Setelah selesai menginput nilai, kami berempat pulang. Muti minta diantar Gw untuk mengambil motornya di bengkel. Bu Nisa dan Kak Sinta seperti biasa pulang menggunakan ojol. Selama diperjalanan Gw mencoba bertanya ke Muti tentang hal yang tadi dia obrolin bersama Kak Sinta.
206Please respect copyright.PENANAB68enj7Jg6
"Jadi gimana? Ngobrol apa aja sama Kak Sinta tadi?" tanya Gw.
206Please respect copyright.PENANA0rA99etP3r
"Maaf ya, Jak. Aku su'uzhon sama kamu." jawab Muti.
206Please respect copyright.PENANA9PkbyMCBC5
"Iyaa, gapapa."
206Please respect copyright.PENANASxRNAn144E
"Dan ternyata bener kata Kak Sinta. Kamu emang baik ya."
206Please respect copyright.PENANAWpiCFYPm9n
"Baik gimana tuhhh??" tanya Gw meledek.
206Please respect copyright.PENANA5wZkMy918W
"Dihh, jadi males muji kalo orangnya pede banget gini."
206Please respect copyright.PENANAsr8GUj1nWM
"Biarin, yang penting baik hati wleee."
206Please respect copyright.PENANAxrzUuIOm0P
"Tapi, emang tadi kalian ngobrolin apa aja?" tanya Gw.
206Please respect copyright.PENANAGjiFp2WaNF
"Nanti aja di rumah aku ceritain. Sekarang intinya, kamu baikkkk." jawab Muti yang langsung memeluk Gw dari belakang saat Gw bonceng. Ya, kita bagaikan dua orang yang sedang berpacaran.
206Please respect copyright.PENANACWuvo7W0Ur
"Jadi berapa, Pak?" tanya Muti ke kasir bengkel.
206Please respect copyright.PENANAqM9AGrvoZf
"Ini semua rinciannya."
206Please respect copyright.PENANAgqAGUtmHlV
"Mahal banget ya." kata Muti.
206Please respect copyright.PENANAZZXTASq4NS
"Makanya, rawat yang bener biar enggak mahal kalo di service." omel Gw.
206Please respect copyright.PENANAYlC4ExdWCj
"Iyaa, iya." jawabnya.
206Please respect copyright.PENANA6lcCiS8gSr
"Ini, Pak." ucap dia saat memberikan sejumlah uang yang diminta oleh kasir bengkel tersebut.
206Please respect copyright.PENANABrsoqXtxVx
"Ciee, motornya udah sehat." ledek Gw.
206Please respect copyright.PENANA61z27SJ4t5
"Au ahhh." balasnya.
206Please respect copyright.PENANAuSfYRFVpbq
"Kamu abis ini jadi kan ke rumah aku?." tanya Muti.
206Please respect copyright.PENANAzAbyNTldZa
"Jadi dooong."
206Please respect copyright.PENANAfCECWi0RdZ
"Ayukk. Nanti aku ceritain." ajak Muti.
206Please respect copyright.PENANAR21JZMc7UV
Lalu kami berangkat ke rumah Muti menggunakan motor masing-masing. Sesampainya di rumah Muti, Muti langsung mengajak Gw ke kamarnya.
206Please respect copyright.PENANA0IYvmXxJ56
"Di kamar aku aja, ya. Gapapa kan?" tanyanya.
206Please respect copyright.PENANAp65CDRjNTw
"Takutnya pas kita cerita ibu pulang, terus ibu denger." tambah Muti.
206Please respect copyright.PENANAwG0YLo4q9u
Gw hanya bisa mengikuti perintahnya aja. Selama itu tidak memberatkan Gw. Apalagi ini diajak ke kamarnya. Hahahaha.
206Please respect copyright.PENANAhz2TerTvKn
"Jadi gimana?" tanya Gw setelah menaruh tas lalu duduk di kasurnya.
206Please respect copyright.PENANAtXm4XHGfak
"Ya gitu." jawab Muti untuk mengawali ceritanya.
206Please respect copyright.PENANAorjH4g5yel
Muti pun menceritakan obrolan apa saya yang terjadi ketika tadi ia bersama Kak Sinta di ruang TU. Mulai dari Gw pergoki Kak Sinta, hingga Gw membatu Kak Sinta keluar dari kekangan Pak Hendra.
206Please respect copyright.PENANA09am9q1Zte
"Jadi, sekarang gimana? Masih kesel?" tanya Gw.
206Please respect copyright.PENANAnve2sv7jtg
"Enggak doong." jawabnya.
206Please respect copyright.PENANAiVyQoGJvWq
"Awas ajaa kalo su'uzhon lagii." ucap Gw.
206Please respect copyright.PENANAUNbnvNmM92
"Emang kenapa kalo su'uzhon lagi, wleee." ledeknya.
206Please respect copyright.PENANAcEFDANdeFh
"Aku kelitikin kayak gini." ucap Gw yang langsung Gw menggelitiknya pinggangnya.
206Please respect copyright.PENANA3o4jlkAqym
"Ihh, Jakaaa. Geliiii. Hahahaha." katanya yang langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur.
206Please respect copyright.PENANAFR6cBTKrfb
"Biarin. Biar tau rasa." canda Gw.
206Please respect copyright.PENANAIbr4Ws0E2H
"Jakaaa, stop ihh. Aku gelian tauu. Aaahhhhahahaha."
206Please respect copyright.PENANAq1vPBe9FYW
"Ini adalah hukuman buat Muti yang udah su'uzhon." ucap Gw sambil masih menggelitiknya.
206Please respect copyright.PENANAiN7LbpquMy
"Iiiiihh. Aku bilangin ibu aku nihh anaknya disiksaaa."
206Please respect copyright.PENANAz1rcaeOqvy
"Ohh, mau ngadu nihhh. Okee aku tambahin nih hukumannya." kata Gw yang langsung memasukan tangan Gw ke dalam bajunya lalu mengelitiknya langsung ke pinggangnya.
206Please respect copyright.PENANA6h2l4Tda5o
"Jakaaaa, geliii tauuuuu." kayanya sambil sedikit berontak.
206Please respect copyright.PENANA3NR1hVvtT4
"Hahaha. Emang enakk."
206Please respect copyright.PENANA32hLwCP8Wx
"Udah ihh, capek ketawaaa. Hahahaha." katanya meminta untuk menghentikan hal itu.
206Please respect copyright.PENANA72VewGwK2k
"Iya ihh capek." ucap Gw yang ikut merasa capek karena menggelitiknya.
206Please respect copyright.PENANAGIs668WC6h
Tanpa mengeluarkan tangan Gw yang masih berada di dalam bajunya.
206Please respect copyright.PENANAaDrmIUnY0g
"Haa huu haa huu." Muti menarik nafas lalu mengeluarkannya seperti seperti orang yang mau melahirkan sambil menatap ke langit-langit kamarnya.
206Please respect copyright.PENANA6DKP3uB7uu
"Kenapa, Mut?" tanya Gw mengangkat kepala dan menatap Muti dengan posisi menyamping bertumpu dengan lengan Gw yang satunya lagi.
206Please respect copyright.PENANAYwRttvbFnc
"Rahang aku pegel nihh, ketawa mulu." protesnya sambil masih melakukan hal itu.
206Please respect copyright.PENANAffVWiiJxus
"Makanyaaa, jangan su'uzhon sama akuu."
206Please respect copyright.PENANAopcuKYcu6C
"Enggak su'uzhon kokk." ucapnya tetapi seakan menahan kalimat terakhirnya.
206Please respect copyright.PENANAL64i9nUuB1
"Tapi???" tanya Gw.
206Please respect copyright.PENANAGQAVErgn7d
"Berburuk sangkaaaa. Hahaha."
206Please respect copyright.PENANAstxTPQmPjW
"Sama ajaa."
206Please respect copyright.PENANAL2k41cdQ3d
Lalu suasana menghening.
206Please respect copyright.PENANASnnFG2hRCp
"Udah lama aku enggak ketawa se lepas ini." ucap Muti di kala hening.
206Please respect copyright.PENANA3lrHAO6S1c
"Enggak enak yaa jadi orang yang bikin orang lain ketawa mulu padahal dirinya juga pengen ketawa." ucap Gw.
206Please respect copyright.PENANAoW6QSzDRZz
"Nah, kamu tauu."
206Please respect copyright.PENANAMz7aw4kkuy
"Tau doong."
206Please respect copyright.PENANADXltDlsxeA
"Makasih yaa." ucap Muti yang kini matanya menatap ke arah Gw sambil tersenyum.
206Please respect copyright.PENANADEf8ZSQotd
*Cuppsss
206Please respect copyright.PENANAyw4Lg99ce8
Gw cium bibir indah Muti. Senyumnya semakin lebar.
206Please respect copyright.PENANA3kha6GERsR
*Cuppsss
206Please respect copyright.PENANASEH9OnKUf1
Gw cium kembali bibir Muti. Kini dia membuka mulutnya agar Gw bisa mengeksplorasi lebih dalam. Muti juga mengikuti permainan lidah Gw sehingga kami bergumul dalam permainan lidah kami berdua.
206Please respect copyright.PENANAVoQtzVXM5S
Disaat itu juga Gw merasa bahwa ini adalah momennya. Sebuah momen yang sudah ditunjukkan lampu hijau olehnya. Sebuah momen yang jika tidak dimulai maka Gw akan menyesal nantinya.
206Please respect copyright.PENANA6gMLEXmH6W
1...
206Please respect copyright.PENANA8iIbAWiywF
2...
206Please respect copyright.PENANA2vLMeJCK1D
3...
206Please respect copyright.PENANAUjpIMvyXjl
Gw pindahkan tangan yang masih berada di dalam baju Muti menuju ke payudaranya ynag yang masih terbungkus BH nya. Muti terkaget, permainan lidahnya terhenti.
206Please respect copyright.PENANAOh282PWc8o
Gw yang mengetahui hal itu hanya melanjutkan saja permainan lidah Gw begitu juga dengan tangan Gw. Gw remas-remas perlahan bukit yang masih terbungkus BH itu. Tangan Muti kini menggenggam tangan Gw tapi tidak mencoba untuk menghentikan Gw.
206Please respect copyright.PENANA3clO0P4uMI
Lalu Gw mencoba untuk memasukkan tangan Gw ke dalam BH nya. Lidah Gw masih bermain dengan lidahnya. Gw remas-remas dari dalam, Gw merasakan puting Muti yang kini sangat terasa keras.
206Please respect copyright.PENANAX3AzKBuaaM
Gw tarik tangan Gw keluar dari baju Muti. Gw tarik lengan Muti untuk memposisikan tubuhnya menyamping menghadap Gw. Lalu tangan Gw masuk kembali ke belakang baju Muti, mencari pengait BH nya lalu membukanya.
206Please respect copyright.PENANAftzHFcFmjr
*Settt
206Please respect copyright.PENANA51GVoW7pQo
Kini BH Muti sudah kendor tanpa pengait. Langsung saja Gw sikap BH nya ke atas agar bisa leluasa tangan Gw memainkan payudaranya yang sudah tidak terbungkus BH di dalam bajunya.
206Please respect copyright.PENANATXpyTIedTS
Muti mulai memainkan perannya. Bibirnya kini semakin beringas menciumi bibir Gw. Bahkan beberapa kali mulutnya menyedot lidah Gw hingga Gw tak bisa berbuat apa-apa selain memainkan toketnya.
206Please respect copyright.PENANAROdvMsbmz7
Merasa sudah cukup memainkan toketnya dengan tangan, Gw tarik bajunya hingga tersingkap ke atas. Gw hentikan ciuman kami. Muti menatap Gw.
206Please respect copyright.PENANAbYFpbgZLdn
"Nakalll." ucapnya.
206Please respect copyright.PENANAX4xpkKGBlc
Gw hanya bisa tersenyum.
206Please respect copyright.PENANAiimvKdMlJB
Kini Gw memulai untuk menjilati toketnya. Gw turunkan posisi tidur Gw agar kepala Gw sejajar dengan toketnya.
206Please respect copyright.PENANAJyl9g2vZvZ
*Lickk
206Please respect copyright.PENANAB2jP7FirD5
Gw jilat putingnya sekali.
206Please respect copyright.PENANA6VH8Ih0MD5
"Ssshhh." desah Muti.
206Please respect copyright.PENANAktAc58Iu4c
Gw mainkan pentilnya dengan lidah Gw. Lalu Gw menyusu bagaikan seorang bayi yang sedang haus akan susu ibunya.
206Please respect copyright.PENANAr0mKVm7q05
Gw gerakkan lidah Gw ke atas dan ke bawah pada puting Muti. Dia pun merasa kegelian akan hal itu.
206Please respect copyright.PENANAGOMjT8ytHL
"Ihhh, gelii tauu." ucapnya.
206Please respect copyright.PENANAasJ9hzXIay
Gw kembali menyusu pada toketnya, tapi tangan Gw tidak tinggal diam. Gw buka kancing celananya lalu Gw pelorotkan perlahan celananya. Tangan Gw gerayangan di pantat Muti. Gw remasnya lalu pindah ke bagian depan.
206Please respect copyright.PENANAouzRUe813t
"Tangannya ihhh." ucapnya.
206Please respect copyright.PENANAdmD7m7YuYn
Gw masukkan tangan Gw ke celana dalamnya. Terasa beberapa rambut halus kemaluannya menggesek tangan Gw. Kini jari jemari Gw sudah di permukaan liang senggamanya.
206Please respect copyright.PENANARSUK5JUstg
"Jaakkk." teriaknya lalu menjambak Gw agar melepaskan aktivitas menyusu Gw.
206Please respect copyright.PENANA0WEkg82FZf
"Aku masih perawan, Jak." ucapnya. Benar ternyata tebakan Gw.
206Please respect copyright.PENANAJ4FpbtWblG
"Iya aku tauu." jawab Gw.
206Please respect copyright.PENANAOeXFcysFVF
"Jangan mainin itunya." ucap Muti.
206Please respect copyright.PENANAVWugT2H4qD
"Kalo di elus-elus doang masih perawan kok, Mut. Asal enggak dimasukin aja." ucap Gw agar Muti percaya.
206Please respect copyright.PENANATGOuPJzU20
Gw lanjutkan aktivitas menyusu sambil menggesek-gesekkan jari Gw di sekitar permukaan memek Muti. Kini memeknya sudah terasa basah.
206Please respect copyright.PENANAMEskhj4w0x
Gw buka bibir vaginanya agar bisa gw temukan klitorisnya. Gw celupkan sedikit jari Gw agar basah lalu Gw gesek klitorisnya hingga kaki Muti bergerak gelisah.
206Please respect copyright.PENANAMB8b3wC38x
Tangan Muti kini memeluk Gw, Gw masih saja menyusu sambil menggesek jari Gw di permukaan memek Muti. Kakinya tidak bisa diam, merasa kegelian yang tidak pernah dia rasakan.
206Please respect copyright.PENANAWeYMQ8z0NF
"Aku buka aja ya, Mut." tanya Gw.
206Please respect copyright.PENANAjn8KTeeRfs
Muti hanya mengangguk dengan mata terpejam.
206Please respect copyright.PENANAFBRNOMXRUZ
Gw lucuti pakaiannya satu persatu hingga hanya tersisa jilbabnya. Saat sudah telanjang sepenuhnya, Gw lanjutkan menyusu padanya lalu Gw buka pahanya agar bisa dengan mudah Gw mainkan memeknya.
206Please respect copyright.PENANAXBK5RdNAeP
"Sshhhh. Aahhhhh." desahannya diikuti gerakan kakinya yang tidak karuan.
206Please respect copyright.PENANAPVxY0Fz4j2
Setelah beberapa menit, Gw hentikan permainan Gw pada toketnya. Gw bangun lalu memposisikan tubuh duduk di depan memeknya. Gw buka pahanya lebar, lalu kepala Gw turun menuju memeknya.
206Please respect copyright.PENANA7kzCROVmaG
Lidah Gw yang awalnya bermain dengan lidahnya, lalu toketnya, kini bermain dengan memeknya. Gw jilati perlahan memeknya, kadang bermain dengan klitorisnya seperti Gw menjilati pentilnya.
206Please respect copyright.PENANApGxQbbsKL5
"Jakk. Sshhhh. Kok enakkk." ucapnya.
206Please respect copyright.PENANA5lG1SRdmos
Gw mempercepat gerakan lidah Gw memainkan memeknya, bergerak ke atas lalu ke bawah.
206Please respect copyright.PENANANsj4YvnRAP
"Jaakk, kok aku ngerasa aneehhhhh." racaunya.
206Please respect copyright.PENANAG7kZaTcx83
Gw semakin mempercepat permainan lidah Gw di memeknya, hingga Muti merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan.
206Please respect copyright.PENANA4Tngag8Fh7
"Jaakkk, aku mau pipisss."
206Please respect copyright.PENANAYypVv6z4Tz
Dan benas saja, tak berapa lama setelah itu keluar cairan cinta dari liang senggama Muti diikuti dengan kakinya yang menendang-nendang tak karuan.
206Please respect copyright.PENANAI2SJr53T2i
Lelah setelah membuat Muti orgasme, Gw rebahkan tubuh Gw di samping Muti. Gw peluk Muti yang masih terkulai lemas tanpa benang sehelai pun di tubuhnya. Hanya jilbabnya saja yang masih menutupi rambutnya.
206Please respect copyright.PENANABJcGKJAVeM
"Kamu, kok... " ucap Muti yang tidak melanjutkan kalimatnya.
206Please respect copyright.PENANAIvTuEZWBAZ
"Kenapa?" tanya Gw takut bila Muti marah.
206Please respect copyright.PENANAGseZkPk0g0
"Gapapa." ucap Muti tersenyum lalu mencubit pipi Gw.
206Please respect copyright.PENANAfak39wJ7Rw
Muti memeluk Gw, lalu diciumnya bibir Gw.
206Please respect copyright.PENANAkvVRE7FkJM
"Ihh, bau." kata Muti.
206Please respect copyright.PENANAxMXbjJQCgB
"Kan itu punya kamu. Hahahaha."
206Please respect copyright.PENANAtDhNtZoAAc
Lalu Muti mengambil bajunya dan mengelap mulut Gw. Dilemparkan bajunya entah kemana lalu kembali memeluk Gw.
206Please respect copyright.PENANAzykmDElFc9
Gw ikut memeluk Muti, bahkan Gw angkat kaki Gw lalu menaruhnya di atas pahanya dan menjadikan Muti seperti sebuah guling. Dengan posisi seperti itu, wajar saja bila kontol Gw yang tegak berdiri menusuk perutnya.
206Please respect copyright.PENANAit97ZAr5GI
"Ihh, kena ininya." ucap Muti.
206Please respect copyright.PENANAlrS7Emgkes
Muti yang penasaran mengelus kontol Gw yang masih terbungkus celana. Dia remas-remasnya tidak tahu mesti berbuat apa.
206Please respect copyright.PENANAs1NjVTMHBC
Karena sangat penasaran, dia membuka kancing celana Gw lalu diturunkannya sedikit. Diturunkannya celana dalam Gw lalu terpampanglah kontol Gw yang tegak mengacung.
206Please respect copyright.PENANADT9FAONzj7
"Ini penis kamu, Jak?" tanyanya.
206Please respect copyright.PENANAkgT4a9gA2F
Dia peganglah kontol Gw seperti memegang gagang sapu. Dijepitnya kepala kontol Gw dengan menggunakan jempolnya. Lalu dia kocok kontol Gw perlahan dengan tempo yang berantakan.
206Please respect copyright.PENANAD6XxajAHLV
"Kamu mau apain, Mut?" tanya Gw.
206Please respect copyright.PENANA1DXfTgZ0Gw
"Gak tau aku juga." jawabnya.
206Please respect copyright.PENANAxAgMPrDX2Q
"Mau aku kasih tau gak?" tanya Gw.
206Please respect copyright.PENANAOtWGYvus1r
"Apa?"
206Please respect copyright.PENANAqRZa4W4v5i
"Lakuin hal yang sama seperti yang aku lakuin ke kamu tadi aja." Gw bilang.
206Please respect copyright.PENANAlV4MSuQEfl
"Hmmmm." Muti berfikir apa dia bisa melakukan hal itu atau tidak.
206Please respect copyright.PENANAtD3H6b8Cir
Lalu Muti bangun dan duduk di antara kedua paha Gw. Lebih tepatnya, di depan kontol Gw. Dia masih memegang kontol Gw sambil mengocoknya perlahan.
206Please respect copyright.PENANA78po93jBdi
"Cobain aja, Mut. Kayak aku tadi ke kamu." ucap Gw.
206Please respect copyright.PENANABFCKNL1uTQ
Muti mulai menurunkan kepalanya menuju kontol Gw. Dijilatnya kontol Gw perlahan. Melihat hal itu Gw pun berpura-pura mendesah keenakan sepertinya halnya dia tadi.
206Please respect copyright.PENANAIs1h7hcgo9
"Sshhhhh." Gw mendesis.
206Please respect copyright.PENANA98VmeagcCE
"Kamu kenapa?" tanyanya.
206Please respect copyright.PENANA2lFpHE2ZQg
"Gapapa, geli."
206Please respect copyright.PENANAhVcz9Ul7wT
"Kayak aku tadi ya?"
206Please respect copyright.PENANAYR13g3nite
Gw hanya mengangguk.
206Please respect copyright.PENANAXuvNaZ3TCE
Dijilatnya lagi kepala kontol Gw, Gw hanya bisa memejamkan mata seperti yang dilakukannya tadi. Dia mulai memasukkan kepala kontol dia ke mulutnya. Di lumatnya perlahan hingga kepala kontol Gw basah.
206Please respect copyright.PENANA5oAaWBCwat
Sesekali dia sedot kepala kontol Gw, kadang dia mainkan lubang pipis Gw dengan lidahnya. Kini dia mulai memasukkan kontol Gw perlahan, sebisanya. Sekali masuk, dua kali masuk, tiga kali masuk. Dia ulangi terus menerus hingga 1/3 kepala kontol Gw sudah basah dengan liurnya.
206Please respect copyright.PENANAbQcWUjG59Z
Tak ingin dia bosan karena harus melakukan hal itu terus menerus dan peju Gw lama keluar, Gw pasrahkan saja tanpa Gw tahan agar tidak lama keluar. Semakin lama Muti bermain dengan kontol Gw, semakin dalamnya dia bisa memasukkan kontol Gw ke dalam mulutnya. Hingga dia bisa memasukkan setengah dari panjang kontol Gw.
206Please respect copyright.PENANAhePtYg9jBZ
"Mut, dikit lagi mau keluar." ucap Gw ketika merasakan bahwa peju Gw akan menyemprot keluar.
206Please respect copyright.PENANATlQNPJtIoP
"Keluar apa?" tanya Muti.
206Please respect copyright.PENANAiGeATnfPYm
"Sperma aku." jawab Gw.
206Please respect copyright.PENANAGT2EqEDWH3
"Oohhh."
206Please respect copyright.PENANAeY6rF5qEEw
"Mau dikeluarin di tangan kamu atau mulut kamu, Mut?" tanya Gw.
206Please respect copyright.PENANANg4kIyviUo
"Ihh, masa di mulut. Jorok."
206Please respect copyright.PENANAV5osT32p0h
"Enggak, enggak jorok. Sperma kan beda sama pipis. Malah mengandung banyak protein dari artikel yang aku baca."
206Please respect copyright.PENANAT9AP3nNcYj
"Beneran?" tanya Muti.
206Please respect copyright.PENANAMMM9Dl4Vtb
"Iya, coba aja deh."
206Please respect copyright.PENANAm01SGCSC4q
Lalu Muti melanjutkan sepongannya terhadap kontol Gw. Dia mulai mempercepat gerakan kepalanya naik turun dan mulai sambil menyedotnya.
206Please respect copyright.PENANAUpo7DomUdr
"Muuttt." ucap Gw menandakan bahwa peju Gw akan keluar.
206Please respect copyright.PENANAMcWEnGKMk1
*Croottt croottt crott
206Please respect copyright.PENANA8ZH3FQCpdT
Muti memejamkan matanya, menerima semua peju yang menyembur di dalam mulutnya.
206Please respect copyright.PENANACMUoO2QJ20
Diangkatlah kepalanya tanpa membuka mulutnya. Mulutnya seakan-akan menyimpan sesuatu di dalamnya.
206Please respect copyright.PENANA3ulpvs43RP
"Coba liat dong, Mut."
206Please respect copyright.PENANA6WAI7aCeDm
Muti membuka mulutnya, terlihat cairan putih menggenang di dalam mulutnya.
206Please respect copyright.PENANAaJ2G4pvCmG
"Telan aja, Mut. Gapapa."
206Please respect copyright.PENANA2L3FjjTTsi
*Glukkk
206Please respect copyright.PENANA0O3lwiZUZD
"Asinnn." komentarnya.
206Please respect copyright.PENANAfLKbJ5Nctq
"Rada pait." lanjutnya.
206Please respect copyright.PENANAJnq6mi25TB
"Gitu-gitu bisa menghasilkan anak loh." ucap Gw sambil menarik lengan Muti agar merebahkan tubuhnya di atas tubuh Gw.
206Please respect copyright.PENANAGeTN3n7PZE
"Kalo belum terbukti, berarti belum valid." ucapnya.
206Please respect copyright.PENANAC1xH4ZQWIf
"Nanti kalo kita udah nikah aku buktiin dehh." kata Gw yang lalu memeluk tubuh telanjang Muti.
206Please respect copyright.PENANAyqOmWPAhMz
"Pintu kamar enggak dikunci, nanti ibu masuk apa enggak bahaya Mut?" tanya Gw.
206Please respect copyright.PENANArtLkbb4yKq
"Ehh, iya. Sebentar aku kunci dulu."
206Please respect copyright.PENANAEC6drs4zAw
Muti bangun dari tubuh Gw. Dia berjalan dengan tubuh bugilnya menunjukkan pantat dan pinggulnya yang berlenggak-lenggok menuju ke arah pintu lalu menutup dan menguncinya.
206Please respect copyright.PENANAmnlofquOpB
Lalu dia kembali ke arah Gw. Direbahkannya lagi tubuhnya di atas tubuh Gw. Dia memeluk Gw, menikmati momen yang indah itu.
206Please respect copyright.PENANAICdsQoddE0
"Suka gak, Mut?" tanya Gw.
206Please respect copyright.PENANAvU1EaWJ3Yt
"He'eh. Kamu?" tanyanya balik.
206Please respect copyright.PENANA5Sech47aUR
"Iya." jawab Gw singkat.
206Please respect copyright.PENANAhWQuPbWKaf
Kami menikmati momen itu bersama. Cuddle mesra di waktu senja, terkulai lemas setelah syahwat terlepas. Lalu dalam keheningan itu Muti bertanya.
206Please respect copyright.PENANAzUsRGoQOjW
"ML itu enak gak sih, Jak?"
206Please respect copyright.PENANALxVcwWzWiy
"Hahh??" ucap Gw yang kaget akan pertanyaan Muti.
206Please respect copyright.PENANAwDQkGSypWb
"Kok kaget?" tanya Muti heran.
206Please respect copyright.PENANAjLpxnAkfWo
"Ya kaget lah."
206Please respect copyright.PENANAEEQQkcegG2
"Ihh, aku nanya doang. Bukan mau ngajak. Geer ajaa." jawabnya.
206Please respect copyright.PENANAAKAvnPh5ww
"Aku penasaran, kayak kok Sinta mau gitu ML sama pacarnya. Temen-temen aku juga ada yang cerita, dia begitu." jelasnya.
206Please respect copyright.PENANAaIkRB8Uq6K
"Ya tadi kamu ngerasain sendiri kan enaknya gimana?" tanya Gw.
206Please respect copyright.PENANAUisYFlkQ00
"Emang rasanya ML begitu?" tanya Muti.
206Please respect copyright.PENANACUaNpW7uv2
"Lebih dari itu malah." jawab Gw.
206Please respect copyright.PENANAqJh3ua5O4G
"Hmm, aku masih belum siap tapi." ucapnya.
206Please respect copyright.PENANAw0GxD4JMhq
"Yaa yang nyuruh juga siapa. Enggak ada yang maksa kamu kan."
206Please respect copyright.PENANANmBfvu67rW
"Kali kamu kepengen gitu. Akunya belum siap." ucap Muti.
206Please respect copyright.PENANAdCOl4ubO6T
"Aku mah tergantung kamunya aja, Mut. Aku juga enggak ngerti caranya gimana. Jadi gatau." kata Gw berbohong.
206Please respect copyright.PENANA1NrPCfD273
"Lagipula, kayak gini juga aku udah suka. Bisa berduaan sama kamu. Ini adalah sore yang paling indah yang akan selalu aku inget." ucap Gw.
206Please respect copyright.PENANA1zIfFQ9m5P
"Makasih, Jakk." ucap Muti yang lalu mengencangkan pelukannya.206Please respect copyright.PENANA9sA4AeiIwi


