Author: Ihsan Iskandar
715Please respect copyright.PENANAzcQT1etLLd
"SUDUT PANDANG KEDUA"
715Please respect copyright.PENANAmgcYzU5hsP
"Sial, aku berada di belakang garis musuh"
715Please respect copyright.PENANAs7DF8LEOY1
Setelah melihat keadaanku ku, aku melihat beberapa tentara Djepang keliling sambil membawa senapan Arisaka kesukaanya. Karena senjata yang diproduksi Djepang secara massal itu. Kondisi kami para pejuang yang bermodal bambu runcing dan tekad lebih tersudutkan.
715Please respect copyright.PENANAPSHrt4t6Ht
"Aku harus bersembunyi, bukan waktunya untuk terkesima"
715Please respect copyright.PENANAabJAn8A8ME
Aku memasuki ruangan sebuah gedung tua dan bersembunyi didalam sana untuk beberapa saat sembari berisitirahat dengan mengenang perjalanan diriku yang terjebak disini.
715Please respect copyright.PENANAnwGBO1bsSp
Sebagai seorang pemuda yang berumur 19 tahun. Aku memang tidak pernah merasakan namanya sekolah. Disamping tidak adanya uang. Para penjajah Djepang yang membunuh seluruh keluargaku adalah faktor terbesarnya.
715Please respect copyright.PENANAIbMalmGE57
Aku selalu berlatih untuk menjadi pejuang. Pejuang adalah mimpi-mimpi setiap orang di kampungku yaitu "orang pribumi". Begitulah mereka penjajah menyebut kami.
715Please respect copyright.PENANAoPmkwUdgIe
Terus apa tujuan dari perjuanganku ini? Apakah karena dendam? Apakah karena hasrat membunuh? Hmm... tidak, ini semata untuk kemerdekaan.
715Please respect copyright.PENANA8PArK9Exms
Dalam beberapa tahun terakhir. Djepang menggantikan Belanda dalam kuasanya di wilayah kami. Menjadikan Djepang penguasa politik dan ekonomi. Jika ditanyakan dimana daerahku "Tasikmalaya" sekarang, para penjajah belanda menyebutnya "west Java".
715Please respect copyright.PENANAzzH4gFtM31
Setelah beberapa menit bersandar di balik tembok dalam gedung tua ini, aku melihat dibawah meja panjang yang terbuat dari kayu berjarak 10 meter dariku itu. Sosok pemuda dengan berbaju putih dan bercelana abu-abu duduk sambil gemetar.
715Please respect copyright.PENANAtVZ7NZKM3s
"Sial, disini juga ada tentara Djepang!" Teriakku dapam hati
715Please respect copyright.PENANA2Od2QGx3hU
Sambik mendekat secara perlahan dengan sikap menangkap dari belakang. "Aku akan membunuhnya dengan diam-diam"
715Please respect copyright.PENANAecfvMCSNUB
Setelah kami berjarak 1 Meter. Aku mendengarnga bergumam.
715Please respect copyright.PENANA0bxk43P3rd
"Ehh... dimana ini??"
715Please respect copyright.PENANAHrTT2qYgGE
Aku yang mendengar dengan jelas bahasa itu. Yang pasti dipikiranku "dia bukan musuh"
715Please respect copyright.PENANAa4ngoMEr8Q
Terhenti karena berpikir. Aku melihat kebelakang menyadari langkah kaki dari luar gedung mendekat kesini.
715Please respect copyright.PENANAWKyFqdu3Xo
Aku langsung menangkap kerahnya dengan paksa dan membawanya kedalam lemari tua.
715Please respect copyright.PENANAeaU0Ncr2D7
Didalam sana, sambil mendengar ocehan tidak jelas seperti "ini tidak nyata" atau "tidak mungkin". Aku hanya menjawab seadanya dan menyuruhnya untuk diam.
715Please respect copyright.PENANA0ymZT8M7ka
Kalau dilihat sekali lagi, sepertinya dia lebih muda dariku. tapi, pakaian putih dan abu-abu ini... aku tidak pernah melihatnya.
715Please respect copyright.PENANA9Bu74hpm7J
Ketika tentara Djepang yang membawa senapan Arisaka itu mendekat, aku melompat keluar dan melakukan serang kejutan.
715Please respect copyright.PENANAaJD0WkSi3z
Setelah beberapa menit adu pukul. Dan posisi tidak menguntungakan karena si Idiot "abu-abu" ini tidak dapat membantuku. Aku membiarkan diriku terpukul dan mendekati senjata yang di jatuhkan tentara Djepang tadi.
715Please respect copyright.PENANA0PvAQeU1gw
Ketika moncong senapan Arisaka membidik kakinya. Walau belum pernah memakainya, aku sering melihat tentara Djepang menembakannya dengan menekan "pelatuk" ini.
715Please respect copyright.PENANALHXDWU8MVu
"Sayonara"
715Please respect copyright.PENANAKiUKUVG0iL
Dengan mengucap kalimat itu, aku menekan pelatuk dengan tepat kearah kakinya. Tapi 0.01 perdetik, tembakanku melesat karena di abu-abu mengangguku.
715Please respect copyright.PENANAEDhl38Ra5T
"Aku hanya akan melumpuhkannya Bodoh!"
715Please respect copyright.PENANAVNEjXot3jP
"Ehh Benarkah? syukurlah, aku pikir kau akan membunuhnya, ternyata kau adalah orang baik"
715Please respect copyright.PENANAKczZX9H6HN
Berusaha untuk menahan sabar karena gangguan dari Si Abu-abu ini, aku melihat keadaaan tentara Djepang di depanku tadi. Tapi ternyata, peluru itu melesat tepat ke arah jantungnya.
715Please respect copyright.PENANASvnzTGqmSb
"Sial! Kau membunuhnya"
715Please respect copyright.PENANA8uy3Btirvn
"Akkhhh"
715Please respect copyright.PENANADPw7TtLbhT
"Kau terlalu berisik abu abu!"
715Please respect copyright.PENANAreqKYQerXS
Tapi sebelum aku menangkapnya untuk menutup mulutnya. Dia jatuh ke lantai yang penuh darah.
715Please respect copyright.PENANAb4sfhXxFDn
"Sial dia pingsan. Aku tidak bisa meninggalkannya. Semua Pribumi adalah teman"
715Please respect copyright.PENANAQovkPlM67y
"Hmm... aku harus membawa dia ke markas kami, tapi aku akan menutup mulutnya jika dia teriak tiba-tiba"
715Please respect copyright.PENANA5wjgMxvfBb
Aku menggotongnya melewati belakang Gedung tua yang kutempati tadi. Setelah beberapa puluh menit. Aku sampai di markas pejuang. Ketika di depan gerbang kayu itu. disana, sosok jelita namun gagah karena pakaian pejuang dengan ikat kepala merah putih mendatangiku sambik tergesa-gesa"
715Please respect copyright.PENANAx9pnOLwvqL
"Poetra. Aku memang tidak peduli padamu! TAPI JANGAN MEMBUATKU KHAWATIR!"
715Please respect copyright.PENANAeZChkoXnae
"Hahaha... Sudahlah Rina. Bantu aku, bawa orang ini kemarkas. Aku berjumpa dengannnya di belakang garis musuh. Mungkin kita akan mendapat informasi darinya"
715Please respect copyright.PENANA7fVuvJdOwf
"Hmm... baiklah, aku akan menurutimu kali ini, dan segera obati luka memaemu di wajah jelek mu iti"
715Please respect copyright.PENANA3DmG6KUzhg
"Terima kasih Rina"
715Please respect copyright.PENANAl1IfW6BOaf
715Please respect copyright.PENANAIXpKADsP7f
ns216.73.217.22da2 

