Setelah kejadian di pantai waktu itu, aku lostcontac dengan Yusuf, Malik, Rohman, Ilham, Sukron dan Pak Jono. Aku gak tau kenapa mereka menghindariku. Pernah aku coba menghubungi mereka melalui chat tetapi tetap saja, mereka enggan untuk membalasnya.
27060Please respect copyright.PENANAJZfRRX6SSz
Ada perasaan sedih di dalam hatiku, karena aku merasa diacuhkan. Aku merasa sudah memberikan milikku yang berharga. Memang benar, mereka gak ingin mengambil keperawananku meski aku tawarkan dan aku paksa seperti apa pun. Tetapi mereka mengambil keperawananku yang lain.
27060Please respect copyright.PENANAyu8Vuexuz4
Ntah kenapa, pikiranku menjadi gelap. Yang aku harapkan, mereka gak mengacuhkanku. Yang aku inginkan sederhana, agar mereka mau sekedar membalas chatku. Yang aku rasakan seperti dibuang saja seperti sampah, setelah mereka beramai-ramai memakai anusku.
27060Please respect copyright.PENANAR2JgLIq5sZ
Bukan berarti kalau aku menginginkannya, berarti aku rela untuk dicampakkan. Rasanya sakit, apalagi apa yang dilakukan Pak Jono.
27060Please respect copyright.PENANAeklKDVOB6d
Saat itu Pak Jono gak berhenti menyetubuhiku di pantai saja. Setelah pulang ke rumah, di perjalanan Pak Jono merayuku agar aku mau bersetubuh lagi dengannya. Aku sudah berusaha untuk menolak, karena aku gak menginginkannya lagi. Tetapi penolakanku percuma, dengan memaksa Pak Jono menyetubuhiku di dalam mobil.
27060Please respect copyright.PENANAshUP3f1gaS
Ntah apa yang dilakukan Pak Jono, anusku dipaksa dengan memasukkan dildo berukuran besar masuk ke dalam anusku. Pak Jono menyiksaku, sampai-sampai aku buang air besar bercampur darah.
27060Please respect copyright.PENANAPEprLKs7M3
Aku memaafkan Pak Jono, tetapi harapanku Pak Jono gak membuangku begitu saja. Tersadar dari lamunanku, isak tangisku gak bisa aku cegah.
27060Please respect copyright.PENANAN1on9nPeE2
Hari ini aku menjaga gerai es tehku seperti biasanya, dengan lamunan kuingat-ingat bahwa aku sudah lostcontac dengan mereka selama satu tahun.
27060Please respect copyright.PENANALJm2BKNwep
Di saat aku sedang melamun, tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang. Kucoba menoleh ke belakang untuk melihat, siapa yang sedang memelukku dari belakang.
27060Please respect copyright.PENANArmyukSwtGP
Setelah aku menoleh ke belakang, aku terkejut. Ternyata yang memelukku adalah Malik. Air mataku secara gak sengaja menetes, rasanya aku sulit mengucapkan kata-kata. Hanya ada tangis haru yang gak bisa aku cegah.
27060Please respect copyright.PENANAjlLHMis4rT
"Kamu kemana aja Lik?", Tanyaku terisak sambil mengusap air mataku yang menetes di pipiku.
27060Please respect copyright.PENANA64wN3lRIVl
Malik menatapku dengan tersenyum, dengan kedua telapak tangannya berada di pundak kanan dan kiriku, "Maaf ya Na, kalau aku gak pernah kasih kabar ke kamu. Aku harus fokus sekolah Na", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAICcN4QWwFc
Mendengar jawaban dari Malik, pikiranku yang tadi penuh prasangka mulai mereda. Aku ikut senang karena Malik fokus dengan pendidikannya. Karena aku gak mau, gara-gara aku masa depan Malik jadi hancur.
27060Please respect copyright.PENANAIUDg9fwSQB
Di usianya sekarang, Malik harus bekerja lebih keras demi masa depannya. Apalagi kata Malik, dia ingin seperti Yusuf yang gak hanya mentok di sekolah kejuruan dan akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
27060Please respect copyright.PENANAlBB6smXx4a
"Aku senang kamu fokus sekolah Lik", kataku dengan tersenyum.
27060Please respect copyright.PENANA3PCvOhtgiO
"Harus dong Na. Aku gak mau saat waktunya tiba untuk menikahimu, aku cuma jadi laki-laki yang gagal dengan pendidikan rendah. Menurutku, pendidikan berperan penting supaya aku dapet pekerjaan yang lebih layak", kata Malik optimis.
27060Please respect copyright.PENANALzuBlhB1y2
"Bener Lik, itulah gunanya pendidikan. Gak terus dengan pendidikan seadanya, mengkhayal mendapatkan posisi yang layak dalam pekerjaan", kataku tersenyum di depan Malik.
27060Please respect copyright.PENANA8GK1TkhE6n
Malik duduk di sampingku, "Gimana kabar kamu Na?", Tanya Malik.
27060Please respect copyright.PENANAqD71jb0df5
"Kabarku baik-baik aja Lik, anak-anak dimana? Aku menghubungi mereka tapi gak ada yang membalas pesanku", kataku tiba-tiba murung.
27060Please respect copyright.PENANALYs3S8RLqp
"Sama kayak aku Na. Mereka juga fokus belajar. Kamu tau gak apa motivasinya?", Tanya Malik.
27060Please respect copyright.PENANApTwgi0Ci4e
"Kayaknya aku tau deh, aku kan motivasinya?", Kataku dengan pede sambil tersenyum di balik cadarku.
27060Please respect copyright.PENANACrB3qacAJp
"Hampir tepat, hehe", kata Malik menyebalkan.
27060Please respect copyright.PENANAkcxDwDi01D
"Huuuh, kirain", kataku dengan cemberut.
27060Please respect copyright.PENANAb4AUauOp1o
"Yah jangan cemberut gitu dong!!", Kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAnKBrM08891
"Sotoy, emang keliatan kalau aku cemberut? Kan ketutup cadar?", Tanyaku.
27060Please respect copyright.PENANAjwpVGMx7kp
"Aku udah apal ekspresi wajahmu sih Na, ngelihat dari mata kamu, aku tau kamu lagi tersenyum atau cemberut, hehe", kata Malik cengengesan.
27060Please respect copyright.PENANAHRRZMbil54
"Gitu ya?", Tanyaku dengan tersenyum malu-malu.
27060Please respect copyright.PENANAzuG46iJeQF
"Ngomong-ngomong gimana kabar kakek?", Tanya Malik.
27060Please respect copyright.PENANAktdScVxRcQ
"Kakek kabarnya baik", kataku.
27060Please respect copyright.PENANAPhdfJQoNns
"Syukurlah kalau begitu Na", kata Malik menimpali.
27060Please respect copyright.PENANAe0T3zJykDs
Cukup lama kita saling diam, tanpa sepatah kata pun. Lalu Malik nyeletuk, "Karena udah setahun gak mampir ke gerai, jadi canggung mau ngobrol sama kamu Na", kata Malik dengan muka kikuk.
27060Please respect copyright.PENANA3RFT2g1LUF
"Masak sih? Tuh bisa membuka obrolan", kataku juga ngerasa kikuk.
27060Please respect copyright.PENANAot3XbP4fSX
Ntah kenapa perasaan yang aku rasakan setahun lalu saat dekat dengan Malik dan sekarang berbeda. Bukan hanya usia Malik yang sekarang 17 tahun, tetapi juga perubahan dari perawakan Malik yang lebih dewasa. Tubuhnya semakin kekar, dengan kulit gelap. Melihatnya saja, jantungku berdegup kencang. Wajah arabnya pun menambah kesan tampan, dengan hidung mancung khas Timur Tengah.
27060Please respect copyright.PENANAszqk8dieHa
Lalu Malik memegang tanganku, "Aku menyesal Na, gak seharusnya aku diam saja", kata Malik menoleh menatapku.
27060Please respect copyright.PENANATRhF4g3Pi8
Aku yang ikut menoleh ke samping, memandang mata Malik yang berkaca-kaca. "Aku gak mau mengulangi kesalahanku lagi Na", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANA4LWkbLkd9G
"Kesalahan apa Lik? Aku kok gak ngerasa kamu punya kesalahan ke aku", Tanyaku dengan mengernyitkan dahiku.
27060Please respect copyright.PENANADM0fqlejj3
"Kalau aku cinta sama kamu, seharusnya aku melarang orang lain menyentuhmu. Apalagi ikut menyetubuhimu rame-rame Na", kata Malik yang tiba-tiba menunduk lalu terisak.
27060Please respect copyright.PENANAPoblOc6cDm
Melihat Malik aku tersenyum, "Malik sudah dewasa sekarang", batinku.
27060Please respect copyright.PENANAtssC5bYla3
"Seharusnya aku melindungimu Na", kata Malik yang semakin terisak.
27060Please respect copyright.PENANAJbu23ZDdVE
"Udah jangan nangis, aku tau kok maksudmu. Terima kasih ya", kataku menatap Malik dengan tersenyum.
27060Please respect copyright.PENANAz7ieNy3oTd
"Untuk apa?", Tanya Malik dengan mata berkaca-kaca.
27060Please respect copyright.PENANAWlrUjz6hLi
"Karena udah mencintaiku", kataku tersenyum dengan wajah menunduk.
27060Please respect copyright.PENANAoz7IPL43sw
"Tapi aku udah menyakitimu Na waktu itu", kata Malik dengan menatap ke arahku.
27060Please respect copyright.PENANAi325ggXdGf
Kupegang tangan Malik, "Jangan ngerasa bersalah kayak gitu Lik!! Yang udah berlalu gak usah diungkit-ungkit lagi. Toh aku gak ngerasa terpaksa juga", kataku menatap matanya.
27060Please respect copyright.PENANAHh5CU8a5Yn
"Aku gak suka Na, kamu milikku", kata Malik berdiri sambil mendengus.
27060Please respect copyright.PENANA8bpKXHLlT8
Kudongakkan wajahku menatap Malik, kupegang tangannya sedikit menarik tangannya agar kembali duduk. "Aku ngerti perasaanmu", kataku tersenyum menatap Malik.
27060Please respect copyright.PENANA7EYc4RCdTc
Lalu Malik kembali duduk di sampingku, sekarang giliran Malik yang memegang tanganku dengan erat. "Gak aku izinkan orang lain menyentuhmu lagi Na. Aku gak rela", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAXddPC53jP8
"Udah jangan marah-marah gitu!!", Kataku dengan menyandarkan wajahku ke pundak Malik.
27060Please respect copyright.PENANASyhXTYMg6V
Malik menatapku sambil mengelus kepalaku. Sekilas Malik mengecup samping kepalaku, "Muach."
27060Please respect copyright.PENANA1MfSJMrpCB
Kulirik Malik dengan ujung mataku. Perlakuan Malik padaku membuatku tersenyum. Ntah kenapa aku menyukai sikap posesif Malik kepadaku, ada perasaan yang timbul seakan aku adalah sosok berharga di matanya. Hatiku menghangat, aku ngerasa Malik menjadi sosok yang bisa mengayomiku. Sampai-sampai aku membayangkan sosok ayahku, ada kesedihan yang tiba-tiba muncul di hatiku. Gak hanya ayahku yang kurindukan tetapi aku juga merindukan Pak Aziz.
27060Please respect copyright.PENANA3dCVxrBgPi
Kuangkat kepalaku yang aku sandarkan ke pundak Malik, kuusap air mataku lalu kutatap Malik dengan mata berkaca-kaca.
27060Please respect copyright.PENANAGXy3XbymcM
Malik memandangku dengan mengernyitkan dahinya, "Kamu nangis Na? Ada omonganku yang salah kah?", Tanya Malik dengan wajah khawatir.
27060Please respect copyright.PENANAZpYb4waEoF
"Engga, gak ada yang salah", kataku berusaha tersenyum kembali.
27060Please respect copyright.PENANAnQnTjrVbm8
"Jangan berbohong!!", Kata Malik mengusap air mataku yang masih menetes di pipiku.
27060Please respect copyright.PENANABqg7oLiXlK
"Beneran, aku cuma terharu", kataku berbohong.
27060Please respect copyright.PENANAaKcG1suJwR
Lalu aku berdiri membuat es teh jumbo untuk Malik, "Nih, diminum!!", Kataku pada Malik.
27060Please respect copyright.PENANAcMgwROASpK
"Terima kasih Na", kata Malik sambil tersenyum.
27060Please respect copyright.PENANALkmbFs8joh
Hari ini cukup panas, meski cuaca mendung. Saat aku duduk di samping Malik, yang sama-sama menghisap es teh memakai sedotan. Hujan pun turun dengan deras.
27060Please respect copyright.PENANAxh0SeK4OhF
"Kayaknya aku harus jualan yang lain deh, masak musim ujan tetap jualan es teh", kataku sambil menaruh es teh jumboku di sampingku.
27060Please respect copyright.PENANAOJiSEJ5Qb1
Malik menoleh ke arahku, "Mau dagang apa lagi?", Kata Malik menatapku tersenyum.
27060Please respect copyright.PENANARkrHHLSyjk
"Ntahlah", kataku dengan pandangan ke arah tirai hujan di depanku.
27060Please respect copyright.PENANA5VhkBTSKdP
Udara yang awalnya panas berubah menjadi dingin, kuusap-usap lenganku dengan tanganku.
27060Please respect copyright.PENANATCQmSVSb9D
"Dingin ya Na?", Tanya Malik.
27060Please respect copyright.PENANAAtZXstCh9e
"Hu'um", kataku sambil mengusap-usap lenganku sendiri.
27060Please respect copyright.PENANAeuvDNg6Dkm
Tangan Malik menarik tubuhku, sekarang tubuhku berada dalam pelukan Malik yang berada di sampingku.
27060Please respect copyright.PENANARi0mHTMSGN
"Masih dingin?", Tanya Malik.
27060Please respect copyright.PENANAiskrG3X0Xc
Kutatap Malik dengan meliriknya memakai ujung mataku, "Udah gak sih", kataku sambil tersenyum.
27060Please respect copyright.PENANAeSiru2MUvd
Lalu Malik memelukku lebih erat lagi, mendapat perlakuan hangat Malik, aku gak bisa mengucapkan kata-kata lagi. Aku hanya bisa tersenyum dan merasa dicintai
27060Please respect copyright.PENANAJiSvEkqHzT
"Tau gak Na?", Tanya Malik dengan matanya menatap hujan yang semakin deras.
27060Please respect copyright.PENANAkg5xRvTluk
Kuangkat wajahku untuk menatap ke arah Malik, dengan Malik melepas pelukannya pada tubuhku.
27060Please respect copyright.PENANARDrMLN60In
"Apa Lik?", Tanyaku.
27060Please respect copyright.PENANAVOQ4nMxUdP
"Rasanya aku pengen waktu berhenti sesaat Na. Aku gak mau kebersamaan kayak gini cepat berakhir", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAWpm6b7gpuU
"Aku juga", kataku tersenyum sambil menunduk.
27060Please respect copyright.PENANA7PAJyuMMAV
"Kamu suka ujan gak Na?", Tanya Malik.
27060Please respect copyright.PENANA7B97KCagkd
"Suka banget, ujan memberi harapan untuk hidup", kataku.
27060Please respect copyright.PENANAVC1wsWM3ov
"Beda menurutku Na, ujan meninggalkan kenangan", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAptjMfX8tos
Kulirik Malik yang berada di sampingku, "Kenangan kayak apa tuh?", Tanyaku.
27060Please respect copyright.PENANAhJyTp5YKU4
"Kayak momen saat ini, aku gak akan lupa Na. Aku akan selalu mengingat momen saat ini setiap aku menatap ujan", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAmiIlkWdUyT
"Aku juga, tapi aku juga merasa sedih saat aku melihat ujan", kataku.
27060Please respect copyright.PENANAQRLtp1gTLz
"Apa alasannya?", Tanya Malik dengan menolehkan wajahnya menatapku.
27060Please respect copyright.PENANAjS9h5fIe7Q
"Ujan mengingatkan aku pada orang-orang yang aku sayangi Lik", kataku terisak.
27060Please respect copyright.PENANAZjIJ4Yuq9h
Malik kembali memelukku dari samping, "Sudah jangan nangis!!", Kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAFlp8CZZF42
"Aku merindukan ayahku", kataku dengan masih terisak.
27060Please respect copyright.PENANAdLfA06TCaY
"Emang dimana ayahmu Na? Aku akan membantumu kalau aku bisa", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAafqFvMWIfG
"Sejak kecil, aku belum pernah ketemu sama ayahku", kataku menunduk sambil terisak.
27060Please respect copyright.PENANA2QX1xMhlRM
"Kenapa kamu masih merindukannya?", Tanya Malik.
.
"Maksudmu?", Tanyaku dengan memandang Malik dengan tatapan tajam sambil kuusap air mataku.
27060Please respect copyright.PENANAhD0wr3BS56
"Dia gak bertanggungjawab kan? Buktinya dia ninggalin kamu, hidup sebatangkara sama kakekmu doang", kata Malik dengan nada tinggi.
27060Please respect copyright.PENANAxtrPGitf9K
Tangisku semakin menggelegar, "Kamu gak tau Lik. Ayahku gak meninggalkanku tanpa alasan", kataku sambil terisak-isak.
27060Please respect copyright.PENANAuPb5HUgF8C
"Udah lah, ayah kayak gitu itu gak pantas untuk diingat-ingat. Dia ayah durhaka", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANASRi8ClQjSC
Aku berdiri di depan Malik lalu menamparnya, "Kamu gak tau apa-apa soal ayahku Lik!!."
27060Please respect copyright.PENANANa9KAEh2Nl
Malik memegang pipinya yang aku tampar dengan pandangan sinis ke arahku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kakiku tiba-tiba lemas, aku terjatuh ke atas lantai sambil terisak.
27060Please respect copyright.PENANAosEE4nQr6R
"Apa yang kamu harapkan dari ayah kayak gitu?", Tanya Malik.
27060Please respect copyright.PENANAqN4DPrrUpc
"Cukup Lik! Cukup! Kamu gak tau tentang ayahku", kataku semakin keras Isak tangisku.
27060Please respect copyright.PENANAXB8bUGSIXv
"Kenapa kamu masih membelanya Na? Dia udah menelantarkanmu sejak kecil. Lupakan dia Na!!", Kata Malik membuatku semakin hancur.
27060Please respect copyright.PENANA0pZXt5KXyV
"Kamu gak tau apa yang kamu ucapkan Lik!!", Kataku terisak bercampur amarah.
27060Please respect copyright.PENANAokoR1dYQFz
"Aku tau, aku tau apa yang kamu rasakan. Kalau aku ketemu ayahmu, akan kuhajar dia", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAnWFNEjNOvS
"Cukup Lik! Cukup! Kamu nyakitin hatiku Lik", kataku terisak-isak.
27060Please respect copyright.PENANAV9moObzZRp
"Aku justru peduli padamu Na. Aku gak mau kamu berharap sama seorang ayah pecundang kayak gitu, lupakan dia!!", Kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANACrRTTps8rV
"Pergi!! Pergi dari sini Lik!! Aku gak mau ketemu kamu lagi", kataku semakin terisak.
27060Please respect copyright.PENANAv9lLS7CQ9e
"Aku gak akan pergi Na. Aku gak akan meninggalkanmu dalam kondisi kayak gini", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAC3cpzBwbGf
Tapi kamu nyakitin perasaanku Lik, hiks hiks", kataku terisak-isak.
27060Please respect copyright.PENANAxelUaNDnGG
Malik jongkok di depanku, dengan tangan yang memegang pundakku kanan dan kiriku.
27060Please respect copyright.PENANAvMUnizV7P1
"Kamu salah paham Na. Aku gak bermaksud menyakitimu", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAky6AuUb3pI
"Lepasin!!", Aku mencoba melepas tangan Malik yang berada di pundakku dengan masih dalam kondisi terisak.
27060Please respect copyright.PENANA891buyhrdH
"Gak, gak akan aku lepasin. Kamu butuh aku saat ini!!", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANALn6sNMPwfo
"Aku gak butuh kamu!!", Kataku terisak dengan menghapus air mataku.
27060Please respect copyright.PENANAdwGi231nw0
Lalu Malik memeluk tubuhku, merasakan pelukan Malik gak ada perasaan nyaman sedikit pun. Yang ada di dalam hatiku, hanya sesak yang membuat aku sulit bernafas. Aku benci Malik, aku benci siapa pun orang yang menghujat ayahku. Seharusnya Malik mau mengerti apa yang aku rasakan. Mau menunggu penjelasan dariku tentang ayahku. Tetapi Malik justru menghujat ayahku tanpa mengetahui kisah ayahku dan almarhumah ibuku. Dia hanya mengedepankan egonya, merasa paling mengerti aku. Merasa aku butuh dirinya tanpa sedikit pun memberiku ruang padaku.
27060Please respect copyright.PENANAVhHnmHGp0s
Pandanganku pada Malik berubah seketika, obsesi Malik padaku sudah keterlaluan. Kalau Malik mau mengerti aku, Malik harus mau mengerti keluh kesahku. Bagaimana dia mau melindungiku, kalau dia hanya mementingkan egonya. Dan hanya mau memahami secara sepihak, dia sama sekali gak mau mengerti apa yang aku rasakan.
27060Please respect copyright.PENANAIPmENTbOL2
"Lepasin aku Lik!! Jangan lukai hatiku lebih dalam lagi!!", Kataku terisak.
27060Please respect copyright.PENANAx9Ci19hvay
"Kamu salah Na, aku sama sekali gak pengen nyakitin hatimu", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAaZOjU9P77F
"Tapi kenyataannya kamu nyakitin hatiku Lik!!", kataku masih terisak.
27060Please respect copyright.PENANATzVpv3CDgR
"Aku gak ngerti Na. Gimana bisa, kamu menuduhku kayak gitu?", Kata Malik mendengus.
27060Please respect copyright.PENANAxCFp9mOFt8
"Apa kamu gak ngerasa nyakitin hatiku Lik? Kamu menghakimi ayahku, hiks hiks", kataku terisak lebih kencang.
27060Please respect copyright.PENANAxv1IZGle57
"Aku membelamu Na, bagaimana bisa aku mencoba peduli sama kamu justru kamu menuduhku nyakitin hati kamu? Aneh aja, yang seharusnya kamu senang karena aku peduli padamu. Justru kamu merasa tersakiti karena aku menyalahkan ayahmu yang jahat itu!!", kata Malik mendengus kesal.
27060Please respect copyright.PENANAh1p47jqjRf
Kuusap air mataku yang menetes di pipiku", Yang jahat itu kamu Lik. Kamu ngerasa peduli sama aku. Tapi kenyataannya kamu cuma pengen memuaskan egomu aja. Kamu sama sekali gak mengerti aku Lik, kamu sama sekali gak peduli sama perasaanku!!", kataku terisak-isak.
27060Please respect copyright.PENANA3rw3rxQAkq
"Aku gak tau lagi, harus berkata apa Na. Niatku untuk peduli sama kamu, kamu mentahkan begitu aja. Aku tersinggung!!", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAb15uOW4kfT
"Seharusnya aku yang tersinggung, aku yang sakit hati", kataku terisak.
27060Please respect copyright.PENANAlmfYCSvciI
"Kamu gak menghargaiku Na!!", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAnN88TAKqYe
"Gimana aku bisa menghargaimu Lik? Kamu sama sekali gak mau ngerti keluh kesahku. Kalau emang kamu tersinggung, kumohon tinggalin tempat ini!!", Kataku dengan terisak.
27060Please respect copyright.PENANAllQTFRYluR
"Aku gak mau", kata Malik tetap keukeuh.
27060Please respect copyright.PENANAN35pv8Dk7G
"Apa yang kamu mau Lik? Kamu nyiksa batinku!!", kataku masih terisak.
27060Please respect copyright.PENANABDHqp5G9vl
"Aku mau nemani kamu sampai kamu tenang", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAZr8r4nTIdu
"Kamu egois Lik!!", Kataku dengan tangis meledak tak terkendali.
27060Please respect copyright.PENANAHvfrzUIxaP
Hujan yang turun pun semakin deras, seakan menyamarkan pertengkaranku dengan Malik. Tangisku pun menyatu dengan derai hujan.
27060Please respect copyright.PENANAi1QryZHKaR
Kutatap Malik dengan mata berkaca-kaca, Malik yang berada di depanku tersirat egonya yang tinggi. Merasa paling mengerti apa yang aku rasakan, merasa hanya dia yang peduli padaku. Sorot mata Malik semakin memuakkan. Malik berusaha mendominasiku, yang membuatku memendam pilu yang aku rasakan.
27060Please respect copyright.PENANAy0skTSV6PA
Bukan cinta yang aku dapatkan, tetapi perasaan yang menyakitkan hatiku. Bahkan untuk mengungkapkan isi hatiku saja, aku merasa dibungkam. Malik hanya ingin mendominasiku, merasa dialah yang satu-satunya orang yang bisa mengayomiku. Padahal kenyataannya justru dia gak mau mengerti apa yang aku rasakan. Dia gak peduli dengan apa yang sebenarnya aku rasakan. Dia hanya mau, bahwa dia diakui sebagai orang yang sayang kepadaku.
27060Please respect copyright.PENANAGE5U5OT9PP
Jangankan sayang kepadaku, Malik hanya ingin memuaskan egonya semata. Ego yang memposisikan dirinya sebagai pelindungku.
27060Please respect copyright.PENANAnpm8PAyGcK
"Pergi dari sini Lik!!", Kataku masih dalam kondisi terisak.
27060Please respect copyright.PENANAJxnkv6e07p
"Aku gak mau!!", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANACImr0yr2p9
"Kalau kamu gak mau pergi dari sini, seenggaknya kamu gak nyakitin aku lebih dalam lagi!!", kataku dengan terisak-isak.
27060Please respect copyright.PENANAlDODdiQFC4
"Aku gak mau nyakitin kamu Na", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANA5wXdVaCYZF
"Kalau kamu gak pengen nyakitin aku, berhenti menghujat ayahku!!", Kataku dengan masih terisak.
27060Please respect copyright.PENANALArNbfHXP7
"Aku gak bisa!!", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAq6Hf6hYJ9n
"Kamu gak tau, apa yang dialami ayahku Lik!!", kataku terisak sambil mengusap air mataku yang menetes di pipiku.
27060Please respect copyright.PENANAuH1hoSpYxN
"Aku tau, ayahmu itu ayah pecundang!!", kata Malik semakin menjadi-jadi.
27060Please respect copyright.PENANASZQzXamR1Z
"Kamu bilang, kamu gak mau nyakitin aku. Tapi kenyataannya kamu tetap menghujat ayahku tanpa mau mengerti!!", kataku dengan perasaan sakit yang menyiksaku.
27060Please respect copyright.PENANA6OOyGW7PtY
"Aku mengerti dan aku sangat mengerti!!", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANA9FrGwCT9RQ
"Kamu sama sekali gak mengerti Lik!!", kataku sesenggukan.
27060Please respect copyright.PENANArLHLujuKxS
"Kalau kamu mau mengerti aku, seharusnya kamu gak menghujat ayahku tanpa alasan!!", kataku sesenggukan.
27060Please respect copyright.PENANAeTSRWv10JT
"Alasan macam apa lagi Na? Dia menelantarkanmu!!", kata Malik berdiri di depanku.
27060Please respect copyright.PENANAyF3qmQq8Bn
"Kamu dengar dulu penjelasan dariku, kenapa ayahku gak hidup sama aku!!", kataku menangis sambil mengusap air mataku.
27060Please respect copyright.PENANAKQg43CA0YM
"Gak perlu, semuanya sudah jelas!!", kata Malik.
27060Please respect copyright.PENANAQpYfzRURlh
"Jelas dari mananya? Kamu gak tau apa yang dialami ayahku!!", kataku ikut berdiri.
27060Please respect copyright.PENANAsUIQC5dURA
Sekarang aku berdiri di depan Malik yang postur tubuhnya lebih tinggi daripada aku. Kupandang Malik dengan tatapan amarah yang memuncak di dalam hatiku. Begitu juga Malik yang memandangku serupa, dengan mendengus kesal ke arahku.
27060Please respect copyright.PENANA2JYJekFovd


