Jemarinya sibuk menari di atas tombol komputer itu, sesekali ia menoleh ke lembaran dokumen yang telah selesai ia kerjakan dari banyaknya tumpukan di atas meja kerjanya. Dering telepon juga menambah daftar kesibukan, dengan cekatan ia mengangkat panggilan tersebut, diselipkan gagang telepon diantara bahu dan pipinya sembari tetap mengetik dokumen yang tak bisa ia tinggalkan.
1099Please respect copyright.PENANA2bzzqgua3Q
'Ayunda adalah wanita gila kerja' kata-kata itulah yang sering ia dengar oleh para pegawai kantor yang lain. Meski hanya sekadar sindiran belaka, namun kenyataannya hal tersebut seperti mengusik. Ayunda sendiri tahu bahwa para pegawai tak senang akan keuletan dirinya. Mereka seperti tersaingi akan cekatan Ayunda dalam bekerja. Didalam rapat kerja pun, Ayunda seperti menjadi bagian penting dalam perusahaan. Dirinya kian disanjung, di anak emaskan dari pegawai yang lain.
1099Please respect copyright.PENANAaUSjewLLC0
Terlebih lagi ketika dirinya di promosikan ke jenjang jabatan yang lebih tinggi, ia makin berusaha terlihat profesional, anggun dan seperti ingin terlihat sempurna dimata atasannya.
1099Please respect copyright.PENANAB8jV4ki5jS
Para bos perusahaan juga tak ingin kehilangan kesempatan itu, mengetahui Ayunda yang sangat menginginkan karir sukses dari pekerjaannya itu, mereka terkadang memanfaatkannya, baik dalam segi pekerjaan maupun kepuasan raga.
1099Please respect copyright.PENANAzmEvelgvZO
Beberapa kali dalam sebulan, petinggi perusahaan memercayai Ayunda untuk mengurus pertemuan diantara para pemegang perusahaan. Ia layaknya asisten ketika bos bertemu dengan calon klien atau bahkan investor asing. Berada di belakang ketika negosiasi besar, membuat dirinya mengerti riuh-piuk dunia bisnis.
1099Please respect copyright.PENANAdON39RbJ09
Namun kepercayaan dan jabatan yang ia dapatkan ada konsekuensi yang harus ia terima. Seperti halnya ketika berakhirnya pertemuan dari para petinggi direktur dan CEO perusahaan, biasanya ia ikut serta ke dalam perayaan di salah satu bar atau bahkan private room.
1099Please respect copyright.PENANAV9HZN9OZot
Meski awalnya ia merasa risih oleh para lelaki tua berkumis tebal saat dirinya di rangkul, namun Ayunda tetap tak bisa menolak demi profesionalitas. Bahkan ketika suasana makin memuncak, dirinya terkadang mendapat lecehan dari mereka yang mabuk berat.
1099Please respect copyright.PENANAbxavsqsCcy
Dan setelah pesta pun berakhir, permainan diantara petinggi itu baru saja dimulai. Ayunda dengan senang hati melayani mereka semata hanya karena profesi dan jabatan.
1099Please respect copyright.PENANAU4HuPH0yNH
*****
Kamar hotel telah dipesan, Ayunda berjalan bersama dengan genggaman tangan dua pria berbadan besar, salah satunya adalah pria berkewarga negaraan asing. Ia tahu arah permainan ini akan kemana, kesiapan mental dan raga sudah pastinya.
1099Please respect copyright.PENANAW6E0MERhWd
Pria berbadan besar tersebut membuka pintu kamar hotel dengan kartu sekali gesek. Ia menarik lengan Ayunda dengan kasar, membuat tubuh Ayunda terhempas dipelukannya. Suryo, lelaki tua; salah satu klien Ayunda hanya bisa terkekeh nakal melihat aksi si pria asing tersebut.
1099Please respect copyright.PENANAXweOAF6F6p
"You cant hold it in anymore, Boss?" tanya Suryo, seperti mengejek.
1099Please respect copyright.PENANAcMZd2N1aOO
"Yess... i've been looking forward to it" jawab bule itu, disertai tawa khas lelaki hidung belang.
1099Please respect copyright.PENANA3LN58INK7X
Lelaki asing tersebut dengan ganasnya m3lum4t bibir Ayunda secara tiba-tiba. Mendapat perlakuan tersebut, Ayunda tak bisa menolak dan hanya berusaha untuk mengimbangi b1rah1 sang bule dan berpura menikmati.
1099Please respect copyright.PENANA5NJk1GRytj
Suryo dengan tawanya seakan menikmati pertunjukan itu. Ia mengambil sebotol bir lantas duduk santai mengamati dua insan yang tengah bergulat.
1099Please respect copyright.PENANAWf9lkfVRat
Dilucutinya p4kaian Ayunda setelah dibaringkan dikasur itu. Perlahan seragam kantor yang ia kenakan terl3pas dari tubuh sintalnya, tersisa kut4ng dan rok kantor yang telah tersingkap. Stokingnya pun kini telah jadi sambaran bule tersebut; dirobeknya seakan seperti beruang yang tengah mengoyak mangsanya.
1099Please respect copyright.PENANAplLOxcNu1t
"Teo! No! You are so rude"pekik Ayunda yang merasa dikasari oleh Teo.
1099Please respect copyright.PENANAhB9gOaILwn
"You're already wet" balas Teo menggoda. Ia tahu bahwa Ayunda juga telah terpancing dengan permainannya. Dibalik k4ncutnya terlihat mulai basah akan c4iran kew4nit4annya. Teo kemudian menyingkap k4ncut Ayunda dari samping, yang akhirnya memperlihatkan isi dari hadiah rapat perusahaan malam ini.
1099Please respect copyright.PENANAVSnXbTmep5
Lelaki asing tersebut seperti menelan ludah melihat cendra mata yang dihiasi rumput hitam tertata rapih. Ayunda hanya pasrah dan sesekali tersenyum genit ketika Teo meraba area sensitif itu. dengan jemarinya yang panjang khas lelaki eropa, Teo bermain di area tersebut, memasukkan dua jemarinya sembari dengan tempo g0c0k4n perlahan, memastikan Ayunda menikmati.
1099Please respect copyright.PENANAvlRvVx7r9W
Ayunda sendiri mulai mengimbangi, ia seperti lupa bahwa kegilaan ini semata adalah tanggungan kerja. Dengan timbulnya birahi akan k0cok4n Teo, ia tersedot dalam pusaran itu dan akhirnya lupa akan kodratnya sebagai isteri seseorang.
1099Please respect copyright.PENANAYx0js6NmM3
Geli akan permainan tangan Teo, Ayunda kini bangkit dan seperti ingin mengambil alih permainan. Dibaringkannya tubuh besar Teo dipinggiran k4sur itu, lantas melucut1 celana cardinal formalnya serta k4ncut. Ia seperti tak ingin kalah akan peraduan n4fsu tersebut. Tangannya meraih benda p4nj4ng itu yang mulai menegang, ukuran sekitar 18cm, jauh lebih p4njang dan tebal dari milik Bima, batinnya.
1099Please respect copyright.PENANAPiVAFdl2MH
Sekilas ia terkaget dengan ukurannya, namun tetap terkesan dan bahkan merasa ingin mencicipinya. Tangannya mulai menggenggam dan meng0cok-naik turun secara perlahan.
1099Please respect copyright.PENANAeL9VjRqOK7
"Yes! like that, darling..." ucap Teo ketagihan. Ayunda hanya tersenyum genit, menanggapi.
1099Please respect copyright.PENANAixCNuitHvq
Puas akan permainan t4ngan Ayunda, Teo kemudian bangkit. Ia menyuruh Ayunda berlutut dihadapannya dan kemudian menjulurk4n benda p4njang itu dihadapannya. "Suck it!" Ayunda mendongak ke atas, kemudian menurut akan permintaan klien luar negerinya itu.
1099Please respect copyright.PENANAvNGTZSzIly
Mulut mungilnya perlahan berusaha men4mpung anakonda Italia itu. dengan suara deruh, cekikan dan tetesan air liurnya menambah suasana keintim4n permainan. Ayunda juga perlahan menikmati, sesekali ia mengeluarkan benda p4njang itu untuk mengambil nafas, setidaknya agar ia tak tersedak akibat benturan dari dalam tenggorokannya.
1099Please respect copyright.PENANArXLfl6MvPY
Tangannya bertumpu pada b0k0ng lelaki itu, seperti menerkam tak ingin lepas. Teo pun seperti ingin membenamkan b4tangnya kedalam tengg0rokan Ayunda. Sangat intens untuk di tonton.
1099Please respect copyright.PENANAtQTciijO36
Suryo meraba area s3langkangannya. Miliknya pun terlihat mulai menegang akan apa yang ia lihat didepannya. Ia mengeluarkan b4tangnya kemudian meng0c0knya sembari tetap menikmati sebotol bir.
1099Please respect copyright.PENANAmQoCNhFxDU
Menyadari diri mereka seperti actor yang sedang di tonton, Ayunda dan Teo pun terkekeh melihat pria tua itu. Mereka semakin menjadi, ketika Teo menggendong Ayunda, ditekannya ke tembok lantas mulai memasukkan b4t4ng panjangnya secara perlahan.
1099Please respect copyright.PENANAkOpw1szbBy
"Emm! So big.. baby.." Ayunda melenguh, perih.
1099Please respect copyright.PENANAMDxSqHUokq
"Ahhhh... so yummy" Teo membalas dan mulai mem0mpa dengan ritme pelan teratur.
1099Please respect copyright.PENANA69XhFjCCUz
Tubuh Ayunda terhempas kedinding, tangannya memeluk pundak Teo, berusaha agar tetap pada posisi itu. P4yud4ranya seperti mengikuti irama permainan dengan terguncang-guncang. Teo merasa sangat beruntung dapat menikm4t1 tubuh Ayunda. Wanita dengan rasa s3langkangan yang gurih dan s3mpit.
1099Please respect copyright.PENANAfgFcZ3zm6P
Ditengah pergulatan itu, Teo kemudian bertanya; "You have a lover?"
1099Please respect copyright.PENANAm5jkX22c77
Ayunda tak lantas menjawab, ia terdiam sejenak.. "No, im single"
1099Please respect copyright.PENANAnRFreYT4ED
Keduanya kemudian tersenyum, lantas kembali b3rg3njot dengan tempo semakin cepat.
1099Please respect copyright.PENANArY5WM5WVGG
Teo mencabut b4t4ngnya dari lubang Ayunda, ia kemudian berjongkot seakan ingin memperlihatkan skill lain dalam mengelola tubuh Ayunda. Ia mengangkat paha ayunda menuju pundaknya, mulutnya mulai mencerca bagian sens1t1f itu dengan lid4h dan emutan. Ia juga meludah1nya, seakan cairan dari mulutnya itu bertujuan sebagai pelumas.
1099Please respect copyright.PENANAltpCgZdFkl
"Ahhhh!!" Ayunda mengerang, menikmati.
1099Please respect copyright.PENANAJkFDUdbTSA
Tak tahan akan tontonan panas itu, Suryo kemudian berinisiatif ikut dalam permainan. Ia mendekat, celananya mulai melorot menampilkan b4tangnya yang sudah men3gang sedari tadi. Dengan ukuran sedang khas lelaki lokal, dengan percaya diri ia menunjukannya ke hadapan Ayunda.
1099Please respect copyright.PENANAQASUcU5Cip
"k0c0kin sayang.." bisik Suryo disamping Ayunda.
1099Please respect copyright.PENANAItb9YRoCya
Mendengar permintaan tersebut, tangannya mulai bermain namun tetap pada kenikmatan j1latan dariTeo yang tepat berada dibawah selangk4ngannya.
1099Please respect copyright.PENANAi4QGbLgoib
"Iya, begitu.." Suryo menikmati. Ia kemudian menyambar mulut Ayunda, dih1sapnya lid4h itu dengan ganas. Mendapat perlakuan mendadak dari Suryo, ia seperti ingin menolak. Ia tak tahan akan bau mulut Suryo yang terlampau seperti bangkai bercampur alkohol. Sangat busuk namun penuh nafsu.
1099Please respect copyright.PENANAuNEFkauwD1
Teo bangkit setelah puas mencicipi s3l4ngkangan Ayunda. Ia sedikit kaget ketika melihat suryo didekat Ayunda, "Why are you here? Didn't you just want to watch?"
1099Please respect copyright.PENANAmieipgVOy5
"I can't stand it, i want to join" jawab Suryo.
1099Please respect copyright.PENANAqLKHnLUuRZ
"No! me first. After that you!"
1099Please respect copyright.PENANAYuu6yryg7T
Seperti diperebutkan, Ayunda hanya berdiri mematung sembari menerima genggaman erat tangannya oleh Teo. Lelaki tersebut kemudian menarik Ayunda ke kasur empuk itu. Ia mulai dit3lanjangi-tanpa h3lai pakaian yang menempel ditubuhnya. rok yang tadi melekat, kini terlempar disudut ruangan. Kut4ngnya pun tak luput dari tarikan pria besar itu, yang membuat Ayunda menampakkan gunung k3mbarnya yang kenyal dan berisi.
1099Please respect copyright.PENANADLDtOTAgqK
Mulut Teo merancu menikmati p4yud4ra Ayunda bergiliran. diremasnya, digigitnya, yang membuat Ayunda mendesah geli kenikmatan. Perutnya pun tak luput dari jil4tan, lidah Teo bermain-main disekitaran pu54r Ayunda. Geli, namun menagihkan.
1099Please respect copyright.PENANArYmm2JWCWe
"You are so wild..." Puji Ayunda.
1099Please respect copyright.PENANAhMZzg89uR1
Menerima pujian tersebut, Teo kemudian tersenyum dan bangkit. Ia mengarahkan kembali b4tang panj4ngnya menuju liang sengg4ma Ayunda. Ia melebarkan kedua p4ha Ayunda, memperjelas ketampakan lub4ng surg4 dari wanita yang telah bersuami itu.
1099Please respect copyright.PENANACk82bmBOhq
"So beauty.." puji Teo sebelum akhirnya menghujani lubang Ayunda dengan rud4lnya.
1099Please respect copyright.PENANAxgYetcoldj
Tempo permainan semakin memanas. goyangan pin99ul Teo seakan membuat Ayunda terbuai tak sadarkan diri.
1099Please respect copyright.PENANAzab0bKigBs
Erangan demi erangan, umpatan demi umpatan keluar dari mulut keduanya. Sesekali Teo menjama p4yud4ra Ayunda yang ikut bergoyang, menjilatinya hingga basah oleh air liur. Kedua tangan Ayunda kemudian dibentangkan ke atas, seakan terikat oleh genggaman kuat. Mulut Teo mulai menj4ma area keti4k yang mulus tanpa helai bulu itu, mencicipinya dengan jilatan. Ayunda pun tak menyangka bahwa area tersebut tak luput dari jilatan Teo. Ia geli namun menikmati.
1099Please respect copyright.PENANAnucvnROT7V
Entah berapa posisi telah mereka mainkan. Sod0kan dogy styl3 pun telah dicobanya, hingga akhirnya mereka ambruk setelah teo menumpakan cairan putih kentalnya dengan posisi tertindih oleh tubuh sintal Ayunda.
1099Please respect copyright.PENANAEGOaTiVtr4
Sp3rm4 itu perlahan menetes keluar dari lub4ng kew4nitaan Ayunda. Ia tersengal-sengal sambil memeluk tubuh besar Teo. Berusaha mengatur nafas, tiba-tiba benda panjang ikut masuk menyumpal lubangnya. Ia menoleh ke belakang, memperlihatkan Suryo yang telah tel4njang sembari memeluk tubuhnya.
1099Please respect copyright.PENANAPzutKkNGH5
"Sekarang giliranku" ujar Suryo yang mulai mem0mpa.
1099Please respect copyright.PENANANH0I8E0Rhq
Lub4ng Ayunda kini telah dimasuki oleh dua pria. Ia seperti tak bisa menolak dan berusaha menikmati kegilaan itu. Teo pun kini mulai menegang. Hentakan dari bawah kian menambah sensasi perihal yang dirasakan Ayunda. Ia mengerang, mendes4h, seperti sedang dikeroyok oleh n4fsu dua orang lelaki.
1099Please respect copyright.PENANAbXIUoZ03rA
Tubuhnya melengking ketika Suro menariknya kebelakang untuk menc1cip1 kembali mulut Ayunda. Ayunda merengang kesakitan, ia seperti tersika ketika kedua pria tersebut seakan memperebutkan tubuhnya; Tio dengan cengkraman di kedua b0kongnya serta hentakan di lub4ng s3nggamanya dan Suryo dengan s0dok4n serta pelukannya yang teramat erat. Kedua bat4ng mereka pun saling bergesekan ke dalam s∆tu liang t3rsebut.
Kenikmatan layaknya surga bagi mereka akhirnya berakhir ketika tumpahan cairan putih tersembur. Tubuh Ayunda lunglai tampa tenaga, Suryo mencabut b4tangnya dengan pelan dan seketika membuat li4ng kew4nitaan Ayunda menganga sembari mengelurkan cairan putih, mengalir dan menetes disela-sela pahanya. Ia terkapar di pelukan Teo.
1099Please respect copyright.PENANAkgBxTQKcFU
Lelaki asing tersebut kemudian menyingkirkan Ayunda dengan kasar. Ia seperti sudah tak tertarik lagi dengan tubuh wanita itu setelah terpuaskan akan naf5u liarnya. Keduanya berlalu menuju bilik kamar mandi membersihkan diri, meninggalkan Ayunda yang terkapar lemas.
1099Please respect copyright.PENANA4JVsRnNuTY
*****
1099Please respect copyright.PENANAUa0YmGp53x
Dirumah, Bima dan Dinda sedang sibuk menyelesaikan puzzle yang ia susun sedari tadi. Tak jaraang keduanya bertikai atas kesalahan yang diperbuat masing-masing.
1099Please respect copyright.PENANAT5wCAiYCp6
"Kamu tak seharusnya memasangnya disini" tegas Bima
1099Please respect copyright.PENANAxCVziNyZC1
"Jangan nuduh sembarangan! Ayah yang memasangnya disini!" Dinda menyangkal, keduanya kemudian saling menuduh hingga akhirnya seseorang yang ia tungguh mengalihkan perdebatan mereka.
1099Please respect copyright.PENANAAWKxhRdanE
"Ibuuuu!!" sambut Dinda kegirangan.
1099Please respect copyright.PENANA9jZGpDSBxU
"Ibu kenapa lama sekali pulangnya?" tanya Dinda sembari memeluk ibunya.
1099Please respect copyright.PENANA6c78kMUv7U
"Kerja! Aku sibuk kerja..." jawab Ayunda lantas berlalu meninggalkan suami dan anaknya menuju kamar dengan wajah lesuh.
1099Please respect copyright.PENANAlPT2HtCQmU
Mendapat respon cuek dari sang ibu, Ayunda kemudian tertunduk lesuh cemberut.
1099Please respect copyright.PENANAzgLvKZYMMW
"Ayolah.. Ibu hanya lelah, jangan sedih begitu." Bima berusaha menghibur anak tirinya itu. Ia lantas menuju kamar menemui isterinya yang ternyata sudah terkapar dengan masih mengenakan seragam kantornya.
1099Please respect copyright.PENANA5toSfgrH44
Bima dengan pelan menanggalkan pakaian isterinya yang sudah lusuh, mencoba membantu agar tidur Ayunda lebih nyenyak tanpa terganggu oleh seragam yang ia kenakan. Kini ayunda hanya menyisahkan pakaian d4lam, sekilas Bima terlihat kagum akan tubuh molek isterinya sampai ketika ia menyadari bahwa stoking Ayunda robek di bagian selangk4ngan.
1099Please respect copyright.PENANA3S8TDnYjey
BERSAMBUNG...
BACA SELENGKAPNYA DISINI: https://lynk.id/shark95
ns216.73.217.39da2


