462Please respect copyright.PENANABdkO1RWVh3
Bab 2: Kontrak Kepemilikan dan Malam Pertama yang Gelap
462Please respect copyright.PENANAsEPiT45tP3
Pagi menyingsing dengan cahaya matahari yang malu-malu menyusup melalui tirai apartemen kecil mereka, tapi tidak ada kehangatan yang tersisa di hati Viona Aurelia. Tubuhnya masih terasa lengket dan berdenyut meski sudah mandi berulang kali semalam. Bekas tamparan merah samar di pantatnya, gigitan di leher, dan sensasi penuh di memek serta anusnya masih terasa nyata. Usia 26 tahunnya yang dulu penuh harga diri kini terasa ternoda. Ia berdiri di depan cermin kamar mandi, menatap refleksinya dengan mata bengkak karena menangis semalaman. Kulit putih mulusnya kini dipenuhi jejak-jejak biru kecil, payudaranya terasa lebih sensitif dari cubitan kasar Tony dan Rico, putingnya masih sedikit bengkak.
462Please respect copyright.PENANA3BniiLY6qa
Reza Pramana duduk di sofa ruang tamu, kepalanya tertunduk dalam. Wajahnya pucat, mata merah, dan tangannya gemetar saat memegang secangkir kopi yang sudah dingin. Mentalnya hancur berkeping-keping. Pria 28 tahun yang dulu selalu protektif itu kini merasa seperti pengecut terbesar di dunia. Ia melihat istrinya digilir tiga pria di depan matanya, mendengar desahan Viona yang campur aduk antara jeritan penolakan dan orgasme paksa, merasakan rasa asin sperma orang lain saat membersihkan memek istrinya dengan lidah. Kontol kecilnya sempat mengeras saat menonton, tapi sekarang hanya ada rasa mual dan kehancuran mendalam.
462Please respect copyright.PENANA1YqDIEGfO2
"Viona... aku minta maaf," bisik Reza ketika Viona keluar dari kamar mandi dengan hanya handuk melilit tubuhnya. Suaranya pecah. "Aku seharusnya bisa lindungi kamu. Hutang ini... semuanya salahku."
462Please respect copyright.PENANASbmgL0zzpy
Viona menatap suaminya dengan campuran kasihan, amarah, dan kelelahan emosional yang berat. Air matanya menggenang lagi. "Mas, kontrak itu sudah kutandatangani. Tubuhku sekarang milik mereka. Milik Don Marco. Apa yang bisa kita lakukan? Kalau aku tolak, video itu akan hancurkan segalanya, dan kamu... mereka bilang kamu akan mati pelan-pelan." Ia duduk di sebelah Reza, tapi tidak membiarkan suaminya menyentuhnya. Bau keringat dan sperma pria-pria mafia masih samar di ingatannya, membuat perutnya mual sekaligus ada getaran aneh di bawah sana.
462Please respect copyright.PENANAHaomdO1s2f
Telepon berdering. Nomor tak dikenal. Reza mengangkat, dan suara Don Marco yang berat terdengar. "Pagi, cuck. Bawa istrimu ke penthouse-ku pukul 10 pagi. Dr. Elena sudah menunggu untuk tahap awal kontrak. Jangan terlambat, atau hukuman akan lebih berat."
462Please respect copyright.PENANAA7fWZe81mo
Perjalanan ke penthouse Don Marco di pusat kota terasa seperti perjalanan ke neraka. Mobil mewah hitam dengan kaca gelap mengantar mereka. Viona mengenakan dress hitam sederhana yang diminta, tapi di bawahnya ia tidak memakai apa-apa sesuai perintah. Angin AC menyapu memeknya yang masih sensitif, membuatnya merinding. Reza duduk di sebelahnya, tangannya dingin berkeringat.
462Please respect copyright.PENANAGBHRjWHJbQ
Penthouse itu mewah luar biasa: lantai marmer, dinding kaca menghadap skyline Jakarta, dan ruangan pribadi Don Marco yang gelap dengan aroma rokok mahal dan cologne maskulin. Don Marco menyambut mereka dengan senyum garang, tubuh kekarnya yang penuh tato terlihat di balik kemeja longgar. "Selamat datang di rumah baru mu, Viona. Kontrak sudah resmi. Hari ini kita mulai pelaksanaannya."
462Please respect copyright.PENANAXJQ6OnoWJz
Dr. Elena, dokter modifikasi mafia berusia 35 tahun dengan tubuh atletis dan senyum profesional dingin, sudah menunggu di ruang medis pribadi penthouse. "Kita mulai dengan suntikan hormon awal dan implant sensor kecil di klitoris serta puting. Ini tahap satu. Tubuhmu akan menjadi lebih sensitif, payudaramu akan mulai membengkak dalam beberapa hari."
462Please respect copyright.PENANAk8JofZWPsc
Viona berbaring di meja medis yang dingin. Ia merasa seperti hewan percobaan. Dr. Elena menyuntikkan cairan ke payudaranya, sensasi dingin jarum menusuk kulit, lalu panas menyebar seperti api lambat. "Ahh..." desah Viona, giginya bergemeletuk. Payudaranya terasa penuh, putingnya berdenyut-denyut. Suntikan lain ke perut bawah dan area klitoris membuat memeknya panas dan lembab tanpa sentuhan. Implant kecil dimasukkan, sensor yang akan membuatnya lebih mudah orgasme nanti.
462Please respect copyright.PENANALGgqWHu75L
Reza dipaksa berdiri di sudut ruangan, mengamati semuanya. "Ini untuk membuat istrimu lebih berharga sebagai aset," kata Marco sambil tertawa. "Kau, mulai sekarang jadi personal servant-nya. Bersihkan, layani, tapi jangan pernah sentuh tanpa izin."
462Please respect copyright.PENANAaEP4THsDzH
Setelah prosedur medis, Don Marco memerintahkan Viona ke kamar tidur utamanya. "Waktunya uji kontrak malam ini. Suamimu boleh menonton dari kursi khusus."
462Please respect copyright.PENANATjNHbEBxza
Ruangan itu luas, tempat tidur king size dengan rantai dan alat BDSM tergantung di dinding. Viona dipaksa telanjang. Tubuhnya yang masih elegan kini mulai terasa berbeda karena hormon. Payudaranya agak lebih sensitif, memeknya basah lebih mudah.
462Please respect copyright.PENANA6F5TqSms79
Rico dan Tony sudah menunggu. Foreplay dimulai dengan sangat panjang dan intens. Rico mengikat tangan Viona di atas kepala dengan tali sutra, suspension ringan membuat tubuhnya sedikit terangkat. Tony menggunakan gag ball di mulut Viona, bola karet yang membuatnya hanya bisa mendesah tertahan. "Mmmphh..." suara Viona teredam.
462Please respect copyright.PENANACiSiUg873X
Don Marco duduk di kursi, merokok sambil mengawasi. "Mulai pelan, buat dia basah dulu."
462Please respect copyright.PENANALgihkcaOqN
Rico dan Tony menciumi seluruh tubuh Viona. Lidah mereka menjilat leher, payudara, perut, paha dalam, hingga anus. Bau air liur dan keringat mereka memenuhi hidung Viona. Tony mengisap putingnya kuat, giginya menggigit pelan hingga Viona menggelinjang, sensasi panas dan sakit bercampur nikmat. Rico di bawah, lidahnya menjilat memek dan anus bergantian, menembus dalam, rasa asin cairan Viona bercampur dengan lidahnya. Jari-jari mereka memainkan klitoris yang sudah implant, membuat getaran kecil yang intens.
462Please respect copyright.PENANAsqFJeD1j0R
Viona kakinya gemetar hebat, cairan bening mengalir deras dari memeknya ke paha. "Mmmph... ahh!" suara tertahannya penuh nafsu paksa. Emosinya kacau: malu luar biasa karena Reza menonton, tapi tubuhnya bereaksi kuat terhadap sentuhan profesional mereka.
462Please respect copyright.PENANAXTDpEcevPd
Reza duduk di kursi dekat, tangan diikat longgar, dipaksa melihat. Air matanya mengalir, tapi kontol kecilnya mengeras lagi. Ia merasa broken, ketagihan aneh melihat istrinya dinikmati orang lain.
462Please respect copyright.PENANAbyfiKc8USv
Setelah hampir 40 menit foreplay, penetrasi dimulai. Rico memasukkan kontol tebalnya perlahan ke memek Viona yang sudah banjir. "Ughh... masih sempit, tapi basah sekali," desahnya. Viona merasakan setiap inci: kepala kontol mendorong dinding memeknya, meregangnya pelan, sensasi penuh yang membuat perut bawahnya terasa terisi. Tony di belakang memasukkan ke anus setelah diolesi minyak. Double penetration membuat Viona menjerit di balik gag ball, air matanya deras. Rasa penuh ekstrem, sakit yang berubah jadi kenikmatan gelap, getaran implant di klitoris membuatnya orgasme pertama dalam hitungan menit. Memeknya berdenyut kuat, cairan orgasme menyembur membasahi kontol Rico.
462Please respect copyright.PENANAPcxY6b0DqX
Mereka bergantian posisi. Don Marco bergabung, kontolnya yang paling besar memasuki memek Viona setelah yang lain. "Ini milikku sekarang," katanya sambil mendorong dalam. Viona merasakan kontol Marco menyentuh titik paling dalam, berdenyut, panas. Gerakan keluar masuk panjang dan kuat, suara "plak plak plak" keras memenuhi ruangan, pantat Viona memerah. Bau sex kuat: keringat, cairan intim, sperma. Rasa asin di mulut saat gag ball dilepas dan ia disuruh menghisap bergantian.
462Please respect copyright.PENANA3LL78VC2Z2
Sesi itu berlangsung hampir dua jam. Viona orgasme berkali-kali, tubuhnya kejang, kaki gemetar tak terkendali, air mata mengalir tanpa henti. Perut bawahnya terasa kembung saat sperma panas dari ketiga pria menyembur bertubi-tubi ke dalam memek dan anusnya. Creampie tebal mengalir keluar saat mereka tarik kontol, membuat paha Viona lengket.
462Please respect copyright.PENANAc8NrnBmbzh
Reza dipaksa mendekat. "Bersihkan properti mafia mu," perintah Marco. Reza menjilat setiap tetes sperma kental dari memek, anus, dan payudara Viona. Rasa asin pahit, bau pekat, tekstur lengket memenuhi mulutnya. Viona menatap suaminya dengan mata sayu, emosinya berubah: kasihan mulai pudar, digantikan rasa kuasa baru yang aneh.
462Please respect copyright.PENANAujU6JZMcmG
Setelah itu, Viona dimandikan oleh Reza di kamar mandi mewah. Reza mengusap tubuh istrinya dengan lembut, membersihkan sisa-sisa, tapi tidak boleh menyentuh area intim tanpa izin. Viona diam, tapi dalam hati ia mulai merasakan sensasi tubuh yang lebih sensitif dari suntikan tadi.
462Please respect copyright.PENANAQWBTezzjPa
Malam berlanjut dengan sesi pribadi Don Marco. Ia menggunakan anal plug kecil pada Viona, memasukkannya perlahan setelah enema cepat yang membuat perut Viona terasa penuh dan bersih. "Besok upgrade lebih besar," bisik Marco sambil memeluk Viona dari belakang, kontolnya lagi-lagi memasuki memek dari belakang. Gerakan lambat, romantis gelap, tangan Marco meremas payudara yang mulai membengkak. Viona mendesah panjang, "Tuan... rasanya... terlalu penuh..."
462Please respect copyright.PENANA5jyRn7LEfZ
Reza menunggu di luar kamar, mendengar desahan istrinya sepanjang malam. Mentalnya semakin lemah, tapi ia mulai menerima peran sebagai pelayan.
462Please respect copyright.PENANArbrjjiE2eq
Pagi harinya, Viona bangun dengan tubuh lelah tapi sensitif ekstrem. Payudaranya terasa lebih berat sedikit, memeknya masih berdenyut. Don Marco memberi perintah baru: "Kau akan pakai pakaian seksi ke tempat umum besok, dengan dildo di dalam, tahan orgasme. Gagal, hukuman lebih berat."
462Please respect copyright.PENANAArcLKCHNdt
Viona dan Reza pulang ke apartemen dengan pengawasan. Di rumah, Viona duduk di tepi tempat tidur, memikirkan kontrak yang mengikatnya. "Mas, aku... mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Tubuh ini... berubah." Reza hanya bisa peluk lututnya, air mata jatuh lagi.
462Please respect copyright.PENANAKM368kmr0P
Kontrak kepemilikan telah dimulai. Blackmail semakin kuat, transformasi Viona menuju mafia whore dimulai pelan tapi pasti, dan Reza berubah menjadi cuckold servant yang patuh. Kegelapan baru saja membuka babak berikutnya.
462Please respect copyright.PENANAtmvATG6TTH
462Please respect copyright.PENANAyZH7PvIf77
462Please respect copyright.PENANAJrIsFomV01


