Dinda dengan sigap berlari memasuki kamarnya, mulutnya masih sibuk mengunyah roti yang ia genggam. Setelah mencari-cari benda kecil itu, ia pun menemukannya. Sementara Bima yang tengah menunggu, kini mulai berteriak kesal; "Cepatlah!! Nanti kamu terlambat"
799Please respect copyright.PENANAwPGxX2PFDj
Mendengar panggilan Ayah, Dinda lantas bergegas kembali ke halaman rumah.
799Please respect copyright.PENANAVHT1KLRaau
"Sudah tidak ada yang ketinggalan?" tanya Bima, memastikan.
799Please respect copyright.PENANAm9eYvCmD5E
Dinda menggelengkan kepala, kemudian menunjukan sekotak alat lukis yang tadi ia cari, "Sudah ketemu" jelasnya sambil tersenyum lebar.
799Please respect copyright.PENANAQmRYkZdHTe
Keduanya pun memasuki mobil, lantas beralalu menuju sekolah. Bima memang rutin mengantar Ayunda untuk berangkat ke sekolah. Meski arah tempatnya bekerja tak sejalur, namun dirinya masih kekeh untuk mengambil tanggung jawab tersebut. Ia menolak memberikan tugas tersebut kepada Ayunda, lantaran mengkhawatirkan jika Dinda dapat menghambat keberangkatan isterinya menuju kantor, meski sebenarnya arah kantor Ayunda lebih sejalur menuju sekolah daripada lokasi tempat Bima bekerja.
799Please respect copyright.PENANAD2AlYaICPq
Sesampainya di SMP itu, Ayunda kemudian memeluk ayahnya sebelum turun dari mobil. melambaikan tangan dan dibalas Bima dengan senyuman. Rutinitas itu ia lakukan semenjak menikah dengan Ayunda. menjalin kedekatan dengan anak tirinya seperti dopamin penyemangat disaat dirinya mulai jenuh akan kehidupan.
799Please respect copyright.PENANAgzYrFAcyGJ
Ditempat kerja ia sesekali menelpon isterinya disaat sedang jam istirahat. Ayunda hanya merespon dengan suara lesuh, atau bahkan mengeluh kepada suaminya bahwa jika tak penting, sebaiknya tak usah mengganggu. Kegilaan kerja Ayunda seakan membuat Bima merasa terpinggirkan, jika saja bukan karena Dinda mungkin ia telah meninggalkan wanita itu setelah merasa dirinya tak dianggap.
799Please respect copyright.PENANAc1Nz7BSoFZ
Namun kekecewaan itu seakan hilang apabila ia bertemu Dinda. Berbincang dan bercanda dengan Dinda. Seakan Bima lebih sayang kepada anak tirinya itu daripada isterinya sendiri. Atau bahkan bisa jadi perhatian tersebut telah menjelma menjadi rasa sayang layaknya terhadap kekasih hati.
799Please respect copyright.PENANAYG5w6F0x2X
Besok di hari Selasa, Bima merencanakan sesuatu untuk memberikan kejutan kepada Dinda atas bertambahnya umur ke 15 Tahun. Ia tak membicarakan itu kepada siapapun termasuk isterinya. Kejutan tersebut ia rencanakan agar terlihat lebih mengejutkan nantinya. Dalam rencana tersebut, ia akan berpura-pura pulang ke kampung halaman untuk menjenguk temannya yang sedang sakit. Dinda sendiri biasanya akan berdiam diri dirumah apabila ayahnya tak ada, ia lebih menyibukkan diri dengan hobi lukisnya daripada keluyuran bersama teman seumurannya.
799Please respect copyright.PENANA0DqHzgQfaO
Ayunda sendiri tentunya sibuk dengan kerjaan kantor dan pulang pada larut malam. Sebenarnya awalnya Bima ingin bekerja sama untuk memberikan kejutan kepada Dinda, tapi Bima mengerti bahwa isterinya tentu menolak dan menganggapnya berlebihan akan hal yang tidak terlalu penting baginya. Maka dari itu, ia lebih memilih merencanakan sendiri kejutan tersebut.
799Please respect copyright.PENANAc8IerCw2c4
Selepas jam istirahat, Bima meminta izin kepada tasannya untuk menjemput Dinda. Ia seperti sudah tahu bahwa anaknya telah pulang dari sekolah. Gerimis mulai turun, Dinda yang tengah duduk di dekat gerbang sekolah hanya bisa melihat teman-temannya dijemput oleh orang tuanya atau bahkan supir pribadi bagi mereka berkeluarga kaya. Sesekali ia tersenyum ketika teman sekelasnya melambaikan tangan, memanggil namanya dari kejauhan.
799Please respect copyright.PENANA7RBZOL6q14
Dinda sendiri tak memiliki banyak kenalan disekolah itu, ia juga tak memiliki gerombolan geng yang menjadi tolak ukur kepopuleran seorang siswi. Ia lebih menyaring teman dan juga lebih menghabiskan waktunya terhadap kegemaran melukis. Banyak yang mengatakan bahwa Dinda adalah siswa yang cantik, manis dan juga cerdas, namun dibalik kebaikan itu semua ia juga kerap di cap sebagai anak angkuh yang dingin.
799Please respect copyright.PENANA1ZlFINnXAk
Beberapa siswa juga pernah mencoba mendekatinya, berharap bisa dapat perhatian lebih dari gadis manis itu. Namun nihil, usaha akan perjuangan mereka seakan pupus setelah penolakan demi penolakan. Bima dan ibunya juga tak jarang menanyai kehidupan asmara Dinda; 'Mengapa Dinda tak pernah membawa pacar kerumah?' Gadis itu hanya merespon cuek dan beralih bahwa hal itu tidak penting baginya.
799Please respect copyright.PENANAx16hURLLA2
Ditengah penantiannya, ia kemudian menyipitkan mata seakan memastikan bahwa mobil yang terparkir jauh disana adalah milik ayahnya. Terkaanya pun terjawabkan ketika Bima turun dari mobil tersebut dan tersenyum melambaikan tangan.
799Please respect copyright.PENANA72IsYAS8Ku
Dinda menghampiri ayahnya, "mengapa lama ?"
799Please respect copyright.PENANAgkW9Kf2Y4Q
"Tadi aku mampir membeli buah" jawab Bima, singkat.
799Please respect copyright.PENANAjbK9106phR
"Alasan! ayo pulang..." Dinda memasuki mobil dengan wajah kesal.
799Please respect copyright.PENANAjPxLdQoYGT
Bima sekilas mengamati area sekolah itu, beberapa diantaranya tersenyum kepadanya. Ia tak mengenal namun tetap membalasnya. Tipikal pria yang akrab oleh semua orang adalah Bima, ia tak sungkan untuk membantu sesama, bahkan oleh mereka yang tak ia kenal. Dirinya bahkan tak sungkan berbagi kepada para pengemis dan pengamen, tukang parkir dan juga pedagang kecil dipinggiran jalan. Kebaikan kecil itu sempat mengusik Dinda dan Ayunda; disaat mereka berjalan-jalan menuju puncak, setiap pengamen telah ia berikan uang receh yang membuat Ayunda murka dan mengatainya; 'Jangan menghiraukan mereka! aku tidak suka!' Dinda juga kesal ketika ayahnya memberikan tip parkir kepada lelaki tua didepan minimarket setelah menuntunnya mengeluarkan mobil; 'Ayah! kenapa memberikan tukang parkir uang terlampau banyak! Rp5000 bisa membeli satu kuas lukis!' teriak Dinda dalam perjalanan pulang.
799Please respect copyright.PENANA76zTb6XgLr
Namun omelan mereka hanya dianggapnya angin lalu oleh Bima. Ia tetap bersikuku bahwa tindakan kebaikan nantinya akan terbalas dengan hal baik. Bima sendiri bukanlah tipikal suami yang religius, namun ia percaya kebaikan adalah salah satu hal yang harus dimiliki semua orang. Ia bukanlah pendeta yang memberikan juru selamat kepada seseorang atau ustad yang menasehati setiap orang yang ia temui.
799Please respect copyright.PENANA0sFlEozS0r
Sesampainya ditempat kerja, setelah mengantar Dinda pulang ke rumah, ia menuju pabrik pengelolahan pupuk itu. Atasannya telah meantinya, mempersiapkan tugas yang akan ia berikan kepada Bima. Dengan fokus ia memperhatikan Bosnya menjelaskan akan pekerjaan yang harus ia selesaikan, sesekali ia memastikan dengan menunjuk ke salah satu pengelolahan mesin yang terlihat besar. Keduanya mengangguk dan berpisah sembari berjabat tangan. Atasannya menepuk pundak Bima, seakan ia kagum akan keuletan karyawannya itu. Bima memang merupakan salah satu karyawan yang sangat disenangi di pabrik itu. Dirinya sangat jarang mengeluh, dan memperhatikan segala hal yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ia juga tak begitu marah ketika gajinya dipotong demi kebaikan keuangan perusahaan.
799Please respect copyright.PENANA698Zi8egtT
Menurutnya hal itu adalah kewajaran, mengingat bahwa perusahaan itu adalah salah satu dari anak cabang di mana isterinya bekerja. Jika ia berhenti dari pekerjaannya tersebut, ia tak bisa lagi melihat kunjungan Ayunda di pabrik itu. Meski isterinya tak menghiraukan Bima disaat ia berkunjung, namun setidaknya Bima bisa memperhatikan keuletan isterinya, cara Ayunda menyampaikan data kepada para petinggi membuatnya kagum akan sosok isterinya yang begitu mempesona.
799Please respect copyright.PENANAQALk75hVws
Sore telah berganti malam, Ayunda kini menuju mobilnya untuk segera pulang. Sesaat ia merasa lega bahwa hari ini pekerjaannya tak menumpuk dan bisa untuk segera beristirahat dirumah. Ia juga mendapat pesan dari Bima bahwa akan pulang terlambat dikarenakan pekerjaan dipabrik mengharuskan dirinya tetap tinggal.
799Please respect copyright.PENANAUmjHanSa9E
Ayunda merasa tersaingi, ia seperti tak ingin kesibukan Bima merenggut kebutuhan kasih sayangnya, meski dirinya terlihat agak cuek didepan suaminya, namun di waktu-waktu tertentu ia seringkali menampakkan sikap manja seperti Ayunda kepada ayahnya.
799Please respect copyright.PENANA8rdxapWKh0
Sesaat sebelum mesin mobil dinyalakan, Ayunda kemudian mendapat panggilan masuk dari atasannya;
799Please respect copyright.PENANAxzX06RfnqQ
"Halo, Ayunda.. Kamu masih ingat Brian? ia datang hari ini dan ingin bertemu denganmu"
799Please respect copyright.PENANA7qFF51fgG1
Dinda seakan mematung, ingatannya masih membekas jelas disaat pesta perusahaan di salah satu villa dikota Bali Dua bulan lalu. Ia dipertemukan oleh Brian, salah satu klien luar negeri lainnya yang bekerja sama dengan perusahaan. Brian adalah bule inggris yang dikenalnya memiliki kepribadian keras dan ganas dalam bercinta.
799Please respect copyright.PENANA0vNg0WHGdg
Ia merasa bahwa Brian adalah sosok yang sangat tepat untuk menggambarkan permainan bintang p0rn0. Badan yang tinggi tegap, bercambang dan berotot membuat siapapun wanita hendak mendekatinya. Namun Ayunda tak begitu suka, ia merasa Brian sangat kasar saat mengelolah tubuhnya. Ia sempat demam ketika pulang dari perjalanan bisnis tersebut, mengapa tidak; dirinya dan Brian semalaman bercinta hingga subuh hari, entah berapa ronde telah terlewatkan dan berapa k0nd0m yang berserakan dilantai kamar tersebut.
799Please respect copyright.PENANAJaG8f5t6K0
Jika mengenang kembali kejadian itu, Ayunda seperti ingin muntah.
799Please respect copyright.PENANAZHHhYsrYOG
Namun permintaan Bos seperti sudah keharusan. Ingin rasanya ia menolak atau setidaknya memberikan Seribu alasan. tapi mulutnya seakan merespon bahwa dirinya siap disegala situasi. "Iya.. Aku ingat. Bos sekarang dimana?"
799Please respect copyright.PENANAqKAZXyTB9O
"Datanglah ke hotel Cendrawasih, para staf hotel akan mengantarmu ke ruang vip"
799Please respect copyright.PENANAifwhJk2wOG
Ayunda mengiyakan permintaan atasannya, dengan perasaan bimbang dan juga kesah, ia menyalakan mobil menuju hotel tersebut.
799Please respect copyright.PENANA9jbqzCNQo7
Sesampainya di hotel, Ayunda awalnya nampak kebingunan akan ramainya pengunjung yang datang. Tak hanya turis atau orang lokal, beberapa diantara mereka terlihat sangat berkelas, tergambar melalui pakaian yang mereka kenakan dan barang brended yang menempel ditubuh mereka.
799Please respect copyright.PENANAKbJfVsc1fq
Staf hotel kemudian menghampiri Ayunda, memastikan bahwa dirinya sudah ditunggu disalah satu ruangan hotel tersebut. Lelaki dengan taksedonya itu menuntun Ayunda menuju ruangan dimana letaknya tepat pada diujung lorong lantai tujuh. ia berjalan sembari memastikan penampilannya menarik untuk dilihat oleh para bedeb4h itu.
799Please respect copyright.PENANALEZVHc4oMS
Pintu ruangan tersebut terbuka setelah ketukan ketiga kalinya. Wanita dengan dres seksi itu membuka pintu dan mempersilahkan Ayunda masuk, sementara pemuda yang mengantarnya telah berlalu setelah diberi tip oleh lelaki berbadan gemuk. Bos ayunda merangkulnya, seperti sambutan yang penuh dengan aroma kegilaan.
799Please respect copyright.PENANAgmgZL4S0oS
Minuman keras berbotol mewah berserakan di meja itu, puntung rokok dan juga kacang beserta kulitnya seperti pelengkap akan pesta di ruangan tersebut.
799Please respect copyright.PENANAvr4TFJ13dI
Beberapa diantara mereka sedang asik berkaraoke, meski suara terdengar sumbang namun mereka seperti acuh dan tetap menikmati nyanyian itu. Sedangkan lelaki botak disudut ruangan tengah asik bercint4 dengan salah satu wanita malam yang mereka dapat entah dari mana. Pemandangan kotor tersebut seakan sudah menjadi hal normal bagi ayunda, bahkan ia sendirilah salah satu pemain dalam permainan tersebut.
799Please respect copyright.PENANAiMxqRA7K4O
Setelah diperkenalkan oleh Bosnya, Ayunda yang berdiri dengan anggun tersenyum sembari menyapa para lelaki hidung belang itu. Dalam benaknya, Ayunda berpikir 'jika saja bukan karena uang dan profesi, aku akan meludahi mereka satu-satu' namun dalam dunia bisnis, kemunafikan juga ternyata sangat dibutuhkan.
799Please respect copyright.PENANAfYEo5vAyCI
ia kemudian dipersilahkan untuk duduk. Ia tahu bahwa keberpura-puraan ini akan berlangsung lama. Ia meneguk alkohol dengan pelan sebelum akhirnya Brian menghampiri dan merangkulnya. "Remember me?"
799Please respect copyright.PENANAAuztfu745q
"Yes.. How could i forget" jawab Ayunda tersenyum genit. Dalam senyuman itu terselip kengerian terhadap Brian, dirinya seperti berharap bahwa pesta tersebut segera berakhir. Namun takdir berkehendak lain; Brian kemudian bangkit dari sofa merah panjang itu, mengangkat gelasnya dan berkata kepada para tamu VIP "I'm going to make love to night with Ayunda! Do you want to see it?"
799Please respect copyright.PENANA9xUpntz7gY
Mendengar perkataan tersebut, Ayunda lantas menarik lengan Brian dan berbisik "No! I dont want to do it here" tolak Ayunda memohon. Namun penolakan tersebut tak menghiraukan Brian untuk mulai menjam4 tubuhnya. Ia mulai membuka k4ncing dress ayunda dan meng3cup leher jenjangnya.
799Please respect copyright.PENANACPOth4ZeC6
Mendapat pelecehan yang berlebihan. Ayunda kemudian spontan menarik rambut ikal Brian dan menjauh darinya. Brian yang merasa kesakitan akan perlakuan Ayunda hanya bisa meringis. Ayunda kemudian berdiri dan berkata "Maaf tuan-tuan, hari ini aku bekerja sangat keras dikantor dan lupa akan waktu istirahat. Saat ini aku sangat lelah dan ingin rasanya kehilangan kesadaran. Maka dari itu, aku meminta untuk pulang lebih awal di pesta kalian ini hanya untuk beristirahat sejenak dirumah" Ayunda membungkuk memohon pengampunan sembari meneteskan air mata. Ia tahu bahwa dirinya baru kali ini menolak kegilaan atasannya demi untuk kesehatan mentalnya.
799Please respect copyright.PENANApuOtfQpNSb
Melihat keharuan tersebut, Bos Ayunda lantas berdiri menghampiri dan berbisik. "Pulanglah, tapi jangan harap kamu dapat projek dan bonus besar lagi"
799Please respect copyright.PENANAyxkiB4pOzb
Ayunda yang mendengar ancaman tersebut kemudian terpaku. Ia lantas kembali ke sofa merah panjang tersebut, meraih wajah Brian dan melum4t bibir pria asing tersebut dengan penuh n4fsu. dalam tetesan air mata Ayunda masih tetap kekeh akan pendiriannya untuk tetap menjadi nomor satu diperusahaan itu, meski mengorbankan kesehatan tubuh dan mentalnya.
799Please respect copyright.PENANAWZ7yxfuUTv
Brian kemudian meraih lengan Ayunda, berdiri dan meminta izin untuk berada di kamar hotel yang lain. Ia ingin menikmati tubuh ayunda tanpa gangguan dari bedebah yang lain. Ayunda hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan pria bule tersebut.
799Please respect copyright.PENANAT8arg0STOY
Malam yang panjang pun dimulai, sementara Bima tengah sibuk dengan pekerjaannya digudang dan Dinda yang sendirian menunggu orang tuanya kembali kerumah.
799Please respect copyright.PENANAdwaM8R3XE4
BERSAMBUNG...799Please respect copyright.PENANAsU0prNlOna
Chapter lengkapnya ada di: https://lynk.id/shark95
ns216.73.217.39da2


