Tiga Hari Setelah Pelaksanaan UN.
665Please respect copyright.PENANAcpMRWzeNXY
"Jadi, kira-kira pelaksanaan perpisahan kelas 6 akan diadakan dimana? Apakah ada usul?" kata Pak Sulai di tengah-tengah rapat.
665Please respect copyright.PENANAnU0m0wUgtI
Hari ini para Guru mengadakan rapat untuk pelaksanaan perpisahan. Seluruh guru berkumpul di ruang guru untuk membahas segala-gala tentang perencanaan ini. Mulai dari pembentukan panitia, tempat, tanggal hingga konsep.
665Please respect copyright.PENANAx0bxQ2AZnP
"Sepertinya belum seluruh guru berkumpul disini. Bu Lena ya belum hadir. Coba Jaka kamu cari Bu Lena, siapa tau lagi di kelas atau dimana gitu." suruh Pak Sulai.
665Please respect copyright.PENANArVW2uPYSs0
Gw mencari Bu Lena di setiap kelas. Mulai dari kelas 4 sampai 6, musholla, kelas 3-1 tiap kamar mandi tetapi waktu Gw cek kamar mandi guru lantai 1, Gw denger suara. Kecil banget, bahkan hampir samar. Karena penasaran, Gw cek juga kamar mandi siswa laki-laki sama perempuan, semakin hilang suaranya. Tiba-tiba Bu Nisa menghampiri Gw.
665Please respect copyright.PENANAKf8URmcwW3
"Jak?" panggilnya bingung dengan tingkah Gw.
665Please respect copyright.PENANAjoxI993YXp
"Bu, denger gak?"
665Please respect copyright.PENANA8vQ3LjgM1f
"Apa??"
665Please respect copyright.PENANARgHat98yLS
"Coba ibu diem."
665Please respect copyright.PENANAT4bDZt4Cd8
Ketika kami berdua diam. Sangat hening sekali. Lalu terdengar suara denyitan kayu dan suara dua buah benda yang sedang beradu *Rnyitt rnyittt plok plok plok* tetapi sangat pelan sekali.
665Please respect copyright.PENANAHcp7VamXli
"Kayak suara orang ngentot, Bu." kata Gw.
665Please respect copyright.PENANAsxYI5TiMFM
"Siapa?? Bang Sani??" tanya Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANABx3irvDD4O
"Iya kali. Sama siapa tapi?" tanya Gw balik.
665Please respect copyright.PENANAdSc4gPbh5o
"Bu Lena??" tebaknya.
665Please respect copyright.PENANAcozYNIWkAj
"Ahh yang bener. Coba yuk periksa." ajak Gw.
665Please respect copyright.PENANA52rcwx5f4T
"Periksa dari mana??" tanya Bu Nisa bingung.
665Please respect copyright.PENANAPwmyWUKr9l
"Jendela kamarnya langsung ke luar ya. Ventilasinya juga. Apa tungguin aja di depan pintu?"
665Please respect copyright.PENANAf1O5QJ2yov
"Boleh tuh, Jak."
665Please respect copyright.PENANAyPw9vikMH3
Kami pun menuju ke pintu kamar Bang Sani, OB Sekolah yang berada di paling pojok lorong lantai satu. Sangat terpencil, jarang di lalui orang. Anehnya adalah, ketika berada di depan pintu Bang Sani, malah suara itu hilang. Gw pun terheran-heran dengan Bu Nisa. Kok bisa sebegitu kedap suaranya kamar Bang Sani ini.
665Please respect copyright.PENANA5MDdZIBlnD
"Bu, kalo kita bisa manfaatin Bang Sani. Kita bisa ngentot disini terus Bu. Enggak usah nunggu pulang sekolah. Hehehe."
665Please respect copyright.PENANArBj3sol1Ov
"Ihh, kamu Jak. Emang kamu mau ngentot lagi sama saya?"
665Please respect copyright.PENANAiY6NfMzOE4
"Mau lah, Bu."
665Please respect copyright.PENANAuLlxQwjNrj
Lalu tanpa babibu Gw langsung menyambar bibir Bu Nisa. Juga toketnya yang menantang tak lupa Gw remas-remas saking gemasnya.
665Please respect copyright.PENANABOCrZPPNdn
"Jakkhh,, sebemmmm ntar."
665Please respect copyright.PENANAkBe089Stnh
*Spluurrppp. Gw sedot seluruh air liurnya.
665Please respect copyright.PENANAUxNlTUjsc0
"Jangan duluu atuhhhh. Kita lagi tungguin Bu Lena kan."
665Please respect copyright.PENANAWbEf2hzqui
Gw pun melepaskan ciuman Gw dari Bu Nisa. Bajunya yang tadi Gw berantakin sudah Gw rapihkan tak ada lecekan. Tiba-tiba dari dalam kamar Bang Sani terdengar suara.
665Please respect copyright.PENANAY3wmjSn5sR
*Stekk. Kunci pintunya dibuka dari dalam.
665Please respect copyright.PENANAbpcU70e1zH
Bang Sani keluar dari kamarnya dan terkaget melihat kami berdua. Dia diam mematung bahkan hampir terjatuh. Bu Lena dibelakangnya terlihat sedang memakai BH nya. Toketnya yang lebih besar terlihat menggantung, seakan minta dihisap saja. Memeknya yang berbulu lebat ia tutup dengan tangannya. Beda dengan memek Bu Nisa yang hampir gundul, hanya menyisakan rambut-rambut kecil.
665Please respect copyright.PENANAxVf1L9U9Rz
"Cieee. Abis ngapain nih?"
665Please respect copyright.PENANAjoS2vWUh44
"Bu Nisa!! Jaka!! Kenapa disini!!??" tanya Bang Sani.
665Please respect copyright.PENANA97J1SRoTR9
"Ehhh, Ya ampun." Bu Lena nampak terkaget-kaget dengan kehadiran kami.
665Please respect copyright.PENANAm94ZiPiV6R
"Abis ada yang mainnya seru banget. Hahahaha." ledek Gw.
665Please respect copyright.PENANAaJzDzqWlp7
"Ehh, gak gitu. Enggakk gituu." kata Bu Lena.
665Please respect copyright.PENANA9g6wHcxmPu
"Yaudah ayuk Jak, kita balik ke ruang guru. Bu Lena, dicariin Pak Sulai tuh ditungguin buat rapat." kata Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANARSm22ojy0T
Lalu tiba-tiba tangan Gw ditarik oleh Bang Sani.
665Please respect copyright.PENANAh4H0m4ScD6
"Jak, tolong jangan bilang siapa-siapa yaa." kata Bang Sani.
665Please respect copyright.PENANAtxjN27vMl3
"Tenang, Bang. Saya sama Bu Nisa mah orang baik. Asal Abang sama Bu Lena baik aja. Hahahaha."
665Please respect copyright.PENANAzs5Y3Xd7nT
Lalu kami pun menuju ke ruang rapat untuk memenuhi panggilan Pak Sulai.
665Please respect copyright.PENANAx31Tg2ooe2
Hasil rapat telah ditentukan. Perpisahan kali ini dilaksanakan seminggu lagi di daerah puncak. Bu Lena ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana, karena dirinya adalah pemilik villa tempat pelaksanaan acara. Konsep acara hanya hiburan-hiburan saja, jadi orang tua siswa tidak diikutkan. Bu Lena menunjuk Bu Putri, Pak Rizki, Bu Nisa dan Gw untuk menjadi panitia acara.
665Please respect copyright.PENANAFCHb0K7vJG
Dua hari setelah rapat, panitia perpisahan meminta izin untuk mengunjungi villa milik Bu Lena untuk meninjau kegiatan yang akan dilaksanakan nanti. Gw baru mengetahui ternyata Bu Lena adalah orang kaya. Dia mau menjadi guru karena sudah menjadi cita-citanya dari dulu, dan juga ketika dimasa sulit uang honor mengajarnya lah yang menjadi modal suaminya berjualan di Tanah Abang hingga menjadi sesukses sekarang.
665Please respect copyright.PENANAau7n8iKX7n
Kami berangkat dari sekolah jam 8 pagi menggunakan mobil Bu Lena. Pak Rizki yang mengandarainya. Sesampainya disana ternyata villanya lumayan luas. Kira-kira terdapat 8 kamar. Yang telah kami bagi menjadi 2 untuk siswa laki-laki dan 2 untuk siswi perempuan. Lalu 1 untuk guru laki-laki dan 2 untuk guru perempuan.
665Please respect copyright.PENANAe44WDPvbVU
Pak Rizki dan Bu Putri berkeliling untuk melihat tempat disebelah mana yang bisa dijadikan tempat api unggun. Disaat hanya kami bertiga, Bu Nisa bertanya kepada Bu Lena perihal perselingkuhannya dengan Bang Sani.
665Please respect copyright.PENANA9Q9sqTtOaI
"Udah berapa lama Bu?" Bu Nisa mengawali pembicaraan.
665Please respect copyright.PENANAfatOe7y2zb
"Udah lama apanya?"
665Please respect copyright.PENANAqe2aflo7FQ
"Sama Bang Sani itu lohh. Hihihi."
665Please respect copyright.PENANAEmGcxoR2wj
"Gapapa, Bu. Kami mah bisa jaga mulut." timpal Gw.
665Please respect copyright.PENANAEznyLHYAqI
"Bener ya tapi."
665Please respect copyright.PENANAtqlA2qtSpy
"Iyaa." jawab Gw dan Bu Nisa bersamaan.
665Please respect copyright.PENANAKBvH6NZADy
"Jadi tuh baru dua bulan. Aku juga bingung mau gimana lagi. Suami aku udah impoten, dia udah enggak mau bantu aku puasin diri. Dia udah sibuk sama usahanya. Tadinya aku mau sama gigolo tapi takut. Sampe akhirnya aku liat Bang Sani, terus aku tawarin main sama aku dan aku bayar 200 ribu. Dia mau, tapi dia enggak bisa bikin aku keluar."
665Please respect copyright.PENANAbLnRT3MaES
"Hahahaha. Salah orang kamu berarti." kata Bu Nisa sambil melirik Gw. Gw hanya bisa mengerenyitkan mata tanda tidak setuju untuk di umbar pergelutan antara Gw sama Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANAvo2Pb7FhjH
"Abis gimana lagi. Aku kan lebih sering di sekolah daripada di rumah." kata Bu Lena.
665Please respect copyright.PENANAKZT7bKmJRK
"Loh, saya jarang liat ibu kalo sampai sore disini." kata Gw.
665Please respect copyright.PENANADaybVk0uJV
"Aku kadang di kelas 3, di pantry atau di ruang ngerokok temenin Pak Rizki sama Bu Putri pacaran. Biar enggak ada fitnah katanya." jelas Bu Lena.
665Please respect copyright.PENANAowHNvCxB2y
"Ibu salah orang kali. Coba ibu mainnya sama Jaka, bisa keluar terus." kata Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANAvLwbBgeHuX
"Ahh, bercanda aja kamu."
665Please respect copyright.PENANAT5KiicqFrG
Lalu Bu Nisa berbisik kepada Bu Lena. Gw enggak bisa mendengar pembicaraan mereka, yang Gw tau adalah ekspresi Bu Lena yang terlihat kaget setelah dibisiki Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANAhtcrRoWvw8
"Ya ampun, Bu Nisa." kata Bu Lena.
665Please respect copyright.PENANAm2qCmdPsv4
"Gapapa, Wlee. Yang penting dapet puasnya. Daripada kamu cuma dapet zinah nya doang. Hahahaha." kata Bu Nisa meledek Bu Lena.
665Please respect copyright.PENANA9qW8tozwnS
"Tapi apa bener, Jak?" tanya Bu Lena ke Gw.
665Please respect copyright.PENANA5BAbDNoXJT
"Bener apanya, Bu?" tanya Gw heran.
665Please respect copyright.PENANAedkXflJeEw
"Coba, Jak. Kamu kasih unjuk kontol kamu ke Bu Lena. Bu Lena penasaran sama benda yang udah bikin saya puaasssss." Bu Nisa menyuruh Gw.
665Please respect copyright.PENANA6JdPgLLpTn
Akhirnya Gw bukalah celana Gw untuk menunjukkan kontol Gw ke hadapan dua orang ibu rumah tangga ini. Yang satu belum punya anak, yang satu sudah beranak 2.
665Please respect copyright.PENANAxjJnAnF3Ck
"Bu Lena jagain ya. Takutnya Pak Rizki sama Bu Putri nanti liat."
665Please respect copyright.PENANAR0SPtkf0hy
Lalu Bu Nisa berlutut di hadapan Gw. Dia genggam kontol Gw lalu dikocoknya perlahan. Bu Nisa mengawali dengan menjilati kepala kontol Gw, batang lalu ke biji Gw. Dengan lahap dia telannya itu kedua buah zakar kedalam mulutnya.
665Please respect copyright.PENANAvKHkvbxdZP
"Slurppp. Ahhh. Ini nih yang dicari-cari warga." candanya.
665Please respect copyright.PENANAKrWi9GqkZI
"Bu, pelan-pelan. Geli tau." kata Gw.
665Please respect copyright.PENANASG5iNOsMQZ
Bu Lena hanya bisa bengong menyaksikan dua orang guru sekolah dasar Islam sedang melakukan perbuatan dosa itu. Bu Nisa tidak peduli, yang dia rasakan adalah nikmatnya menjilati kontol yang memuaskan syahwatnya.
665Please respect copyright.PENANAhHvbDvcBkO
*Slurrpphh sluurrpp
665Please respect copyright.PENANA8gey2WFi1X
*Hlock hlockk hlockk
665Please respect copyright.PENANAlYFA5a4MAf
Bu Nisa menyodokkan kontol Gw hingga menyentuh kerongkongannya hingga mengeluarkan bunyi seperti itu. Dengan tempo sedang, Bu Nisa menyedot kontol Gw dan menaik turunkan kepalanya.
665Please respect copyright.PENANAYux7PCqWoA
*Slurpp slurpp slurpp
665Please respect copyright.PENANArspdMUmPpn
"Ahhhh, enak banget Jak."
665Please respect copyright.PENANAw1hPAwunpw
"Sepongan ibu yang enakkk."
665Please respect copyright.PENANAPk79lTj6kA
Bu Lena yang melihat perbuatan kami, diam tak berkutik. Daripada menganggur, Gw ajaklah bergumul bersama kami.
665Please respect copyright.PENANAuC5ApYlVa0
"Bu Lena, sini ikut." ajak Gw.
665Please respect copyright.PENANAQDEPkK6uUp
"Nanti ada Pak Rizki sama Bu Putri gimana?" tanya Bu Lena.
665Please respect copyright.PENANAAh8NfnWs3w
Bu Nisa hanya tersenyum lalu melanjutkan sepongannya. Semua titik dijilatinya tanpa sisa. Dia kecupnya kepala kontol Gw hingga bawah. Lalu dia ulangi menyedot kontol Gw sambil menaik turunkan kepalanya. Merasakan kenikmatan, Gw memegang kepala Bu Nisa yang tertutup jilbab itu dan ikut menggerakkan kepalanya. Semakin nikmat Gw rasakan, semakin cepat Gw naik turunkan kepala Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANA0eVrtDNKAh
*Hurkkk hurkkk hurkk
665Please respect copyright.PENANAK0itG2wP8U
Kontol Gw menyentuh kerongkongan Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANA2RsWpiFwn6
"Bu, udah mau keluar nih." ucap Gw memberitahu Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANAHaIcCXeuOe
"Bu Lena yang tampung ya." kata Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANAZ6WQeqDGdC
Lalu Bu Nisa bangun dan menuntun Bu Lena untuk menyepong Gw. Dengan malu-malu Bu Lena memasukkan kontol Gw ke dalam mulutnya. Dia mengikuti gerakan yang tadi ditunjukkan Bu Nisa. Dia hisap sambil memainkan kontol Gw dengan lidahnya. Bu Lena juga menuntun tangan Gw untuk meremas toketnya dari dalam bajunya.
665Please respect copyright.PENANA9fgVTRMEwJ
"Iyaa Buu. Dikit lagiiii."
665Please respect copyright.PENANAjncLyeLSmS
Bu Lena semakin mempercepat gerakan kepalanya dan Gw pun menyemburkan cairan hangat itu ke dalam mulut Bu Lena.
665Please respect copyright.PENANAxcynHLfQk7
*Crotttt crootttt.
665Please respect copyright.PENANAOWOUasaYcA
*Glukkk glukkk glukkkk.
665Please respect copyright.PENANAV1LU2I97Q4
"Ahhh, Jakaaaaa." ucap Bu Lena.
665Please respect copyright.PENANAHoEk3CfIx9
"Banyak banget iniii. Sampai jadi haus saya." sambungnya.
665Please respect copyright.PENANAHbjXgvoSRb
Bu Lena langsung menuju dapur untuk mencari air minum. Melihat itu Bu Nisa hanya tertawa kecil. Gw hanya bisa bersyukur karena telah disepongi oleh dua orang MILF yang baik hati.
665Please respect copyright.PENANAcG8XOJK8ZF
Beberapa menit kemudian Pak Rizki dan Bu Putri kembali dan menjelaskan idenya tentang acara perpisahan ini. Setelah pembicaraan yang rumit, sore harinya kami balik ke sekolah untuk pulang ke rumah masing-masing.
665Please respect copyright.PENANA84DUFTkmOy
"Jaka."
665Please respect copyright.PENANA0PoYKp8RyP
Bu Nisa mengirim pesan lewat WA ke Gw
665Please respect copyright.PENANAbYB7GqtDwg
"Iya, Bu?"
665Please respect copyright.PENANANqCBtnLFI4
"Lagi dimana??"
665Please respect copyright.PENANAI5Dfy4dxLY
"Ruang Guru, Bu. Nemenin Bu Farhah."
665Please respect copyright.PENANArEKl0naBSd
"Oh, yaudah. Saya nyusul."
665Please respect copyright.PENANAcyoMFecise
Bu Nisa berniat menimbrung bersama Gw dan Bu Farhah yang sedang melakukan kegiatan sore kami seperti biasa.
665Please respect copyright.PENANAJSKKZz5JtY
"Siapa tuh? Pacarnya ya?" tanya Bu Farhah.
665Please respect copyright.PENANAUbFIVIIlss
"Bukan lah. Bu Nisa ini, mau gabung kesini."
665Please respect copyright.PENANA3fZYzElBI4
"Yaah, enggak jadi berduaan dong." candanya.
665Please respect copyright.PENANAwsfuJx8xl3
Semenjak Gw bantu untuk menginput nilai siswa, Farhah semakin dekat dengan Gw. Hampir tiap malam kami chattingan hanya untuk menanyakan kabar. Tetapi tiap Gw tawarkan untuk pulang bareng, dia selalu menolah. Entah kenapa Gw juga belum tau.
665Please respect copyright.PENANA3YAHv4lEsH
"Emang kenapa kalo bertiga? Maunya berduaan aja emangnya? Hahahaha."
665Please respect copyright.PENANApzjUvp8b9i
"Enggak juga sihh. Nanti ada setannya dong."
665Please respect copyright.PENANAnv258jNK3n
"Assalamualaikum." Bu Nisa memasuki ruang guru.
665Please respect copyright.PENANApIbaxrlw9X
"Nah, tuh setannya." canda Gw yang dilanjutkan oleh tawa Farhah.
665Please respect copyright.PENANART58abhiiK
"Ihh, anak muda. Orang masuk beri salam, bukannya dijawab malah dikatain setan." protes Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANA8yfyJUQ2El
"Au tuh, Jaka."
665Please respect copyright.PENANAWyJwaUW27B
"Kamu lagi apa, Far?"
665Please respect copyright.PENANAc7lnvWJAN4
"Enggak lagi apa-apa. Tadi mah biasa, lagi nyicil input nilai. Sekarang udah selesai."
665Please respect copyright.PENANAwcI0ufTFxT
"Mau pulang sekarang?"
665Please respect copyright.PENANAssIuwxH4On
"Enggak tau deh. Niatnya sih masih mau disini."
665Please respect copyright.PENANAqw3XSwtBfy
"Mau berduaan sama Jaka ya."
665Please respect copyright.PENANAuzTLKd8sma
"Iyaaa. Tapi gara-gara ibu dateng jadi ada setannya." kata Gw.
665Please respect copyright.PENANAZOFmXaL2sX
"Ihh nih anak." kata Bu Nisa sambil melempar spidol ke arah Gw.
665Please respect copyright.PENANAlsHlO6Suwm
"Ett, gak kena. Hahaha."
665Please respect copyright.PENANARvM4gYJzTZ
*Pltakkk
665Please respect copyright.PENANAG478Pf4xPU
Spidol yang kedua yang dilempar oleh Farhah tepat mengenai hidung Gw.
665Please respect copyright.PENANAuaji3on6od
"Tuh, bu saya bantuin. Enak aja bilang lagi berduaan."
665Please respect copyright.PENANAkEkGIkxOoO
"Hahahaha. Rasain kamu, Jak."
665Please respect copyright.PENANAZTVZHuAfO2
"Duh, parah nih dikerjain dua cewek." kata Gw.
665Please respect copyright.PENANAY4K0V4BbTV
"Threesome dong. Hahahaha." kata Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANAMe05LNSeNN
Gw dan Farhah bingung mendengar Bu Nisa tertawa. Dan juga bingung, apa itu arti threesome.
665Please respect copyright.PENANABqQsm3hAeb
"Threesome itu apa, Bu?" tanya Bu Farhah.
665Please respect copyright.PENANA7VMfPFuDsW
"Ada dehh. Suatu saat juga kamu bakal tau. Wkwkwk."
665Please respect copyright.PENANAZtGkjapxDS
"Ayo, Bu Farhah. Kita pulang." ajak Gw.
665Please respect copyright.PENANABpMUzesb4p
"Ehh, kamu sama Bu Nisa aja. Aku naik ojol aja seperti biasa."
665Please respect copyright.PENANA9FACa4gv6f
"Udahh, gapapa. Sekali-kali saya yang naik ojol. Kan rumah kalian yang berdekatan. Masa saya mulu yang bareng Jaka."
665Please respect copyright.PENANAynMpwYiZbF
"Tapi jatahnya enggak berkurang kan, Bu?" tanya Gw.
665Please respect copyright.PENANAlMeKLso7X0
"Enggak atuh laa. Kan kamu tinggal minta sama Farhah. Hahaha."
665Please respect copyright.PENANA1nRe7stRgV
Gw mulai berpikiran aneh. Tentang jatah yang dimaksud Bu Nisa. Mungkin yang dimaksud minta jatah ke Farhah adalah upah. Tapi bagaimana jika yang dimaksud Bu Nisa adalah jatah ngentot. Sejak kejadian sama Bu Nisa waktu itu, pikiran Gw selalu menjadi mesum. Ditambah kejadian dua sepongan dari Bu Nisa dan Bu Lena.
665Please respect copyright.PENANAMfrGvprlfy
"Bu, gara-gara ngomongin jatah saya jadi pengen ngentot lagi nih."
665Please respect copyright.PENANAUiS5i1j7US
"Yeh, kamu. Ada Farhah nih. Gimana."
665Please respect copyright.PENANAdgKI4Rjm1Y
"Di kamar Bang Sani aja yuk."
665Please respect copyright.PENANAdDod8Bs2b8
"Ayuk, deh. Tapi sebentar aja ya."
665Please respect copyright.PENANA7sn2bBS6t7
"Iya. Bu Nisa pura-pura ke kamar mandi gih. Nanti saya nyusul."
665Please respect copyright.PENANASOyMskyT3g
Karena kepengen, Gw minta Bu Nisa untuk merasakan ngentot lagi. Tapi karena ada Farhah, kami bingung untuk melakukannya.
665Please respect copyright.PENANACFqAyxKPoT
"Aku mau pup dulu ya. Kalian jangan macam-macam berdua disini." kata Bu Nisa meninggalkan Ruang Guru.
665Please respect copyright.PENANAmyG68LPCyq
"Ihh, enggak lah Bu." kata Farhah.
665Please respect copyright.PENANAmJFUOKJA57
"Far, aku mau ngerokok dulu yah." kata Gw.
665Please respect copyright.PENANAuQnSWnfsYG
"Yaudah gih."
665Please respect copyright.PENANAYzJrrCGKcD
"Tapi jangan pulang dulu yaa. Jadi bareng kan?"
665Please respect copyright.PENANADCKHXysWtM
"Hmmm, gimana yah?".
665Please respect copyright.PENANALTQIJC7Nlq
"Udah, bareng aja."
665Please respect copyright.PENANAvZ29haskUg
"Yaudah deh."
665Please respect copyright.PENANAGrUBz2tpUz
Lalu Gw menyusul Bu Nisa ke kamar Bang Sani. Dia sudah duduk di kasur masing dengan pakaian lengkap.
665Please respect copyright.PENANAxtFoLsUAQF
"Bang Sani nya mana, Bu?"
665Please respect copyright.PENANAf8jGOfOQ74
"Tadi saya udah ngomong, pake aja katanya."
665Please respect copyright.PENANAXC3Ue4Aomr
"Oke dehh."
665Please respect copyright.PENANAwjPURM5dJI
Lalu Gw langsung membuka seluruh pakaian Gw, begitu juga Bu Nisa. Dia langsung telentang di atas kasur dengan membuka pahanya.
665Please respect copyright.PENANAtCTG02dSsy
"Bu, kemaren Bu Nisa sama Bu Lena jilatin kontol saya. Kalo saya jilatin memek Bu Nisa itu bisa gak sih?" tanya Gw yang masih polos ini.
665Please respect copyright.PENANApkf0k93mNt
"Hahahaha. Bisa atuh, Jak. Cobain aja."
665Please respect copyright.PENANACqn20herE8
Lalu Gw mulai mendekati memek Bu Nisa. Bulunya tipis, memeknya juga masih merah agak kehitaman. Lalu Gw belai dengan ibu jari Gw.
665Please respect copyright.PENANAZwN201y1e7
"Ini apa sih Bu." tanya Gw sambil membelai-belai sesuatu yang menonjol di atas memeknya.
665Please respect copyright.PENANAKr815uwEbr
"Itu namanya klitoris, atau itil. Itu tempat paling geli buat cewek. Sumber nikmatnya ada disitu."
665Please respect copyright.PENANA7VG0l3ytn5
Lalu Gw langsung menjilati klitoris Bu Nisa. Sambil sesekali Gw sedot.
665Please respect copyright.PENANAPeS0zqK6lQ
"Ahhhh, Jaakkk." Bu Nisa menjambak Gw.
665Please respect copyright.PENANAmAhmkNFBIq
"Mpphhhh, Jakaa. Geliii tauuu."
665Please respect copyright.PENANAuwOOmPg3p5
Lalu Gw hisap seluruh memeknya. Gw masukkan lidah Gw ke dalam liang kenikmatannya. Tak diam, tangan Gw meremas toket indahnya itu.
665Please respect copyright.PENANAsxJezrR1An
"Jakk, ayuk langsung aja. Ada Farhah nungguin."
665Please respect copyright.PENANAXhQyz8F1U6
Gw langsung bangun, lalu mengarahkan kontol Gw ke memek Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANAy9kUt84dE2
"Masukin ya, Bu." izin Gw.
665Please respect copyright.PENANAw5EwIahKJL
Gw pun langsung memasukkan kontol Gw ke memek Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANAOUtZg5xU6i
*Blessss
665Please respect copyright.PENANAZRB8UOHXDZ
"Ayo, Jak. Puasin saya." ucap Bu Nisa. Dia hanya bisa pasrah menerima sodokan kontol Gw yang bertubi-tubi.
665Please respect copyright.PENANAHq6ebHitcv
"Bu Nisa udah pernah selingkuh belum sih sebelumnya??" tanya Gw sambil memompa memek Bu Nisa. Kasur reot itupun mengeluarkan bunyi yang cukup mengganggu.
665Please respect copyright.PENANAXZEmnRBUJw
"Ahh,, ahh belum Jak. Baru sama kamu,, aja ini Jak." jawabnya terputus-putus karena merasakan kenikmatan yang diberikan oleh kontol Gw.
665Please respect copyright.PENANACIECX9HEY6
"Bu, cepet aja ya. Saya udah mau keluar." ucap Gw.
665Please respect copyright.PENANAsVVxNPc7hy
"Iyaa, Jaakk. Keluarin ajaa. Saya juga mau keluar. Ahhhh."
665Please respect copyright.PENANAU6JeTcKWuW
*Crott crottt
665Please respect copyright.PENANAf0Coi1gluF
Gw merubuhkan tubuh Gw di atas tubuh gempalnya Bu Nisa. Bu Nisa juga tampak senang, ia merangkul Gw sambil tersenyum.
665Please respect copyright.PENANA9TdeVRRRut
"Anget banget peju kamu, Jak."
665Please respect copyright.PENANAm2cFtcXsiJ
"Peju tuh apa, Bu?"
665Please respect copyright.PENANAB42bqxuW0a
"Ihh, kamu kayak anak kecil aja. Peju tuh sperma, air mani."
665Please respect copyright.PENANArQvm9GVare
Kata Bu Nisa menjelaskan, dia masih merangkul Gw bagaikan seorang Ibu yang memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang.
665Please respect copyright.PENANAOCxA4u8EV0
"Kamu mau jadi anak saya atau suami saya, Jak?" tanyanya.
665Please respect copyright.PENANAE10NzELa84
"Bedanya apa, Bu?"
665Please respect copyright.PENANAQ5J2dyreek
"Enggak ada bedanya, dua-duanya juga bakal saya ngentotin kalo macemnya kayak kamu mah. Hehehehe."
665Please respect copyright.PENANAvkSYjNxgY9
Dasar Bu Nisa. Padahal dia adalah guru sekolah dasar yang lumayan disegani di lingkungannya. Image nya sebagai guru begitu terbalik disaat kami melakukan perbuatan seperti ini.
665Please respect copyright.PENANAwB0BSgUYGd
"Ehh ini dua guru mainnya asik amat. Kasur saya nanti rusak dah." kata Bang Sani dari luar pintu kamarnya.
665Please respect copyright.PENANAMYwXe8uwOl
Kami memang tidak menyadari bagaimana keadaan tempat kami bergumul tadi. Tanpa terasa ternyata benar bahwa kasur Bang Sani sudah agak miring akibat perbuatan kami.
665Please respect copyright.PENANAuW70sRFa9G
Setelah kami mengenakan pakaian lengkap, kami membuka pintu kamar Bang Sani lalu meminta maaf kepadanya.
665Please respect copyright.PENANAscOPy3aw6z
"Bang, maaf ya. Kasurnya jadi begini." ucap Gw.
665Please respect copyright.PENANAmF1asNNglI
"Ya atuh mau gimana lagi. Emang udah tua." kata Bang Sani pasrah.
665Please respect copyright.PENANA5LudnLf5Zc
"Tenang Bang. Nanti saya minta Bu Lena buat bagusin kamar Bang Sani. Asal bisa buat kami ngentot ya. Hehehe." ucap Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANABHBTZbEK6q
"Yah, terserah deh. Saya mah ikut ajahh." jawabnya.
665Please respect copyright.PENANACWuYzgQzbZ
Kami berduapun kembali ke Ruang Guru untuk menemani Farhah. Mudah-mudahan saya dia tidak curiga dengan kami berdua yang kembali dengan bercucuran keringat dan baju yang berantakan.
665Please respect copyright.PENANAEQP9DcYyYE
"Pulang yuk, Far. Udah lega aku." ajak Bu Nisa ke Farhah.
665Please respect copyright.PENANAB4SyCeTKCG
"Ayukk."
665Please respect copyright.PENANALimnvDClAs
"Jadinya kamu sama Jaka kan?"
665Please respect copyright.PENANAxkgroQHCVh
"Ehh, Bu Nisa gimana nanti?"
665Please respect copyright.PENANAnlXXgvtCfR
"Sama seperti kamu kemarin-kemarin. Ojol, hahahaha."
665Please respect copyright.PENANABy4E1KU3c5
"Yahh, ibu. Saya jadi enggak enak kan."
665Please respect copyright.PENANA3NBStqvSyM
"Gapapa. Lagipula saya juga bosen sama Jaka. Dia mulu, dia mulu."
665Please respect copyright.PENANARmr9ybLRHE
"Ehh, bosen? Oke kalo begitu." sambung Gw.
665Please respect copyright.PENANApJ5u0T0r50
"Iyaa, kenapaa." balas Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANAguOolzOXJo
"Gapapa. Lumayan bisa berduaan sama Bu Farhah. Heheheh."
665Please respect copyright.PENANA852wRCoEWw
"Ehh, awas kamu yaa." sambung Farhah.
665Please respect copyright.PENANAj9N4TUKFeP
"Enggak, enggak. Bercandaa." ucap Gw.
665Please respect copyright.PENANA4F3k69ij5r
"Yaudah, yuk. Saya udah dapet drivernya nih." kata Bu Nisa.
665Please respect copyright.PENANAntNo0LRaOY
__--__
665Please respect copyright.PENANAHj27nb6okk
"Jaka, kamu harus baca!!"
665Please respect copyright.PENANAr2mRGOuyAn
Tiba-tiba Bu Nisa mengirimkan history chatnya dengan Bu Lena. Tanpa membalas, Gw pun langsung membaca isi chat itu.
665Please respect copyright.PENANAhPLjNb8svP
Bu Lena :
"Assalamualaikum, Bu Nis."
665Please respect copyright.PENANAaoM4d60uhK
Bu Nisa :
"Waalaikum salam, Bu Len. Ada apa??"
665Please respect copyright.PENANAJaETE9m9JP
Bu Lena :
"Soal yang waktu di villa itu."
665Please respect copyright.PENANA8q25LaqGew
Bu Nisa :
"Kenapa, Bu? Mau nyepong Jaka lagi? Hihihi."
665Please respect copyright.PENANAQuBsiFiZbJ
Bu Lena :
"Ehh, kamu frontal banget dehh."
"Sebelumnya aku mau tanya dulu."
"Emang bener kamu pernah ngentot sama Jaka?"
665Please respect copyright.PENANAs70SrZaCI0
Bu Nisa :
"Iyaa, pernah. Keluar tiga kali akuu dibikinnya."
"Padahal itu pertama kali dia ngentot."
"Aku yang ambil perjakanya. Hehehe."
665Please respect copyright.PENANAvOCgmI7YYk
Bu Lena :
"Olaahh. Iri aku."
665Please respect copyright.PENANAoQR4s7TlY1
Bu Nisa :
"Pengen yahh? Hahahaha."
665Please respect copyright.PENANA3UhIvnlggQ
Bu Lena :
"Iyaahhh  "
"Suami aku udah enggak mau bantu aku lagi."
"Kalo kemarin-kemarin aku masih dikocokin kadang dimasukin dildo sama dia. Sekarang udah enggak mau lagi."
"Makanya aku main sama Bang Sani."
"Tapi tetep aja, kurang enak."
665Please respect copyright.PENANA0KWfOLKTO4
Bu Nisa :
"Hahahaha. Makanya main sama Jaka."
"Kalo kamu mau, aku izinin kok. Tapi ada syaratnya."
665Please respect copyright.PENANAGrd8EZbtoc
Bu Lena :
"Oalah pake izin-izinan."
"Apa tuh syaratnya?"
665Please respect copyright.PENANA2dee37guNO
Bu Nisa :
"Tanya sendiri deh sama Jaka. Hahaha."
665Please respect copyright.PENANACTkne6i6ar
Selesai membaca isi chat itu. Benar saja, Bu Lena langsung mengechat Gw.
665Please respect copyright.PENANAqv3n7pXscd
Bu Lena :
"Jaka."
665Please respect copyright.PENANAX2Bkx6d15q
Jaka :
"Iya, Bu Lena?"
"Ada apa?"
665Please respect copyright.PENANAAIZK02T97T
Bu Lena :
"Kamu lagi dimana?"
665Please respect copyright.PENANArDQqYMo90p
Jaka :
"Baru pulang nongkrong, Bu."
"Kenapa?"
665Please respect copyright.PENANAC1ytZSALQR
Bu Lena :
"Saya minta tolong nih. Boleh gak?"
"Urgent banget."
665Please respect copyright.PENANAH076Oo4XJw
Jaka :
"Dimana, Bu?"
665Please respect copyright.PENANAh6f3Ui24v5
Bu Lena :
"Di rumah saya."
665Please respect copyright.PENANAvtgl0zXX12
Jaka :
"Oke, Bu. Segera meluncur."
665Please respect copyright.PENANA1OmU8C4DLz
Akhirnya, apa mungkin kali ini Bu Lena bakal minta dientotin sama Gw? Mudah-mudahan aja. Baru keluar kelas, udah dipanggil untuk ngeluarin peju, hahahaha. Iya, itu yang dibilang Bu Nisa. Peju, artinya sperma.
665Please respect copyright.PENANAy61bJxTbKp
"Assalamualaikum."
665Please respect copyright.PENANAjFz2RwP8yL
Gw ucapkan salam di depan gerbang rumah Bu Lena. Besar, tetapi bukan tipe rumah komplek. Hanya rumah yang paling besar yang berdiri disekitar perkampungan penduduk. Terdapat gerbang didepannya, tetapi tanpa satpam atau security. Ada garasi yang muat untuk dua mobil. Tetapi hanya ada satu mobil pick up sedang terparkir saat itu.
665Please respect copyright.PENANAbmlHxrToiz
"Assalamualaikum." ucap Gw lagi.
665Please respect copyright.PENANAlhWx76YHSN
"Dek, tekan belnya aja. Kalo dipanggil enggak bakal kedengaran." kata salah satu penduduk sekitar yang kebetulan sedang lewat.
665Please respect copyright.PENANAMiTd3FNj7t
Gw tidak menyadari ada yang sedikit tersembunyi disamping gerbangnya. Mungkin untuk menghindar dari kejahilan anak kecil yang suka memencet bel tanpa alasan.
665Please respect copyright.PENANAtQB1tTIElm
"Ehh, Jakaa. Masuk Jak." Bu Lena keluar dari dalam rumahnya lengkap dengan gamisnya seperti ibu-ibu yang baru pulang dari pengajian.
665Please respect copyright.PENANAyOQZVnbw73
"Duduk, Jak. Disini dulu yah."
665Please respect copyright.PENANAjJ4XBHVOR0
"Iya, Bu."
665Please respect copyright.PENANAUKDxeDB7vg
Gw melihat sekeliling rumah Bu Lena. Lumayan luas, sepertinya terdapat 5 kamar. Tetapi modelnya tidak seperti rumah mewah orang kayak, walaupun bagus tetapi tetap sederhana.
665Please respect copyright.PENANAnchEfgScuM
Tidak ada pembantu, satpam, supir dll. Karena seperti yang pernah diceritakan Bu Lena. Keluarga dulu susah, jadi walaupun sudah jadi orang berada seperti saat ini, mereka tetap bisa mandiri.
665Please respect copyright.PENANAKzqC0BpNsu
"Jaka, sini Jak."
665Please respect copyright.PENANAueqfVU7cpM
Gw menghampiri sumber suara itu. Bu Lena memanggil Gw dari kamarnya, sepertinya. Apa benar Bu Lena ingin merasakan kontol Gw?
665Please respect copyright.PENANAQla3ymd7Jq
"Iya, Bu. Ibu perlu bantuan apa?"
665Please respect copyright.PENANAjIg1pcVWzc
"Sini, Jak. Duduk." kata Bu Lena menyuruh Gw duduk di pinggir tempat tidurnya.
665Please respect copyright.PENANACfDO6xeFBG
"Aku mau nanya. Apa bener kamu pernah berhubungan suami istri sama Bu Nisa?" tanya Bu Lena.
665Please respect copyright.PENANAR8bWbwNVET
*Degg
665Please respect copyright.PENANA6Ddd0QLkhg
Ini dia nih.
665Please respect copyright.PENANAM3J9bNdzwk
"I,, iyaa. Bu."
665Please respect copyright.PENANAzj9t0sIEwP
"Jadi, Jak. Saya mau minta bantuan ke kamu tuh, bisa gak kamu bikin aku puas sama kayak kamu puasin Bu Nisa."
665Please respect copyright.PENANAIjDjpYZxQB
"Hmm, insya Allah bisa, Bu."
665Please respect copyright.PENANAGIlTgcusfp
"Jadi, kamu mau ngentot sama saya?"
665Please respect copyright.PENANAwbKd4Pjnyg
"Ya mau dong, Bu."
665Please respect copyright.PENANAvEdTobkbSm
"Kalo gitu bukain gamis saya, Jak." Bu Lena membalikkan badan untuk Gw turunkan resleting gamisnya.
665Please respect copyright.PENANAeFNINAnz1K
*srrrttttt
665Please respect copyright.PENANAThyhvKob5c
Bu Lena membuka gamisnya665Please respect copyright.PENANAnApL7i8Kn3


