Langkah kakinya kian cepat, beriringan dengan suara sepatu yang menghantam jalan beraspal. Napasnya mulai memburu mengikuti irama lari yang telah ia lakukan selama lebih dari satu jam mengelilingi kawasan kompleks. Keringat bercucuran dari dahi hingga membasahi singlet putih yang melekat di tubuhnya.
686Please respect copyright.PENANAnRsfVYWhli
Beberapa warga kompleks yang berpapasan menyapanya sambil melambaikan tangan. Lelaki itu membalas dengan senyum ramah dan anggukan kepala. Dirga memang dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul, membuat hampir semua penghuni kompleks mengenalnya.
686Please respect copyright.PENANAbVueXfx98K
Setelah merasa tenaganya mulai terkuras, ia memperlambat langkahnya. Lari kecil berubah menjadi jalan santai. Dadanya naik turun, napasnya masih memburu, namun rasa lelah itu justru menghadirkan kepuasan tersendiri. Hembusan angin pagi yang menyentuh wajahnya membuat tubuhnya terasa jauh lebih segar.
686Please respect copyright.PENANAo6sZeBICkP
Sesampainya di rumah, Dirga melepas kedua sepatunya begitu saja di ambang pintu sebelum melangkah masuk.
686Please respect copyright.PENANAO5wsoCYkpQ
"Yah... sepatunya ditinggal lagi," tegur Elsa sambil tersenyum kecil. Tangannya sibuk merapikan blazer yang dikenakannya. "Kalau aku pulang nanti masih di situ, berarti kamu yang beresin, ya."
686Please respect copyright.PENANAUkx3Ufq2ez
Dirga terkekeh pelan. "Siap, Bu Bos."
686Please respect copyright.PENANAwxGLtzu0xQ
"Bukan Bu Bos," balas Elsa sambil menghampiri. Ia mencubit pelan lengan suaminya. "Aku cuma nggak mau rumah kita kelihatan berantakan."
686Please respect copyright.PENANA1tZUxnPtqz
"Iya, Sayang." Dirga meraih tangan Elsa sejenak lalu mengecup punggung tangannya. "Nanti aku rapikan. Janji."
686Please respect copyright.PENANAqU6UfhbX1i
Senyum Elsa pun mengembang. Meski sedang terburu-buru berangkat kerja, ia masih sempat mengusap pelan rambut suaminya yang basah oleh keringat.
686Please respect copyright.PENANARetBsMv8El
"Jangan lupa mandi dulu. Nanti masuk angin."
686Please respect copyright.PENANApVOsx1vZvi
"Iya, Bu... eh, Sayang."
686Please respect copyright.PENANAudQIKZ1uZQ
Elsa terkekeh geli sebelum mengambil tas kerjanya.
686Please respect copyright.PENANAkxhRgokAEH
"Sayang, hari ini lembur lagi?" tanya Dirga sembari duduk di kursi teras.
686Please respect copyright.PENANALnHvWiXHrl
"Sepertinya iya," jawab Elsa sambil mengembuskan napas pelan. "Lagi banyak laporan yang harus selesai."
686Please respect copyright.PENANAqEe1rXJcRJ
Dirga mengangguk mengerti. "Semangat, ya. Jangan lupa makan siang. Kalau terlalu capek, kabarin aku."
686Please respect copyright.PENANAhl9gtrs6vh
Elsa menatap suaminya hangat. "Pasti. Kamu juga jangan lupa istirahat. Jangan seharian ngurung diri di studio."
686Please respect copyright.PENANAnqDhzmazQC
Keduanya memang disibukkan oleh pekerjaan masing-masing. Elsa bekerja sebagai akuntan di salah satu perusahaan telekomunikasi sehingga kerap pulang menjelang petang. Sementara itu, Dirga berprofesi sebagai komposer musik yang lebih banyak menghabiskan waktunya di studio pribadi di rumah, menerima berbagai pesanan musik untuk iklan, sinetron, hingga film.
686Please respect copyright.PENANAMCUJFrce5A
Penghasilan mereka lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, di antara para penghuni kompleks elit tersebut, pasangan Dirga dan Elsa termasuk salah satu keluarga yang paling mapan.
686Please respect copyright.PENANAy5wBlVo4MM
Setelah Elsa berangkat bekerja, rumah itu kembali diselimuti keheningan. Hanya suara pendingin ruangan dan sesekali kicauan burung dari luar jendela yang terdengar.
686Please respect copyright.PENANAlB5JMBAGuD
Bagi sebagian orang, suasana seperti itu mungkin terasa membosankan. Namun, tidak bagi Dirga.
686Please respect copyright.PENANAbJ1oljRyBK
Tak ada seorang pun yang melihat tingkahnya saat sendirian. Ia bebas bernyanyi sekencang mungkin mengikuti musik yang diputar dari pengeras suara, berjoget menirukan tarian-tarian viral di media sosial dengan gerakan yang sama sekali tidak luwes, lalu tertawa sendiri ketika menyadari betapa konyolnya dirinya.
686Please respect copyright.PENANAnIUQzdGdFQ
Di lain waktu, ia bahkan bisa menangis haru saat menonton film romantis, kemudian beberapa menit setelahnya terbahak-bahak karena adegan komedi yang menurutnya sangat lucu.
686Please respect copyright.PENANArdbmAh1BLm
Semua sisi kekanak-kanakan itu seolah menghilang begitu Elsa berada di rumah. Di hadapan sang istri, Dirga selalu berusaha tampil tenang dan dewasa.
686Please respect copyright.PENANAhfxnM8iTKJ
Usai mandi dan mengenakan pakaian yang bersih, Dirga berdiri di depan meja rias milik Elsa. Sambil bersenandung pelan, ia iseng mengambil salah satu lipstik milik istrinya dan mengoleskannya tipis ke bibir.
686Please respect copyright.PENANAIC1bhBcgTU
"Hmm... ternyata cantik juga," gumamnya sambil memonyongkan bibir ke arah cermin, lalu tertawa geli melihat tingkahnya sendiri.
Saat hendak mengembalikan lipstik itu ke tempat semula, pandangannya tertuju pada sebuah amplop cokelat yang tergeletak di sudut meja rias.
686Please respect copyright.PENANACb6H26tRZ8
"Ini apa?"
686Please respect copyright.PENANA4meakfNhIW
Rasa penasarannya muncul. Ia mengambil amplop itu, membuka perekatnya perlahan, lalu mengeluarkan selembar dokumen di dalamnya.
686Please respect copyright.PENANA2l6EbCkMzB
Senyumnya perlahan memudar.
686Please respect copyright.PENANA4lyffVi7Dz
Matanya bergerak cepat membaca setiap baris tulisan yang tertera. Semakin lama, dahinya semakin berkerut. Sorot matanya berubah, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia baca.
686Please respect copyright.PENANA3GLQtIy0q7
Dirga bergegas menuruni tangga. Langkahnya yang terburu-buru membawanya menuju studio musik di lantai bawah. Begitu masuk, ia langsung menyalakan komputer, membuka mesin pencari, lalu mengetik alamat yang tertera pada dokumen yang baru saja ia baca.
686Please respect copyright.PENANAO0FKHM2SyO
"Panti Asuhan Anugerah Kasih..." gumamnya pelan.
686Please respect copyright.PENANAh1QzQZTbAr
Berbagai informasi mengenai panti asuhan itu bermunculan di layar monitor. Dirga membacanya satu per satu dengan saksama.
686Please respect copyright.PENANAo1c9eFIXpb
"Apa yang sedang dipikirkan Elsa? Kenapa dia menyimpan dokumen ini? Apa ini ada hubungannya dengan pekerjaannya?" batinnya.
686Please respect copyright.PENANAgZHyWODJ6S
Rasa penasaran membuatnya sulit berkonsentrasi. Padahal pagi itu ia berniat menyelesaikan proyek musik untuk sebuah iklan minuman, tetapi pikirannya justru dipenuhi pertanyaan tentang panti asuhan tersebut.
686Please respect copyright.PENANARfnsPZqOQI
Tanpa terasa, waktu terus berlalu hingga matahari mulai condong ke barat.
686Please respect copyright.PENANAcv5dRRw4kx
Suara pintu depan terbuka membuyarkan lamunan Dirga.
686Please respect copyright.PENANAN513xiO8Eo
"Assalamualaikum..."
686Please respect copyright.PENANAbCJEp5hcSo
"Waalaikumsalam," jawab Dirga sambil berjalan menghampiri.
686Please respect copyright.PENANACFOT6otfAy
Elsa tampak kelelahan. Wajahnya lesu, bahunya sedikit turun, seolah seluruh energinya terkuras setelah seharian bekerja. Ia melepaskan sepatu hak tingginya begitu saja di depan pintu.
686Please respect copyright.PENANA7UJHraT6qP
Melihat itu, senyum jahil Dirga perlahan muncul.
686Please respect copyright.PENANAH26U1M1GWe
Dengan kedua tangan di belakang punggung dan wajah dibuat setegas mungkin, ia berdiri di depan istrinya layaknya seorang komandan.
686Please respect copyright.PENANAJiPuk5yvyx
"Nona Elsa," ucapnya mantap. "Silakan letakkan sepatu Anda di rak sepatu."
686Please respect copyright.PENANAWzhXhUafQc
Elsa menatap suaminya beberapa detik, lalu terkekeh pelan.
686Please respect copyright.PENANAtoagAJuHAL
"Oh... jadi sekarang gantian, ya?"
686Please respect copyright.PENANAcPdkUZFO1j
"Peraturan rumah berlaku untuk semua penghuni."
686Please respect copyright.PENANAQ8Mcl6BBCe
"Iya, Pak Komandan."
686Please respect copyright.PENANAZQfsGSqk5Q
Meski tubuhnya terasa lelah, Elsa tetap mengambil kembali sepatunya dan meletakkannya di rak. Setelah itu ia menatap Dirga sambil menggeleng pelan.
686Please respect copyright.PENANAGsLN31wTwE
"Puas?"
686Please respect copyright.PENANAZkYsVm7rls
Dirga tersenyum lebar.
686Please respect copyright.PENANAuSfD5KVwym
"Sangat."
686Please respect copyright.PENANAcUxG0v5R1z
Melihat wajah istrinya yang benar-benar letih, senyum jahil itu perlahan memudar. Ia menggenggam lembut tangan Elsa.
686Please respect copyright.PENANAlDJ5YogRsS
"Capek banget, ya?"
686Please respect copyright.PENANAv6Pg2vCz0q
Elsa hanya mengangguk pelan.
686Please respect copyright.PENANAACJYSfhrOy
"Hmm..."
686Please respect copyright.PENANAsVlbgisLid
Dirga mengusap punggung tangan istrinya.
686Please respect copyright.PENANAjVU65ZCuFO
"Aku sebenarnya mau tanya sesuatu. Tapi mandi dulu aja, biar badanmu lebih enakan."
686Please respect copyright.PENANA1NxT6fYH2s
Elsa mengembuskan napas panjang.
686Please respect copyright.PENANAbO6UlZt9wg
"Tanya sekarang aja. Nanti kalau habis mandi aku keburu ngantuk."
686Please respect copyright.PENANA8V4JMLeuD5
Dirga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
686Please respect copyright.PENANAFxbYwHvOV8
"Yakin?"
686Please respect copyright.PENANAivSek8hbd7
Elsa tersenyum tipis.
686Please respect copyright.PENANAmN7WgvTKFU
"Iya. Bilang aja."
686Please respect copyright.PENANAPYpir5Nj5l
Dirga kemudian mengambil amplop cokelat yang sejak tadi ia sisipkan dibelakang celananya.
686Please respect copyright.PENANAIrndUWeXeE
"Aku tadi nemu ini di meja rias. Maaf... aku sempat membacanya."
686Please respect copyright.PENANAy54IZBRTGQ
Elsa melirik dokumen itu sekilas.
686Please respect copyright.PENANAQINtxSATH9
"Oh..."
686Please respect copyright.PENANAjaCWiAjBjC
"Itu ada hubungannya sama pekerjaanmu?"
686Please respect copyright.PENANATdfMjcgrWu
Elsa menggeleng pelan. "Bukan."
686Please respect copyright.PENANAYkFAYGtVHx
"Lalu?"
686Please respect copyright.PENANAn51DgA0w2J
"Itu dari teman kantorku. Dia menyarankan kita mengadopsi anak. Katanya, panti asuhan itu cukup bagus, jadi dia memberikan brosur dan formulirnya kalau suatu saat kita tertarik berkunjung."
686Please respect copyright.PENANAx89UIVY5ho
Dirga terdiam beberapa saat.
686Please respect copyright.PENANAI5ZMN52NTO
"Kamu... setuju?"
686Please respect copyright.PENANAJanub5eBBE
Elsa tidak langsung menjawab. Ia memandang kosong ke arah ruang tamu sebelum akhirnya menghela napas panjang.
686Please respect copyright.PENANAWkt7cGhyRC
"Aku belum tahu, Sayang."
686Please respect copyright.PENANAC8LL3hoRdi
Suaranya terdengar lirih.
686Please respect copyright.PENANApgiPc6bHlz
"Belakangan ini aku cuma... capek. Rasanya terlalu banyak yang harus dipikirkan."
686Please respect copyright.PENANAmRLd7BcnUv
Dirga mengangguk pelan. Rasa penasarannya masih ada, tetapi ia memilih mengesampingkannya.
686Please respect copyright.PENANAucZy9rKWzm
"Istirahat dulu, ya."
686Please respect copyright.PENANAJuWSIsTCVH
Elsa mengulas senyum tipis. "Makasih."
686Please respect copyright.PENANAdJtiZEVH3Y
Ia kemudian melangkah menuju lantai dua, meninggalkan Dirga yang masih berdiri memandangi amplop cokelat di tangannya. Kini, rasa penasarannya justru semakin besar.
686Please respect copyright.PENANA5w9D4NLZcs
Malam kian larut. Jarum jam telah menunjukkan pukul sebelas, tetapi mata Dirga masih enggan terpejam.
686Please respect copyright.PENANAGLuAzBSEjt
Ia beberapa kali memutar video suasana alam di ponselnya. Gemericik sungai, desir angin di hutan, hingga suara hujan yang biasa membuatnya mengantuk. Namun malam ini sama sekali tak memberikan pengaruh. Kepalanya tetap dipenuhi berbagai pikiran.
686Please respect copyright.PENANAL3f8DTZJer
Sesekali ia menoleh ke arah Elsa yang telah terlelap di sampingnya.
686Please respect copyright.PENANAAOJigMdRp9
Dengan senyum jahil, Dirga menyolek pelan bahu sang istri.
686Please respect copyright.PENANAm3JdTWR13y
"Sayang..."
686Please respect copyright.PENANAnF2SjbtyIY
"Hmm..."
686Please respect copyright.PENANAKMdUUguylr
"Bobo terus?"
686Please respect copyright.PENANAecVXdz2dPm
Elsa hanya mengangguk kecil tanpa membuka mata.
686Please respect copyright.PENANAzKO34PPL0e
Dirga terkekeh. "Temenin ngobrol bentar, dong."
686Please respect copyright.PENANAWL2f2JjlDr
Tak ada jawaban.
686Please respect copyright.PENANAzRfCSdtfXU
Merasa belum menyerah, ia merangkul pinggang Elsa dari belakang, lalu berbisik pelan di telinganya.
686Please respect copyright.PENANA3uRWJUSXEm
"Gimana kalau kita gituan dulu?"
686Please respect copyright.PENANAEA2Zorvy7I
Elsa membuka mata setengah, lalu menoleh dengan wajah lelah.
686Please respect copyright.PENANAQEVRxURBks
"Sayang..." ucapnya lirih. "Aku capek banget. Besok aja, ya." Nada suaranya bukan penolakan, melainkan permohonan.
686Please respect copyright.PENANAIMjIvnV1Ne
Dirga mengembuskan napas panjang, lalu tersenyum tipis. "Oke. Maaf."
686Please respect copyright.PENANA5NuMKQ4crq
Ia mengecup kening Elsa sebelum kembali berbaring.
686Please respect copyright.PENANAMYxMgdzFvd
Beberapa menit berlalu. Elsa kembali tertidur pulas, sementara Dirga masih menatap kosong ke arah langit-langit kamar.
686Please respect copyright.PENANAQnzHykbZdd
Pada akhirnya ia menyerah.
686Please respect copyright.PENANAoopKiroHyP
Dirga bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju studio musik di lantai bawah. Daripada memaksakan diri untuk tidur, ia memilih menyelesaikan proyek musik yang sejak pagi tertunda.
686Please respect copyright.PENANAcSDm2LaCqS
Dentingan piano digital, suara synthesizer, dan ketukan drum virtual memenuhi ruangan kedap suara itu.
686Please respect copyright.PENANAXI3zluf6JB
Tanpa terasa, lebih dari dua jam berlalu.
686Please respect copyright.PENANAMBC1Z9CDH7
Dirga menyandarkan tubuhnya ke kursi kerja sambil meregangkan otot-otot yang mulai pegal. Proyek musiknya sudah hampir selesai
686Please respect copyright.PENANAMoWpxf9qX3
dan tinggal tahap penyempurnaan.
686Please respect copyright.PENANAQhCOQTKmNG
Ia melirik jam di sudut layar komputer.
686Please respect copyright.PENANAhczbkj5kSB
Pukul 01.07.
686Please respect copyright.PENANAEFr2XoxzT3
"Astaga... belum ngantuk juga."
686Please respect copyright.PENANAE25qjuJT9R
Insomnia memang telah lama menjadi sahabat yang paling menyebalkan dalam hidupnya.
686Please respect copyright.PENANAlmwFX3sE77
Karena tak ingin terus memandangi langit-langit kamar, Dirga kembali membuka peramban internet. Ingatannya kembali tertuju pada brosur panti asuhan yang diberikan teman Elsa.
686Please respect copyright.PENANA5sB2YIdr7T
Website Panti Asuhan Anugerah Kasih kembali memenuhi layar monitornya.
686Please respect copyright.PENANAMGgno0t6m4
Ia membaca profil yayasan, kegiatan para pengurus, hingga berbagai program sosial yang mereka jalankan. Setelah itu, rasa penasarannya membawanya membuka halaman daftar penghuni panti.
686Please respect copyright.PENANAeDO90NnrQf
Setiap anak dikelompokkan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Mulai dari bayi, balita, anak-anak, hingga remaja. Masing-masing disertai foto dan keterangan singkat mengenai diri mereka.
686Please respect copyright.PENANAIQfCMMXJQn
Dirga tersenyum geli.
686Please respect copyright.PENANA0tB3tkdnQ6
"Rasanya kayak lagi buka katalog..."
686Please respect copyright.PENANAbvFmMUx8uJ
Ia menggeleng pelan sambil terus menggulir halaman demi halaman.
686Please respect copyright.PENANAzO7BfVfF5R
Hingga jemarinya mendadak berhenti.
686Please respect copyright.PENANAPxFoJPNliu
Tatapannya terpaku pada sebuah foto seorang gadis remaja.
686Please respect copyright.PENANAOc9lmUz7fx
Wajahnya cantik dengan paras yang lembut. Rambut hitamnya tergerai rapi sebatas bahu. Meski mengenakan pakaian sederhana, kecantikannya tetap sulit diabaikan. Hanya saja, sepasang matanya memancarkan kesedihan yang begitu dalam, seolah menyimpan cerita yang tak sanggup diungkapkan.
686Please respect copyright.PENANAfT8kKiOhdl
Di bawah foto itu tertulis sebuah nama.
686Please respect copyright.PENANAwcTHfMZhMB
Kiti.
686Please respect copyright.PENANAQEaoDJfVqm
Usia: 15 tahun.
686Please respect copyright.PENANAGDojKR1TCF
"Namanya unik juga..." gumam Dirga pelan.
686Please respect copyright.PENANAtGCizXrCdU
Entah mengapa, dari sekian banyak foto yang terpampang di halaman itu, hanya wajah gadis tersebut yang membuat pandangannya bertahan lebih lama.
686Please respect copyright.PENANAWBBUdsJ3sS
BERSAMBUNG...
ns216.73.216.253da2


