“Aku sudah menyelidikinya. Ternyata Zian Li sudah tidak tinggal di rumah itu lagi. Dia sudah berpisah dengan istri dan anaknya. Jadi kau bisa datang ke rumah itu untuk sekedar mencari ingatanmu.” Demikianlah pesan Hanta pada Hana.208Please respect copyright.PENANAn2nVMMIWPG
Hana menatap rumah yang pernah ia tempati di masa lalu itu. Ya … jiwanya benar-benar menyatu dengan tempat itu hingga tak sadar air matanya mengalir di pipinya. Hana terus memasuki halaman rumah itu sembari menatap ke sekelilingnya. Ia sedang mencari kepingan-kepingan masa lalunya di sana.208Please respect copyright.PENANA4ROS25Lz1i
“Hana?” Sapa seseorang yang baru muncul dari balik pintu.208Please respect copyright.PENANAugADXwezj1
*208Please respect copyright.PENANA7DxWjLgDU2
“Bagaimana kabarmu? Ke mana kau selama ini?”208Please respect copyright.PENANAPFoUGcGXY8
“Baik … aku tinggal di luar kota, dan baru kembali beberapa minggu yang lalu. Bagaimana kabar kakak?”208Please respect copyright.PENANAGYIPG5aW6x
“Seperti yang kau lihat sekarang ... aku dan Zian sudah lama berpisah dan akan bercerai. Mungkin aku terkena karma karena dulu aku pernah menelantarkan kedua orang tuaku. Jadi sekarang ... aku dan anakkulah yang ditelantarkan suamiku.” Cerita Celen dengan wajah sedih.208Please respect copyright.PENANALT2Nw6yjSh
“Apa kau tidak berniat tinggal bersama kami lagi? Kau tak perlu takut karena …” Penjelasan Celen tiba-tiba terhenti. Ia tampak ragu.208Please respect copyright.PENANAR1TAci1eL6
“Sebenarnya aku sudah lama tahu alasan kepergianmu. Aku tahu suamiku menyukaimu dan terus menggodamu agar mau bersamanya. Sekitar 2 minggu yang lalu aku mendapatinya akan menikah padahal kami sama sekali belum bercerai. Dia bilang, kalau dia sudah tidak mencintaiku lagi.” 208Please respect copyright.PENANAewpCtig62E
“Kakak … bolehkah aku jujur?”208Please respect copyright.PENANAjM9F17qGdt
“Kenapa tidak? Katakan saja.”208Please respect copyright.PENANAuwCzoSBveM
“Setelah meninggalkan kota ini. Aku mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatanku. Aku datang ke sini untuk sekedar mencari ingatanku di masa lalu.”208Please respect copyright.PENANAOhamhRAaCI
“Hana, kau tidak bercanda bukan? Jadi kau datang ke sini, kau tak ingat apa pun tentang kami dan rumah ini?” Tanya Celen terkejut.208Please respect copyright.PENANAJ0oruJOXTR
Hana menggeleng. “Bahkan sampai namaku saja aku tidak ingat. Aku baru mengetahuinya setelah datang ke tempat kerjaku yang dulu. Teman-temanku di sana menceritakan semua. Mereka pula yang memberitahu namaku yang sebenarnya, juga alamat rumah ini. Dan 3 minggu sebelumnya aku bertemu dengan kak Zian. Perempuan yang hampir kak Zian nikahi itu … adalah aku.”208Please respect copyright.PENANAI79ldFOwfT
“Haaa?!” Celen terperangah.208Please respect copyright.PENANApQ1pgQrdNF
“Tapi pernikahan itu batal. Teman yang mengenaliku membawaku lari dari sana. Kak Zian mengaku kalau kami berpacaran dan pernah akan menikah. Dia juga mengatakan kalau ibunya meninggal karena aku yang menghilang tiba-tiba saat persiapan pernikahan kami. Karena itulah aku merasa bersalah, lalu menerima saja saat ia mengadakan pernikahan dadakan itu.”208Please respect copyright.PENANAtfmmbF4aF8
“Dia benar-benar brengsek! Kedua orang tuanya bahkan masih hidup dan tinggal di Cina. Bagaimana mungkin dia tega mengatakan kalau ibunya meninggal?! Lalu di mana kau tinggal sekarang?”208Please respect copyright.PENANAsa2nMRi6Kv
“Aku mengontrak kost sebagai tempat tinggalku.”208Please respect copyright.PENANAYRuScBGDru
“Hana … kembalilah ke sini setelah kontrakmu habis. Biar bagaimana pun kau lebih berhak tinggal di sini dibandingkan kami. Bukankah kedua orang tuaku mewariskan rumah ini untukmu? Kau tidak perlu takut dengan Zian lagi. Kita bisa melaporkannya ke polisi bila dia berani macam-macam pada kita.”208Please respect copyright.PENANAbtXGOeDTlr
“Iya, tapi … kamar itu sudah dibayar untuk satu tahun.”208Please respect copyright.PENANAsM96Mz0XHS
“Kalau begitu kembalilah setelah satu tahun itu.”208Please respect copyright.PENANAtTHAcCiSlb
Hana mengangguk sembari tersenyum. Ia merasa lega setelah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Walau ia tak mengingatnya sama sekali.208Please respect copyright.PENANA0IBo6y2Bt7
***208Please respect copyright.PENANAFYc4TUsGMC
Seorang pria berlarian dan tanpa sengaja menubruk seorang perempuan muda yang sedang mengandung hingga tubuhnya oleng. Beruntung Hana berada sangat dekat dengan perempuan itu hingga bisa dengan segera menyambut tubuh itu. Sayangnya postur tubuh Hana yang kecil tak sanggup menopang tubuh perempuan itu. Keduanya tetap jatuh, dan Hana menjadikan tubuhnya sebagai tumpuan tubuh perempuan hamil itu agar tak langsung membentur tanah.208Please respect copyright.PENANAYTBV6e9jid
Hana meringis. Perempuan itu segera bangun saat menyadari telah menindih seseorang.208Please respect copyright.PENANAha3e77ojKi
“Kau tidak apa-apa?” Tanyanya cemas.208Please respect copyright.PENANA9cNr4yyx6y
“Aku baik-baik saja,” jawab Hana sembari bangun dibantu wanita tadi.208Please respect copyright.PENANAu3hjjC5Lml
Beberapa orang yang kebetulan lewat turut membantu keduanya. Perempuan yang sedang mengandung itu dituntun duduk pada bangku yang ada di sekitar tempat itu.208Please respect copyright.PENANAbtrpDavMt5
“Apa tidak sebaiknya kau ke rumah sakit saja?” Saran orang yang membantunya.208Please respect copyright.PENANAg0iI7biVhq
“Iya … aku akan ke sana sebentar lagi.”208Please respect copyright.PENANAjwB9H49Z39
*208Please respect copyright.PENANAmbteuillpo
Hana menghampiri perempuan tadi, lalu menyerahkan handphone yang sepertinya terlempar dari tasnya. “Sepertinya ini punyamu.”208Please respect copyright.PENANA6hvgYJ7z6a
“Iya terima kasih,” ujarnya seraya memasukkan handphonenya ke dalam tasnya. “Tanganmu terluka?”208Please respect copyright.PENANAluhVQIJqhu
Hana mengamati sikunya yang berdarah. “Hanya luka kecil” jawabnya.208Please respect copyright.PENANAKCNaxhlCCI
“Sebaiknya kau ke rumah sakit untuk mengecek keadaanmu. Apa perlu kuantar?”208Please respect copyright.PENANA30klEilQdH
Perempuan itu mengangguk, setuju.208Please respect copyright.PENANAwIP8K8yX9c
***208Please respect copyright.PENANAZAJeqqsOjp
Yura mengamati berkas-berkas yang ditinggal Hana di dekatnya. Perempuan yang menolongnya itu sedang diobati akibat cedera kecil di sikunya. Bersyukur dirinya tak mengalami cedera apa pun. Begitu pula dengan janinnya. Dia baik-baik saja berkat pertolongan perempuan yang tak dikenalnya itu.208Please respect copyright.PENANAOLszm5ko78
“Lamaran pekerjaan?” ujarnya sembari menatap lembaran yang tampak kotor dan lusuh itu. Berkas-berkas Hana sempat jatuh berhamburan saat menolongnya tadi. Matanya langsung meneliti pada catatan pengalam kerja Hana. Perempuan itu tersenyum penuh arti.208Please respect copyright.PENANAXMQMA2pwPO
“Maaf membuatmu menunggu lama.”208Please respect copyright.PENANANP9kS3mulV
Perempuan itu tersentak. Ia jadi salah tingkah karena ketahuan membaca berkas yang dibawa Hana.208Please respect copyright.PENANAeZwpiHsOMI
“Tidak apa. Lagi pula keadaanku dan janinku benar-benar baik berkat pertolonganmu. Kalau saja kau tidak menolongku tadi, mungkin keadaanku tidak seperti sekarang. Aku juga minta maaf telah membaca berkasmu. Sepertinya … kau akan mengantarkan berkas ini tadi, tapi berkasnya jadi kotor begini gara-gara aku.”208Please respect copyright.PENANAZVwc94TIZt
“Itu tak masalah. Aku masih bisa membuatnya lagi.”208Please respect copyright.PENANAL83sVxIzLB
“Aaaah Hana ... apa kira-kira tempat ini akan menerimamu? Maaf jika pertanyaanku menyinggung. Aku tidak bermaksud merendahkanmu.”208Please respect copyright.PENANA9hNSRrSAFC
“Aku juga tidak tahu. Aku hanya mencoba. Entah itu diterima atau tidak.”208Please respect copyright.PENANAipKy92qXiS
“Tapi … apa kira-kira kau mau bekerja sebagai petugas kebersihan?”208Please respect copyright.PENANAUiswHPyFrT
“Jika memang ada, tentu saja aku mau.”208Please respect copyright.PENANAOnC7hjzXMX
“Benarkah?” Kata Yura senang. Perempuan itu merasa senang bisa membalas kebaikan Hana padanya. 208Please respect copyright.PENANAdKa5jo3hpQ
“Di tempatku bekerja sedang mencari karyawan baru. Datanglah malam ini. Aku pastikan kau bisa langsung bekerja.”208Please respect copyright.PENANAuS8MVnAOGh
“Kau sungguh-sungguh?” Tanya Hana dengan mata berbinar.208Please respect copyright.PENANADcQh5xU20d
“Iya …” jawab Yura kegirangan.208Please respect copyright.PENANAMMuCBHB6tS
“Berikan nomor handphonemu padaku. Aku akan mengirim alamatnya.”208Please respect copyright.PENANAZFHBeNMR5A
Hana membagikan nomor handphonenya pada Yura.208Please respect copyright.PENANACM5xQkf7N0
“Namamu Hana bukan?”208Please respect copyright.PENANA9022VBmW2V
Hana mengangguk.208Please respect copyright.PENANAiBqt5hhiS6
“Aku Yura … sampai ketemu nanti malam ya?”208Please respect copyright.PENANAF3F1ncCBtx
***208Please respect copyright.PENANAglVk9Lx5B3
“Proxima Centauri? Bukankah ini agensi artis EXO dan yang lainnya? Tunggu apa aku tidak salah alamat?”208Please respect copyright.PENANAzHT1cJ5fqx
“Hana ...” panggil Yura sembari melambaikan tangannya.208Please respect copyright.PENANAwlAq1ACmeD
Hana melangkah menghampiri Yura. Keduanya masuk melalui jalur lain yang ada di samping gedung itu.208Please respect copyright.PENANAnqd54qUX5C
“Kau membawa berkasmu?”208Please respect copyright.PENANABHcAC622QB
Hana mengangguk sembari menyerahkan berkasnya.208Please respect copyright.PENANA5j158s8DmO
“Ada aturan khusus di sini. Jangan sampai kau melanggarnya karena kau akan langsung diberhentikan bila ketahuan. Jangan membawa handphonemu sama sekali saat bekerja. Kau bisa membaca detailnya nanti agar kau paham. Satu lagi yang paling penting. Maaf jika perkataanku menyinggungmu. Kau harus menjaga sikapmu di sini, terutama dengan para artisnya. Mungkin saja kau menemukan mereka yang sikapnya sedikit berlebihan. Alangkah baiknya kau menghindari mereka dari pada akan muncul hal yang kurang mengenakan nantinya. Meski kita berada di posisi yang benar, kadang seseorang yang tak suka dengan keadaan itu akan membuatmu terlihat salah yang akhirnya membuatmu tidak disukai, dibenci, bahkan akhirnya diberhentikan. Jadi … berhati-hatilah. Sekarang aku akan mengantarmu pada kepala bagiannya sekalian memperkenalkanmu dan mengambil jadwalmu.”208Please respect copyright.PENANAa9vAKkrUKs
***208Please respect copyright.PENANAnBP1MWqHp4
“Yura … apa kabar? Lama sekali tidak melihatmu.” Seorang perempuan paruh baya memeluk Yura dengan akrabnya.208Please respect copyright.PENANA6PPqLYwK31
“Aku baik-baik saja. Oh ya … ini teman yang kuceritakan tadi. Tolong bantu dia ya, Bu?” Pinta Yura ramah.208Please respect copyright.PENANAjOMF7O69i8
“Tentu saja … kau Hana bukan?”208Please respect copyright.PENANAXjMMecA6za
“Iya … namaku Hana. Terima kasih sudah menerimaku di sini.”208Please respect copyright.PENANAc3bkZLWrC2
“Baiklah Hana. Ayo ambil pakaian seragammu. Kau sudah bisa bekerja dari malam ini.”208Please respect copyright.PENANA7o4AOTZhTe
*208Please respect copyright.PENANAv3q9GNEsxW
Hana menatap wajahnya di cermin sembari merapikan rambutnya. Dirinya sungguh tidak menyangka akan mendapatkan pekerjaan secepat itu. Dua hari yang lalu ia mengundurkan diri sebagai pelayan kafe karena perempuan yang ia gantikan sudah bisa bekerja. Awalnya ia sempat khawatir tidak menemukan pekerjaan pengganti. Tapi sekarang ia menemukan pekerjaan baru yang sesuai dengan pengalaman kerjanya. Pekerjaannya kali ini lebih menyenangkan karena dia bisa melihat atau bertemu dengan banyak artis di sini. 208Please respect copyright.PENANA5H2SmZHjgk
“Apakah aku akan bertemu dengan Baek Hyun juga?”208Please respect copyright.PENANAeLjsphIGAy
Tiba-tiba teringat Baek Hyun membuat perasaan Hana berdesir. Ia ingat bagaimana pria itu menggodanya saat di apartemen waktu itu. 208Please respect copyright.PENANAve7I4dYena
“Tidak, tidak! Aku tidak boleh bertemu dengannya dulu. Bagaimana kalau dia menggodaku lagi seperti waktu itu. Rasanya jantungku hampir meledak saat itu. Sikanya terlalu berbahaya untuk wanita lemah sepertiku. Lagi pula Yura sudah mengingatkanku untuk menjaga sikap. Ia benar. Jangan sampai mereka melihatku di sini. Tapi … aku masih punya utang yang harus kubayar dengannya. Aaakkh … bagaimana aku bisa melupakan itu.” Gerutu Hana sembari memukul kepalanya sendiri.208Please respect copyright.PENANAcjHM1NzNS5
*208Please respect copyright.PENANADbigbb1APS
“Apa Baek Hyun sudah mengetahui kehamilanmu?”208Please respect copyright.PENANADI7NB2dDZd
Hana yang berada di balik pintu menghentikan niatnya untuk masuk ketika mendengar pertanyaan itu.208Please respect copyright.PENANAdjIEC1kDl8
“Iya … jawab Yura. Aku sudah memberitahunya.”208Please respect copyright.PENANA85jjGXGuiy
“Lalu bagaimana tanggapannya?”208Please respect copyright.PENANAXC2fkt51cN
“Sepertinya dia tidak masalah.”208Please respect copyright.PENANAcsV7ufhScy
“Syukurlah … aku tahu dia sangat mempercayaimu. Untunglah dia mengerti keadaanmu.”208Please respect copyright.PENANAEfauRjyDg9
“Begitulah ... aku juga tidak bisa menutupi hal ini lebih lama. Saat ini hanya aku, Baek Hyun, dan Bu Hara yang tahu. Sepertinya aku juga harus pergi. Tolong titip Hana ya? Oh ya ... apa ibu masih menyimpan tata tertib untuk petugas kebersihan?”208Please respect copyright.PENANA2PGPttmrHi
“Ada, ada, tenang saja. Aku akan memberikannya pada Hana.”208Please respect copyright.PENANAoAHY5o1eMK
*208Please respect copyright.PENANAAnyQOtZ7CL
“Hana, kau sudah selesai?”208Please respect copyright.PENANAhhVjLSB0N6
“Iya … maaf jika terlalu lama.”208Please respect copyright.PENANAqH3TyjwaC0
“Tidak masalah … Oh ya Bu. Hana mungkin tidak tahu di mana ia akan bekerja malam ini. Tolong tunjukkan padanya ya?”208Please respect copyright.PENANAhkuNa1TJLm
“Tentu saja. Aku akan mengantarnya setelah ini.”208Please respect copyright.PENANAxMr9SsrfOm
“Hana … maaf tidak bisa mendampingimu.”208Please respect copyright.PENANAb3sXGWTFfD
“Oh, aku tidak apa-apa. Justru aku berterima kasih sudah dibantu sampai sejauh ini. Sampai jumpa.”208Please respect copyright.PENANAV1UNHSjGA5
*208Please respect copyright.PENANAPaB8F0oUA8
“Tugasmu hari adalah membersihkan ruang latihan. Tadi ada yang ingin menggantikanmu, tapi aku tidak mengizinkannya. Ini peralatanmu. Ayo ikut,” ajak Bu Hara dengan ramah.208Please respect copyright.PENANA3wHC5Vx41Q
*208Please respect copyright.PENANAftVXT3Ho8P
“Kau tunggu di sini sampai mereka keluar. Ada jeda 15 menit sampai anak-anak yang lainnya datang menggunakan ruang ini lagi, saat itulah kau masuk dan membereskan semuanya. Jika ada barang mereka yang tertinggal, bawalah dan titip ke ruangan kita. Mereka akan datang sendiri mencarinya. Jika ada yang datang, segeralah pergi, kecuali kalau ruangannya benar-benar kotor dan mereka membiarkanmu membersihkannya. Kau paham?”208Please respect copyright.PENANAsnFYMCpY9N
“Iya, aku paham. Terima kasih sudah menjelaskannya padaku.”208Please respect copyright.PENANANYwRtcd8n2
*208Please respect copyright.PENANAwSZMJUOkp5
“Apa mereka masih di dalam?” Tanya seorang perempuan yang merupakan artis senior di agensi itu.208Please respect copyright.PENANAT52O4fkMHG
Hana terkejut sekaligus kagum bisa bertemu dan melihatnya secara langsung seperti ini.208Please respect copyright.PENANAVoaxRl4WsD
“Sepertinya begitu,” jawab Bu Hara yang mendampingi Hana.208Please respect copyright.PENANA461RuQxOXT
“Kau pegawai baru? Sepertinya aku baru melihatmu?”208Please respect copyright.PENANAVrGfFewejl
“Iya, aku baru bekerja hari ini. Namaku Hana.”208Please respect copyright.PENANA13lvo7QwTH
“Bu Hara, bolehkah aku meminta bantuannya?”208Please respect copyright.PENANARdaLF6UjsL
“Kenapa kau bertanya padaku?” Bu Hara balik bertanya.208Please respect copyright.PENANA0tzJYn2oda
“Aku mesti meminta izin padamu dulu. Bu Hara kan atasannya.208Please respect copyright.PENANAjRLWvsRtPq
“Aku tidak berhak melarangnya, tapi jika ruangannya tidak begitu bersih itu bukan salahnya ya ...”208Please respect copyright.PENANAtGUNnAiyn6
“Aaaah, aku dan memberku bisa melakukannya nanti. Aku juga bisa meminta bantuan adik-adikku di dalam bukan? Akan kukatakan kalau karyawannya sedang kuminta tolong keluar mencari sesuatu. Hana, aku minta tolong belikan kami air mineral di luar ya? Di depan gedung ini ada mini market. Kau bisa ke sana membelinya. Tolong ya … pintanya ramah.”208Please respect copyright.PENANAatSJSeGcjz
“Baik, seberapa banyak yang harus kubeli?”208Please respect copyright.PENANA0QKiiI5ofy
“Satu kotak cukup. Kau bisa kan?”208Please respect copyright.PENANA2KonSo7dHj
“Aku bisa.”208Please respect copyright.PENANAg3nItb7HUn
*208Please respect copyright.PENANA8kz4umylUn
Setelah benar-benar jauh dari kedua orang tadi, barulah Hana melepas topeng ketenangannya. Ia berubah lesu setelah mendengar pembicaraan mengenai kehamilan Yura. 208Please respect copyright.PENANAsFt7ow0MJY
“Apa maksudnya itu tadi? Apa mungkin anak dalam kandungan Yura itu adalah anak Baek Hyun? Akh… kenapa aku harus peduli dan terluka seperti ini. Kenapa pula aku harus mendengarnya.”208Please respect copyright.PENANAs9L4lBX7Vz
Seketika Hana teringat kejadian di apartemen itu. “Jika Baek Hyun bisa bersikap seperti itu, wajar saja Yura bisa hamil. Apa Baek Hyun memang pria seperti itu. Rasanya sulit sekali mempercayai kenyataan ini, atau hatiku yang menolak percaya?”208Please respect copyright.PENANAv27anO0kHy
***208Please respect copyright.PENANAj3E4lcPVaC
“Saat membuka handphonenya, ada 2 panggilan tak terjawab juga beberapa pesan singkat dari Baek Hyun.208Please respect copyright.PENANAMUPLw1K8sX
“Bagaimana kabarmu?”208Please respect copyright.PENANA8HOHfX3VjK
“Apa kau sudah ke kafe yang kurekomendasikan untukmu?”208Please respect copyright.PENANA48B0sJ5v16
“Ceritakan padaku jika kau mengetahui sesuatu. Jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi.”208Please respect copyright.PENANAx1TfMRWjwW
“Kenapa dia mesti peduli padaku,” gerutu Hana sembari membaca pesan selanjutnya.208Please respect copyright.PENANAjji4Ukc2Q2
“Mungkin Aku tak bisa langsung merespons pesanmu saat itu. Kau harus tetap menunggu sampai aku meresponsnya.”208Please respect copyright.PENANAbygvoezpRT
“Akh, kenapa perasaanku seperti ini lagi? Kenapa aku bisa dengan mudah berdebar-debar karenanya. Aku memang wanita lemah. Tapi setidaknya aku tahu sekarang seperti apa dia. Aku harus menjaga jarak dengannya. Jika memang benar anak dalam kandungan Yura adalah anak Baek Hyun, berarti aku secara tidak langsung menjadi orang ke 3 di antara mereka. Sudah tahu akan jadi ayah. Kenapa ia masih berani menggodaku. Sekarang aku merasa seperti wanita murahan saja. Aku harus menghindarinya dari sekarang. Tapi bagaimana? Aku malah bekerja dalam gedung yang sama dengannya. Aku juga punya utang ... Tapi …” 208Please respect copyright.PENANAMG7DhurLUx
Mata Hana melebar. Ia merasa menemukan sebuah ide. Hana mengecek nomor Baek Hyun di handphonenya. “Setidaknya Aku bisa memutuskan komunikasiku dulu dengannya.” Tanpa ragu lagi Hana menekan blokir di handphonenya. 208Please respect copyright.PENANALNW5sPXy0e
“Bagaimana kalau dia berpikir aku sedang menghindari utangku? Akh ... tidak, tidak. Yang penting aku menunjukkan tanggung jawabku nanti.”
arrow_back
Patah Tumbuh dan Tak Mati
more_vert
-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
Patah Tumbuh dan Tak Mati
Author:
Rindi Kamala Sary
ISSUE #15
15. Pekerjaan Baru
LIKES 0
READS 204
BOOKMARKS 0
Suggest Edits
Login with Facebook
or Sign up/Login to comment or bookmark! Ad
Click to load the next chapter
×
Patah Tumbuh dan Tak Mati
Fanfiction
Romance
Friendship
Last updated: Nov 6, 2021
Total word count: 43,986
Total reading time: 204 Minutes
Writer:
exo
baekhyun_exo
Report this story
×
Write down what you like about the story
×
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default
×
People Who Like This
x
Before You Publish
Please ensure your story does not contain illegal, hateful, inciting, or violence-promoting content, or any infringing, plagiarized, or spam material, and that it complies with Penana’s Terms of Use.
Penana reserves the right to remove any content that violates these rules or causes legal or community risk, and to suspend or terminate related accounts.

