Rudi dan Jeni menjalin hubungan jarak jauh selama dua tahun.
Mereka saling percaya, walau jarak Bandung–Jogja membentang di antara mereka.
Namun suatu malam, Jeni mengirim satu pesan terakhir yang membuat Rudi tak bisa tidur semalaman:
85Please respect copyright.PENANAkKFSk65a50
> “Kalau besok aku gak balas, jangan cari aku. Janji.”
85Please respect copyright.PENANAd3FTuiNCzu
85Please respect copyright.PENANAt30wug6O6H
85Please respect copyright.PENANA2dKNLZOVWa
Setelah pesan itu, Jeni menghilang. Nomornya tak aktif, akun sosial medianya kosong, dan alamat rumahnya seolah tak pernah ada.
Orang-orang yang dulu pernah Rudi temui berkata,
85Please respect copyright.PENANAgDGXROYS4F
> “Kami gak kenal siapa pun bernama Jeni.”
85Please respect copyright.PENANAA9KWLX8zMf
85Please respect copyright.PENANA1tdrVSF6Gs
85Please respect copyright.PENANAkRYsJ4Zi0X
Sejak saat itu, hidup Rudi berubah jadi labirin misteri — antara cinta, kehilangan, dan ketakutan bahwa mungkin Jeni… bukan manusia biasa.
85Please respect copyright.PENANApVOh0G0U1H
85Please respect copyright.PENANAM3cquhoqFl
---
85Please respect copyright.PENANAOnx2IWL6BJ
Bab 1 – Pesan Itu Datang Jam 23.59
85Please respect copyright.PENANAWKRsvq2KvF
Hujan turun pelan di malam Jumat itu.
Langit Bandung kelabu, jalanan sunyi.
Di kamar kontrakannya yang sempit, Rudi masih duduk di depan laptop, mengedit video sambil meneguk kopi dingin.
85Please respect copyright.PENANAK8iE9ixaGR
📱 Ding.
85Please respect copyright.PENANAo730Lvswdo
Notifikasi kecil muncul di layar ponselnya.
Nama yang muncul: Jeni 💌
85Please respect copyright.PENANAqkp94piFZn
> “Kamu masih bangun?”
85Please respect copyright.PENANAbF7Ec97i2G
85Please respect copyright.PENANAnNAiRAW0B5
85Please respect copyright.PENANAXg0P385mNi
Rudi tersenyum.
Sudah sebulan mereka tak bertemu.
Kesibukan kerja dan jarak membuat mereka cuma bisa saling sapa lewat chat malam-malam seperti ini.
85Please respect copyright.PENANAztQOARORn4
> “Masih. Kenapa?”
“Cuma pengen ngomong sesuatu.”
“Tentang apa?”
“Tentang... kita.”
85Please respect copyright.PENANAlILCbRSwsk
85Please respect copyright.PENANAIpCDoNvGgJ
85Please respect copyright.PENANAhJuV5f8JkQ
Alis Rudi mengerut.
Kata “kita” dari Jeni selalu datang di dua momen: saat rindu, atau saat akan ada perpisahan.
85Please respect copyright.PENANADluBzvvDyo
> “Kenapa? Ada apa, Jen?”
“Aku cuma mau kamu janji satu hal.”
“Apa?”
“Kalau besok aku gak balas, jangan cari aku. Janji.”
85Please respect copyright.PENANAHl5OFpKXmO
85Please respect copyright.PENANAq2a6x9cp3U
85Please respect copyright.PENANALSujRGIJ5M
Jantung Rudi berdegup keras.
Titik pengetikan di chat muncul sebentar... lalu hilang.
Tidak ada pesan lanjutan.
85Please respect copyright.PENANADVmhAoRNF0
> “Maksudmu apa, Jen?”
“Jeni?”
85Please respect copyright.PENANARJ3ztgiWLq
85Please respect copyright.PENANABSRvxAsvDT
85Please respect copyright.PENANARYCi61D2kw
Tak ada balasan.
Ia menekan tombol panggilan. Tidak diangkat.
Dan tepat jam 23.59, notifikasi terakhir muncul di layar:
85Please respect copyright.PENANA3lw5VaAHaO
> “Maaf, aku harus pergi.”
Baca selengkapnya di 👉 (https://kisahhdp.blogspot.com/2025/10/satu-pesan-terakhir-sebelum-aku-hilang.html?m=1)
ns216.73.216.253da2


