Bab 4: Frustrasi yang Membakar Jiwa
256Please respect copyright.PENANADVdtnIsHK3
Clarissa terbaring lemas di lantai basement yang dingin, tubuh telanjangnya masih bergetar hebat akibat tiga kali denial yang brutal. Chastity belt tipis yang baru dipasang Marco terasa dingin dan kejam di kulitnya, mengunci memek dan ceri nya dengan rapat, hanya menyisakan lubang kecil untuk cairan yang terus mengalir tanpa henti. Setiap denyutan membuatnya semakin gila. anal nya masih terasa penuh dan panas setelah disetubuhi Marco tadi, otot-otot dalamnya berkedut mencari sesuatu yang tak kunjung datang.
256Please respect copyright.PENANAFitNsG8YIy
Kevin duduk santai di kursi bondage sambil minum air, memandang Clarissa seperti barang mainan yang rusak. Marco berdiri di sampingnya, otot lengannya yang kekar berkilau karena keringat.
256Please respect copyright.PENANAiFtzBt9o7t
" Bangun, pelacur," kata Kevin sambil menendang pelan pinggul Clarissa dengan kaki. "Kami belum selesai. Malam masih panjang."
256Please respect copyright.PENANAIDF0epWRpS
Clarissa berusaha bangkit dengan susah payah. Tangan dan kakinya masih lemas, air mata mengering di pipinya yang memerah. Ia merangkak mendekat ke kaki Kevin, mengangkat wajahnya dengan pandangan memohon.
256Please respect copyright.PENANA6vQdiu2Q77
"Tuan... please... aku sudah sangat basah... aku butuh pelepasan... aku mohon sekali ini saja..."
256Please respect copyright.PENANAXvKazmzL1x
Marco tertawa sinis. Ia meraih rambut panjang Clarissa dan menariknya hingga berdiri. "Dengar ya, Bu CEO. Kamu bayar kami untuk menyiksa kamu, bukan untuk memuaskan kamu seenaknya. Sekarang buka mulutmu lebar-lebar."
256Please respect copyright.PENANAzdZ6znWlx0
Clarissa patuh membuka mulutnya. Marco langsung memasukkan kontol nya yang sudah keras kembali ke dalam mulut hangat itu. Rasa asin dan aroma maskulin yang kuat langsung memenuhi indra penciuman dan rasa Clarissa. Ia mengisap dengan rakus, lidahnya berputar-putar di kepala kontol sambil matanya menatap Marco penuh kerendahan.
256Please respect copyright.PENANA0Ug8RSWPv0
Sementara itu, Kevin berjalan ke belakang Clarissa. Ia membuka chastity belt untuk sementara, lalu mengambil sebuah dildo besar yang lebih tebal dari sebelumnya. Dildo itu bertekstur kasar dengan tonjolan-tonjolan kecil. Ia melumurinya dengan cairan orgasme dingin yang membuat Clarissa menggigil saat disentuh ke memek nya.
256Please respect copyright.PENANAaM6vkJTIYs
"Lambat-lambat dulu," bisik Kevin di telinga Clarissa sambil mendorong dildo itu masuk perlahan.
256Please respect copyright.PENANAUdHlhdSIur
Sensasi meregang yang luar biasa membuat Clarissa mengerang keras di sekitar kontol Marco. Dildo itu mendorong dinding memek nya hingga penuh, tonjolan-tonjolannya menggesek titik-titik sensitif di dalam. Kevin memutar dildo itu pelan, membiarkan Clarissa merasakan setiap inci yang masuk.
256Please respect copyright.PENANAoHA87xHjSm
"Bagus... memek mahal ini sangat rakus," ejek Kevin sambil mulai menggerakkan dildo dengan ritme lambat tapi dalam. Setiap hantaman menghasilkan suara *pluk pluk pluk* yang basah dan mesum karena cairan Clarissa yang melimpah.
256Please respect copyright.PENANAuacGv0GrN0
Marco mempercepat gerakan di mulut Clarissa, memegang kepalanya dengan kedua tangan seperti pegangan, mendorong kontol nya hingga masuk ke tenggorokan. Air liur Clarissa menetes-netes ke lantai, matanya berkaca-kaca lagi.
256Please respect copyright.PENANApIpLwGY35N
Mereka bermain seperti itu hampir dua puluh menit. Kevin sesekali menyalakan vibrator kecil dan menempelkannya di ceri Clarissa yang sudah membengkak parah. Gelombang kenikmatan naik dengan cepat. Perut Clarissa menegang, paha dalamnya gemetar hebat, napasnya tersengal melalui hidung karena mulutnya penuh.
256Please respect copyright.PENANANTZnAshZ86
"Tuan... aku mau... hampir... tolong..." erangnya tertahan.
256Please respect copyright.PENANAkewt7pAiBI
Tepat saat itu, Kevin menarik dildo keluar sepenuhnya dan mematikan vibrator. Denial keempat. Clarissa menjerit frustrasi, tubuhnya menggelinjang liar. memek nya berdenyut-denyut kosong dengan hebat, cairan beningnya muncrat sedikit ke lantai.
256Please respect copyright.PENANAyYVWPpQGcc
"Belum boleh," kata Kevin dingin sambil menampar memek Clarissa berkali-kali. *Plak! Plak! Plak!* Suara tamparan basah itu menggema.
256Please respect copyright.PENANAMFx5Wd66Vo
Clarissa menangis tersedu. "Aku tidak kuat lagi... badanku panas semua... tolong kasihani aku..."
256Please respect copyright.PENANAmVZs54jgqv
Kevin menarik Clarissa ke tengah ruangan dan menggantung kedua tangannya ke rantai di langit-langit. Tubuhnya sekarang tergantung setengah, hanya ujung kaki yang menyentuh lantai. Posisi ini membuat payudaranya terangkat dan memek nya terbuka lebar.
256Please respect copyright.PENANAqN52nd5OhA
Marco mengambil cane whip sedang. Ia mengayunkannya ke udara beberapa kali, menghasilkan suara mendesing yang menyeramkan.
256Please respect copyright.PENANApqeWgOS7s9
*Swiiish!*
256Please respect copyright.PENANAkxmRPPdJeH
Cambukan pertama mendarat tepat di bokong kencang Clarissa. *CRAKK!*
256Please respect copyright.PENANASnLjBzBJDA
"Aaaahhhh!" jerit Clarissa. Rasa panas dan perih yang tajam menyebar di kulitnya. Sebelum ia bisa pulih, cambukan kedua dan ketiga menyusul di paha dan punggung.
256Please respect copyright.PENANAFOMiDEl2IO
Kevin berdiri di depan, meremas puitng Clarissa yang masih memakai clamp, sambil memasukkan jari-jarinya ke memek yang basah. Ia memainkan ceri dengan ibu jari, menggosoknya dengan gerakan melingkar yang lambat dan menyiksa.
256Please respect copyright.PENANAwXGAkeY7O4
"Setiap kali kamu hampir cum, kami akan cambuk kamu," ancam Kevin. "Kamu harus belajar mengendalikan diri, budak."
256Please respect copyright.PENANABvCwjsdxYt
Mereka melanjutkan siksaan ini dengan sangat telaten. Marco mencambuk bokong dan paha Clarissa secara bergantian, meninggalkan garis-garis merah yang indah di kulit putih mulusnya. Setiap cambukan membuat tubuh Clarissa tersentak, payudaranya bergoyang-goyang, dan memek nya semakin banjir.
256Please respect copyright.PENANARzXiRMNcbT
Kevin terus memainkan memek dan ceri nya dengan jari dan vibrator, membawa Clarissa ke ambang klimaks berkali-kali, lalu berhenti tepat waktu. Denial kelima... keenam... ketujuh...
256Please respect copyright.PENANAMNhT5PShIn
Pada denial kesembilan, Clarissa sudah benar-benar hancur. Air mata mengalir deras, tubuhnya berkeringat deras, rambut hitamnya menempel di wajah dan punggung yang basah. Suaranya sudah serak karena banyak menjerit dan memohon.
256Please respect copyright.PENANAdVuzHGBCQa
"Aku... aku milik kalian... aku pelacur kalian... tolong izinkan aku cum... aku akan lakukan apa saja..." ratapnya dengan suara pecah.
256Please respect copyright.PENANAHEViEv3DMG
Kevin akhirnya melepaskan rantai. Clarissa ambruk ke lantai seperti boneka yang tak bertulang. Kedua pemuda itu membaringkannya di atas kasur bondage. Mereka melepas nipple clamp secara bersamaan. Rasa darah yang mengalir kembali ke puitng membuat Clarissa menjerit karena sensasi menyengat yang nikmat.
256Please respect copyright.PENANA4Z0nDBb0QV
Marco naik ke atas Clarissa. Ia memasukkan kontol nya yang besar ke dalam memek yang sudah sangat longgar dan basah dalam satu hantaman kuat.
256Please respect copyright.PENANASXKcZiplKI
"Uuuughhh!!" erangan Clarissa panjang dan serak.
256Please respect copyright.PENANA4GLGU2Jzlg
Kevin memposisikan diri di depan wajah Clarissa dan memasukkan kontol nya ke mulut wanita itu. Mereka mulai menyetubuhi Clarissa secara bersamaan dengan ritme yang semakin cepat. Suara hantaman daging *plak plak plak* memenuhi ruangan, bercampur dengan erangan basah dan suara isapan.
256Please respect copyright.PENANA0fcQDlQIEu
Sensasi penuh di memek dan mulut membuat Clarissa hampir gila. Marco menghantam sangat dalam, kepala kontol nya menyentuh titik paling sensitif di dalam memek Clarissa berulang kali. Kevin memegang kepalanya kuat, menggerakkan pinggulnya dengan kasar.
256Please respect copyright.PENANANtHLzcmkL5
"Terima sperma kami nanti ya, pelacur," desah Marco sambil mempercepat gerakan.
256Please respect copyright.PENANAS6Wg6g2F21
Clarissa merasakan orgasme yang sudah ditahan berjam-jam itu mulai naik dengan kekuatan dahsyat. Tubuhnya menegang total, kakinya gemetar hebat, perutnya berkedut-kedut.
256Please respect copyright.PENANAFpZzOBSgUg
Kali ini mereka tidak berhenti.
256Please respect copyright.PENANAVQhB4WtEAu
"Cum sekarang, Bu CEO. Cum keras-keras untuk kami," perintah Kevin.
256Please respect copyright.PENANA07W3GmBk93
Gelombang orgasme pertama menyapu Clarissa seperti tsunami. memek nya berdenyut hebat, cairan beningnya muncrat deras membasahi kontol Marco. Tubuhnya kejang-kejang hebat, matanya memutar ke belakang, air mata mengalir deras karena pelepasan yang terlalu lama ditahan.
256Please respect copyright.PENANACMn1ONJMdk
Marco dan Kevin terus bergerak tanpa ampun. Beberapa saat kemudian, mereka berdua mencapai puncak hampir bersamaan. sperma panas mereka menyembur deras ke dalam memek dan mulut Clarissa.
256Please respect copyright.PENANA5A5CkSw3ZT
Clarissa menelan dengan rakus, tubuhnya masih bergetar hebat akibat orgasme berkepanjangan yang menyakitkan sekaligus nikmat.
256Please respect copyright.PENANAKEKgknNkBN
Ketika semuanya selesai, Clarissa terbaring lemas, memek nya mengeluarkan campuran cairan yang meluber ke paha. Bokongnya merah bekas cambukan, puitng nya bengkak, dan wajahnya penuh air mata serta sperma.
256Please respect copyright.PENANAPq9OhxRnG5
Kevin mengusap rambut Clarissa dengan lembut yang kontras dengan siksaan tadi. "Ini baru malam pertama, Clarissa. Besok kami bawa Dylan dan Rian. Siap-siap dihancurkan lebih dalam lagi."
256Please respect copyright.PENANAWSw1kRS3rb
Clarissa hanya bisa tersenyum lemah di antara air matanya. Di dalam hatinya, ia tahu ia sudah tak bisa mundur lagi. Rasa direndahkan, disiksa, dan dimiliki oleh pemuda-pemuda ini justru menjadi candu yang baru saja ia rasakan untuk pertama kali.
256Please respect copyright.PENANAmBBBnBA2cI
Malam itu, Clarissa tertidur di basement dengan tubuh penuh bekas, jiwa yang semakin rusak, dan hasrat yang semakin membara.
Baru update cerita lagi ✨256Please respect copyright.PENANAnKVvuS1qlq
https://lynk.id/novelhambilah256Please respect copyright.PENANAt0ElqfmW2O
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah
256Please respect copyright.PENANA6UmuXTnmvD


