Wu Yun melakukan pekerjaan nya dengan cepat dan menyelesaikan nya dalam waktu kurang dari lima menit.
548Please respect copyright.PENANAs5HCdYIcYM
Tak!
548Please respect copyright.PENANAP2S9hr3eja
Wu Yun memberikan stempel pada surat rekomendasi Brian. Dia kemudian menyerahkan kembali surat rekomendasi itu dengan cara yang sangat sopan.
548Please respect copyright.PENANA4EGXetgfFY
" Tuan Brian, Tuan bisa langsung mengikuti kelas hari ini." Ucap Wu Yun dengan nada sopan.
548Please respect copyright.PENANAEDiZCgrZ1x
"..." Brian menerima surat rekomendasi itu kembali dan mengangguk dengan ekspresi datar.
548Please respect copyright.PENANAgmQbGyn99c
" Apa urusan ku di sini sudah benar - benar selesai?" Tanya Brian Won dengan nada ragu.
548Please respect copyright.PENANAQBW5av8ufd
" Benar Tuan. Tetapi alangkah baik nya jika Tuan menunggu sampai Lina datang dan membawakan Tuan minuman." Jawab Wu Yun dengan nada penuh harap.
548Please respect copyright.PENANADUHhfXeobo
" Tidak perlu, aku tidak merasa haus." Ucap Brian Won dengan nada datar.
548Please respect copyright.PENANALjpcKjqt3u
Dia berdiri dan berjalan ke arah pintu dengan ekspresi tenang, " Oh ya, aku harus pergi ke kelas yang mana?"
548Please respect copyright.PENANAEbIwcfqGfO
" Tuan Brian, Nona Vivian berada di kelas farmasi sekarang. Tuan Brian bisa datang ke kelas farmasi yang berada di gedung sebelah." Jelas Wu Yun dengan sopan.
548Please respect copyright.PENANArYTiVV4pNB
" Baiklah, terima kasih. Oh ya, lebih baik kamu segera pasang pengharum ruangan di sini, soal nya bau aneh ini cukup menganggu orang."
548Please respect copyright.PENANAIwnK5wIINy
Ceklek!
548Please respect copyright.PENANAacmLb7AMew
Brian langsung membuka pintu begitu dia selesai bicara.
548Please respect copyright.PENANA6GABw0bYJz
Wu Yun membeku di tempat dan tidak bergerak sedikit pun sampai Lina kembali sambil membawa dua gelas minuman.
548Please respect copyright.PENANA36fGVt7Au1
" Tuan Wu Yun, dimana pemuda tampan itu?" Tanya Lina dengan ekspresi bingung.
548Please respect copyright.PENANAkVM8UiE7qj
Wu Yun terbangun dan dengan cepat menatap serius ke arah Lina. " Sudah pergi. Lina, kamu harus segera pergi untuk beli pengharum ruangan terbaik!"
548Please respect copyright.PENANAD2tt8DMFqp
" Eh?" Lina langsung tertegun.
548Please respect copyright.PENANA5u3fHfcyW7
Namun Lina tidak banyak bicara dan mengikuti arahan Wu Yun untuk pergi membeli pengharum ruangan.
548Please respect copyright.PENANAtnlQcbwHBN
.....
548Please respect copyright.PENANAxArvXca5Gm
Sementara itu, Brian yang baru saja keluar dari ruangan Wu Yun di kejutkan dengan banyak nya mahasiswi yang sudah berkumpul di depan pintu.
548Please respect copyright.PENANAI9wjFtI2P9
Melihat mahasiswi yang sebelum nya dia acak bicara, Brian langsung memahami apa yang telah terjadi di sini.
548Please respect copyright.PENANAfBI1uCWhF9
" Maaf, tetapi bisakah kalian memberikan aku jalan?" Ucap Brian Won dengan suara lembut.
548Please respect copyright.PENANATTt2qpwrKj
1000 Damage!
548Please respect copyright.PENANAMKrWjR3WA9
Wajah mahasiswi yang berkerumun langsung memerah. Mereka menunduk dengan ekspresi malu - malu dan mengangguk lembut sebagai tanggapan.
548Please respect copyright.PENANA3crXSoq3f4
Kemudian mereka membuat jalan bagi Brian untuk pergi.
548Please respect copyright.PENANAbhLCr2euot
Beberapa mahasiswi yang berani mulai berusaha untuk mengakrabkan diri bersama Brian. Brian menanggapi mereka dengan sopan meskipun dia masih menjaga jarak dengan semua orang.
548Please respect copyright.PENANAuu0gfuL6JD
Kelas Farmasi.
548Please respect copyright.PENANA0wAaVTQLu3
Duduk di kursi paling depan, terlihat ada seorang gadis muda yang memiliki rambut pink sedang duduk dengan ekspresi tenang.
548Please respect copyright.PENANAQgUt6rTrnn
Di samping gadis muda itu, terdapat gadis lain yang memiliki rambut pirang sedang fokus berdebat dengan seorang pemuda tampan berambut cokelat.
548Please respect copyright.PENANAPHwatsHff5
" Luo Nang! Bukan kah kau sudah di tolak Vivian sebelum nya? Kenapa kau masih saja bersikukuh! Cepat pergi dan jangan ganggu Vivian lagi!!" Ucap gadis berambut pirang itu dengan nada kesal.
548Please respect copyright.PENANAD6evXWQonz
" Yim Shu, kenapa kamu yang marah? Aku hanya ingin mengobrol sebentar bersama Vivian, jadi tolong kamu jangan mengganggu urusan ku." Balas pemuda berambut cokelat yang bernama Luo Nang itu.
548Please respect copyright.PENANAkNeadXWYru
" Kamu! Vivi, kamu usir saja orang ini sendiri. Aku sudah lelah mengurus orang ini." Ucap Yim Shu dengan nada lelah.
548Please respect copyright.PENANArocx0pH4XP
Gadis berambut pink alias Vivian melirik ke arah Luo Nang dengan tatapan dingin.
548Please respect copyright.PENANAAg2iwdLdwE
" Pergi kau, jangan pernah mengganggu kehidupan ku lagi!" Ucap Vivian dengan nada dingin.
548Please respect copyright.PENANARaLBV2kHwp
" Vivi, kenapa kamu bersikap seperti ini kepada ku? Bukan kah hubungan kita ini spesial?" Luo Nang bertanya dengan nada sedih.
548Please respect copyright.PENANABkdi9fBP36
" Huh! Spesial kata mu? Jangan mengada - ada, cepat pergi sebelum aku melaporkan tindakan mu ini kepada ayah ku!" Ancam Vivian dengan nada acuh.
548Please respect copyright.PENANAjlFHGdQstn
"..." Luo Nang terdiam.
548Please respect copyright.PENANAZ3QVyqfvOg
Dia mengangguk dengan ekspresi tanpa daya dan berjalan menjauh.
548Please respect copyright.PENANAjzUY1k14Bj
" He he, Vivi lihat wajah Luo Nang itu. Dia sepertinya tidak akan menyerah untuk terus mengejar mu." Ucap Yim Shu dengan nada main - main.
548Please respect copyright.PENANAc1yRD1xxoO
Vivian melirik ke arah Luo Nang dan dia mendengus kesal.
548Please respect copyright.PENANAPEXONd5fqy
" Huh, seperti nya begitu. Aku akan meminta ayah untuk memberikan peringatan kepada nya nanti." Kata Vivian dengan suara dalam.
548Please respect copyright.PENANArJ0dr5b6ys
Yim Shu mengangguk dengan senyum main - main. Dia melihat Vivian lebih dekat dan tiba - tiba menghela nafas tanpa daya.
548Please respect copyright.PENANAJ9FllVV36u
" Vivi, apa kamu masih sedih dengan kematian Kakak Juna?" Tanya Yim Shu dengan ekspresi sedih.
548Please respect copyright.PENANA8PMd89RHuG
Vivian langsung membeku, dia menunduk dengan ekspresi sedih dan air mata nya mulai berlinang di mata nya.
548Please respect copyright.PENANAnjf6XjcpX0
" Maaf Vivi, aku tidak bermaksud membuat mu sedih kembali!!" Yim Shu panik dan memeluk Vivian dengan erat.
548Please respect copyright.PENANAlEyVGW3DI4
" Tidak apa, aku paham maksud mu kok." Balas Vivian dengan suara pelan.
548Please respect copyright.PENANAyT2vJVBnQ0
Yim Shu memeluk tubuh saudari baik nya dengan lebih erat dan berbisik pelan di telinga nya.
548Please respect copyright.PENANAs0NHp6RPbU
Setelah beberapa saat momen sedih berlangsung, akhirnya mood Vivian kembali seperti sebelum nya.
548Please respect copyright.PENANAoPz3L0sy7F
Yim Shu menghela nafas lega dan tiba - tiba teringat sesuatu.
548Please respect copyright.PENANAu9mPaEDyiJ
" Oh ya, Vivi coba kamu lihat postingan ini!" Yim Shu menyalakan ponsel nya dan memperlihatkan sebuah foto kepada Vivian.
548Please respect copyright.PENANAt2imiLoOPY
Vivian awal nya tidak terlalu tertarik, namun begitu dia melihat foto mobil Lamborghini Aventador berwarna hitam, dia langsung merebut ponsel Yim Shu dan mengamati foto itu lebih dekat.
548Please respect copyright.PENANA5eFZ7u4fRr
" Ini... Tidak mungkin, bagaimana bisa mobil ini muncul di universitas?" Gumam Vivian dengan nada tidak percaya.
548Please respect copyright.PENANAhjk4CoL1sj
Yim Shu merasa bingung dan memiringkan kepala dengan ekspresi imut.
548Please respect copyright.PENANA1Q7OyHDS8U
" Vivi, kamu mengetahui mobil ini?" Tanya Yim Shu dengan nada ragu.
548Please respect copyright.PENANAJaxqYzraWg
Vivian tanpa sadar mengangguk dan menjawab, " Ini adalah mobil Kakak ku. Kenapa bisa ada di parkiran universitas sekarang?"
548Please respect copyright.PENANADyvEgZd3fT
" Apa kamu yakin Vivi? Menurut caption postingan, mobil ini milik seorang mahasiswa baru yang baru saja datang hari ini." Ucap Yim Shu dengan ekspresi ragu.
548Please respect copyright.PENANAqXPbhl9fsS
" Tentu saja! Aku yakin mobil ini adalah milik Kakak ku. Soal nya di Negara Naga hanya ada satu mobil yang seperti ini, yaitu milik Kakak ku." Jelas Vivian dengan nada serius.
548Please respect copyright.PENANAOFJpY7mQg9
" Lalu, siapa yang membawa mobil ini ke universitas?" Tanya Yim Shu dengan ekspresi kebingungan.
548Please respect copyright.PENANAaSUUXsDcKu
"..." Vivian terdiam. Dia menunduk dan berfikir keras selama hampir satu menit sebelum kemudian mengingat sesuatu.
548Please respect copyright.PENANAEt2Niizdm4
" Jangan - jangan, mahasiswa baru itu...."
548Please respect copyright.PENANAfuLKM29h1Z
Bruak!
548Please respect copyright.PENANAXlZ4cyoGt3
Sebelum Vivian menyelesaikan ucapan nya, pintu kelas tiba - tiba di buka dengan keras dan seorang pemuda tampan berambut hitam berjalan masuk sambil di kelilingi oleh beberapa mahasiswi.
548Please respect copyright.PENANAVbWGNCC0Zk
" Kalian ini, apa kalian juga mau mengikuti kelas farmasi?" Tanya Brian Won dengan nada ragu.
548Please respect copyright.PENANA13OiQjmntn
" Tidak, kami hanya ingin mengantarkan anda." Jawab salah seorang mahasiswi berkaca mata dengan jujur.
548Please respect copyright.PENANAS4SccajE1c
"..." Brian Won terdiam.
548Please respect copyright.PENANAtpAL1xFA2F
Dia merasa sakit kepala menghadapi kumpulan mahasiswi ini.
548Please respect copyright.PENANAIJgUHExeOe
" Hah, kalau begitu terima kasih telah mengantarkan aku.... Sekarang kalian bisa pergi ke kelas kalian sendiri." Kata Brian Won dengan nada tanpa daya.
548Please respect copyright.PENANA0wbweBhO1K
Mahasiswi itu mengangguk dan pergi satu demi satu. Selang satu menit, Brian Won akhirnya bebas dari kerumunan mahasiswi itu dan dia mulai mencari keberadaan Vivian.
548Please respect copyright.PENANAfHLurWVpch
Saat dia melihat Vivian yang duduk paling depan di pojok kelas, Brian merasa sedikit bersemangat dan berniat pergi mendatangi Vivian.
548Please respect copyright.PENANAUKdJVQojKk
Namun baru beberapa langkah, Luo Nang tiba - tiba muncul bersama dengan beberapa mahasiswa dan menghadang Brian Won.
548Please respect copyright.PENANABo7gpTI0aP
" Eits, bro mau pergi kemana kau?" Tanya Luo Nang dengan nada main - main.
548Please respect copyright.PENANAQnXiln9NZv
" Hem? Aku ingin menyapa gadis yang berambut pink itu. Jadi bisakah kalian minggir dari jalan ku?" Jawab Brian Won dengan nada datar.
548Please respect copyright.PENANA6g6mhGwFqy
Luo Nang terkejut, dia menutup wajah nya dan mulai tertawa secara terbuka.
548Please respect copyright.PENANAJiXJIKeRP7
" Ha ha ha ha, apa kau bilang? Kau ingin bicara dengan Vivian? Jangan harap, Vivian tidak akan sudi bicara bersama mu." Kata Luo Nang dengan nada mengejek.
548Please respect copyright.PENANAUYjPA1joTT
Mahasiswa lain yang datang bersama Luo Nang ikut tertawa dan mengejek Brian tanpa ampun.
548Please respect copyright.PENANA7tXqdXDZLp
Menghadapi ejekan dari orang - orang ini, Brian terlihat sangat tenang dan tidak terpancing sedikit pun dengan provokasi mereka.
548Please respect copyright.PENANAfLjBW5FLQh
Sementara itu, Vivian langsung tertarik begitu ia mendengar ucapan Luo Nang yang terdengar cukup keras.
548Please respect copyright.PENANA17DUyHaBuq
" Vivi, pemuda tampan itu... Mungkin kah dia murid baru yang membawa mobil milik Kakak mu?" Tanya Yim Shu tanpa sadar.
548Please respect copyright.PENANA3NvF106AFV
"..." Vivian tidak menjawab, dia hanya mengangguk lembut sebagai tanggapan.
ns216.73.216.133da2


