> “Kamu masih bangun?”
250Please respect copyright.PENANAk8zjHvA9Er
250Please respect copyright.PENANAV5y6Mbqwgn
250Please respect copyright.PENANAN7xJ6KGlu1
Rudi tersenyum.
Sudah sebulan mereka tak bertemu.
Kesibukan kerja dan jarak membuat mereka cuma bisa saling sapa lewat chat malam-malam seperti ini.
250Please respect copyright.PENANApAiV535vvW
> “Masih. Kenapa?”
“Cuma pengen ngomong sesuatu.”
“Tentang apa?”
“Tentang... kita.”
250Please respect copyright.PENANANmB2EkEuzK
250Please respect copyright.PENANAy8pFiLSLBL
250Please respect copyright.PENANAq84gWDY2C1
Alis Rudi mengerut.
Kata “kita” dari Jeni selalu datang di dua momen: saat rindu, atau saat akan ada perpisahan.
250Please respect copyright.PENANA3kzhbVSN5H
> “Kenapa? Ada apa, Jen?”
“Aku cuma mau kamu janji satu hal.”
“Apa?”
“Kalau besok aku gak balas, jangan cari aku. Janji.”
250Please respect copyright.PENANAbcZatIjeoJ
250Please respect copyright.PENANA9sP979vVlC
250Please respect copyright.PENANA8WYvCuRwc3
Jantung Rudi berdegup keras.
Titik pengetikan di chat muncul sebentar... lalu hilang.
Tidak ada pesan lanjutan.
250Please respect copyright.PENANAIJ910fpaNx
> “Maksudmu apa, Jen?”
“Jeni?”
250Please respect copyright.PENANALS6aLL9cYC
250Please respect copyright.PENANAebl4Q5qWEE
250Please respect copyright.PENANAlbQl3PlWHM
Tak ada balasan.
Ia menekan tombol panggilan. Tidak diangkat.
Dan tepat jam 23.59, notifikasi terakhir muncul di layar:
250Please respect copyright.PENANAtY1lqzhuzr
> “Maaf, aku harus pergi.”
Baca selengkapnya di 👉 (https://kisahhdp.blogspot.com/2025/10/satu-pesan-terakhir-sebelum-aku-hilang.html?m=1)
ns216.73.216.253da2


