113Please respect copyright.PENANAvKPDE0ZEs5Keesokan harinya, sore pukul 16.45, Hafisha kembali ke ruang OSIS seperti yang dijanjikan. Kali ini ia memakai baju putih lengan panjang yang tipis dan rok abu-abu selutut, hijabnya rapi.
Ia mengetuk pintu dengan tangan sedikit gemetar.
Hafisha: "Revan… Kakak sudah datang."
Pintu langsung terbuka. Revan menyambutnya dengan senyum yang sudah tidak selugu kemarin.
Revan: "Masuk Kak. Kami sudah siap nunggu Kak Hafisha sejak tadi."
Di dalam ruangan sudah ada Rian dan Dika. Kali ini pintu langsung dikunci begitu Hafisha masuk. Di meja ada seutas tali putih yang cukup panjang dan tebal.
Hafisha langsung membelalak.
Hafisha: "Itu… tali apa? Kemarin kan kalian bilang cuma hukuman ringan…"
Rian tertawa pelan sambil mendekat.
Rian: "Iya Kak, tapi Kakak kemarin nggak patuh banget. Makanya hari ini kita naik level sedikit. Tenang saja, kami nggak bakal kasar… kecuali Kakak minta."
Narasi: Hafisha mundur hingga punggungnya menyentuh dinding. Jantungnya berdegup kencang. Ia merasa takut, tapi ada sensasi panas yang mulai merayap di antara pahanya.
Dika: "Kak Hafisha, lepas hijab dulu yuk. Biar lebih leluasa."
Dengan tangan gemetar, Hafisha melepas hijabnya. Rambut hitam panjangnya langsung tergerai. Revan mendekat dan perlahan membuka kancing baju putih Hafisha satu per satu. Tanktop tipis putihnya langsung terlihat jelas, putingnya sudah mengeras samar di balik kain.
Revan: "Lihat nih… puting Kakak sudah ngaceng dari tadi. Pasti kepikiran kami semalaman ya?"
Hafisha: (suara pelan) "Jangan bilang gitu… aku malu…"
Mereka bertiga membawa Hafisha ke meja besar di tengah ruangan. Revan memegang kedua tangannya ke belakang punggung, sementara Rian mengikatnya dengan tali putih itu. Tangan Hafisha diikat erat ke belakang, membuat dadanya semakin menonjol.
Hafisha: "Ah… sakit… tali ini terlalu kencang…"
Dika: "Biarin Kak. Ini supaya Kakak nggak kabur."
Narasi: Hafisha sekarang berdiri di tengah ruangan dengan tangan terikat ke belakang. Baju putihnya sudah terbuka lebar, hanya tersisa tanktop tipis yang menempel di kulitnya. Roknya masih dipakai, tapi wajahnya sudah memerah hebat.
Revan berdiri di depannya, mengangkat dagu Hafisha dengan jari.
Revan: "Sekarang… buka mulutmu, Kak."
Hafisha menggeleng pelan, tapi Rian berdiri di belakangnya dan menampar pantatnya pelan dari luar rok.
Plak!
Hafisha: "Ahh!"
Rian: "Kalau nggak mau buka mulut, kita tampar lagi. Pilih mana?"
Dengan mata berkaca-kaca, Hafisha akhirnya membuka mulutnya. Revan langsung memasukkan kontolnya yang sudah keras ke dalam mulut gadis itu.
Revan: "Hisap yang dalam, Kak. Pakai lidah juga."
Narasi: Hafisha kesulitan bernapas karena tangannya terikat, tapi ia mencoba menggerakkan kepalanya naik-turun. Air liurnya menetes ke dagu dan tanktopnya. Sementara itu Dika menarik tanktop Hafisha ke atas, memperlihatkan payudaranya yang montok, lalu menampar pelan payudara kirinya.
Plak! Plak!
Dika: "Enak ya Kak? Payudaramu goyang-goyang tiap ditampar."
Hafisha: (sambil mulut penuh kontol) "Mmmhh… hngg…!"
Rian berdiri di belakang, mengangkat rok Hafisha dan menepuk pantatnya yang bulat beberapa kali. Setiap tamparan membuat Hafisha tersentak, dan kontol Revan semakin dalam masuk ke mulutnya.
Revan: "Bagus… Kak Hafisha pintar juga ternyata. Besok kita coba ikat di meja sambil ngecrot bareng-bareng ya."
Narasi: Tubuh Hafisha gemetar hebat. Air mata menetes di pipinya, tapi memeknya sudah banjir. Ia malu luar biasa, tapi sensasi diikat, ditampar, dan dipaksa melayani kontol juniornya ini membuatnya semakin basah.
Revan akhirnya mendorong pinggulnya kuat-kuat dan menyemburkan sperma panas ke dalam mulut Hafisha.
Revan: "Telan semuanya, Kak."
Hafisha tersedak, sebagian sperma meluber ke dagunya dan menetes ke payudaranya yang terbuka.
Ia terengah-engah, tubuh masih terikat, wajah memerah, dan tatapannya kosong karena campuran malu dan kenikmatan.
Hafisha: (suara serak) "Kalian… sudah puas belum…?"
Rian tersenyum sambil mengusap sperma di dagu Hafisha.
Rian: "Belum Kak. Ini baru pemanasan. Besok… kita bawa mainan yang lebih seru."113Please respect copyright.PENANAeHYmUjLEp8


