Aku sangat malu saat Togar melihatku tanpa memakai cadar dan hijab. Padahal sempat terbersit pikiran yang membuat birahiku memuncak. Tetapi tak bisa menghapus rasa malu yang aku rasakan. Berbeda dengan saat aku berdiri tanpa hijab dan cadar di depan jendela. Karena yang melihatku bukanlah orang yang kukagumi.
42121Please respect copyright.PENANANoFjSxSJIe
Ada rasa yang tak bisa aku pahami, yang seharusnya aku mampu melepas hasrat liarku seperti di dalam fantasyku. Tetapi kenyataannya berbeda, saat aku berada di depan Togar tanpa memakai hijab dan cadar, aku merasa seperti telanjang di hadapannya. Aku benar-benar belum siap, rasa maluku membuatku tak berkutik.
42121Please respect copyright.PENANAEUg8k0Co7V
"Tok tok tok" Togar mengetuk pintu kamarku.
42121Please respect copyright.PENANAnvaSibhBZV
"Kakak gapapa kan?", Tanya Togar.
42121Please respect copyright.PENANAngiNsFAvV9
Wajahku yang aku benamkan di atas bantal aku angkat, dengan lidah kelu aku berusaha menjawab "Emm aku gapapa kok Bang", kataku.
42121Please respect copyright.PENANACrDYUmeiIK
Dengan langkah gontai aku berusaha bangun dari tempat tidurku, aku merasa tak enak dengan Togar. Karena sebagai tuan rumah seharusnya aku tak seperti ini, meski aku tau Togar bukan mahromku. Hanya saja, dalam lubuk hati yang paling dalam aku mau menjadi tuan rumah yang baik untuk tamuku.
42121Please respect copyright.PENANAJFAefSB54y
Tetapi aku tak tau, apakah sebatas karena Togar adalah tamuku atau karena aku mulai mengagumi Togar. Memikirkannya aku jadi malu, tanpa sadar aku tersenyum tipis.
42121Please respect copyright.PENANA9xPHwjnhSz
Sebelum aku membuka pintuku, tak lupa aku memakai cadar dan hijabku yang panjang sampai menutupi lekuk tubuhku.
42121Please respect copyright.PENANA7syqxxjENw
"Kreeekk" pintu aku buka.
42121Please respect copyright.PENANAzdQRus2fJW
"Beneran kan Kak, Kakak gapapa?", Kata Togar perhatian.
42121Please respect copyright.PENANAKvBQFwdqsl
Dibalik cadarku aku tersenyum simpul "Aku gapapa kok Bang", kataku.
42121Please respect copyright.PENANAe74c11AxAS
"Syukurlah kalau begitu Kak. Oh iya ada yang ketinggalan, habis ini aku balik lagi Kak", katanya.
42121Please respect copyright.PENANAMPaTdOHL5S
"Kok buru-buru Bang?", Kataku berusaha ramah.
42121Please respect copyright.PENANAxuomAY0i7R
"Iya Kak, soalnya udah ditunggu orang", katanya.
42121Please respect copyright.PENANABNXQfyPPBx
"Minum kopi dulu Bang, aku buatkan ya?", Tanyaku sedikit memaksa.
42121Please respect copyright.PENANAlSScqfRF85
"Emm gimana ya. Kalau yang nawarin Kakak bingung mau nolak", kata Togar.
42121Please respect copyright.PENANAj7HQzxydMY
"Yaudah, tunggu ya Bang aku buatkan dulu!", kataku.
42121Please respect copyright.PENANATMxvTjQRJC
Togar melangkah ke arah ruang keluarga, lalu aku berjalan ke dapur untuk membuatkan Togar kopi hitam kesukaannya. Saat aku berjalan menuju dapur, aku tersenyum sendiri. "Kenapa sebegitu perhatian ya? Bahkan aku pun paham apa kesukaannya", kataku di dalam hati.
42121Please respect copyright.PENANAijTCKj37ma
Aku tersenyum simpul, ada yang menyeruak di dalam hatiku yang terdalam. Dengan senang hati, aku aduk kopi dan gula di dalam gelas. Pikiranku melayang kemana-mana, aku membayangkan sebagai istri yang melayani suaminya.
42121Please respect copyright.PENANAqbFWZplsax
Lalu pikiranku tersadar "Astaghfirullah".
42121Please respect copyright.PENANAuso68mPqHg
"Aqila, Aqila, kenapa kamu gak sadar-sadar sih? Status kamu masih istri Najib", kataku pada diriku sendiri.
42121Please respect copyright.PENANA7hcf27BiR5
"Huh" aku mendengus.
42121Please respect copyright.PENANAco9V5WS3GE
Kulangkahkan kakiku ke ruang keluarga, dengan senyum tipis dibalik cadarku.
42121Please respect copyright.PENANAtlSHCl6tWh
Kutaruh kopi di atas meja di depan Togar, saat aku menunduk mata kita bertemu. Kita saling tatap dalam waktu yang lama.
42121Please respect copyright.PENANA45CLHSO4tW
Kulihat wajah Togar maju, mendekat ke arah wajahku. Secara refleks, kutolehkan wajahku.
42121Please respect copyright.PENANAXanknlpF97
"Muach" bibir Togar mengenai pipiku yang tertutup cadar.
42121Please respect copyright.PENANA8WViphZMju
Mendapat perlakuan seperti itu bukannya aku marah, justru membuat jantungku berdetak kencang.
42121Please respect copyright.PENANAAH2kQtRl3g
Lalu Togar memundurkan wajahnya, "maaf ya Kak", katanya santai.
42121Please respect copyright.PENANAxba9GM9Q7V
Ntah kenapa aku sulit mengucapkan satu kata pun.
42121Please respect copyright.PENANAncDqSBa4Ld
"Kak" kata Togar berdiri di depanku.
42121Please respect copyright.PENANAqC7YRzD6jO
Togar di depanku dengan jarak yang cukup dekat, hembusan nafasnya membuatku mati kutu. Kuremas-remas ujung hijabku, dengan menunduk malu.
42121Please respect copyright.PENANAHNTFrl7Wvr
Lalu Togar melihat jam tangannya "Waduh, aku harus cepat-cepat balik nih Kak", katanya buru-buru.
42121Please respect copyright.PENANAHh9CTMDLL2
Karena menghormatiku, Togar menyempatkan meminum kopinya meski gak habis.
42121Please respect copyright.PENANARwRSevApry
"Aku balik ya Kak?", katanya.
42121Please respect copyright.PENANArtgE0ESPj8
"Eh iya Bang", kataku tersentak kaget.
42121Please respect copyright.PENANAJWio4EylE7
"Assalamualaikum" kata Togar.
42121Please respect copyright.PENANAMqR7pzgL9l
"Wa'alaikum salam Bang, hati-hati di jalan ya", kataku dengan tersenyum.
42121Please respect copyright.PENANAHvHCR1dEir
Rasanya hatiku seperti meledak, ntah kenapa aku merasa bahagia.
42121Please respect copyright.PENANA70jTa9AJJN
Setelah Togar berangkat, aku kembali sendirian. Rasa sepi tiba-tiba menyelinap di dalam hatiku. Ada perasaan murung yang menguar keluar.
42121Please respect copyright.PENANAmdudOQSH8m
"Huh" aku mendengus kesal.
42121Please respect copyright.PENANAypLcFN2uYk
Sekarang aku sedang duduk di atas sofa depan tv. Udara yang akhir-akhir ini panas membuatku kembali berpeluh. Kunyalakan kipas anginku. Tetapi tetap saja aku masih merasakan gerah. Karena Togar udah kembali berangkat, cadar dan hijab panjangku berani aku lepas.
42121Please respect copyright.PENANAFsTNJuEXnR
Semilir angin dari kipas anginku membuat mataku berat.
42121Please respect copyright.PENANA89n8OeF466
"Hoam" ngantuk banget.
42121Please respect copyright.PENANAa8ZVpk1x7r
Aku sudah gak peduli jika kejadian dua minggu yang lalu terulang lagi. Justru pikiranku gak bisa lepas dari membayangkan Togarlah pelakunya. Ntah kenapa aku berharap kejadian itu terulang lagi.
42121Please respect copyright.PENANAQ7FczWQ1DV
"Huh" aku mendengus.
42121Please respect copyright.PENANATQV2LOwTGb
"Ah gila kamu Aqila, jangan mulai nakal ya Aqila. Kamu tetap harus menjaga marwahmu sebagai istri dan juga muslimah bercadar!", Kataku pada diri sendiri.
42121Please respect copyright.PENANAt3Dh8am3lI
"Kenapa? Aku salah begitu? Bukankah berbohong juga adalah dosa?", Kataku menyangkal diriku sendiri.
42121Please respect copyright.PENANAbKMdYOpNRQ
"Kamu bodoh Aqila, kamu membandingkan dua dosa yang gak sepadan. Kamu tau Aqila, yang kamu bayangkan itu adalah dosa besar? Itu zina Aqila", kataku menyangkal lagi.
42121Please respect copyright.PENANA7RiDzAKK97
Rasa-rasanya kepribadianku seperti terpecah menjadi dua, saling berbenturan satu sama lain.
42121Please respect copyright.PENANA7K7y6VI6sv
"Zina? Tapi aku menyukainya", Kataku menyangkal.
42121Please respect copyright.PENANAtKH54fsUIR
"Bagaimana kamu menyukainya, padahal kamu mengkhianati suamimu sendiri? Apakah gak ada sedikit pun rasa bersalah di hatimu?", Kataku menyangkal lagi.
42121Please respect copyright.PENANAstdQgYCNsw
"Rasa bersalah pada suamiku", kataku berpikir mengawang.
42121Please respect copyright.PENANA4eWWQ6af9O
"Deg deg deg" jantungku semakin berdetak kencang dan nafasku memburu.
42121Please respect copyright.PENANAZ6G6pJcHun
Ada perasaan yang sulit aku ungkapkan. Saat aku mengingat kalau hatiku sudah berpaling, membuat jantungku berdesir.
42121Please respect copyright.PENANA6a9i3eINu1
"Perasaan apa ini?", Batinku.
42121Please respect copyright.PENANAukiSzGD7Fs
"Kenapa bukan rasa bersalah yang menghampiriku? Justru yang muncul adalah perasaan yang membuat hatiku bergetar", kataku dalam hati.
42121Please respect copyright.PENANAaJmVZSwMMb
Sekelebat muncul pikiran yang gak bisa aku cegah, aku ingin menunjukkan kedekatanku dengan Togar di depan suamiku. Dan aku ingin bercumbu di depan suamiku, bahkan lebih dari itu.
42121Please respect copyright.PENANAqUmFGqd8JD
"Ahhh" aku melenguh.
42121Please respect copyright.PENANAJGCE5idnkR
Tubuhku mengejang sekejap. "Apa ini?", Kataku dalam hati.
42121Please respect copyright.PENANAzhYH4XEMyh
Kusentuh celana dalamku, dengan merogoh daster panjangku sampai ke pangkal paha.
42121Please respect copyright.PENANAPwpxMtGEH0
"Astaghfirullah basah" kataku terkejut.
42121Please respect copyright.PENANAEcDY8jAChH
Saat jariku menyentuh vaginaku yang masih tertutup celana dalam yang basah. Ada perasaan yang membuat nafsuku melecut.
42121Please respect copyright.PENANA2CKsOTtV5t
Dengan perasaan khawatir kalau tiba-tiba ada tamu yang datang. Aku berkali-kali menoleh ke belakang. Saking paranoidnya, aku melangkah ke depan untuk menutup pintu rumahku. Setelah pintu aku tutup, aku melangkah ke dalam kamar.
42121Please respect copyright.PENANA6r2C0cW5j9
Karena nafsu yang tak tertahankan, aku hempaskan tubuhku di atas ranjang. Terlentang dengan kakiku mengangkang, kurogoh dasterku.
42121Please respect copyright.PENANA9HNsWpljeX
Jari-jariku yang bermain di garis vaginaku yang sedikit terbuka, yang masih tertutup celana dalamku yang basah, membuatku merasakan geli yang sangat. Perasaan geli itu menjalar merangsang syaraf-syarafku sampai aku memejamkan mataku. Kunikmati desiran demi desiran yang mendorong aliran deras menuju puncak orgasme.
42121Please respect copyright.PENANAt75O7Sje57
"Ahhhh" tubuhku menggigil.
42121Please respect copyright.PENANA2gCeXMacmJ
Dengan nafas masih memburu, aku masih belum merasa puas. Kuangkat pinggulku untuk melepas celana dalamku. Lalu celana dalamku, aku buang ke sembarang tempat.
42121Please respect copyright.PENANAQCEgUsJtzU
Kucolok-colok vaginaku menggunakan jari telunjukku, rasanya lebih membuatku melayang.
42121Please respect copyright.PENANAGCrokYb5M2
"Ya Tuhan, maafkan aku", kataku dalam hati.
42121Please respect copyright.PENANAUgg4iSDgV0
Jariku tak berhenti disitu, sekarang aku coba menekan-nekan klitorisku menggunakan ujung jariku.
42121Please respect copyright.PENANAPenkECp6In
"Bang Togar, ahhh" kataku melenguh.
42121Please respect copyright.PENANAvgzuY9kqCa
Tubuhku kembali kelojotan yang bertubi-tubi dengan cairan yang menyembur beruntun.
42121Please respect copyright.PENANAUiJa5VckIf
"Ahhhh" aku melenguh.
42121Please respect copyright.PENANAXiREDzWBbs
"Huuuuh huuuh huuuh", kucoba mengatur nafasku.
42121Please respect copyright.PENANAkoG9Kkj7qS
Dengan mata terpejam kembali aku masukkan jariku, gak hanya satu jari tetapi dua jariku. Kukocok dengan cepat dengan membayangkan Togar. Aku sudah gak peduli dengan dosa, aku sudah gak peduli dengan kesetiaan. Yang ada di pikiranku sekarang hanya nafsu yang ingin terus dipuaskan.
42121Please respect copyright.PENANARAcvsYrF07
"Clok clok clok" bunyi jari tanganku di dalam liang senggamaku yang becek.
42121Please respect copyright.PENANAcEFel6JbVF
"Baaaaaaang", lagi-lagi aku menyebut nama Togar.
42121Please respect copyright.PENANAAroBqj1wOU
"Aaahhhh" aku melenguh sekali lagi dengan tubuh melengkung.
42121Please respect copyright.PENANAWU9Z6BX89d
Cairan cintaku mengalir dengan deras sampai sprei ranjangku basah. Kuatur nafasku lagi dengan mata terpejam.
42121Please respect copyright.PENANAgzlFx2mmFG
"Tok tok tok" ada bunyi ketukan pintu.
42121Please respect copyright.PENANArfqx8MPO9a
Kukucek-kucek mataku, kucoba mengumpulkan nyawaku.
42121Please respect copyright.PENANA1nJ2Av8t24
"Jam berapa ini?", Kataku dalam hati.
42121Please respect copyright.PENANAtrCy6a9sLB
Kulihat jam sudah menunjukkan jam 17.00.
42121Please respect copyright.PENANA25IHGTDT9U
"Astaghfirullah" aku ketiduran sampai aku terlewat Sholat Dhuhur.
42121Please respect copyright.PENANARLlhYxPPiv
Penyesalan yang biasanya menyelinap di hatiku, muncul sekejap saja lalu menghilang.
42121Please respect copyright.PENANA9mxYqElkTx
"Aku sudah berubah", kataku dalam hati.
42121Please respect copyright.PENANAQ5GlyZrmKb
Dengan langkah gontai aku melangkah untuk membukakan pintu.
42121Please respect copyright.PENANAox4TT2Jjrw
"Kreekk" kubuka pintu rumahku.
42121Please respect copyright.PENANALYe8cixStb
"Eh Abang", kataku kaget ternyata suamiku Bang Najib.
42121Please respect copyright.PENANARUKl0TKES5
"Capek banget Dek", katanya dengan muka kusut.
42121Please respect copyright.PENANAidtXwWdkOh
"Loh Adek gak make hijab dan cadar?", Tanyanya tiba-tiba.
42121Please respect copyright.PENANA8jslNZohEw
"Oh iya, Aqila lupa Bang. Tadi Aqila baru bangun tidur", kataku.
42121Please respect copyright.PENANA2n70PY97wx
"Oh, yaudah gapapa. Buatkan kopi hitam dong Dek!", kata Bang Najib memerintahku.
42121Please respect copyright.PENANAqUnEIj3ESF
"Iya Bang", kataku dengan sedikit terpaksa.
42121Please respect copyright.PENANA55rd5kFFQK
Dengan langkah berat, kucoba langkahkan kakiku ke dapur. Ada perasaan enggan, aku gak rela diperintah seperti itu meski itu suamiku sendiri. Aku paham istri harus patuh dan taat pada suaminya. Tetapi semenjak kejadian dua minggu yang lalu dan aku sibuk membandingkan Bang Najib dengan Togar, rasa-rasanya aku jengah diperintah seperti itu.
42121Please respect copyright.PENANAGmoA4Otj13
Ada perasaan benci saat aku hanya dianggap seperti pembantu.
42121Please respect copyright.PENANAdmfIOUlTGv
"Lama banget sih Dek, bikin kopinya?", Kata Bang Najib menyebalkan.
42121Please respect copyright.PENANAyvNuLYO6xi
"Ya kan masih dibuat Bang, kalau mau cepet bikin saja sendiri!", kataku dengan nada sinis.
42121Please respect copyright.PENANAoRuSFawaYV
"Loh Adek kok berubah begini? Aku suamimu lho", katanya otoriter.
42121Please respect copyright.PENANAmsr94oRZ8S
"Tapi aku bukan pembantu Abang, hiks hiks", Tangisku meledak.
42121Please respect copyright.PENANAFpycPheV5y
"Kok malah nangis? Ya udahlah Dek, aku capek", kata Bang Najib melangkah masuk ke dalam kamar.
42121Please respect copyright.PENANAXMAuxiSZL5
Tanpa rasa curiga sprei ranjangku basah, Bang Najib langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.
42121Please respect copyright.PENANALxDlKQKCqu
"Huuh" aku mendengus. Hampir saja, aku mengatur nafasku.
42121Please respect copyright.PENANAt2fBuZWc0c
Aku benar-benar dongkol hari ini, ego Bang Najib semakin menjadi-jadi. Bang Najib memposisikan dirinya seperti bos, bukan sebagai suami yang menyayangi istrinya.
42121Please respect copyright.PENANARMwxtdH10A
"Cepet banget", batinku.
42121Please respect copyright.PENANAr0waC1x2EG
Kulihat ke dalam kamar Bang Najib sudah terlelap. Dengan tubuh terlentang, mendengkur.
42121Please respect copyright.PENANA4oyuxH9x5n
Aku risih melihatnya, lalu aku berpikir kenapa aku bisa menikah dengan laki-laki seperti ini ya? Bang Najib dibandingkan secara fisik dengan Togar, sangat jauh.
42121Please respect copyright.PENANAJIRPCi4lrR
Meski dua-duanya sama, sama-sama gak begitu peduli dengan agama. Itu kenapa meski aku dari kecil dididik oleh orang tuaku dengan nilai-nilai syar'i, semakin lama didikan itu menguap begitu saja.
42121Please respect copyright.PENANAtanUnu2K8t
"Huuh" aku mendengus kesal.
42121Please respect copyright.PENANAGQriSqhXvi
Saat ini aku belum memakai hijab dan cadarku, aku sudah gak peduli dengan identitasku sebagai muslimah bercadar.
42121Please respect copyright.PENANABeUzwEmWfK
Selang gak begitu lama, Togar pulang.
42121Please respect copyright.PENANAxY9FxwBZWh
"Assalamualaikum" sapanya.
42121Please respect copyright.PENANA5QxAq08l9C
"Wa'alaikum salam" kataku menjawab.
42121Please respect copyright.PENANAYt2l1Qj4EV
Togar sejak masuk ke dalam rumah, matanya tak henti menatapku.
42121Please respect copyright.PENANAJQxOMAJg1k
"Ehm, Abang kenapa melihatku seperti itu?", Kataku dengan tersenyum malu.
42121Please respect copyright.PENANAkPi20iis0N
"Oh enggak Kak, ada yang beda saja soalnya. Baru kali ini aku melihat Kakak tanpa hijab dan cadar lebih dari sepuluh detik, hehe", katanya terkekeh.
42121Please respect copyright.PENANAz4FrC5Ny95
Melihat tatapan Togar aku jadi malu, kutundukkan wajahku lalu sedikit berlari ke dalam kamar. Di dalam kamar kembali aku pakai hijab dan cadarku.
42121Please respect copyright.PENANAWOvL2PO6G5
Nafasku memburu mengingat kata-kata Togar, apalagi tatapannya ke arahku. Meski aku tak lagi merasa dilecehkan karena tatapan nakal seperti itu. Karena rasa kagumku ke Togar menghapus kekurangan Togar di mataku. Bagiku sekarang, memang seperti itulah laki-laki.
42121Please respect copyright.PENANARVmdY1K5dp
Setelah aku keluar dari kamar, kulihat Togar tersenyum ke arahku. Tiba-tiba Togar nyeletuk "Kakak cantik ya. Dulu sebelum aku tau wajah Kakak, aku sudah menebak kalau Kakak itu cantik", katanya.
42121Please respect copyright.PENANAsmUWvaYZPY
"Huuuuh" aku mendengus.
42121Please respect copyright.PENANAQG0e9vcOlR
"Semua laki-laki sama saja ya, gombal", kataku sambil tersenyum ke arah Togar.
42121Please respect copyright.PENANARwgiHyS6tx
"Beneran Kak, aku gak bohong", katanya.
42121Please respect copyright.PENANAWDebT4Isvf
Togar duduk di atas sofa bermain hp. Ntah kenapa ada dorongan supaya aku mendekat ke arah Togar, duduk di sampingnya.
42121Please respect copyright.PENANA4D7CI6B2ZB
Lalu Togar menoleh, tersenyum menatapku. "Najib sudah pulang Kak?", Tanyanya.
42121Please respect copyright.PENANAQlF0owHNAU
"Udah Bang, sekarang tidur di dalam", kataku.
42121Please respect copyright.PENANAYkmhwcX2jF
"Kecapekan kali dia Kak, katanya dia ada urusan sama temannya di luar kota", katanya.
42121Please respect copyright.PENANA9ry8mOyCND
Togar menatapku, aku yang tau Togar menatapku, aku tolehkan wajahku ke samping. Tubuh Togar semakin mendekat ke arahku.
42121Please respect copyright.PENANAJn3v0gYQ9o
"Kak", katanya dengan lembut.
42121Please respect copyright.PENANAYCFI6K1MBC
Dengan nafas memburu kujawab "Iya Bang?"
42121Please respect copyright.PENANAdbZCUeArCn
Wajah Togar semakin dekat, kita saling menatap. Tangan Togar membelai wajahku yang tertutup cadar lalu kupejamkan mataku. Dibalik cadarku, kugigit bibir bawahku.
42121Please respect copyright.PENANAEJYwnbKrnx
Nafasku semakin tak beraturan, begitu juga dengan detak jantungku.
42121Please respect copyright.PENANATs5E56dh0s
"Muach" Togar mengecup bibirku yang masih tertutup cadar.
42121Please respect copyright.PENANA5vg6BcxpXL
Kita saling menatap lagi, aku tersenyum di balik cadarku. Lalu Togar berdiri menggandeng tanganku.
42121Please respect copyright.PENANA6o7PEaT7Wf
Saat Togar menarikku lembut ke arah dapur, aku gak bisa menolak. Begitu juga bibirku, rasanya lidahku terasa kelu.
42121Please respect copyright.PENANAHcK3h4w2ms
Sekarang aku digendong agar duduk di atas meja. "Bang?", kataku lirih.
42121Please respect copyright.PENANA6KggLhUtz7
"Iya Kak?", katanya tersenyum.
42121Please respect copyright.PENANAey90zgv3oW
"Deg" jantungku berdetak kencang melihat senyumnya tanpa tatapan cabul membuat hatiku tertawan.
42121Please respect copyright.PENANADhWWPRzofy
Togar memegang tanganku agar melingkar di lehernya.
42121Please respect copyright.PENANAjDiEkSVq4O
"Boleh aku memanggilmu Aqila?", Tanyanya.
42121Please respect copyright.PENANABzs8lu2EZx
Aku mengangguk "Boleh Bang", kataku malu-malu dengan menundukkan wajahku.
42121Please respect copyright.PENANAt1R0LG1Rfk
"Terima kasih ya Aqila", katanya sambil tangannya membelai wajahku.
42121Please respect copyright.PENANAKJhGUR8lRg
Rasa geli yang aku rasakan menjalar ke seluruh tubuhku, membuat putingku mengeras.
42121Please respect copyright.PENANAkWmmFygzQ3
Kubusungkan dadaku saat aku memejamkan mataku menerima sentuhan-sentuhan lembut di pipiku, bibirku yang tertutup cadar dan kupingku yang tertutup hijab.
42121Please respect copyright.PENANABWDUEN2BBl
"Muach" Togar kembali mengecupku.
42121Please respect copyright.PENANAmFi3ZWFvmU
Sekarang bibir kami saling bersentuhan meski masih terhalang cadar. Jantungku berdegup kencang merasakan sensasi dari perlakuan Togar yang lembut.
42121Please respect copyright.PENANAckCIgTT5mK
Aku menarik wajahku yang masih tertutup cadar. Kubuka cadarku, lalu aku letakkan ke atas meja.
42121Please respect copyright.PENANAyuXGv05hAF
Kita saling tatap lagi dan Togar kembali membelai wajahku dengan lembut.
42121Please respect copyright.PENANAglzuszdF9l
"Ahhhh" aku melenguh dengan memejamkan mataku.
42121Please respect copyright.PENANA5o6b8JyU9k
Togar tersenyum menatapku, "Kamu cantik Aqila", katanya lembut.
42121Please respect copyright.PENANAQyJDTvMkDZ
"Benarkah?", Tanyaku dengan tersenyum.
42121Please respect copyright.PENANA26wuW3f6kL
"Iya Sayang", katanya.
42121Please respect copyright.PENANALvEf2wzQcu
Lalu aku sibakkan hijabku yang menjulur panjang ke belakang. Sekarang lekuk tubuhku terpampang di depan Togar yang masih terbalut daster longgar.
42121Please respect copyright.PENANAMvZNCVVQM8
"Anggun sekali", kata Togar.
42121Please respect copyright.PENANARxFg0uO4fZ
"Terima kasih", kataku malu-malu.
42121Please respect copyright.PENANAoleWmCKs9f
Togar kembali menciumku, ciuman Togar berganti dengan pagutan. Dengan memagut bibir bawahku, tangan Togar membelai pundak dan lenganku yang gak lagi tertutup hijab panjang.
42121Please respect copyright.PENANAhCEFd5NTGd
Aku semakin melayang dibuatnya, lalu Togar menyentuh bibirku dengan ujung lidahnya. Kubuka mulutku, lidah Togar menyapu setiap inci rongga bibirku.
42121Please respect copyright.PENANAseAWmgDiiG
"Ahhhh" aku melenguh.
42121Please respect copyright.PENANAwKdgRDwE0s
Dari pagutan, jilatan berganti lumatan. Tanpa henti-hentinya Togar menghisap bibirku, percampuran ludah kita menyatu.
42121Please respect copyright.PENANAoCRHM4YFIa
Aku coba menarik wajahku, ludah kami yang menyatu membentuk seuntai bening yang saling mengikat. Kita saling tatap, Togar kembali membelai wajahku. Belaian lembut Togar ke wajahku membuatku terhanyut. Kembali kupejamkan mataku.
42121Please respect copyright.PENANALwFOoqwd7R
"Ahhhhh" aku melenguh.
42121Please respect copyright.PENANAUWGsdCB5y4
"Boleh?", Tanya Togar meminta izin untuk menyentuh payudaraku.
42121Please respect copyright.PENANA3fpGqMk8l1
Ada pertentangan di dalam hatiku saat Togar meminta izin untuk menyentuh payudaraku.
42121Please respect copyright.PENANAE8vkF6Ifol
Kugelengan kepalaku lalu aku menunduk, Togar kembali membelai wajahku.
42121Please respect copyright.PENANAZpDKHNdG6I
"Aku mengerti Aqila", katanya tersenyum.
42121Please respect copyright.PENANAISKsx6Zlmn
"Terima kasih Bang", kataku tersenyum merasa dimengerti.
42121Please respect copyright.PENANAVBv8ONwdtf
"Sama-sama Aqila", katanya tersenyum.
42121Please respect copyright.PENANABaug56VkaN
Aku turun dari atas meja, dengan posisi berdiri aku jinjit lalu melingkarkan tanganku ke leher Togar. Kucoba untuk berciuman lagi.
42121Please respect copyright.PENANAG90zZwNCpq
Saat aku tarik wajahku ke belakang untuk menatap Togar, Togar tersenyum. Dalam posisi berdiri, Togar menggendongku agar kembali duduk ke atas meja.
42121Please respect copyright.PENANA7DEQPCy5ND
Aku tersenyum menatapnya," Tampan banget", batinku. Kita kembali berciuman dengan panas. Gak berhenti diciuman dan lumatan. Wajahku tak luput dari hisapan Togar.
42121Please respect copyright.PENANAefFwFQQoX5
"Aqila" kata Togar memanggilku lembut. 42121Please respect copyright.PENANAmWUZvsmqtT
42121Please respect copyright.PENANAqSRZDvjVKO
"Iya Bang?", Kataku dengan tersenyum.
42121Please respect copyright.PENANAtmV9q44dvY
"Boleh aku?", Katanya dengan sorot matanya ingin menyentuh payudaraku.
42121Please respect copyright.PENANApUjOvLzUAO
Aku kembali menggeleng "Aqila belum siap Bang", kataku menahan malu.
42121Please respect copyright.PENANAxy5N4IGO8y
Togar hanya tersenyum saja, dengan tangannya membelai, meremas lenganku. Sekarang kita kembali berciuman.
42121Please respect copyright.PENANA44ei9RVkVJ
Tanpa izin dariku, telapak tangan Togar sudah berada di atas payudaraku yang masih tertutup daster dan BH.
42121Please respect copyright.PENANAUqb2OBSVHU
"Ahhhhhh", dengan lembut telapak tangan Togar yang besar meremas payudaraku dengan lembut.
42121Please respect copyright.PENANATYceLtUwh4
"Ahhhhh" aku kembali melenguh.
42121Please respect copyright.PENANAjUvMzGVftQ
Kita saling tatap, dengan tatapan nanar aku geleng-gelengkan kepalaku.
42121Please respect copyright.PENANASNy1QIuA4W
Togar hanya tersenyum menatapku lalu berbisik di telingaku "Nikmati saja sayang!", katanya.
42121Please respect copyright.PENANAI4t4dBr7Qu
Tanpa bisa menolak, aku hanya bisa melenguh dengan memejamkan mataku. Lalu aku terlentang di atas meja, dengan sabar Togar melepas kancing dasterku yang berada di depan sampai sebatas perut.
42121Please respect copyright.PENANApvRLKHXUw2
"Bang" kataku dengan tatapan nanar.
42121Please respect copyright.PENANAxDVYKZEEmy
Togar menurunkan cup BHku, payudaraku yang berukuran besar terpampang sudah di hadapan laki-laki bukan suamiku. Dengan perasaan bercampur malu, aku tolehkan wajahku ke samping.
42121Please respect copyright.PENANAgUgDtL3vRZ
"Cantik", kata Togar memuji payudaraku.
42121Please respect copyright.PENANAWkI6CykPuo
Aku hanya tersenyum tanpa mampu menjawab. Rasanya sangat malu, karena mendapat pujian tentang rupaku saja aku gak pernah. Ntah itu oleh orang tuaku atau suamiku Bang Najib. Apalagi sekarang yang memujiku Togar, yang bukan mahramku. Tentu saja perasaan campur aduk yang aku rasakan.
42121Please respect copyright.PENANAxd7hvt7gAw
Ada perasaan bangga, tetapi juga rasa malu. Malu karena yang dipuji adalah payudaraku yang setiap hari aku jaga agar tertutup rapat oleh pakaian syar'iku. Dan sekarang terpampang jelas di hadapan laki-laki non mahramku tanpa tertutup sehelai benang pun.
42121Please respect copyright.PENANAjc6v66Vbhb
Belum sempat aku mengatur nafasku yang memburu. Telapak tangan Togar meremas payudaraku yang terbuka dengan lembut.
42121Please respect copyright.PENANAm7ELSbAOXJ
"Ahhhh" aku melenguh.
42121Please respect copyright.PENANAUtqDBX6gSl
Sentuhan lembut Togar gak hanya membuatku lupa banyak hal. Aku melupakan janjiku pada diriku sendiri. Gak ada lagi penolakan seperti sebelumnya, dengan tetap menjaga agar payudaraku tetap terjaga.
42121Please respect copyright.PENANAwwfBK6XYGJ
"Ahhhh Bang" aku melenguh lebih keras.
42121Please respect copyright.PENANAPMjMSLjhfb
Togar gak hanya meremas payudaraku dengan lembut, tetapi Ibu jarinya sudah berada di aerolaku. Sentuhan-sentuhan lembut berputar-putar di sekitaran aerolaku yang lebar.
42121Please respect copyright.PENANA3TM95bWk1e
"Uuhhh Ooohhh", aku melenguh lebih keras.
42121Please respect copyright.PENANAHtDmK43jqm
Aku tak kuasa, sampai aku mendongakkan kepalaku dengan mata terpejam.
42121Please respect copyright.PENANAyUpo6zruyp
"Enak sayang?", Tanya Togar.
42121Please respect copyright.PENANAZdoN11Qvas
"Hu'um" kataku mengangguk malu-malu.
42121Please respect copyright.PENANAC6KUHVyx7o
Aku tersenyum lalu menoleh ke samping. Lalu Togar kembali menundukkan wajahnya, kita berciuman lagi. Saling lumat, saling bertukar ludah. Gak ada perasan malu-malu lagi.
42121Please respect copyright.PENANAuhCvZBoNjW
"Srup srup" bunyi bibir yang saling menghisap dan melumat.
Kupegang telapak tangan Togar agar meremas payudaraku lebih kencang.
42121Please respect copyright.PENANA2tNDaVQXD9
"Ahhhhh" lenguhku.
Togar gak hanya meremas payudaraku yang sebelah kanan saja, Togar juga meremas payudaraku yang sebelah kiri.42121Please respect copyright.PENANAvyNALxEW6m
42121Please respect copyright.PENANAiaEtET1C8a
"Bang ahhhh", kataku melenguh keras.
42121Please respect copyright.PENANAAymiYq7mWf
Tanpa sadar, aku buka pahaku lebih lebar. Mengetahui itu, Togar menatapku dengan tersenyum. Lalu telapak tangan Togar menyentuh vaginaku dari luar dasterku.
42121Please respect copyright.PENANAWBfkkE7abz
Gesekan pada vaginaku membuat tubuhku menggelinjang, kutarik kepala Togar agar Togar semakin dekat dan erat saat kita berciuman.
42121Please respect copyright.PENANAJiNCVRlHZW
"Srup srup" bunyi lumatan dua bibir yang menyatu.
42121Please respect copyright.PENANA2FbTF5WehQ
Togar menegakkan tubuhnya, dasterku yang hanya terbuka di bagian depan dilepasnya secara perlahan. Sekarang dasterku terlepas sebatas perut.
42121Please respect copyright.PENANAPuRpdCbAHQ
Belum sempat aku mengatur nafasku, Togar menciumi bagian tubuhku yang terbuka.
42121Please respect copyright.PENANAyANJ6uKlek
"Aw Bang", Togar mencupang leherku.
42121Please respect copyright.PENANAUUhVsa4Tev
Lalu leherku yang sudah terbuka gak luput dari jilatan dan hisapan Togar. Ini benar-benar membiusku, nafsuku sudah gak lagi bisa terbendung.
42121Please respect copyright.PENANA1YLAXBy89Q
"Srup srup" bunyi hisapan Togar pada tubuhku yang terbuka.
42121Please respect copyright.PENANAOxaPrvbQX4
Sesekali pinggulku aku gerakkan maju mundur, ke samping kanan dan kiri. Aku gak kuat, rasa gatal di vaginaku semakin menyeruak.
42121Please respect copyright.PENANA8as0vCAcFE
"Ahhhh Bang" lenguhku.
42121Please respect copyright.PENANATru8SkoP9v
Lalu Togar berhenti merangsang tubuhku, saat ini Togar menatapku sambil tersenyum. Kita saling tatap, senyumannya membuatku nyaman.
42121Please respect copyright.PENANA3SE8ay7Zy9
Lalu telapak tangan Togar menyapu keringat yang membasahi dahiku. Togar tersenyum lagi dengan lembut, aku terbuai. Dalam hatiku aku berkata "puaskan aku Bang, puaskan aku. Aku ingin lebih daripada ini."
42121Please respect copyright.PENANAkJBsJCsY5S
Kupegang telapak tangan Togar yang sedang menggesek-gesek vaginaku yang masih tertutup celana dalam dan daster. Kugerak-gerakkan telapak tangan Togar agar menggesek vaginaku lebih cepat lagi.
42121Please respect copyright.PENANA1Xe7oT1JOR
"Ahhhhh" aku melenguh.
42121Please respect copyright.PENANA8DaWT33I2x
Aliran orgasmeku gak bisa aku bendung, dengan tubuhku yang mengejang-ngejang hebat.
42121Please respect copyright.PENANAFqzs0XL8tp
"Creeettt creeettt" aku squirting.
42121Please respect copyright.PENANAgD9AqEQQIx
Dengan tatapan nanar, kulihat Togar berdiri, menarik celana dalamku lepas. Disibakkan daster bagian bawahku sampai ke perut.
42121Please respect copyright.PENANA7p7qbTaQMG
Sekarang vaginaku yang tembem dengan bulu yang sudah tercukur rapi terpampang jelas di depan Togar. Dengan nafas memburu aku hanya bisa menunggu, apa yang akan dilakukan Togar selanjutnya.
42121Please respect copyright.PENANABl3MREDtKC
Kutatap Togar dengan tersenyum, Togar bilang "Maafin aku ya, aku udah sejauh ini Aqila".
42121Please respect copyright.PENANApN4SFO7Tl8
Mataku berkaca-kaca mendengarnya "Aqila maafin Bang", kataku.
ns216.73.217.22da2


