Saat aku digendong ke dalam rumah Pak Kamto, aku direbahkan ke atas ranjang bambu yang beralaskan tikar.
6399Please respect copyright.PENANACPgCz62UyG
"Bapak apa-apaan sih Pak?", Tanya salah satu orang bertubuh kekar.
6399Please respect copyright.PENANAVJRsdDWd3B
Aku mengernyitkan dahiku memandangnya, dugaanku salah. Awalnya aku berpikir, dua orang itu akan menyambutku dengan nafsu. Tetapi kenyataannya berbanding terbalik.
6399Please respect copyright.PENANA0I2AtoVfZJ
"Iya Pak, Mbak ini siapa?", Tanya orang bertubuh kekar satunya lagi.
6399Please respect copyright.PENANAxrOcFexoNE
Lalu dengan senyum-senyum sendiri, Pak Kamto menjawab, "Tadi Bapak ketemu Mbak ini di pemakaman. Trus tiba-tiba aja Mbak ini meluk Bapak, katanya Bapak suaminya yang udah meninggal", kata Pak Kamto.
6399Please respect copyright.PENANAPlniJc3cFa
"Ya Tuhan Bapak", kata salah satu orang yang bertubuh kekar, mendekatiku membawa selimut untuk menutupi tubuhku yang telanjang.
6399Please respect copyright.PENANAdmzNmE2JUC
"Maafin Bapak kami ya Mbak!", kata orang yang menutupi tubuhku dengan selimut.
6399Please respect copyright.PENANAAnA3fsZd9s
Ntah kenapa mataku berkaca-kaca menatapnya, "Gapapa Mas, terima kasih ya", kataku yang gak sengaja meneteskan air mata.
6399Please respect copyright.PENANABPSpagpSax
"Saya tau, apa yang Mbak rasakan. Mbak menanggung beban berat karena kehilangan. Saya pernah ngerasain apa yang Mbak rasain, saat istri saya meninggal satu tahun yang lalu", kata orang yang menutupi tubuhku dengan selimut, dengan wajah murung.
6399Please respect copyright.PENANAmx8uwkgTLF
Lalu Pak Kamto duduk di dekatku juga, "Maafin saya Mbak, saya gak seharusnya melakukan ini. Saya seharusnya memposisikan diri Mbak sama kayak saya saat saya kehilangan anak saya. Saya emang bodoh, hiks", kata Pak Kamto yang tiba-tiba meledak tangisnya.
6399Please respect copyright.PENANAkrDJbmXnKq
Orang yang bertubuh kekar satunya keluar dari kamar, membawa pakaian ditangannya."Ini daster milik almarhumah adek saya Mbak. Mbak pake gih! Udara dingin banget, takutnya Mbak sakit", kata orang itu.
6399Please respect copyright.PENANAHYYIE124mp
Kutatap orang itu dengan mata berkaca-kaca, "Terima kasih ya Mas", kataku sambil mengusap air mataku.
6399Please respect copyright.PENANAaZzZX1MxK9
"Saya Dudung Mbak dan ini adek ipar saya Mail", kata orang itu.
6399Please respect copyright.PENANAdHwPihZ63N
"Salam kenal Mas. Saya Husna", kataku sambil mengangguk.
6399Please respect copyright.PENANAra7k7Lhn3m
Tanpa perasaan malu, kupakai daster panjang lengan pendek yang dipinjamkan padaku di depan mereka. "Saya pinjam dulu ya Mas, nanti saya kembalikan!", kataku pada Mas Mail.
6399Please respect copyright.PENANAQ18B8kNBv4
Sekilas kulirik mereka, saat daster panjang lengan pendek yang aku pakai sedikit demi sedikit menutupi bagian intimku. Gak hanya Pak Kamto, Mas Dudung dan Mas Mail menoleh ke samping saat aku berdiri menampakkan ketelanjanganku.
6399Please respect copyright.PENANAFL2dnKjGNe
Aku terharu melihatnya, baru kali ini aku menemukan laki-laki yang bisa menghormati perempuan. Meski awalnya Pak Kamto sama saja, seperti laki-laki yang lain. Yang punya keinginan buruk, untuk menjamah tubuhku.
6399Please respect copyright.PENANADDB2M3paWg
"Mbak bawa motor?", Tanya Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANATuJqcdG482
"Bawa Mas, saya parkir di depan pemakaman", kataku.
6399Please respect copyright.PENANAbKafSNEs0t
"Biar saya yang ambil motor Mbak ya? takut nanti ilang diambil orang", kata Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAWzSXw2lRsp
"Terima kasih Mas", kataku tersenyum menatap Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAmDeWhaQH48
Setelah Mas Dudung pergi untuk mengambil sepeda motorku, tinggal aku, Pak Kamto dan Mas Mail.
6399Please respect copyright.PENANAAAdJoV6tXD
"Saya tinggal dulu ya Mbak!", Kata Mas Mail yang berjalan ke arah belakang.
6399Please respect copyright.PENANAfHyb4ZS9MJ
"Iya Mas", kataku tersenyum.
6399Please respect copyright.PENANAoj9VfCieuW
Pak Kamto pun melangkah ke depan rumah, lalu duduk di kursi bambu untuk menyalakan rokok.
6399Please respect copyright.PENANAty6KfDSWBM
"Seadanya ya Mbak!", kata Mas Mail kepadaku dengan tersenyum ramah membawakan segelas teh manis hangat.
6399Please respect copyright.PENANACNDeKcbvIJ
"Terima kasih Mas", kataku dengan tersenyum.
6399Please respect copyright.PENANAqNBSN1I3ai
Selang beberapa detik, Mas Dudung datang membawa motorku. "Untung aja gak ilang Mbak, soalnya kunci motor Mbak masih nancep di motor", kata Mas Dudung yang turun dari motor berjalan ke arahku.
6399Please respect copyright.PENANA69QAYC9jpY
"Iya Mas", kataku tersenyum malu-malu.
6399Please respect copyright.PENANAeutuUIPSYC
Ntah aku gak tau, harus berkata apa lagi. Karena yang aku ceritakan penuh kebohongan. Bahkan keinginan awalku yang ingin mencari kepuasan syahwat, aku kubur dalam-dalam. Aku gak mau, mengotori niat baik seseorang dengan niatku yang buruk.
6399Please respect copyright.PENANA1EQKFcYPJ8
"Mbak saya antar pulang ya?", Tanya Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAlNIv2R2Cq1
"Eh iya Mas!", Aku tersentak kaget saat Mas Dudung membuyarkan lamunanku.
6399Please respect copyright.PENANAgLIIkAnuv4
Mas Dudung naik ke atas motorku, "Jas ujannya dipake Mbak!", Kata Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAaR7zB1DGtS
"Pak, Saya antar Mbak Husna dulu ya?", kata Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAEvaPYoDOTR
"Hati-hati Dung, jalanan licin! Jangan ngebut!", Kata Pak Kamto.
6399Please respect copyright.PENANAvwvFWhFrbk
"Pak, Mari", kataku pada Pak Kamto dengan tersenyum.
6399Please respect copyright.PENANAkr1TlqdzMo
Setelah aku pamit, aku masuk ke dalam jas hujan di belakang Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAQb4vjwocM9
"Duluan aja Dung!", Kata Mas Mail yang ikut mengantarku.
6399Please respect copyright.PENANA53zTaU8Lwm
"Siap bos", kata Mas Dudung hormat.
6399Please respect copyright.PENANAbYztGXJ09r
Melihat dua orang yang baik kepadaku, aku senyum-senyum sendiri. Mereka sama sekali gak menaruh pamrih padaku, bahkan memanfaatkanku agar bersetubuh dengan mereka.
6399Please respect copyright.PENANA11MWoW6i34
Sekarang motorku mulai bergerak menembus hujan yang semakin deras. Dinginnya hujan yang kembali menusuk syaraf-syarafku, membuatku menggigil. Kupeluk erat tubuh Mas Dudung, dengan menempelkan pipiku ke punggung Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAGXZdXHafBR
Perasaan nyaman mulai menjalar ke seluruh tubuhku, apalagi saat Mas Dudung memegang punggung tanganku erat saat tanganku melingkar di pinggangnya.
6399Please respect copyright.PENANAzqs22P9xEY
Di perjalanan, pikiranku hanya bisa mengawang. Merasakan kebahagiaan yang aneh yang baru saja tumbuh dari kehampaan yang aku rasakan.
6399Please respect copyright.PENANAXh0qSBYQsK
Yang aku inginkan, perasaan ini gak cepat memudar. Agar terus tumbuh memenuhi hatiku yang merindukan sesosok orang yang setara dengan sesosok ayah.
6399Please respect copyright.PENANAnJTjJ6He9b
Ntah, perasaan ini kembali muncul saat aku gak memiliki sandaran di hidupku. Yang memberiku perlindungan, keamanan dan mampu menghangatkan hatiku.
6399Please respect copyright.PENANA4U4MBHB9GT
Perasaan seperti ini gak kutemukan pada Pak Jono maupun Andi. Hanya Malik yang mengerti aku, saat aku membutuhkan dekapan hangat yang siap melindungiku.
6399Please respect copyright.PENANAxieZMyFZHK
Mendekapku tanpa mau melepas agar aku tetap bersamanya dan hanya menjadi miliknya. Itu yang aku inginkan, karena perasaan lemahku, aku merindukan sesosok ayah yang bisa menyayangiku. Gak sekedar pelampiasan nafsu sesaat atau membebaskan aku sebebas-bebasnya.
6399Please respect copyright.PENANAWOv58NtmYF
"Nanti berhenti di depan SMP xxx ya Mas!", Kataku pada Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAxAG2SlOGUz
"Oh iya Mbak", kata Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAbakB3vgs3a
Kuintip sedikit dari balik jas hujan, hujan semakin deras. Dengan kebun tebu di kanan kiri yang senyap, sepi. Ada perasaan takut menyelinap ke dalam pikiranku. Kupeluk tubuh Mas Dudung semakin erat.
6399Please respect copyright.PENANAZpLITHS4Zv
"Dingin ya Mbak?", Tanya Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANANA9FDt5yur
"Takut Mas", kataku jujur.
6399Please respect copyright.PENANADbjyiOatvd
"Gak usah takut, ada saya dan Mas Mail disini", kata Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANA622NxgnI6P
"Disini sering terjadi klitih kan Mas?", Tanyaku pada Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAEHYJI0Urwy
"Iya, bener. Ngomong-ngomong Mbak berani banget lho, berani lewat sini malem-malem, hehe", kata Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAAwaWF8AgMH
"Saya lagi kalut Mas", kataku sambil memeluk Mas Dudung semakin erat.
6399Please respect copyright.PENANAjdzzzLNHJZ
"Iya sih, saya paham. Bapak dan Mas Mail juga pernah kalut kayak Mbak, saat Mbak saya meninggal saat lahiran", kata Mas Dudung yang tiba-tiba sedih.
6399Please respect copyright.PENANALJkXTKsPRE
"Maaf Mas, kalau saya mengingatkan Mas ke almarhumah Mbaknya Mas", kataku merasa bersalah.
6399Please respect copyright.PENANAViXWQgT1xX
"Gapapa Mbak, semua udah takdir Tuhan", kata Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAnyOBOEvb7g
"Iya Mas", kataku yang ikut merasakan sedih.
6399Please respect copyright.PENANAKhDcar5TJe
Suasana yang dingin gak hanya senyap, saat aku dan Mas Dudung gak lagi saling bercengkerama. Sedangkan Mas Mail, berkendara di belakang kami, hanya mengikuti kami dari belakang tanpa seucap kata pun.
6399Please respect copyright.PENANAj7jn3lJM0p
Keheningan yang kurasakan seakan melepas beban-bebanku. Kesedihan, kekecewaan, kemarahan memuai bersama beban-beban yang terlepas.
6399Please respect copyright.PENANATsGBI0LSXt
"Ini ya Mbak SMPnya?", Tanya Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANARI601Y0GOy
Kuintip dari dalam jas hujan, "Bener Mas", kataku dengan tersenyum.
6399Please respect copyright.PENANAlNrxPRbFb7
"Udah jas ujannya Mbak pake aja!", Kata Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANAFqJIOzQjmj
Lalu Mas Dudung turun dari motorku, berpindah ke boncengan Mas Mail. "Saya pulang dulu ya Mbak? Mari!", Kata Mas Dudung.
6399Please respect copyright.PENANADIrU2e5ayz
Mas Mail mengangguk ke arahku, aku pun membalasnya dengan anggukan sambil tersenyum. Sekarang motor Mas Mail melesat meninggalkanku. Sedangkan aku yang masih termangu-mangu, masih berdiri di depan gerbang rumahku.
6399Please respect copyright.PENANA6pEyu5Bw7a
Suasana disekelilingku sangat sepi, gak ada satu pun orang yang melintas di depan rumahku. Dengan perlahan kubuka gerbang rumahku, lalu dengan jinjit aku melangkah masuk ke dalam rumah.
6399Please respect copyright.PENANA1et6Zh5od5
Perlahan kubuka pintu rumahku, aku rasa aman. Aku berjalan jinjit ke arah kamarku. Setelah sampai di depan kamarku, kubuka pintu kamarku perlahan. Dengan perasaan lega, kembali kututup pintu kamarku dan kuhempaskan tubuhku di atas ranjang.
6399Please respect copyright.PENANAOp5DYEKJ8T
Sekarang aku rebah di atas ranjang dengan tubuh terlentang, kutatap langit-langit kamarku dengan senyum yang merekah. Aku bahagia saat ini, meski syahwatku gak terlampiaskan.
6399Please respect copyright.PENANAVxG79TVw0p
Kuambil hpku yang berada di sampingku, kulihat jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Lalu kuhembuskan nafas panjang, kucoba memejamkan mataku. Tetapi lagi-lagi mataku enggan terpejam.
6399Please respect copyright.PENANAj78RocWWu0
Yang kurasakan rasa gatal yang sangat di pucuk putingku yang menegang. Kubuka kancing daster lengan pendek yang aku pakai di bagian depan. Kutarik melorot sampai ke perut. Payudaraku yang mengencang, membulat sempurna aku remas sambil aku pejamkan mataku.
6399Please respect copyright.PENANAeGT3rLuoDE
"Aaaahhh ssssh."
6399Please respect copyright.PENANAGQc2doGVfR
Gak hanya payudaraku yang sebelah kiri, tetapi juga payudaraku yang sebelah kanan. Kujepit putingku dengan jariku, kanan dan kiri.
6399Please respect copyright.PENANAKJ8z5YPH1r
"Ah Mas Dudung, Mas Mail, ssssh aaaah", aku membayangkan Mas Dudung dan Mas Mail sadang menghisap putingku.
6399Please respect copyright.PENANAAE3HoUnqcv
Tubuhku menggelinjang dengan kakiku yang mengangkang lebar. Kutarik dasterku ke atas, sampai vaginaku yang tanpa tertutup celana dalam terpampang.
6399Please respect copyright.PENANAN9s8aiq5Xm
Vaginaku pun merasakan gatal, kubayangkan Pak Kamto berada di selangkanganku. Menghisap, menjilat dengan lidahnya.
6399Please respect copyright.PENANAmnwXdDDwgR
Tubuhku melengkung, dengan wajahku yang mendongak ke atas. Sekarang tangan kiriku berpindah ke vaginaku.
6399Please respect copyright.PENANA0PBgqP8DEU
Kugesek-gesekkan jariku ke labiaku yang menggelambir, kubelai dengan ujung jari telunjukku.
6399Please respect copyright.PENANAL3uIsc7MVp
"Aaaahh sssssh" aku mendesah gak karuan, sambil merangsang organ intimku.
6399Please respect copyright.PENANAAZwGgEcCdj
"Pak Kamto, entot aku! Aaaahhh", kataku mendesah-desah gak karuan.
6399Please respect copyright.PENANA2ze0fuwQ8D
Kucolok lubang vaginaku dengan tiga jari sekaligus, kukeluar masukkan secara bersamaan.
6399Please respect copyright.PENANAYujKzEMzdo
Clok clok clok..
6399Please respect copyright.PENANAnWo8G8lttf
Vaginaku pun semakin lembab, basah sampai bunyi colokan jariku ke vaginaku menyatu dengan suara hujan yang menyamarkan suara pertemuan jariku dengan vaginaku.
6399Please respect copyright.PENANAQ50pDnxzvT
Aku terus mendesah gak karuan, membayangkan Mas Dudung, Mas Mail dan Pak Kamto menikmati tubuhku.
6399Please respect copyright.PENANANNBULNBRCH
Dengan Mas Dudung berada di samping kiriku untuk menghisap puting kiriku. Mas Mail berada di kananku, untuk melumat putingku yang sebelah kanan. Sedangkan Pak Kamto, berada di selangkanganku. Gak hanya menghisap vaginaku dengan bulu yang cukup lebat. Tetapi juga mencolok, keluar masukkan jarinya ke dalam vaginaku.
6399Please respect copyright.PENANAdtyNLDQXUP
Ya aku sadar, ini hanya sekedar fantasyku saja. Tetapi sensasi yang aku rasakan membuat nafsuku membuncah. Sampai aku berkali-kali mengejang, dengan cairan lubrikanku yang menyembur berkali-kali.
6399Please respect copyright.PENANAUom6UafCM6
"Aaaaaahhh sssshhh."
6399Please respect copyright.PENANAhUnvnnW9tN
Rasanya sungguh nikmat, gak hanya orgasme sekali. Aku mencoba lagi merangsang organ intimku untuk mencapai orgasme lagi. Lagi-lagi syahwatku melecut saat aku membayangkan Pak Kamto, Mas Dudung dan Mas Mail menggilir semua lubangku.
6399Please respect copyright.PENANAWaybkfvpna
"Ah ah ah" aku mendesah gak karuan.
6399Please respect copyright.PENANAJGoOAkXZfU
Jariku gak hanya aku masukkan ke dalam lubang vaginaku. Tetapi juga ke dalam lubang analku.
6399Please respect copyright.PENANAFFVh1ErqNY
"Aaaah Mas, enak banget Mas. Double penetrasi kayak gini, aaaah" tubuhku lagi-lagi melengkung.
6399Please respect copyright.PENANAsWNCSx5ElU
Kurasakan gelombang besar dari dalam vaginaku, membuat tubuhku menghentak-hentak, beruntun. Dengan mata terpejam, sampai aku menggigit bibir bawahku karena rasa nikmat yang aku rasakan. Tubuhku mengejang, aku mengalami squirting yang lebih hebat dari biasanya.
6399Please respect copyright.PENANAutg5gmd3xb
"Aaaaaahhh" tubuhku mengejang dengan wajah mendongak ke atas, melepas orgasmeku dengan semburan yang lebih keras dari sebelumnya.
6399Please respect copyright.PENANA8TaAfKHbMl
Setelah aku orgasme yang kesekian kali, kucoba atur nafasku. Kulihat sprei ranjangku basah, membasahi sprei yang menutupi ranjangku.
6399Please respect copyright.PENANAKGZ75tCQba
Kutatap langit-langit kamarku, terbayang Pak Kamto, Mas Dudung dan Mas Mail sedang telanjang sambil memegang penisnya yang menegang.
6399Please respect copyright.PENANAm91muHdXyE
"Aaaahhh ssssh" syahwatku kembali terpicu, dengan tanganku membelai vaginaku karena membayangkan Pak Kamto sekeluarga.
6399Please respect copyright.PENANAf8RjzxFzGf
Aku yang rebah, terlentang di atas ranjang. Bangun, duduk di atas ranjang. Kulepas dasterku sampai aku telanjang bulat. Lalu aku kembali terlentang dengan posisi kaki mengangkang.
6399Please respect copyright.PENANANzfIFVKoMP
Sebelum aku merangsang lagi vaginaku, terbersit di dalam pikiranku untuk mengambil terong kecil di dalam kulkas di dapurku. Tanpa memakai dasterku lagi, aku melangkah ke dapurku dalam kondisi telanjang.
6399Please respect copyright.PENANAIUqhzpWizP
Kubuka pintu kamarku, dengan jantung deg-degan karena cemas ketahuan oleh kakekku. Aku berjalan mengendap-endap, dengan perasaan gak menentu. Dinginnya malam, disertai hujan deras yang menambah dinginnya malam menambah sensasi yang gak biasa.
6399Please respect copyright.PENANAfCSSWoYwCG
Aku benar-benar dikuasai nafsu hari ini, karena keinginanku untuk dijamah Pak Kamto, Mas Dudung dan Mas Mail gak menjadi kenyataan. Sebenarnya aku kesal, meski aku berterimakasih pada Pak Kamto sekeluarga karena menghormatiku sebagai perempuan. Disisi lain, aku menginginkan mereka menjamahku.
6399Please respect copyright.PENANAUx5RAxlCXf
Di dalam bayanganku, aku membayangkan foursome dengan mereka. Padahal aku sudah siap konsekuensi yang aku hadapi. Bahkan aku membayangkan konsekuensi yang terburuk, diperkosa.
6399Please respect copyright.PENANA0HuiiamjmC
Aku membulatkan tekadku, kalau memang aku benar-benar diperkosa oleh mereka. Akan kuserahkan tubuhku dengan suka rela pada mereka. Tetapi mereka justru enggan menyentuhku dan terlalu jauh saat aku menginginkan mereka memberi kepuasan padaku.
6399Please respect copyright.PENANAbNUgL0Zhv1
Hari ini aku benar-benar tersiksa, syahwatku yang gak pernah puas selalu ingin dipuaskan. Hanya kontol-kontol mereka yang bisa menyembuhkanku.
6399Please respect copyright.PENANAJ4rYwURFjB
Sekarang aku berada di dapur, dengan tubuh telanjang tanpa sehelai benang pun. Dinginnya malam, gak membuat tubuhku menggigil kedinginan. Syahwatku memanaskan seluruh tubuhku. Bahkan rasa gatal di vaginaku, mengubah ras gatal menyebar ke seluruh syarafku menjadi panas yang membuatku gerah.
6399Please respect copyright.PENANAUSQ3MOtjVz
Kubuka pintu kulkas perlahan, sekarang aku sedikit menungging untuk mengambil terong kecil di dalam kulkas. Saat angin malam disertai dinginnya malam menerpa vaginaku, kupejamkan mataku.
6399Please respect copyright.PENANAUc6ni5IUd8
"Ssssh aaahhh" aku gak bisa menahan desahanku, merasakan terpaan vaginaku yang tertutup bulu kemaluan yang cukup lebat.
6399Please respect copyright.PENANAoDDlMWYkrr
Bulu-bulu kemaluanku terasa tertiup angin, dinginnya malam bercampur dinginnya hujan menstimulus jaringan syarafku, menyebar ke seluruh tubuhku. Dengan payudaraku yang semakin mengencang, dahiku yang mulai berkeringat menandakan orgasmeku yang kesekian kali akan tiba.
6399Please respect copyright.PENANAhaIPRCkMR2
"Aaahhh sssssh" tanganku memegang pantatku. Kubuka belahan pantatku dengan tangan kananku.
6399Please respect copyright.PENANA9oGXYJ55KJ
Saat aku membayangkan Pak Kamto sedang menggenjotku dari belakang, tubuhku mengejang hebat.
6399Please respect copyright.PENANARXRsebg70o
"Aaaahhhh" kakiku lemas bersamaan semburan cairan lubrikanku yang mengalir deras dari vaginaku.
6399Please respect copyright.PENANA1jAxFtnXVf
Kakiku yang lemas, membuatku terjatuh ke bawah, bersimpuh. Kuatur nafasku yang tersengal-sengal.
6399Please respect copyright.PENANA1u7Lvf49zl
"Na, kamu ngapain?", Tiba-tiba aku mendengar suara kakekku.
6399Please respect copyright.PENANAMkBfjtfkvM
Tubuhku yang masih lemas, berusaha berdiri. Kurasakan di vaginaku, cairan cintaku yang menyembur keluar masih berleleran keluar dari vaginaku.
6399Please respect copyright.PENANA0E3P2CN7Xz
"A aku lagi", kataku gugup, gak tau mau menjawab apa.
6399Please respect copyright.PENANAiLPUpkj16F
Kakekku mendekatiku sambil membawa selimut untuk menyelimuti tubuhku yang telanjang, "Kakek gak marah, itu normal, Husna."
6399Please respect copyright.PENANAWNsJpekjMP
"Iya Kek, makasih", kataku sambil menahan sisa-sisa orgasmeku sambil merasakan cairan lubrikanku yang masih berleleran keluar dari vaginaku.
6399Please respect copyright.PENANAEktRRFgZUt
Kakek membelai rambutku yang panjang terurai, "Cucu Kakek udah dewasa", kata Kakek tersenyum.
6399Please respect copyright.PENANAPtYeBYP60d
Sekarang aku menggelendot ke tubuh kakekku, yang bersimpuh di lantai. "kenapa Kakek gak marah?", Tanyaku ke Kakek dengan nada manja.
6399Please respect copyright.PENANAeq8kThBfR7
"Kakek gak berhak marahin kamu Na. Karena Kakek gak mau mengulangi apa yang menjadi penyebab kematian ibumu, cucu Kakek dan kakekmu, anak kakek yang ikut menderita karena pola pikir saklek kayak gitu. Yang menjadi penyebab kematian kakek nenekmu. Kakek gak peduli dituduh liberal, apa pun itu. Yang jelas Kakek sangat sayang sama Husna, tubuh Husna adalah otoritas Husna. Kakek gak berhak mencampuri", kata Kakek.
6399Please respect copyright.PENANAoAAPhpYFpx
"Tapi Kakek kan ustadz? Apa dong arti gelar Lc.MA yang Kakek sandang?", Tanyaku cemberut.6399Please respect copyright.PENANAl7ppBhKg8I
6399Please respect copyright.PENANAfY2tTtlf1S
"Semua gelar itu gak penting", kata kakekku lalu berdiri sambil mengangkat tubuhku berdiri.
6399Please respect copyright.PENANAhutmWGM38b
"Pake baju gih! Dingin", kata Kakek.
6399Please respect copyright.PENANAOTn3u0HF3n
"Iya Kek, Husna sayang sama Kakek!", Kataku memeluk kakekku.
6399Please respect copyright.PENANAska9q2b6Fx
"Kakek juga sayang sama Husna."
6399Please respect copyright.PENANABYfiWCaRx1


