Keduanya kini saling beradu kasih di ruang tamu itu, ciuman Gery tak bisa Desy hindari. Air matanya mengalir seakan mengenang kembali kilas balik kemesraannya bersama pria itu di masa muda dulu, atau saat awal-awal mereka menikah. Namun di tengah gejolak perasaan yang membuncah, hati kecil Desy terasa sesak. Ada rasa bersalah yang terus mengetuk nuraninya, mengingatkan bahwa waktu telah mengubah banyak hal di antara mereka.
139Please respect copyright.PENANAHuGSzoRSus
Perlahan, Desy mendorong dada Gery. Tak kuat lagi menahan pergulatan yang mengoyak batinnya.
139Please respect copyright.PENANArdMNtMSmUU
"Cukup, Gery..." suaranya bergetar.
139Please respect copyright.PENANAjzCCQ46A15
Pria itu terdiam. Napasnya masih memburu, namun tatapannya mulai melembut saat melihat wajah Desy yang basah oleh air mata.
"Aku merindukanmu, Des," ucapnya lirih. "Bertahun-tahun aku mencoba melupakan semuanya, tapi aku gagal."
139Please respect copyright.PENANA1rcpsRLnPK
Desy memejamkan mata. Kalimat itu menghantam benteng yang selama ini susah payah ia bangun. Ada bagian dari dirinya yang ingin mempercayai setiap kata yang keluar dari bibir pria itu. Namun ada pula luka lama yang belum benar-benar sembuh.
139Please respect copyright.PENANAlivscQBOcx
"Kenapa sekarang?" tanya Desy. "Kenapa setelah semuanya terlambat?"
139Please respect copyright.PENANAFMFMTuOVZF
Gery tak segera menjawab. Ia hanya menatap wanita yang pernah menjadi pusat dunianya itu.
139Please respect copyright.PENANAaJ5ksndhlV
"Aku sadar telah kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupku."
139Please respect copyright.PENANA9PhTtLO8g0
Jawaban itu membuat dada Desy semakin sesak. Ia menoleh ke arah jendela, berusaha menyembunyikan tangisnya. Hujan di luar kembali turun perlahan, seolah menjadi saksi bisu pertemuan yang tak pernah ia bayangkan akan terjadi.
Untuk beberapa saat, hanya ada keheningan.
139Please respect copyright.PENANABds2UmN6pl
Dan di dalam keheningan itu, Desy mulai menyadari satu hal yang paling menakutkan: perasaannya kepada Gery ternyata belum benar-benar hilang.
139Please respect copyright.PENANACUFxhQz6WB
Larut dalam perasaan dan situasi yang semakin intens, keduanya pun kini mulai saling melepas rindu. Perasaan masa lalu ternyata belum benar-benar hilang, perasaan itu hanya bersembunyi dari sikap ego yang teramat besar.
139Please respect copyright.PENANAibY3P4G7Ap
Desy mulai mencengkram bahu mantan suaminya itu disaat Gery dengan ganasnya melumat bibir Desy. Wanita itu berusaha membalas dengan ciuman yang tak kalah panas. Terbawa akan nafsu dan seolah telah melupakan tujuannya untuk datang kerumah itu.
139Please respect copyright.PENANAqh1F0qgZZF
Di sisi lain, Jafar tengah berkendara menuju rumah di tengah hujan yang semakin deras. Pemuda itu merasa rindu akan sosok Desy yang sudah beberapa hari tidak ia temui. Rasa ingin bertemu itu semakin kuat, hingga membuatnya berniat untuk singgah ke rumah wanita tersebut. Namun sebelum itu, ia memutuskan untuk terlebih dahulu kembali ke rumahnya untuk mengambil beberapa pakaian.
139Please respect copyright.PENANAvSmeJGzV3P
Sesampainya di rumah, Jafar memarkirkan mobil di garasi. Ia keluar dengan cepat, berlari kecil untuk menghindari derasnya hujan yang mengguyur tanpa ampun. Begitu masuk ke dalam rumah, suasana hening langsung menyambutnya. Rumah itu terasa dingin dan kosong, sunyi seperti tempat yang lama tidak ditinggali.
139Please respect copyright.PENANARHAWvImEOv
Jafar melangkah ke lantai dua. Di tengah langkahnya, ia sempat mendengar suara samar dari arah kamar orang tuanya. Suara itu membuatnya berhenti sejenak. Ia sudah bisa menebak maksudnya, ayahnya kembali membawa wanita lain ke rumah itu.
139Please respect copyright.PENANAMOHMR7os6b
Hal seperti itu bukan lagi hal baru baginya. Ia sudah lama mengetahui kebiasaan ayahnya yang gemar berselingkuh, sesuatu yang bahkan telah menjadi rahasia umum di dalam rumah tangga mereka.
139Please respect copyright.PENANAYbaqWOCc0p
Yang ia tahu pasti, ibunya tidak mungkin berada di rumah pada jam seperti ini. Ibunya selalu sibuk bekerja di kantor, mengurus keuangan perusahaan besar yang menjadi tanggung jawabnya.
139Please respect copyright.PENANASNWerQN9P8
Jafar hanya menghela napas panjang dan menggeleng pelan, merasa lelah dengan kenyataan yang terus berulang tanpa perubahan.
Setelah selesai mengepak beberapa pakaian ke dalam koper, ia segera keluar dari rumah tersebut. Tanpa banyak berpikir, ia kembali menuju mobil, bergegas meninggalkan rumah di tengah hujan yang semakin deras.
139Please respect copyright.PENANAZMFnio6Ltn
Dikamar itu_Desy mulai mengerang keenakan, disaat rudal Gery menembuas liang kewanitaannya. tubuhnya menggelinjang menekuk, tangannya mencengkram sisi kasur, sementara matanya terpejam menahan kenikmatan. Gery memompa tubuhnya dengan suara deruh yang semakin berat. Tetes keringat membasahi tubuh kedua insan tersebut, ditengah hujan yang semakin deras.
139Please respect copyright.PENANAw5wkvCMAq7
"Kamu memperkosaku!" pekik Desy ditengah kegilaan tersebut.
139Please respect copyright.PENANAxvRWKHLhFk
"Tidak! kamu juga menginginkannya"
139Please respect copyright.PENANAnarvj9TFxa
Keduanya kemudian berpelukan sembari saling melumat bibir. Pinggul Gery semakin cepat, suara yang dihasilkan semakin intens. Mereka terlarut dalam gejolak asmara yang sudah lama terpendam. Jika saja Jafar mengetahui tindakan keduanya, tentu saja pemuda itu akan murka, namun entah mengapa_ tak ada sedikit pun rasa curiga akan sumber suara yang ia dengar ketika melewati kamar ayahnya itu.
139Please respect copyright.PENANAlpwuf8LtqT
Kini Jafar telah pergi dari rumah itu, sementara Desy dan Gery saling menikmati tuubuh masing-masing: Desy yang kini sedang melakukan oral kepada mantan suaminya sesekali tersenyum genit ketika melihat reaksi Gery yang sedemikian geli. Ia tahu bahwa tindakannya itu seringkali membuat Gery menggila disaat awal-awal mereka menikah, "Kamu sangat ahli melakukan ini, apakah kamu melakukannya juga terhadap jafar, anakku?"
139Please respect copyright.PENANAnCTI9oNkzR
Desy tak menjawab, hanya anggukan kecil dan senyuman tanda mengiyakan.
139Please respect copyright.PENANAoYcgnQY6px
"Kamu memang nakal" ujar Gery sembari mencengkram rambut Desy agar tak lepas dari selangkangannya.
139Please respect copyright.PENANA0xrgjcould
Lebih dari sejam mereka bercinta seolah tengah melepas rindu yang telah lama terpendam. Berbagai posisi dan gaya telah mereka lalui, hingga tanpa terasa waktu menunjukkan pukul lima sore.
139Please respect copyright.PENANAI03Sjpg6Kv
Kini keduanya terbaring di atas ranjang dengan napas yang masih memburu. Keringat membasahi tubuh mereka setelah pergulatan panjang yang menguras tenaga. Dalam keheningan yang tersisa, mata mereka saling berpandang, seakan mewakili perasaan yang tengah bergejolak di dalam dada masing-masing.
139Please respect copyright.PENANAglzzTKBCNH
"Kamu sudah semakin tua..." ucap Desy sambil menatap mantan suaminya.
139Please respect copyright.PENANAbdBGqPj4ys
"Kamu pun demikian."
139Please respect copyright.PENANA3wdyTCu4Mp
Keduanya saling tersenyum. Untuk sesaat, mereka terdiam sebelum akhirnya berpelukan sebagai perpisahan.
139Please respect copyright.PENANATG0PuxT723
Hari itu, Desy telah mengkhianati kekasihnya, Jafar. Ia kembali terjebak dalam kenangan masa lalu dan melakukan sesuatu yang tak seharusnya terjadi. Saat melangkah meninggalkan rumah itu, kegelisahan mulai memenuhi hatinya. Sepanjang perjalanan, bayangan tentang apa yang baru saja terjadi terus berputar di dalam pikirannya.
139Please respect copyright.PENANAIqTmJ7OhUa
Penyesalan perlahan tumbuh dan menghimpit dadanya. Ia pun berjanji pada dirinya sendiri bahwa ini akan menjadi yang terakhir kali. Sebelum berpisah, Gery sempat berpesan agar mereka tetap menjalin komunikasi. Namun Desy memilih mengabaikan permintaan itu. Ia sadar bahwa menjauh adalah keputusan terbaik untuk keduanya.
139Please respect copyright.PENANAS6FKnuNV3g
Sementara itu, Jafar yang sejak lama menunggu di teras rumah tampak tertidur di kursinya. Pemuda itu menyandarkan tubuhnya dengan kedua tangan terlipat di dada, seolah kelelahan setelah menanti begitu lama.
139Please respect copyright.PENANAgbXUWLVNTW
Ketika mobil Desy memasuki halaman rumah, wanita itu langsung tertegun. Ia sama sekali tidak menyangka Jafar masih menunggunya hingga sore menjelang malam. Rasa bersalah yang sejak tadi mengusik hatinya kini terasa semakin kuat.
Setelah memarkirkan mobil, Desy bergegas menghampiri Jafar. Tanpa berkata apa-apa, ia langsung memeluk pemuda itu erat.
139Please respect copyright.PENANAZQFLdH0bhH
"Aku merindukanmu. Kamu dari mana saja?" bisiknya.
139Please respect copyright.PENANAzYmiQIIq6r
Suara lembut itu membangunkan Jafar dari tidurnya. Dengan mata yang masih berat, ia membalas pelukan wanita yang sangat dicintainya.
139Please respect copyright.PENANAQQRx3KRQtu
"Aku juga merindukanmu," jawabnya pelan.
139Please respect copyright.PENANAkdiGS6BH0w
Keduanya kemudian memasuki rumah. Desy yang semula mengira tidak akan bertemu Jafar hari itu justru merasa seperti mendapat hadiah yang tak terduga. Setelah seharian dihantui berbagai perasaan yang bercampur aduk, kini pemuda yang begitu ia sayangi kembali berada di dekatnya.
139Please respect copyright.PENANARtqcoqUcaN
Mungkin terdengar seperti wanita yang terlalu haus akan kasih sayang. Namun hidup telah mengajarkannya begitu banyak kehilangan, hingga kehadiran seseorang yang tulus menemaninya terasa sangat berarti. Di usianya yang sekarang, Desy hanya ingin memiliki sosok yang dapat mengisi hari-harinya dan berjalan bersamanya melewati sisa perjalanan hidup.
139Please respect copyright.PENANAI8ajHNrnZE
"Kamu dari mana? Aku menunggumu seharian di teras rumah," tanya Jafar saat mereka berada di kamar.
139Please respect copyright.PENANAw4OVFWGGw2
"Aku keluar sebentar untuk jalan-jalan," jawab Desy.
139Please respect copyright.PENANAHS2M2Risnr
Ia berbohong. Jafar tidak tahu bahwa hari itu ia pergi menemui Gery, mantan suaminya. Kebohongan itu membuat hatinya semakin tidak tenang.
139Please respect copyright.PENANAnvBqZrVWHK
"Kamu mencariku?" tebak Jafar.
139Please respect copyright.PENANAe1HVxFl4x3
Pertanyaan itu membuat Desy tersentak. Sejenak ia kehilangan kata-kata sebelum akhirnya menggeleng cepat.
139Please respect copyright.PENANAbtChiGmp8O
"Tidak!"
139Please respect copyright.PENANAM3r4vHt343
Jafar mengerutkan dahi. "Kamu mencurigakan..."
139Please respect copyright.PENANAkouF2o4ulG
Desy segera mengalihkan pembicaraan sebelum pemuda itu semakin banyak bertanya. "Sudahlah, aku ingin mandi."
139Please respect copyright.PENANAzZiQvH73OB
Ia mengambil handuk yang tergantung di dekat lemari, menanggalkan pakaiannya ke hadapan Jafar, lalu bergegas meninggalkan kamar menuju kamar mandi. Sementara itu, Jafar hanya memandangi kepergiannya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Ada sesuatu yang terasa berbeda, meski ia belum mampu menebak apa sebenarnya yang sedang disembunyikan wanita itu.
139Please respect copyright.PENANAShO6aIK1EZ
Setelah Desy menuju kamar mandi, Jafar kemudian menghampiri pakaian kekasihnya yang ditinggalkan begitu saja di atas ranjang. Niat awalnya hanya ingin merapikan dan menaruhnya ke keranjang cucian, namun langkahnya terhenti ketika ia menangkap aroma parfum yang terasa tidak asing.
139Please respect copyright.PENANAQ1soY4Z4rX
Aroma itu… terlalu familiar. Seperti milik seseorang yang selama ini ia benci.
139Please respect copyright.PENANAWhqTVxXEMq
Jafar mengerutkan dahi, rasa curiga mulai muncul di benaknya.
139Please respect copyright.PENANAifPT2fXvcm
Beberapa saat kemudian, Desy keluar dari kamar mandi. Dengan handuk yang masih melilit tubuhnya dan rambut setengah kering, ia tersenyum kecil saat melihat Jafar duduk di tepi ranjang.
139Please respect copyright.PENANATTaVGQzBBR
"Kamu tidak mandi?" tanyanya lembut.
139Please respect copyright.PENANAhYBfS3hPNa
Namun Jafar justru mengalihkan pembicaraan.
139Please respect copyright.PENANAQyAzyJ1Lz1
"Kamu bertemu ayahku?"
139Please respect copyright.PENANAgBsB13Uf1d
Desy terdiam sesaat. Matanya langsung berubah tegang.
139Please respect copyright.PENANA8d8S7KyUCg
"Apa? Tidak!"
139Please respect copyright.PENANAWP8b1THfp8
"Jangan berbohong!" suara Jafar meninggi. Ia melempar pakaian Desy ke arahnya. "Aroma pakaianmu… itu parfum ayahku."
139Please respect copyright.PENANAiLkLiqQ3Pj
Ruangan itu seketika terasa lebih sunyi.
139Please respect copyright.PENANAozOXkwPy9m
Desy membisu. Kebohongannya mulai terbongkar, dan kali ini ia tidak punya ruang untuk mengelak.
139Please respect copyright.PENANAVHILOGRFka
"Kenapa kamu menemuinya?!" suara Jafar semakin keras. "Jawab aku!"
139Please respect copyright.PENANA4sS4ndGKK0
"Aku mencarimu!" Desy akhirnya meledak, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. "Aku mencarimu… aku rindu kamu! Aku takut kehilangan kamu! Aku takut kamu marah padaku!"
139Please respect copyright.PENANA9kObxD48Zf
Isaknya memenuhi ruangan.
139Please respect copyright.PENANAizerVMrKrj
Jafar terdiam. Amarahnya perlahan runtuh melihat Desy menangis seperti itu. Rasa sakit itu bercampur dengan rasa sayang yang sulit ia lepaskan.
139Please respect copyright.PENANAwrq4PYVuc2
Ia melangkah mendekat dan memeluk Desy erat, berusaha menenangkan wanita itu—tanpa tahu sepenuhnya apa yang sebenarnya terjadi di balik semua kebohongan itu.
139Please respect copyright.PENANAfwB5U30LHv
Jafar mengangkat dagu Desy dengan jemari telunjuknya, mengusap air mata yang masih tersisa di pipi wanita itu. Untuk sesaat, tatapan mereka bertemu dalam jarak yang begitu dekat.
139Please respect copyright.PENANAYnpE3W00ZC
Tanpa banyak kata, Jafar mengecup bibir Desy pelan—bukan sebagai tuntutan, melainkan sebagai cara untuk meredakan amarah yang masih menggantung di udara.
139Please respect copyright.PENANAfOUGhBrPzs
Desy menutup matanya. Dalam kehangatan singkat itu, ia merasa seolah ketegangan di antara mereka mulai mereda. Ia memeluk Jafar lebih erat, mencari rasa aman yang selalu membuatnya kembali pada pemuda itu, meski hatinya sendiri sedang dipenuhi kegelisahan.
139Please respect copyright.PENANAwn7WTJNLKY
Namun di balik kehangatan itu, ada sesuatu yang belum selesai. Ada kebenaran yang masih disembunyikan, dan luka yang belum benar-benar sembuh.
139Please respect copyright.PENANAuK2GO24s3y
Malam yang dingin itu, mereka kembali larut dalam keintiman, seolah melepas rindu yang sudah lama tertahan. Entah berapa lama waktu berlalu, yang jelas keduanya tak menunjukkan tanda ingin berhenti.
139Please respect copyright.PENANAij5iJQLmHN
Hingga akhirnya jarum jam menunjuk pukul sepuluh malam, dan mereka terbaring dalam kelelahan dengan napas yang masih memburu. Ruangan itu terasa sunyi, hanya menyisakan detak jantung dan sisa emosi yang belum sepenuhnya reda.
139Please respect copyright.PENANAMgB8vjNcgy
Desy sendiri tak menyangka, di hari itu ia telah melayani dua pria sekaligus, bercinta dengan mantan suaminya dan anak dari mantan suaminya. Ia terjebak di antara dua sisi hidupnya—masa lalu dan masa kini—yang sama-sama hadir dalam satu lingkaran yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
139Please respect copyright.PENANATEL0ESHbQj
Sungguh salah, namun cinta kerap kali mengaburkan batas logika. Desy seperti terperangkap di antara dua pilihan, memberikan hatinya pada masa lalu dan masa depannya, kepada dua pria yang sama-sama pernah dan sedang ia kasihi.
139Please respect copyright.PENANAsK8hh0Wgh8
BERSAMBUNG...
SELENGKAPNYA: https://lynk.id/shark95139Please respect copyright.PENANAYpZbADaMI3


