/story/195011/satu-pesan-terakhir-sebelum-aku-hilang/toc
Satu pesan terakhir sebelum aku hilang | Penana
arrow_back
Satu pesan terakhir sebelum aku hilang
more_vert share bookmark_border
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
G
Submission Closed
Satu pesan terakhir sebelum aku hilang
Ruang hampa
Judging: Community Vote
Prompt Entries Comments (0)

Rudi dan Jeni menjalin hubungan jarak jauh selama dua tahun.

Mereka saling percaya, walau jarak Bandung–Jogja membentang di antara mereka.

Namun suatu malam, Jeni mengirim satu pesan terakhir yang membuat Rudi tak bisa tidur semalaman:


> “Kalau besok aku gak balas, jangan cari aku. Janji.”




Setelah pesan itu, Jeni menghilang. Nomornya tak aktif, akun sosial medianya kosong, dan alamat rumahnya seolah tak pernah ada.

Orang-orang yang dulu pernah Rudi temui berkata,


> “Kami gak kenal siapa pun bernama Jeni.”




Sejak saat itu, hidup Rudi berubah jadi labirin misteri — antara cinta, kehilangan, dan ketakutan bahwa mungkin Jeni… bukan manusia biasa.



---


Bab 1 – Pesan Itu Datang Jam 23.59


Hujan turun pelan di malam Jumat itu.

Langit Bandung kelabu, jalanan sunyi.

Di kamar kontrakannya yang sempit, Rudi masih duduk di depan laptop, mengedit video sambil meneguk kopi dingin.


📱 Ding.


Notifikasi kecil muncul di layar ponselnya.

Nama yang muncul: Jeni 💌


> “Kamu masih bangun?”




Rudi tersenyum.

Sudah sebulan mereka tak bertemu.

Kesibukan kerja dan jarak membuat mereka cuma bisa saling sapa lewat chat malam-malam seperti ini.


> “Masih. Kenapa?”

“Cuma pengen ngomong sesuatu.”

“Tentang apa?”

“Tentang... kita.”




Alis Rudi mengerut.

Kata “kita” dari Jeni selalu datang di dua momen: saat rindu, atau saat akan ada perpisahan.


> “Kenapa? Ada apa, Jen?”

“Aku cuma mau kamu janji satu hal.”

“Apa?”

“Kalau besok aku gak balas, jangan cari aku. Janji.”




Jantung Rudi berdegup keras.

Titik pengetikan di chat muncul sebentar... lalu hilang.

Tidak ada pesan lanjutan.


> “Maksudmu apa, Jen?”

“Jeni?”




Tak ada balasan.

Ia menekan tombol panggilan. Tidak diangkat.

Dan tepat jam 23.59, notifikasi terakhir muncul di layar:


> “Maaf, aku harus pergi.”

Baca selengkapnya di 👉 (https://kisahhdp.blogspot.com/2025/10/satu-pesan-terakhir-sebelum-aku-hilang.html?m=1)

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 3 minutes
toc Entries
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.