Meski aku beberapa hari yang lalu berantem dengan Malik, Malik tetap saja menemuiku di gerai es tehku. Sudah aku coba usir beberapa kali, dia gak mau pergi. Dan aku katakan berkali-kali, kalau memang dia masih ingin bertemu denganku, dia harus mendengarkan kisah ayahku.
15048Please respect copyright.PENANA3iQVmSEFLJ
Aku gak mau, Malik terus-terusan memandang ayahku sebagai seorang ayah yang gak bertanggungjawab. Tetapi setiap kali aku mencoba menceritakan dari awal, Malik selalu memotong kata-kataku.
15048Please respect copyright.PENANAMy8AkNYgRz
Kesel, kesel banget. Sampai-sampai aku lelah menghadapi keegoisan Malik. Disatu sisi, Malik masih mau bertemu denganku tetapi dia gak mau mengerti apa yang aku rasakan.
15048Please respect copyright.PENANA2K2D3hOfVs
Hari ini seperti biasa, aku menjaga gerai es tehku. Lagi-lagi Malik datang menemuiku, dengan dalih untuk menjagaku. Rasa-rasanya aku gak lagi bisa bergerak bebas, Malik selalu mencurigaiku, cemburu padaku. Gak hanya karena aku mengingat ayah kandungku, lebih parahnya dia selalu marah kalau aku bertegur sapa lewat chat dengan lawan jenis selain Malik.
15048Please respect copyright.PENANA45TZZBrioN
Kakekku saja, gak pernah memperlakukanku seperti ini. Tetapi Malik, mempelakukanku gak manusiawi. Aku ingin menangis, berteriak. Ingin pergi jauh agar Malik gak selalu datang menerorku.
15048Please respect copyright.PENANAJ78osBvQB2
Bahkan dengan hpku sendiri saja, aku gak kuasa. Dia selalu memproteksinya. Pernah Yusuf mengirim chat padaku, karena Malik selalu ada disisiku. Hpku diambil paksa oleh Malik, kontak dari Yusuf langsung dihapus oleh Malik.
15048Please respect copyright.PENANAm7EB4PfH5M
Aku marah sejadi-jadinya, dengan tangis yang tertahan. Tapi aku bisa apa? Saat aku mencoba melawan, justru Malik bersikap dingin. Bahkan pukulanku di dadanya gak berarti apa-apa. Justru saat aku memukul dadanya, Malik meringkus kedua pergelangan tanganku. Tubuhku dipepet ke tembok, lalu mencium bibirku yang tertutup cadar dengan paksa.
15048Please respect copyright.PENANAq1lVShEct4
Rasa-rasanya aku seperti diperkosa, karena aku memang gak menginginkannya.
15048Please respect copyright.PENANAea2Ntjbt3j
Berhari-hari aku merasakan penderitaan batin yang menyiksa, aku benar-benar gak tahan.
15048Please respect copyright.PENANAPRDMGNJEAm
Tetapi saat gerai es tehku mulai sepi karena sudah mulai masuk musim hujan. Dan aku memutuskan untuk bisnis catering, yang bisa dipesan secara online dan offline. Mau gak mau, aku harus berdamai dengan Malik.
15048Please respect copyright.PENANAnICxbMSarM
Dengan melupakan semuanya, dan berharap Malik mau membantuku. Sepulang sekolah atau saat liburan, Malik selalu mengantarku ke pasar Beringharjo untuk berbelanja kebutuhan untuk daganganku.
15048Please respect copyright.PENANAI7bjGgTTfT
"Maaf ya Lik, aku udah berbuat salah sama kamu", kataku berpura-pura.
15048Please respect copyright.PENANAKTdGy7My7I
Sebenarnya ogah banget minta maaf, karena seharusnya Malik lah yang salah. Tetapi kalau aku gak meminta maaf, Malik gak akan mau membantuku karena memang egonya gede banget.
15048Please respect copyright.PENANAI5omHowQi8
"Bagus, berarti kamu tau kesalahanmu. Aku gak mau kamu mikirin ayah gak tau diri kayak gitu. Dan ingat, jangan chat Yusuf dan yang lain juga, aku gak suka", kata Malik yang sekarang sedang memboncengku memakai motornya.
15048Please respect copyright.PENANASRXlsrPM86
Di dalam hati, sebenarnya aku muak banget. Tapi mana mungkin, aku belanja yang cukup banyak sendirian?
15048Please respect copyright.PENANA6zzZfdB3kz
"Sini pegangan yang erat!", Kata Malik menarik tanganku agar memeluknya lebih erat.
15048Please respect copyright.PENANAqoAMsPW89g
"Kesel, kesel banget rasanya!!", Kataku dalam hati.
15048Please respect copyright.PENANAgtSFknzcDm
Karena perasaan kesal yang aku rasakan, dengan gak sengaja tanganku memegang selangkangan Malik, kuremas sekuat mungkin.
15048Please respect copyright.PENANAo362Nb8W8t
"Aw, sakit Na!! Kamu kenapa sih?", Tanya Malik mengaduh kesakitan.
15048Please respect copyright.PENANA2kfhRf6xT8
"Maaf gak sengaja", kataku.
15048Please respect copyright.PENANAlhkN8JVTnF
Tetapi karena aku masih kesel, lagi-lagi aku meremas selangkangan Malik sekuat mungkin.
15048Please respect copyright.PENANA4KJtMQp1im
"Loh!", Kataku terkejut.
15048Please respect copyright.PENANAGiXqQ1Mb4R
"Kenapa Na? Kok kaget gitu? Hehe", kata Malik cengengesan.
15048Please respect copyright.PENANAZZXRJJlNQm
"Oh engga", kataku berbohong, padahal aku merasakan selangkangan Malik yang aku remas dengan kencang menggembung di balik celananya.
15048Please respect copyright.PENANAVPe96cclfv
"Hehe, jangan bohong! Kamu sih remasnya kenceng banget", kata Malik cengengesan.
15048Please respect copyright.PENANANLZiWIhYEB
"Aku khilaf, maaf", kataku salah tingkah.
15048Please respect copyright.PENANADF7b2OCGbA
"Remas lagi dong!", Kata Malik sambil memegang tanganku lalu menaruhnya di atas selangkangannya.
15048Please respect copyright.PENANAKqTkVsF5Oh
"Nih rasain!! Dasar ngacengan", kataku dengan kesal sambil meremas selangkangan Malik.
15048Please respect copyright.PENANAei1T1niUoC
"Apa tadi? Coba ulangi! Haha", Kata Malik menggodaku.
15048Please respect copyright.PENANAUhHt0nPefP
"Apa?! Ngacengan", kataku kesel.
15048Please respect copyright.PENANAcVIuEaWmD8
"Hahaha, aku baru tau lho Na kamu bisa ngomong gitu", kata Malik menggodaku.
15048Please respect copyright.PENANASVyweCAACo
"Kamu sih, godain aku mulu. Udah sana, fokus nyetir, ntar nabrak berabe kan si Johny gak bisa masuk ke boolku lagi!", kataku yang sudah mulai lostcontrol.
15048Please respect copyright.PENANAOm2wybzR8G
"Hahaha, parah-parah", kata Malik dengan ketawa ngakak.
15048Please respect copyright.PENANAd2MKTRhghx
Setelah sampai di pasar Beringharjo, aku belanja kebutuhan cateringku. Sebelum pulang, aku sempatkan untuk membeli gudeg.
15048Please respect copyright.PENANAT38VXcwZt1
"Udah biar aku aja yang bayar", Kata Malik sok laki.
15048Please respect copyright.PENANAwUyFDvls0L
"Gak biar aku aja, kamu kan belum kerja!", kataku pada Malik.
15048Please respect copyright.PENANA99viqN3sQ1
"Yah merendahkan banget ni cewek, tau gak kalo penghasilanku lebih gede daripada kamu?", Tanya Malik padaku.
15048Please respect copyright.PENANAgEcmy2oJCZ
Rasanya aku ingin tertawa terpingkal-pingkal, penghasilan darimana coba? Orang dia masih SMK.
15048Please respect copyright.PENANAsja5O2jpvW
Dengan sombongnya dia tunjukin saldo di hpnya, aku melihatnya dengan mengernyitkan dahiku.
15048Please respect copyright.PENANAfyMcHH3oXd
"Uang darimana segede itu? Hihi", tanyaku meremehkan.
15048Please respect copyright.PENANAZNxso3Bu80
"Uang dari main forex sama nambang bitcoin, hehe", kata Malik cengengesan.
15048Please respect copyright.PENANA6zbnf50r8g
"Aku gak ngerti Lik", kataku mencoba berpikir tetapi pikiranku lemot banget.
15048Please respect copyright.PENANA2kvHfMkiJu
"Udah jangan dipikirin lagi! Biar aku yang bayar", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAVzYr4llA9C
"Ya udah deh, kamu kan kaya", kataku sambil memicingkan mataku.
15048Please respect copyright.PENANAy0zDTEqKN2
Setelah itu aku melanjutkan belanjaku di pasar, saat melewati orang yang berjualan baju batik, aku terpesona. Ada satu dress panjang batik, yang pengen aku beli.
15048Please respect copyright.PENANAQCBLiVR6lx
Kulirik Malik, sepertinya dia tau gelagatku kalau aku menginginkan dress panjang di depanku.
15048Please respect copyright.PENANALPjAg9KDwe
"Kamu mau?", Tanya Malik padaku.
15048Please respect copyright.PENANAEqzOPEDDs0
Karena aku ingin jual mahal, aku jawab saja kalau aku hanya lihat-lihat saja.
15048Please respect copyright.PENANAAo06aggsox
"Udah, jangan gengsi gitu!", kata Malik padaku.
15048Please respect copyright.PENANAoVa4C5KJPD
Malik bertanya pada si penjual tentang ukuran yang pas dengan tubuhku, saat dress panjang batik itu sudah dibungkus dan Malik membayarnya. Aku hanya bisa senyum-senyum sendiri.
15048Please respect copyright.PENANA6KT7nGCfQQ
"Kenapa tuh senyum-senyum gitu? Seneng?", Tanya Malik.
15048Please respect copyright.PENANAkUkgdR51n9
"Hehe, hu'um", kataku malu-malu.
15048Please respect copyright.PENANApc02n4odpv
Lalu Malik menggandeng tanganku, "Udah selesei kan belanjanya?", Tanya Malik.
15048Please respect copyright.PENANAeOsBu14ZgM
"Iya, udah", kataku sambil mengangguk.
15048Please respect copyright.PENANAJYaq389Twl
"Yaudah yuk, nanti keburu hujan!", Kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANA1qLl8uOHgG
Belum juga kita melangkah keluar dari pasar, hujan pun turun dengan deras.
15048Please respect copyright.PENANAdP3XHFKWRo
"Yah ujan", kataku.
15048Please respect copyright.PENANAk3LZ4qfcg5
"Tenang aku bawa jas ujan kok", kata Malik tersenyum sambil mengusek-usek kepalaku yang tertutup hijab.
15048Please respect copyright.PENANAIsoMipZyvC
"Hehe, apa sih", kataku sambil cemberut saat tangan Malik mengusek-usek kepalaku yang tertutup hijab.
15048Please respect copyright.PENANAp6KZUCDnxO
"Pakai dek Husna biar gak kehujanan!", Kata Malik menyodorkan jas hujannya.
15048Please respect copyright.PENANAbVe48lhlqJ
"Hihi, kebalik tau", kataku tertawa sambil menutup bibirku yang tertutup cadar.
15048Please respect copyright.PENANAPKKFm2640Y
"Ya gapapa, aku kan pacarmu", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAyjmmdu1gdi
"Hehe, iya", kataku sambil menggelendot manja.
15048Please respect copyright.PENANA2Ti08PpajB
"Manja banget nih cewek, hehe", kata Malik menggodaku.
15048Please respect copyright.PENANALxrDs3SZqT
"Kenapa gak suka?!", Tanyaku jutek.
15048Please respect copyright.PENANAyVL8OakaY8
"Wah bahaya nih, bisa kena gampar lagi nih, haha", kata Malik sambil tertawa.
15048Please respect copyright.PENANAJMUcF81Nsj
"Bodo!!", Kataku ngambek.
15048Please respect copyright.PENANALcz4Ia1Yjc
"Hehe, engga-engga, Sayang. Ayok, keburu makin deras nanti!", Kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAcbWvMXnDXC
Motor Malik mulai bergerak, karena udara yang dingin, tubuhku menjadi menggigil. Malik yang sepertinya tau yang aku rasakan, memegang punggung tanganku yang berada di perutnya agar memeluknya lebih erat.
15048Please respect copyright.PENANAZW0aMC9Gip
"Jangan kenceng-kenceng Lik!", Kataku sedikit ketakutan.
15048Please respect copyright.PENANATbcHhjpdNv
"Tenang Na, gak bakal jatuh", kata Malik mengusap-usap punggung tanganku.
15048Please respect copyright.PENANA9oczXbhuqF
Hujan semakin deras, yang mengubah jalanan menjadi berwarna putih karena tertutup oleh tirai ujan. Perasaan kesal yang awalnya menyelimuti hatiku, sedikit demi sedikit mulai luluh. Aku merasa dicintai, disayangi oleh Malik.
15048Please respect copyright.PENANAaZZZ148dHr
"Kita berhenti dulu ya Na? Kita makan bakso dulu", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAhxoawLOwOI
"Hu'um", kataku.
15048Please respect copyright.PENANAl2W6z3eMbf
Motor Malik di parkir di sebelah warung bakso. Dengan tubuh menggigil, aku peluk lenganku sendiri.
15048Please respect copyright.PENANANQ93Ydu0ld
Kulirik Malik yang berada di sampingku tersenyum, lalu memelukku dari samping.
15048Please respect copyright.PENANAFAzlPA72wX
"Pak bakso dua ya. Teh manis hangat dua!", Kata Malik ke penjual bakso.
15048Please respect copyright.PENANACER54KI5fS
"Oh iya Mas, tunggu ya!", Kata si penjual bakso.
15048Please respect copyright.PENANARSMi1gOMDb
"Masih dingin?", Tanya Malik.
15048Please respect copyright.PENANAKKKrDAWH2b
"Masih", kataku sambil menggigil.
15048Please respect copyright.PENANA4MO2dft09s
Teh manis hangat yang kita pesan sudah jadi, saking dinginnya gelas teh manis hangat hanya aku pegang saja supaya panasnya menyebar ke seluruh tubuhku.
15048Please respect copyright.PENANANFvyzrhGTq
Kuminum sedikit demi sedikit teh manis hangatku sambil menikmati hujan yang semakin deras. Kulihat ke arah Malik, Malik juga menggigil kedinginan.
15048Please respect copyright.PENANANvgIBzm0Lt
Ntah kenapa wajah Malik terlihat sendu, "Kenapa tuh mukanya?", Tanyaku.
15048Please respect copyright.PENANAv5i1P8wMxh
"Kayak yang aku bilang kemarin Na. Ujan itu membawa kenangan", katanya dengan raut muka sedih.
15048Please respect copyright.PENANABzxBAIX88i
Aku pun sebenarnya merasa sedih, karena hujan membawaku pada kesedihan yang mendalam. Lagi-lagi aku mengingat ayahku, tetapi aku enggan mengungkapkan perasaanku pada Malik. Sebenarnya aku masih mengingat yang kemarin saat Malik justru menyalahkan ayahku. Hanya saja, aku gak mau momen yang aku rasakan saat ini rusak karena pertengkaran.
15048Please respect copyright.PENANAuTROMIWRWt
Di dalam hatiku, aku menyadari apa yang diucapkan Malik hanya sebatas kesalahpahaman. Bukan murni dari hatinya untuk menyakiti hatiku. Karena sikap Malik saat ini, membuat hatiku luluh. Gak ada lagi setitik kemarahan yang membuat perasaanku menjadi gelap.
15048Please respect copyright.PENANAABZlPR7vY6
Aku menyukai perhatian Malik, benar kata Malik bahwa hujan membawa kenangan. Terbukti seperti yang aku rasakan saat ini, meski hanya momen-momen kecil yang sederhana. Hujan merekam kenangan kecil menjadi indah.
15048Please respect copyright.PENANAuK29yfNJYz
"Kenangan apa tuh?", Kataku pada Malik.
15048Please respect copyright.PENANA52zmslwuby
"Aku teringat kakak perempuanku", kata Malik yang tiba-tiba murung.
15048Please respect copyright.PENANAZwzkWtcYdb
"Emang kakakmu dimana?", tanyaku.
15048Please respect copyright.PENANAqV17SZiC2p
"Kakakku meninggal saat aku masih kecil Na. Kakakku seumuran kamu", kata Malik dengan wajah sedih.
15048Please respect copyright.PENANARayR28pswg
Aku mengernyitkan dahiku sambil menatap ke arah Malik, di dalam pikiranku, aku bertanya-tanya apakah Malik terobsesi padaku karena representasi kerinduannya pada kakak perempuannya? Ah aku gak tau.15048Please respect copyright.PENANAHDYBC4wftE
15048Please respect copyright.PENANAlEdJMANuIm
Kupegang punggung tangan Malik, "Aku yakin kakakmu bahagia disana", kataku tersenyum, berusaha menguatkan Malik.
15048Please respect copyright.PENANASfBTd4pVj1
"Terima kasih Na", kata Malik menoleh menatapku dengan tersenyum.
15048Please respect copyright.PENANAkw6T48cKkY
"Kalau mau, anggap aja aku sebagai kakakmu!", kataku sambil menatap Malik dengan tersenyum.
15048Please respect copyright.PENANA1TdOTaNtKI
Raut wajah Malik berubah, "Aku gak mau", kata Malik sambil memegang tanganku erat.
15048Please respect copyright.PENANA1Fp9ZPfq6V
"Kenapa gak mau? Aku bisa kok menjadi kakakmu", Tanyaku gak mengerti.
15048Please respect copyright.PENANAp6Flncxgr6
"Tapi aku gak pengen kamu menjadi kakakku Na", kata Malik cemberut menatapku.
15048Please respect copyright.PENANA6Iehn2aJBA
"Kenapa?", Tanyaku sambil senyum-senyum sendiri.
15048Please respect copyright.PENANAwMF5GiFFN9
"Karena bukan itu yang aku mau. Aku maunya jadi suami kamu, hehe", kata Malik dengan raut wajah yang berubah ceria.
15048Please respect copyright.PENANA4ihKK0cO5u
"Yee, sekolah dulu yang bener, baru mikirin nikah!", Kataku pura-pura jutek.
15048Please respect copyright.PENANAqt1mST05xU
"Gak kuat Na soalnya, hehe", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAmiO46s1rbo
"Dasar, jadi pengen nikah sama aku cuma karena anu doang nih?", Kataku lirih sambil melirik ke arah penjual bakso.
15048Please respect copyright.PENANA9cafaUuH9R
Untung saja, penjual bakso gak memperhatikan kami yang sedang mengobrol. Bakal malu banget aku, kalau penjual bakso mendengar apa yang aku katakan tadi.
15048Please respect copyright.PENANAI1lvgJF4f4
Malik tertawa kecil, "Ya enggaklah. Aku beneran cinta sama kamu Na", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANA5Ewc6twJSB
"Gitu ya?", Tanyaku sambil menyesap kuah bakso.
15048Please respect copyright.PENANA9gMIqjN71M
Ini baksoku yang terakhir, kutusuk dengan garpu. Perlahan cadarku kusingkap, kugigit bakso yang cukup besar. Enak banget sumpah, sepertinya bakso yang aku makan ini terbuat dari urat sapi.
15048Please respect copyright.PENANALI9m3uphCZ
Bulatan bakso yang tinggal sedikit, aku masukkan ke dalam mulutku. Kukunyah baksoku yang terakhir dengan lahap.
15048Please respect copyright.PENANAihMWo1Z30M
Kulirik Malik yang berada di sampingku, kulihat Malik mengangkat mangkuk baksonya untuk menyesap kuah bakso yang tersisa.
15048Please respect copyright.PENANAyMEktcXrB9
Lalu Malik melirik ke arahku, "Gimana? Puas Na?", Tanya Malik.
15048Please respect copyright.PENANAXbupuOkB21
"Banget", kataku sambil tersenyum.
15048Please respect copyright.PENANA31M8nuuJ4q
Setelah aku dan Malik selesei menghabiskan bakso yang kami makan, kita meminum teh manis hangat yang tersisa. Kulihat hujan masih turun dengan derasnya.
15048Please respect copyright.PENANAWQsUHCy18u
Aku sempat tersentak kaget, saat geledek mengagetkanku. "Jangan takut!", kata Malik yang tiba-tiba memelukku dari samping dengan mengusap-usap lenganku.
15048Please respect copyright.PENANAb0lDDmcXgZ
Bapak penjual bakso melihat ke arahku dengan tersenyum, aku yang dilihat seperti itu merasa malu. Lalu melepas tangan Malik yang memelukku dari samping.
15048Please respect copyright.PENANAwzVdmZwmbd
"Gak enak, dilihat bapak penjual bakso Lik", kataku bisik-bisik sambil melepas pelukan Malik pada tubuhku.
15048Please respect copyright.PENANA0GwGC1qIxi
Malik tersenyum sambil melepas pelukannya pada tubuhku. Lalu aku menatap ke arah penjual bakso menahan malu.
15048Please respect copyright.PENANAlzAUZleCiF
Sehabis membayar, aku menggelendot manja dengan memegang erat lengan Malik.
15048Please respect copyright.PENANA7LU4in349i
"Siap? Kita ngebut ya?", Tanya Malik.
15048Please respect copyright.PENANABSAruiqCsI
"Duh jangan dong! Pelan-pelan aja!", kataku.
15048Please respect copyright.PENANAPn0h5PjC5N
"Pegangan yang erat!", Kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANA6YbGgcoavf
Motor Malik mulai bergerak meninggalkan warung bakso, dengan kecepatan tinggi motor moge Malik menembus tirai hujan yang semakin deras.
15048Please respect copyright.PENANANP9tHZrVai
Karena aku takut jatuh dari motor, kupeluk erat Malik. "Agak pelanan dikit Lik! Jangan kenceng-kenceng!", Kataku ketakutan.
15048Please respect copyright.PENANAn0kvuhYSn0
"Apa? Maaf Sayang, gak kedengaran", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAfFARBKiXiG
"Jangan kenceng-kenceng Lik, aku takut!!", Kataku sedikit berteriak.
15048Please respect copyright.PENANA5wByErBqve
"Hehe, iya iya. Nih udah pelanin, jangan takut lagi ya!", Kata Malik sambil menepuk punggung tanganku.
15048Please respect copyright.PENANArHK48YCniO
Aku masih memeluk Malik dengan erat, "Kenceng amat meluknya Na?", Tanya Malik.
15048Please respect copyright.PENANA8tzvySuUQd
"Dingin Lik", kataku dengan suara menggigil.
15048Please respect copyright.PENANAfP5DfDGO0y
"Padahal tadi udah makan yang anget-anget kan? Tapi masih kedinginan", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAYTdaWxyhYA
"Kan lagi ujan Lik!!", Kataku dengan sedikit berteriak.
15048Please respect copyright.PENANAX7fvI8GcfB
"Sebentar lagi sampai Na", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAFPM79z2Lzo
"Huh pengen cepet-cepet sampai rumah deh", kataku.
15048Please respect copyright.PENANAIcbpx4nvKd
"Tuh rumah kamu udah keliatan", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAuWuIyGhfWE
"Syukurlah", kataku.
15048Please respect copyright.PENANAYhwOloMsvC
Lalu Malik nyeletuk, "Kita gapapa kan Na boncengan kayak gini? Takut kalau kamu digosipin sama tetangga kamu."
15048Please respect copyright.PENANA6XG9uUxccT
"Gapapa Lik, mereka sekarang cuek kok", kataku menenangkan Malik.
15048Please respect copyright.PENANAk91GJb8y7S
"Kenapa bisa begitu ya Na?", Tanya Malik gak mengerti.
15048Please respect copyright.PENANA6FrFxIguP7
"Mungkin mereka mulai dewasa Lik. Maksudku cara berpikir mereka mulai dewasa. Toh kalau pun mencampuri urusan orang lain gak etis juga kan? Karena itu privasi masing-masing", Kataku.
15048Please respect copyright.PENANA3muDV1K4iy
Sekarang motor Malik memasuki halaman rumahku, "Kakek belum pulang ya?", Tanya Malik.
15048Please respect copyright.PENANAneayVVQMU7
"Agak sorean sih biasanya. Masuk dulu Lik nanti aku bikinin teh manis anget!", kataku.
15048Please respect copyright.PENANApLL15bGL2r
"Gak usah repot-repot Na, aku langsung pulang aja", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAv1VaD6YjPw
Kutatap Malik tajam dengan wajah cemberut, "Gitu amat Na liatnya? Bahaya nih kalau ngambek, haha", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAiuobNp1cdv
"Kenapa kalau aku ngambek? Takut aku gampar lagi?", Kataku jutek lalu tertawa kecil sambil telapak tanganku menutupi bibirku yang tertutup cadar.
15048Please respect copyright.PENANAJWUTmLcLjU
"Serem sih, mana masih kerasa sakitnya", kata Malik sambil memegang pipinya dengan tersenyum meledek.
15048Please respect copyright.PENANAn4U4MuEJql
"Makanya duduk dulu! Aku bikinin teh anget dulu, duduk!", kataku.
15048Please respect copyright.PENANAuY52FibXkH
"Iya deh iya, daripada digampar lagi", kata Malik menggodaku.
15048Please respect copyright.PENANACLf7k1PL9m
"Yeee masak digampar orang cantik gitu aja ngeluh, wleee."
15048Please respect copyright.PENANA20u0OERSvX
"Pede banget. Emang kamu cantik? Hehe", kata Malik sambil terkekeh.
15048Please respect copyright.PENANA0dmHmbLhSd
"Gak tau", kataku dengan wajah murung.
15048Please respect copyright.PENANAGCeIvipKZV
"Hehe, padahal gak cantik", kata Malik menggodaku.
15048Please respect copyright.PENANA8eSy061POe
"Hiks hiks, kamu gitu amat sih!!", kataku terisak.
15048Please respect copyright.PENANAbE979HEtq5
"Haha lucu banget. Ngegemesin", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAyQxevIqZGR
"Kamu jahat!!", kataku sambil mengusap air mataku.
15048Please respect copyright.PENANANmJuEcurMu
"Utututu oh tayang, jadi gak tega bikin kesayanganku mewek", kata Malik.
15048Please respect copyright.PENANAi1urUPGLjN
Malik duduk disampingku lalu mengusap air mataku, tangan Malik menarik wajahku agar menoleh ke samping untuk menatapnya. Karena aku tau Malik akan mencium bibirku, kupejamkan mataku.
15048Please respect copyright.PENANA4xWi0lialh
"Katanya mau bikinin aku teh?", Tanya Malik.
15048Please respect copyright.PENANAbhghZVK2kU
Kubuka mataku, "Iya iya!!", kataku jutek.
15048Please respect copyright.PENANAxPdrimEPSd
"Tadi kenapa mejamin mata gitu? Haha", kata Malik menggodaku.
15048Please respect copyright.PENANAaFWHZ0phCt
"Jahat banget!!", kataku dengan wajah cemberut.
15048Please respect copyright.PENANAYIFu1l2FR2
"Hahaha, lucu lucu", kata Malik tertawa ngakak.
15048Please respect copyright.PENANA6zOSAXIURS
"Diam!", Kusentuhkan jari telunjukku ke bibir Malik. Lalu aku mendekatkan wajahku semakin dekat ke wajah Malik.
15048Please respect copyright.PENANAUTdaW6aal9
Kita saling memandang cukup dekat, nafasku pun semakin memburu. Wajah Malik mendekat, dengan bibir yang hanya berjarak gak lebih dari 2 cm di depanku.
15048Please respect copyright.PENANAuCg81qYWpE
"Muah", kukecup bibir Malik sekejap.
15048Please respect copyright.PENANAASvoDnEZEJ
"Aku bikinin teh dulu ya?", Kataku melangkah riang ke dapur.
15048Please respect copyright.PENANAkCWFgLJnni


