"Wuhuuuu..." Elang bersorak girang melihat Rein begitu tangkas memainkan drone yang dia pinjamkan. Sementara di tengah mereka, Rana dan Juna terlihat takjub juga dengan skill El Hijab tersebut.
"Boleh juga kamu." Rein hanya tersenyum mendengar pujian dari Rana itu.
"Oh ya, Eran mana sih? belum kelihatan dari tadi." Juna celingak-celinguk mencari Eran di sekitar situ.
"Dia tadi chat aku, Jun, bilang mau ketemu dosennya dulu, bahas persiapan KKN." Elang langsung memberitau agar Juna nggak sibuk khawatir lagi.
"Udah, Jun, entar juga dia datang kok, nggak usah takut." Rana pun ikut menenangkan rasa resah hati El Cepak.
Rein sendiri mengarahkan drone ke tubuh Elang untuk mengembalikan benda tersebut. Namun lantaran Elang masih fokus ke Juna...
"Aduh biyung." 💚
"Ededeh, makanya fokus, Lang, untung tadi kuarahin ke bahu, coba kalau ke mata." tegur Rein setelah drone sampai di tangan Elang.
"Bilang-bilang tho, Nduk, jadi orang nggak kaget juga." walau kesal, Elang menerima juga drone yang diserahin Rein padanya.
"Udah, perkara drone aja berantem sih?" Rana pun menetralisir friksi dua kawan seiringnya itu.
"Brungtuntungtungtung..." suara khas motor listrik tiba-tiba terdengar diiringi kemunculan Eran di sana.
"Panjang umur bos kita," mudah ditebak, Elang yang pertama menyambut kehadiran sang pengendara motor. "Gimana hasilnya? ACC nggak?"
"Tenang, Lang, aman terkendali." jawab Eran antusias sambil ber-gimme five dengan rekan mereka yang lain.
"Terus kapan kah rencana berangkat?" Rein ikut bertanya ketika Eran memberinya 'gimme five'.
"Belum tau juga sih, tapi kata dosenku, kalau lancar ya pas liburan semester, Juni nanti." ❤️
Para Riders pun mengangguk, tanpa sadar ada yang mengintip mereka dari jarak jauh nun di sana.
"Kayaknya bocil-bocil itu perlu dapat tes dari Ayah." lewat portal buatan kuas sakti Aji, Pak Bayang tampak serius men-stalk aktivitas yang dijalani Volt Riders. "Imaji!"
"Ya, Yah." Aji pun menoleh merespon sahut Pak Bayang padanya.
"Bikin monster dari kuas ajaibmu! Monster kuat yang bisa bikin bocil-bocil itu keteteran." 😈
"Siap, Yah." tanpa ragu Aji merogoh kuas, dan cekatan mengukir tuh barang hingga mewujud seekor bison di hadapan sang Ayah.
"Cantik, turunkan kuyukmu! Bawa mereka mengawal monsternya Aji." 😈
"Baik, Ayah." Cantik pun manggut, dan turun seketika menemani pasukan kuyuk menjalani misi kawal sang monster.
======
Di markas utama, Mahaguru Dewa lagi main lego susun saat kepalanya migrain tiba-tiba. Bagi orang lain mungkin ini biasa aja. Namun bagi Mahaguru, penyakit ini bukan sembarang dan pertanda situasi sedang nggak baik-baik aja di kota para Riders tinggal.
Benar aja, nggak lama usai merasa pusing, sirine di sudut markas tau-tau terdengar dan langsung bikin Mahaguru panik. Beliau pun menghubungi semua Volt Riders, bermaksud agar mereka datang segera menemui dirinya di tempat itu.
Sayangnya 5 anak muda itu nggak merespon dan tetap asyik sama drone mainan Elang. Sekitar 10 menit mereka menikmati suasana, sebelum lantas...
"Manteman, apa tuh?," Rein tampak melihat sesuatu dari ujung bukit dekat tempat main mereka.
Eran, Rana, dan Juna langsung mengikuti Rein, sementara Elang menyusun ulang drone dulu sebelum ikut menyusul langkah empat temannya itu.
"Entar," Juna mengamati lebih gerak-gerik bayangan yang ditemukan Rein.
"Jangan-Jangan itu pasukan kuyuk kayak kita hadapi kemarin lagi." 💙
"Bisa jadi, Jun, lebih baik kita bersiap." ❤️
Volt Riders pun paham kode yang dimaksud Eran. Dengan segera mereka keluarin korek sakti masing-masing, kemudian transformasi sebagai superhero dengan atribut lengkap di badan.
Betul dugaan Juna. Pasukan kuyuk memang datang berbondong menyerang dari segala sisi. Namun berkat pengalaman dan kekuatan yang ada, kelima anak muda itu bisa dengan cepat melumpuhkan kelompok muka anjing tersebut.
"Oh, kalian yang katanya anak buah Dewa itu?" Cantik kelihatan angkuh berdiri di bagian puncak perbukitan.
"C*k, yang sopan kalau ngomong! Dia orang tua kami." Elang tersulut mendengar nama Mahaguru Dewa direndahkan.
Cantik cuma tertawa anggun.
"Memangnya Dewa itu siapa sampai harus dihormati?"
"Dia cuma kakek-kakek biasa, nggak punya keistimewaan apapun. Yah seperti..." Cantik lalu mengambil sebutir kerikil, dan menjentik benda itu ke arah tubuh si hijau.
"Kurang ajar..." hilang kendali, Elang pun langsung melabrak Cantik tanpa komando. Namun kemudian...
"BRRRRRRRUAAAAAAAAK..."
Sebuah gundukan tau-tau pecah dan bikin Elang terhempas kembali ke dasar bukit.
"Haha, mana yang mesti kuseruduk duluan?" bisa ditebak, gundukan itu adalah monster bison Aji yang sedang menyamar.
Eran, Rana, Juna, dan Rein lantas beriringan menyerang monster ciptaan Aji itu. Namun karena belum lihai menangani monster, mereka berempat lumpuh dengan mudah dan justru tumbang menyusul Elang yang telah terjun bebas duluan.
"Hihihi, ternyata segitu aja." sembari ketawa centil, Cantik langsung memberi kode supaya sang bison segera membantai Volt Riders.
Tapi saat tuh monster hendak melakukan serangan lagi, seberkas sinar mendadak timbul memukul menjaga jarak si monster.
"Hihihi, bang jago baru datang ternyata." Cantik malah meledek ketika tau sinar itu berasal dari El Mentor.
"Kamu apakan mereka?" meski kelihatan murka, Mahaguru tetap tenang mendapati kondisi tubuh Volt Riders kini.
"Oh mereka..." lagi-lagi Cantik tertawa ngolok "Pak tua, mestinya aku yang tanya ke kamu, kamu yakin pilih mereka buat menjaga bumi?"
"Kamu sama kayak Bayang, terlalu angkuh, nggak mau belajar dari kesalahan." Mahaguru Dewa nggak mau kalah menghadapi bicara besar Cantik.
"Kamu berkata gitu, karena mereka belum sepenuhnya terlatih. Jika kekuatan mereka udah optimal, jangankan kamu, Bayang pun mampu mereka jadiin bubur."
Cantik kontan tercekat mendengar nama Ayahnya diremehkan. "BACOT! RASAIN NIH."
Cantik menggunakan cermin saktinya buat menyerang Mahaguru Dewa. Tapi karena sang Mahaguru jauh lebih terampil, serangan tersebut bisa patah dan justru berbalik jadi bumerang buat Cantik.
"Sialan kamu, Dewa, tunggu balasanku!" 🧖
Cantik pun serta-merta hilang bersama monster yang tadi melumpuhkan Volt Riders.
El Mentor lalu beralih ke pasukannya, namun kini sorot matanya terlihat dingin dan hanya berujar singkat sebelum pergi.
"Segera ke markas!" 🧝
======
ns216.73.216.23da2


