Bab 1: Jebakan Hutang dan Video Terlarang
518Please respect copyright.PENANApUHfjVXF0M
Malam itu hujan deras mengguyur Jakarta, seolah langit pun ikut menangisi nasib pasangan muda yang sedang berjuang bertahan. Viona Aurelia duduk di sofa ruang tamu apartemen kecil mereka di pinggiran kota, kakinya yang jenjang terlipat anggun di bawah tubuhnya yang ramping. Usianya baru 26 tahun, tapi wajahnya sudah memancarkan kecantikan elegan yang membuat banyak pria menoleh. Kulitnya putih mulus, rambut hitam lurus sebahu, bibir tipis yang selalu diwarnai lipstik merah lembut, dan mata cokelat yang tajam penuh harga diri. Ia mengenakan daster tipis rumah yang sedikit transparan, memperlihatkan lekuk payudaranya yang masih alami dan kencang.
518Please respect copyright.PENANANNE5zMv9No
Reza Pramana, suaminya yang berusia 28 tahun, duduk di sebelahnya dengan wajah lelah. Tubuhnya biasa saja, tinggi sedang, perut mulai agak membuncit karena stres kerja kantoran. Kontolnya kecil, sesuatu yang jarang mereka bicarakan tapi Viona selalu terima dengan sabar. Mereka menikah tiga tahun lalu karena cinta murni. Reza dulu protektif, selalu berusaha menjadi kepala rumah tangga yang baik. Tapi sekarang, hutang mereka sudah mencapai miliaran rupiah. Bisnis startup Reza bangkrut total, pinjaman bank menumpuk, dan rentenir mulai mengancam.
518Please respect copyright.PENANAHRjGBJPQIr
"Viona, maafkan aku," gumam Reza sambil memegang tangan istrinya. Suaranya pelan, penuh penyesalan. "Aku janji akan selesaikan semua ini. Besok aku akan coba pinjam lagi ke teman."
518Please respect copyright.PENANAJY69l8UZ8g
Viona menghela napas panjang, dadanya naik turun. Ia merasakan campuran kasih sayang dan kekhawatiran. "Kita sudah berusaha, Mas. Tapi setiap hari yang datang semakin berat. Aku takut mereka datang ke sini dan menyakiti kita."
518Please respect copyright.PENANAest4nLbZnM
Mereka berpelukan erat. Reza mencium leher Viona dengan lembut, tangannya menyusup ke dalam daster tipis itu. Jari-jarinya menyentuh kulit halus perut Viona, naik perlahan ke payudaranya. Viona mendesah pelan, tubuhnya merespons sentuhan suaminya. Meski kontol Reza kecil, ia selalu bisa membuat Viona basah dengan foreplay yang telaten. Bibir Reza mengisap puting istrinya melalui kain tipis, lidahnya berputar pelan. Viona menggigit bibir bawahnya, tangannya meremas rambut Reza.
518Please respect copyright.PENANATUhK1QmhMP
"Mas... pelan saja dulu," bisik Viona dengan suara serak. Ia merasakan kehangatan yang familiar, cairan mulai membasahi celananya. Reza menurunkan tangannya, menyentuh memek Viona yang sudah agak lembab. Jari tengahnya mengusap klitoris pelan, membuat Viona menggelinjang. Bau tubuh mereka bercampur dengan aroma hujan dari jendela yang terbuka. Suara desahan kecil Viona memenuhi ruangan kecil itu.
518Please respect copyright.PENANAjfiW5QisWI
Mereka bercinta malam itu dengan penuh emosi. Reza memasuki Viona perlahan, kontol kecilnya masuk ke memek yang hangat dan basah. Viona merangkul punggung suaminya, kakinya melingkar di pinggang Reza. "Lebih dalam, Mas... aku butuh kau," desahnya. Reza bergerak ritmis, meski ia tahu ukurannya tidak besar, tapi cinta mereka yang membuatnya terasa spesial. Orgasme Viona datang perlahan, tubuhnya bergetar, memeknya berdenyut menggenggam kontol Reza. Reza menyemburkan cairannya di dalam, lalu mereka berbaring saling peluk, napas saling bercampur.
518Please respect copyright.PENANAgz5RyrXrUZ
Keesokan paginya, kehancuran dimulai.
518Please respect copyright.PENANA1zXEt54PiA
Reza menerima telepon dari nomor tak dikenal. Suara di seberang dingin dan penuh ancaman. "Reza Pramana? Hutangmu sudah jatuh tempo. Tapi ada tawaran menarik. Datang ke markas kami malam ini, bawa istrimu. Atau rumah kalian akan dibakar besok pagi."
518Please respect copyright.PENANAZM6wFFpBNj
Malam harinya, dengan hati gelisah, mereka datang ke sebuah gudang mewah di pelabuhan yang tersembunyi. Mobil mewah hitam menjemput mereka. Di dalam markas mafia yang mewah namun gelap, Don Marco "The Butcher" Santoso duduk di kursi besar seperti singgasana. Pria 44 tahun itu tinggi 183 cm, tubuh kekar penuh tato naga dan tengkorak, wajah garang dengan bekas luka di pipi. Matanya tajam, penuh nafsu saat melihat Viona.
518Please respect copyright.PENANADsVOuhCoQx
"Bagus, kalian datang," kata Don Marco dengan suara berat. Ia menjentikkan jari, dan layar besar di belakangnya menyala. Video lama Viona, dari masa kuliahnya saat ia masih liar dan mabuk di sebuah pesta, muncul. Viona di video itu sedang bercinta liar dengan dua pria sekaligus, desahannya keras, tubuhnya berkeringat. "Lihat ini, Nyonya Viona. Video ini sudah beredar di kalangan kami. Sangat... menghibur."
518Please respect copyright.PENANAh83li3GXFZ
Wajah Viona memucat. Air mata menggenang di matanya. "Itu... masa lalu. Tolong hapus."
518Please respect copyright.PENANAORMGoue4do
Reza berdiri gemetar, tangannya mengepal. "Apa maumu? Hutang kami akan kami bayar!"
518Please respect copyright.PENANAkFumqsoNjd
Don Marco tertawa keras. "Bayar? Dengan apa? Kalian sudah bangkrut. Tapi aku punya solusi. Viona, kau cantik sekali. Tubuhmu ini potensial besar. Kau akan menjadi milikku, milik mafia. Tanda tangani kontrak ini, dan hutang kalian lunas. Tolak, maka video ini akan disebar ke keluarga, teman, dan kantor kalian. Suamimu juga akan mati pelan-pelan."
518Please respect copyright.PENANASoDsy2v4pd
Ruangan itu hening mencekam. Viona melihat Reza yang wajahnya pucat pasi. Ia merasakan ketakutan yang mendalam, tapi juga amarah terhadap suaminya yang membawa mereka ke situasi ini. Dengan tangan gemetar, Viona membaca kontrak. Klausulnya mengerikan: "Tubuh Viona Aurelia menjadi properti penuh Don Marco Santoso. Ia wajib menjalani modifikasi sesuai keinginan mafia, melayani kebutuhan seksual, dan tidak boleh menolak perintah."
518Please respect copyright.PENANACVegKNTphZ
Reza menangis pelan. "Viona... jangan..."
518Please respect copyright.PENANAvEOT63cwzs
"Tapi kalau tidak, kamu mati, Mas," bisik Viona. Air matanya jatuh ke kertas. Ia menandatangani dengan hati hancur. Don Marco tersenyum puas, matanya menelusuri lekuk tubuh Viona dengan lapar.
518Please respect copyright.PENANALtwaGv9934
"Bagus. Mulai malam ini, kau milikku. Besok pagi, kau akan ke klinik bawah tanah untuk upgrade tahap pertama. Tubuhmu akan menjadi sempurna, hiper-seksi. Payudara besar, pantat montok, lubang yang bisa menampung apa saja. Dan suamimu... dia akan jadi pelayanmu."
518Please respect copyright.PENANAVPt2pGRl3V
Viona merasa tubuhnya panas dingin. Ada ketakutan, tapi juga getaran aneh di perut bawahnya saat membayangkan perubahan itu. Reza hanya bisa diam, mentalnya mulai retak.
518Please respect copyright.PENANAXdZJOIFrZ7
Don Marco memanggil anak buahnya, Rico dan Tony. Dua pria kekar berusia 30-an itu mendekat. "Uji dulu barang baru ini sedikit," perintah Marco.
518Please respect copyright.PENANACKAK4C68X6
Viona dipaksa berdiri di tengah ruangan. Rico merobek dasternya dengan kasar, suara kain robek memenuhi ruangan. Payudara Viona yang masih alami terpapar. Tony mencubit putingnya keras, membuat Viona menjerit. "Enak juga ini," kata Tony sambil tertawa. Bau keringat pria-pria itu menusuk hidung Viona.
518Please respect copyright.PENANATwClf5Pwqo
Reza dipaksa berlutut di sudut ruangan. "Lihat saja, cuck. Ini awal dari semuanya."
518Please respect copyright.PENANAp1uVWYtkhA
Rico menarik Viona ke pangkuannya, bibir tebalnya mencium leher Viona dengan kasar. Lidahnya menjilat kulit putih itu, meninggalkan jejak air liur. Tangan Rico meremas payudara Viona, jari-jarinya memilin puting hingga mengeras. Viona mencoba melawan, tapi tubuhnya mulai bereaksi. Memeknya mulai basah, meski hatinya menolak.
518Please respect copyright.PENANAq4AWO6p79f
"Jangan... tolong," desah Viona, tapi suaranya lemah.
518Please respect copyright.PENANAYv52u35B4f
Don Marco mendekat, tangannya yang besar menyusup ke celana dalam Viona. Jarinya menemukan klitoris dan mengusapnya kasar. "Basah sudah. Kau memang slut alami." Ia memasukkan dua jari ke dalam memek Viona, bergerak keluar masuk dengan cepat. Suara cairan basah terdengar jelas. Viona menggigit bibir, kakinya gemetar. Sensasi panas menyebar dari bawah perutnya.
518Please respect copyright.PENANA62RsNhdEUR
Reza menonton dengan air mata mengalir. Kontol kecilnya tanpa sadar mengeras di balik celana, tapi hatinya hancur. Ia merasa tak berdaya, pengecut.
518Please respect copyright.PENANA2djklANxV4
Tony membuka celananya, memperlihatkan kontol besarnya yang sudah tegang. Ia menekannya ke bibir Viona. "Hisap, Nyonya." Viona ragu, tapi ancaman di mata Marco membuatnya membuka mulut. Kontol Tony masuk perlahan ke mulutnya, rasa asin dan bau maskulin memenuhi indranya. Ia mengisap dengan terpaksa, lidahnya berputar di kepala kontol itu. Suara gluck-gluck terdengar saat Tony mendorong lebih dalam.
518Please respect copyright.PENANA9YycgBkDkp
Rico di belakang mengangkat satu kaki Viona, memasuki memeknya dari samping. "Ahh... sempit sekali," desah Rico. Kontolnya yang tebal meregang dinding memek Viona. Viona menjerit di sekitar kontol Tony, air mata mengalir. Rasa penuh dan sakit bercampur nikmat terlarang. Tubuhnya digoyang-goyang, payudaranya bergoyang-goyang.
518Please respect copyright.PENANAN4eSrp1O86
Don Marco menonton sambil merokok. "Bagus. Besok upgrade akan membuatmu bisa menampung lebih banyak."
518Please respect copyright.PENANAjDcS1j4a8C
Sesi itu berlangsung hampir satu jam. Mereka bergantian memasukkan kontol ke mulut dan memek Viona. Foreplay panjang dengan jari, lidah, dan tamparan ringan di pantat. Suara tamparan "plak plak" memenuhi ruangan. Viona orgasme pertama kali saat Rico menyembur di dalam memeknya. Tubuhnya kejang, memek berdenyut kuat, cairan orgasmenya bercampur sperma Rico yang panas. Rasa penuh membuat perut bawahnya terasa hangat.
518Please respect copyright.PENANACk9fhI2iOO
Reza dipaksa mendekat setelah itu. "Bersihkan istri mu," perintah Marco. Dengan tangan gemetar, Reza menjilat memek Viona yang penuh sperma kental. Rasa asin dan bau sperma memenuhi mulutnya. Viona menatap suaminya dengan campuran kasihan dan anehnya, sedikit kenikmatan baru.
518Please respect copyright.PENANA4aKExB8J5B
Malam itu, mereka pulang dengan kontrak terikat. Viona diam sepanjang jalan, tubuhnya masih terasa lengket dan sakit. Di rumah, ia mandi lama, air hangat mengalir di kulitnya yang baru saja dinodai. Reza mencoba mendekat, tapi Viona menolak. "Jangan sentuh dulu, Mas. Aku... butuh waktu."
518Please respect copyright.PENANAPQYwWdt2Kw
Reza tidur di sofa, hatinya hancur. Ia tahu ini baru permulaan. Ketakutan bercampur dengan ketagihan aneh melihat istrinya disentuh orang lain.
518Please respect copyright.PENANATHlsYSznZv
Pagi harinya, mobil mafia datang menjemput Viona ke klinik bawah tanah. Dr. Elena, dokter cantik berusia 35 tahun dengan senyum dingin, menyambut mereka. "Selamat datang, Nyonya Viona. Kita akan mulai upgrade tahap satu hari ini. Suntik hormon dan implant sensor pertama. Tubuhmu akan menjadi milik mafia sepenuhnya."
518Please respect copyright.PENANAWlonihjpLn
Viona menatap Reza sekali lagi sebelum masuk ruang operasi. Ada air mata, tapi juga tekad baru. Ia tahu hidupnya tak akan sama lagi. Don Marco sudah menunggu di ruang observasi, tersenyum puas. Obsesinya terhadap Viona baru saja dimulai.
518Please respect copyright.PENANAjnLvHsLLLT
Di klinik yang steril namun gelap, Viona berbaring telanjang di meja operasi. Dr. Elena menyuntikkan cairan hormon ke payudaranya. Sensasi dingin jarum, lalu panas menyebar. Payudara Viona terasa membengkak perlahan, putingnya sensitif ekstrem. "Ini baru awal," kata Dr. Elena. "Nanti kau akan minta sendiri upgrade lebih banyak."
518Please respect copyright.PENANAFvJqV038kU
Sementara itu, Reza dipaksa menunggu di luar, menjadi pelayan pertama. Ia membersihkan ruangan kecil, pikirannya kacau. Mentalnya mulai lemah, takut mati, tapi ada getaran aneh saat mengingat adegan semalam.
518Please respect copyright.PENANAM9oywAC9Cq
Viona keluar dari ruang operasi dengan tubuh sedikit berubah, payudaranya terasa lebih penuh. Don Marco langsung memeriksanya dengan tangan kasar. "Bagus. Malam ini, tes lagi di penthouse-ku."
518Please respect copyright.PENANA5p7PPIcaRb
Begitulah awal kehancuran mereka. Blackmail yang menghancurkan pernikahan, upgrade tubuh yang mengubah Viona menjadi whore mafia, dan transformasi Reza menjadi cuckold pelayan. Cerita gelap penuh nafsu, penghinaan, dan kenikmatan terlarang baru saja dimulai.
518Please respect copyright.PENANAxde9sOC2W5


