Kompleks apartemen.
530Please respect copyright.PENANAnHYedlJwCM
Brian Won yang baru saja datang langsung mendapatkan telepon dan Jeni Yan.
530Please respect copyright.PENANAJwvzyFjr7z
" Halo Kak? Berapa nomor apartemen Kakak?" Tanya Brian Won dengan nada ragu.
530Please respect copyright.PENANAJdRCcZhlCX
" Nomor 577, Brian mungkin kah kamu sudah tiba?" Tanya balik Jeni Yan dengan nada penasaran.
530Please respect copyright.PENANAzUT2mXoEcy
" Ya Kak, aku akan segera datang ke apartemen Kakak."
530Please respect copyright.PENANA3dzQrrvV8Z
" Baiklah, aku akan menunggu mu..."
530Please respect copyright.PENANAJclF9ci3Oo
Brian mematikan ponsel nya dan berjalan memasuki lift yang ada.
530Please respect copyright.PENANAltF1vznjC5
.....
530Please respect copyright.PENANAO1fy5Jg4qo
Lantai lima apartemen, Brian baru saja keluar dari lift dan langsung bergegas mencari apartemen bernomor 577.
530Please respect copyright.PENANAzRaeyvRdJJ
Setelah mencari selama lima menit atau lebih, Brian akhirnya tiba di depan pintu apartemen bernomor 577 itu.
530Please respect copyright.PENANAjkST8LNgyf
Ding!
530Please respect copyright.PENANAOL9DvYaYpw
" Iya sebentar..." suara seorang perempuan dewasa terdengar.
530Please respect copyright.PENANAUWyVjuGAzY
Pintu di buka dan seorang perempuan dewasa berambut hitam panjang muncul di depan Brian.
530Please respect copyright.PENANAt1H0uPpqTl
Perempuan dewasa itu menatap Brian dengan senyum bahagia.
530Please respect copyright.PENANAholmI2xTXm
" Kakak Jeni, lama tidak berjumpa." Sapa Brian dengan suara hangat.
530Please respect copyright.PENANAXoKNO9OJuJ
Jeni Yan langsung bergerak dan memeluk Brian Won dengan pelukan yang erat.
530Please respect copyright.PENANAVxbwTfQnns
" Akhirnya, setelah dua tahun aku bisa melihat mu lagi." Bisik Jeni Yan pelan di samping telinga Brian.
530Please respect copyright.PENANADvR2Jw4Ye5
Brian Won menepuk - nepuk punggung Jeni Yan untuk menenangkan nya.
530Please respect copyright.PENANA2yeoOkGBgm
" Kakak Jeni tenang lah. Kita masih memiliki banyak waktu untuk terus bersama di masa depan." Ucap Brian Won dengan suara lembut.
530Please respect copyright.PENANAoCIligKwBA
Jeni Yan terus memeluk tubuh Brian Won selama hampir satu menit sebelum kemudian melepaskan nya.
530Please respect copyright.PENANAF9BLJpR2sb
" Mari masuk, Kakak sudah menyiapkan makanan favorit mu." Ucap Jeni Yan sambil menarik Brian memasuki apartemen.
530Please respect copyright.PENANAkeLSlQOtnR
Brian tidak melawan dan membiarkan diri nya di tarik oleh Jeni Yan.
530Please respect copyright.PENANAwSNMA8ncTm
Melihat interior apartemen yang benar - benar asing membuat Brian merasa sedikit tidak nyaman. Namun perasaan tidak nyaman itu langsung hilang karena keberadaan Jeni Yan.
530Please respect copyright.PENANAzoXFZJ0UhT
" Duduk lah, biarkan aku menyiapkan makanan untuk mu." Jeni Yan mendorong Brian untuk duduk di kursi dan ia sendiri bergegas mulai menyiapkan makanan.
530Please respect copyright.PENANABi5YRb42bn
Melihat bagian belakang tubuh Jeni Yan yang sedang bekerja keras menyiapkan hidangan, Brian Won menghela nafas tanpa daya.
530Please respect copyright.PENANAqttCFQDMeF
" Kakak Jeni, Kakak tidak perlu repot. Aku merasa tidak enak jadi nya." Ucap Brian Won dengan nada canggung.
530Please respect copyright.PENANAFp0Oq2mATx
" Haish, seperti sama siapa saja. Kakak malah merasa senang jika kamu mau memakan masakan Kakak.
530Please respect copyright.PENANAgcf9KJQdtv
Jadi jangan merasa sungkan dan tunggu saja Kakak menyelesaikan semua nya." Jelas Jeni Yan dengan cepat.
530Please respect copyright.PENANAaiRBHTsuWb
Brian Won tersenyum tipis mendengar jawaban Jeni Yan.
530Please respect copyright.PENANA1yutej7vl6
' Andai saja kejadian itu tidak terjadi, saat ini pasti Kakak Jeni akan hidup bahagia bersama Saudara Ying.' pikir Brian Won dengan ekspresi sedih.
530Please respect copyright.PENANA8PS8uxkXA7
Usai menunggu selama beberapa menit, meja makan yang tadi nya kosong langsung penuh dengan beberapa hidangan.
530Please respect copyright.PENANAFuvEfgLFlT
Jeni Yan menyerahkan piring untuk Brian sebelum kemudian duduk di seberang nya.
530Please respect copyright.PENANAxFIV48p5IM
" Ayo makan! Kamu tidak perlu merasa malu. Aku tahu kok jika orang hebat seperti mu pasti nya memerlukan energi yang banyak juga." Ucap Jeni Yan sambil tersenyum manis.
530Please respect copyright.PENANAc5kgeFhZl4
Brian mengangguk lembut dan mulai mengambil nasi dan lauk nya.
530Please respect copyright.PENANAUK6r2ocjZC
Begitu Brian Won memasukkan satu cendok nasi + lauk ke dalam mulut nya, dia langsung mengangguk sekali karena merasa nostalgia.
530Please respect copyright.PENANAEJKeXqYaPJ
" Ini sangat enak, seperti yang di harapkan dari Kakak Jeni." Puji Brian Won dengan ekspresi lembut.
530Please respect copyright.PENANAKYD1gnj6DY
" He he, terima kasih atas pujian nya. Lalu jangan sungkan lagi, ayo habiskan semua nya!
530Please respect copyright.PENANAn26l4rbI9P
Karena Kakak tahu jika kamu akan datang, jadi nya Kakak memasak beberapa kali lebih banyak dari yang biasa nya." Jelas Jeni Yan dengan ekspresi bahagia.
530Please respect copyright.PENANArWd1RsaZZM
" Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi... Selamat makan..." Brian Won mulai melahap makanan di piring nya dengan lahap.
530Please respect copyright.PENANAsQVpvpfObH
Kurang dari satu menit, porsi yang biasa nya di tunjukan untuk empat orang langsung habis di makan Brian.
530Please respect copyright.PENANAOyKF95BuzC
Jeni Yan langsung berdiri dan menambah makanan di piring Brian dan membiarkan nya makan dengan lebih lahap.
530Please respect copyright.PENANAi7quY0TL5V
Senyum bahagia yang sangat tulus muncul saat Jeni Yan menatap Brian Won yang tengah lahap memakan masakan nya.
530Please respect copyright.PENANApYDT9Y3y3c
Lima belas menit kemudian, semua makanan di meja habis dan hanya menyisakan tulang belulang nya saja.
530Please respect copyright.PENANAb70jr6oiBw
Sendawaa...
530Please respect copyright.PENANAMU2JrX2xGS
Brian Won tidak sengaja bersendawa dan langsung menutup mulut nya dengan ekspresi malu.
530Please respect copyright.PENANA7Vem8G7YZt
" Kenapa? Apakah kamu malu jika bersendawa di depan ku?" Tanya Jeni Yan dengan nada main - main.
530Please respect copyright.PENANAmbccYrcyqG
" Tidak, bukan begitu Kak. Aku takut jika sendawa ku akan membuat Kakak merasa tidak nyaman, jadi aku memilih untuk menahan nya." Jelas Brian Won dengan nada malu - malu.
530Please respect copyright.PENANA1Aq2DvoOPR
" Hi hi hi, tidak apa. Anggap saja Kakak tidak ada." Jeni tertawa lembut dan berkata dengan nada menggoda.
530Please respect copyright.PENANAfF9RYdfNAr
"..."
530Please respect copyright.PENANAYHk4ryGQSt
Kemudian Jeni Yan dan Brian mengobrol bercanda selama beberapa saat.
530Please respect copyright.PENANA8n1WljW9Xs
" Ehem... Kakak Jen, biar aku yang bagian mencuci piring. Kakak duduk saja di sini dan awasi aku." Ucap Brian Won sambil meregangkan ke dua tangan nya.
530Please respect copyright.PENANAodvjMfcTi1
" Baiklah. Tapi Brian, kamu sebenarnya mau mencuci piring atau malah menghancurkan piring? Kok melakukan peregangan seperti itu?" Tanya Jeni Yan dengan ekspresi menggoda.
530Please respect copyright.PENANARcNXJEwqBf
" Hah? Tentu saja untuk mencuci piring, mana berani aku menghancurkan piring milik Kakak Jeni." Jelas Brian Won dengan ekspresi takut - takut.
530Please respect copyright.PENANA7KwlgQG9SJ
" He he, baguslah kalau begitu. Lalu cucilah dengan baik, hasil nya harus bersih dan juga mengkilap!"
530Please respect copyright.PENANA6KZjk0Ulyk
" Ashiap!" Balas Brian Won dengan nada santai.
530Please respect copyright.PENANAOcIhUde0B1
Klunting, klunting...
530Please respect copyright.PENANA9QrWSoptuV
Brian Won mulai mencuci piring dengan hati - hati. Dia adalah seorang prajurit khusus, kekuatan nya berada jauh di atas rata - rata. Oleh karena itu dia harus lebih hati - hati saat melakukan pekerjaan rentan seperti mencuci piring ini.
530Please respect copyright.PENANA8p1Cah5TQB
" Oh ya, bagaimana dengan perjalanan mu, qpa kamu sudah bertemu dengan Adik nya Juna?" Tanya Jeni Yan di sela Brian Won mencuci piring.
530Please respect copyright.PENANAlFfQ5gAVHr
Brian Won meletakkan piring yang sudah bersih di sisi kanan dan ia menghela nafas panjang tanpa daya.
530Please respect copyright.PENANAaOEKIaEwTq
" Kacau, baru tadi aku bertemu dengan nya tetapi aku langsung di tolak mentah - mentah oleh nya." Jelas Brian Won dengan nada sedih.
530Please respect copyright.PENANAwf8ulQZUTM
" Benarkah? Hem, ini kali pertama kalian bertemu bukan?" Tanya Jeni Yan dengan nada ragu.
530Please respect copyright.PENANALcg8aJ7Q2u
Brian Won mengangguk lembut dan berjalan, " Memang. Ini adalah pertemuan pertama paling kacau yang pernah aku alami dalam hidup ini."
530Please respect copyright.PENANAzpdk4ObnAb
"...." Jeni Yan terdiam.
530Please respect copyright.PENANAUfGuEsTxYi
Ekspresi nya terlihat sedikit aneh dan dia bertanya dengan ragu, " Memang nya bagaimana? Coba kamu ceritakan bagaimana pertemuran mu dengan Adik nya Juna."
530Please respect copyright.PENANAcg7wcpxxM2
Brian Won mengangguk dan mulai menceritakan semua nya. Di mulai sejak di hadang nya ia oleh Luo Nang dan juga insiden satu melawan tujuh orang itu terjadi.
530Please respect copyright.PENANAP70E9Hv8ea
Setelah itu Brian Won juga menceritakan reaksi Vivian saat ia menyapa gadis itu.
530Please respect copyright.PENANAJGdRIkmzEL
Jeni Yan terus diam dan seperti nya ia sudah menebak sesuatu yang sedang terjadi.
530Please respect copyright.PENANA30nLz9MIhe
" Brian, kamu salah karena telah menunjukkan kekuatan mu di hadapan publik.
530Please respect copyright.PENANAOmUe6xuy5c
Tidak heran jika Vivian sampai mengatakan hal buruk seperti itu kepada mu.
530Please respect copyright.PENANAThtc9eyq82
Aku mengenal sedikit gadis itu, dengan karakter nya pantas saja jika ia langsung menyalahkan mu atas kematian Wan Juna." Jelas Jeni Yan dengan nada tanpa daya.
530Please respect copyright.PENANAg25JVqs0Ud
" Benarkah? Memang nya kenapa?" Tanya Brian Won dengan ekspresi bingung.
530Please respect copyright.PENANAGOSpz9yzi1
" Hah... Brian, apa menurut mu kejadian saat kamu mengalahkan tujuh orang sekaligus seperti itu merupakan adegan biasa?" Tanya Jeni Yan dengan ekspresi serius.
530Please respect copyright.PENANAApUaFeL5E2
Brian Won tanpa ragu mengangguk," Bukan kah hal seperti ini memang sebuah hal yang biasa? Saat di tentara, aku bisa mengalahkan seratus orang dan semua nya menganggap pencapaian ku sebagai hal yang biasa.
530Please respect copyright.PENANAf8ihhR83G4
Inikan cuman 7 orang, kenapa bisa menimbulkan amarah Vivian kepada ku?" Tanya Brian Won dengan ekspresi polos.
530Please respect copyright.PENANAcZh71b7a31
"..." Jeni Yan terdiam.
530Please respect copyright.PENANAZt9bw3o4Pf
" Brian adik ku sayang, seperti nya Kakak Jeni harus memberi pelajaran mengenai akal sehat orang biasa kepada mu.
530Please respect copyright.PENANA99JP702N6b
Mari! Hentikan dulu cuci piring nya. Kakak akan mulai mengajar mu dengan ketat hari ini!" Kata Jeni Yan dengan nada santai.
530Please respect copyright.PENANAvrufniNaUj
Tetapi entah kenapa, Brian Won merasa sedikit gugup saat ia melihat ekspresi dan mendengar nada suara lembut Jeni Yan saat ini.
530Please respect copyright.PENANAOrf8UFrybL
" Eh? Apakah harus sekarang?" Tanya Brian Won dengan nada ragu.
530Please respect copyright.PENANADCcmhyOi9M
" Ya! Jika kita menunda - nunda, entah kejadian mengerikan apa yang akan kamu tunjukkan kepada teman sekelas mu." Balas Jeni Yan dengan ekspresi santai.
ns216.73.217.14da2


