Bab 1: Rahasia yang Tertangkap
3356Please respect copyright.PENANAH9brP3tNa5
Malam itu udara di kompleks perumahan mewah di pinggiran Jakarta terasa lembab dan menyesakkan. Rina Anggraini berdiri di depan cermin kamar mandi rumahnya, menatap bayangan dirinya sendiri dengan dada yang naik turun tidak tenang. Usianya baru 26 tahun, tapi tubuhnya sudah seperti milik seorang dewi yang terperangkap dalam kehidupan rumah tangga biasa. Tinggi 159 cm, kulit putih mulus bak porselen, rambut hitam panjang yang tergerai hingga pinggang, dan payudara montok berukuran E-cup yang selalu membuat pakaiannya terasa ketat. Pinggulnya lebar, menggoda, dan di balik celana dalam tipisnya terdapat sebuah memek pink yang sangat sensitif, mudah basah hanya dengan sentuhan ringan.
3356Please respect copyright.PENANAwimX3mbfRe
Ia menghela napas panjang. Andi, suaminya yang berusia 28 tahun, sedang tertidur lelap di kamar setelah seharian bekerja di kantor. Andi pria biasa saja—rupa biasa, pekerjaan biasa, dan ya... kontolnya juga kecil. Rina mencintainya, sungguh. Tapi akhir-akhir ini tekanan pekerjaan Andi membuatnya sering stres. Malam ini, Rina memberanikan diri melakukan sesuatu yang bodoh demi suaminya.
3356Please respect copyright.PENANAvWYQ120xQm
Dokumen rahasia proyek perusahaan Andi. Rina tahu itu penting. Suaminya khawatir ada saingan yang ingin merebut proyek itu. Dengan tangan gemetar, Rina menyelinap keluar rumah malam-malam, menyusup ke rumah tetangga sebelah yang kosong sementara, dan memfotokopi beberapa lembar dokumen penting menggunakan mesin fotokopi lama yang masih ada di sana. Ia pikir tak ada yang akan tahu.
3356Please respect copyright.PENANAVOqUrCtH7O
Tapi ia salah besar.
3356Please respect copyright.PENANADi5XqVsY8d
Saat Rina baru keluar dari rumah kosong itu dengan dokumen di dalam tasnya, sebuah suara berat menyapanya dari kegelapan.
3356Please respect copyright.PENANAi5BMcc6sMN
"Bu Rina... malam-malam begini ngapain di rumah kosong orang?"
3356Please respect copyright.PENANA9ycrw70n4H
Rina tersentak. Jantungnya hampir copot. Di depannya berdiri Pak Bambang, tetangga kaya mereka yang berusia 45 tahun. Tubuhnya tinggi 175 cm, gemuk kekar, dengan perut buncit tapi lengan yang berotot. Wajahnya kasar, dengan jenggot tipis dan senyum yang selalu terlihat licik.
3356Please respect copyright.PENANARaVjMQmlIH
"Pak... Pak Bambang," suara Rina bergetar. "Saya... saya cuma—"
3356Please respect copyright.PENANAgoyq5xhNoE
Pak Bambang mengangkat ponselnya. Layar ponsel menunjukkan rekaman video jelas: Rina masuk ke rumah kosong, fotokopi dokumen, dan keluar dengan wajah was-was.
3356Please respect copyright.PENANA3cqsktkcRN
"Ini bisa hancurkan karier suami kamu, Bu Rina," kata Pak Bambang pelan, suaranya dalam dan penuh kuasa. "Dokumen rahasia perusahaan? Pemalsuan? Bisa masuk penjara lho."
3356Please respect copyright.PENANAPDlYXPYdBo
Kaki Rina lemas. Air mata langsung menggenang di matanya. "Pak... tolong... ini cuma untuk bantu Mas Andi. Saya mohon hapus videonya..."
3356Please respect copyright.PENANAwfk8sLJXCz
Pak Bambang tersenyum lebar. Ia mendekat, aroma maskulin tubuhnya yang campur keringat dan parfum mahal menyeruak ke hidung Rina. Tangan besarnya menyentuh bahu Rina pelan, tapi sudah cukup membuat tubuh perempuan itu menggigil.
3356Please respect copyright.PENANA5ex4Y01bEv
"Kita bicara di rumah saya saja. Jangan sampai tetangga lain lihat."
3356Please respect copyright.PENANAeAgySYi7So
Rina tak punya pilihan. Ia mengikuti Pak Bambang masuk ke rumah mewahnya yang besar. Basement rumah itu terkenal mewah, tapi malam ini Rina belum tahu betapa gelapnya ruangan di bawah sana.
3356Please respect copyright.PENANAXFF1J3n564
Di ruang tamu yang mewah, Pak Bambang duduk di sofa kulit sambil menyilangkan kaki. Rina berdiri di depannya, tangan saling meremas, payudaranya naik turun karena napas yang memburu.
3356Please respect copyright.PENANA4m9duixAJL
"Berapa yang kamu mau?" tanya Rina dengan suara kecil. "Saya bisa kasih uang—"
3356Please respect copyright.PENANA03Yrt0SqMp
"Uang?" Pak Bambang tertawa pelan. "Saya sudah kaya, Bu Rina. Yang saya inginkan... adalah kamu."
3356Please respect copyright.PENANAg8cKUs7GHo
Rina mundur selangkah, wajahnya pucat. "Pak... saya istri orang. Saya tidak bisa—"
3356Please respect copyright.PENANAHSeq7BIxVZ
"Jangan pura-pura suci," potong Pak Bambang. Matanya menelusuri tubuh Rina dari atas ke bawah dengan lapar. "Payudara besar, pinggul lebar, kulit putih... kamu diciptakan untuk dinikmati, bukan cuma buat suami lemahmu itu."
3356Please respect copyright.PENANAGeTfOz6N4b
Ia berdiri, mendekati Rina hingga jarak mereka tinggal beberapa senti. Tangan kanannya terulur, menyentuh pipi Rina yang halus. Ibu jarinya mengusap bibir bawah Rina pelan.
3356Please respect copyright.PENANAiqunI3i9TI
"Rasanya pasti enak," bisiknya.
3356Please respect copyright.PENANAIp1eFbk0yM
Rina gemetar. Anehnya, meski takut, ada getaran aneh di perut bawahnya. memek pink-nya mulai terasa hangat, sedikit lembab. Ia benci dirinya karena itu.
3356Please respect copyright.PENANA5nEtuSqqy4
"Pak... tolong jangan begini," mohon Rina, suaranya hampir menangis.
3356Please respect copyright.PENANAZZW8WJT1Hs
Pak Bambang tidak mendengar. Tangannya turun ke leher Rina, lalu semakin ke bawah, menyentuh payudara montoknya dari luar baju. Telapak tangan besar itu meremas pelan, merasakan keempukan dan beratnya buah dada Rina.
3356Please respect copyright.PENANAABI9DsJWN4
"Hhh..." desah Rina tanpa sadar. Putingnya yang sensitif langsung mengeras seperti puting kecil di bawah sentuhan itu.
3356Please respect copyright.PENANAsV1vEbPIPq
"Kamu suka ya?" tanya Pak Bambang sambil tersenyum sinis. "Tubuh kamu jujur sekali, Bu Rina."
3356Please respect copyright.PENANA6vKkVQbKEQ
Ia meremas lebih kuat, ibu jarinya memutar puting Rina dari atas kain. Rina menggigit bibir bawahnya keras, berusaha menahan desahan yang ingin keluar. Bau tubuh Pak Bambang semakin kuat, membuat kepalanya pusing.
3356Please respect copyright.PENANA9BYvxIu2q0
"Tolong... lepaskan..." bisik Rina.
3356Please respect copyright.PENANAne1qvXr1eS
Tapi Pak Bambang malah menarik Rina lebih dekat. Tubuh gemuk kekarnya menempel pada tubuh ramping Rina. Rina bisa merasakan sesuatu yang keras dan besar menekan perut bawahnya. kontol Pak Bambang sudah tegang, dan ukurannya jelas jauh berbeda dengan milik Andi.
3356Please respect copyright.PENANA9kkNB7q27X
"Ini baru awal," bisik Pak Bambang di telinga Rina. Napas panasnya menyapu daun telinga perempuan itu. "Mulai besok malam, kamu datang ke basement saya. Kita mulai training. Kalau tidak... video ini akan dikirim ke bos suami kamu besok pagi."
3356Please respect copyright.PENANAx5hpU2WaOC
Rina menangis pelan. Air matanya jatuh ke pipi. Tapi di balik air mata itu, memeknya semakin basah. Sensasi panas merayap di seluruh tubuhnya.
3356Please respect copyright.PENANACn3kaqAhJi
Pak Bambang menarik baju Rina ke atas, memperlihatkan bra hitam yang membungkus payudara E-cup-nya. Ia menunduk, mencium belahan dada Rina dalam-dalam, menghirup aroma kulit putih yang harum.
3356Please respect copyright.PENANAtR7A3KcmFO
"Ahh..." Rina tak bisa menahan desahan kecil.
3356Please respect copyright.PENANAng9notM456
Lidah Pak Bambang menjilat pelan di kulit dada Rina, meninggalkan jejak basah yang dingin saat udara menyentuhnya. Tangan kirinya turun ke rok Rina, menyusup ke dalam celana dalam, dan menyentuh memek pink yang sudah licin.
3356Please respect copyright.PENANAqMpjo8Dzi1
"Basah sekali," gumam Pak Bambang puas. Jarinya mengusap kristoris kecil Rina dengan gerakan melingkar lambat.
3356Please respect copyright.PENANAgvBGfcGWPV
Tubuh Rina langsung mengejang. Kakinya gemetar hebat. Sensasi listrik menjalar dari kristoris ke seluruh sarafnya. Ia merasa malu luar biasa, tapi kenikmatan itu terlalu kuat untuk ditolak.
3356Please respect copyright.PENANASKkuoQs8QS
"Pak... jangan... ahh...!" suara Rina pecah.
3356Please respect copyright.PENANAxXKwn5Zc9I
Pak Bambang memasukkan satu jari tebalnya ke dalam memek Rina yang sempit dan panas. Ia memompa pelan, keluar masuk, sambil ibu jarinya terus menggosok kristoris yang semakin membengkak.
3356Please respect copyright.PENANAn9bCv4AiOL
"Cairan kamu banyak sekali," bisik Pak Bambang kotor. "Bayangkan kalau ini kontol saya yang masuk. Pasti kamu langsung muncrat berkali-kali."
3356Please respect copyright.PENANAHSUR6DvaBq
Rina menangis semakin keras, tapi pinggulnya tanpa sadar bergerak maju mundur mengikuti irama jari Pak Bambang. Bau cairan tubuhnya sendiri mulai tercium samar di udara ruangan.
3356Please respect copyright.PENANAC5WWda4CH4
Setelah beberapa menit menyiksa yang terasa seperti selamanya, Pak Bambang menarik tangannya keluar. Jarinya basah berkilau oleh cairan orgasme Rina. Ia mengusapkan jari itu ke bibir Rina.
3356Please respect copyright.PENANALA97z35yBV
"Jilat."
3356Please respect copyright.PENANAuc3DOiJXT6
Rina ragu, tapi ancaman video membuatnya patuh. Lidahnya menjulur, menjilat jari Pak Bambang yang berbau cairannya sendiri. Rasa asin-manis memenuhi mulutnya.
3356Please respect copyright.PENANAdGtw1K6hZk
"Bagus," puji Pak Bambang. "Besok malam jam 9 tepat di basement. Kalau telat satu menit saja, video ini tersebar."
3356Please respect copyright.PENANAkJRnKYHdhk
Ia menepuk pantat Rina keras sekali. *Plak!*
3356Please respect copyright.PENANAcsjaaZj2w8
Rina tersentak, lalu buru-buru merapikan bajunya. Kakinya masih gemetar saat ia berjalan keluar rumah Pak Bambang. Di antara pahanya, memeknya berdenyut-denyut, basah sekali hingga celana dalamnya basah kuyup.
3356Please respect copyright.PENANASHbCwwSxa8
Sampai di rumah, Rina langsung masuk kamar mandi. Andi masih tidur pulas. Rina menatap dirinya di cermin—wajah merah, bibir bengkak, dan air mata yang masih mengalir.
3356Please respect copyright.PENANAQuonK6JWpq
"Maafkan aku, Mas..." bisiknya pelan.
3356Please respect copyright.PENANAXR2YPglLln
Tapi di dalam hatinya, ada ketakutan sekaligus getaran aneh yang belum pernah ia rasakan selama menikah dengan Andi. Tubuhnya masih panas, kristoris masih berdenyut, menginginkan lebih.
3356Please respect copyright.PENANAHL4nEK0qZ3
Malam itu, untuk pertama kalinya, Rina tidur dengan mimpi buruk yang bercampur kenikmatan terlarang.
3356Please respect copyright.PENANAim3nLO1SNF


