3575Please respect copyright.PENANA4MPN6Xr5DUBAB 2
3575Please respect copyright.PENANAfISIX6Ke6G
3575Please respect copyright.PENANAWIrJ1YLQ32
3575Please respect copyright.PENANAjbTYjYOOTF
Pagi ini kantor terasa lebih pengap dari biasanya. Aku duduk di kubikel yang sama, laptop menyala dengan spreadsheet yang belum selesai. Jam menunjukkan pukul 09.30, tapi konsentrasiku buyar sejak tadi. Pikiranku terus kembali ke malam kemarin — ke cerita Qila tentang Genjor yang bajunya basah kuyup, tentang Bang Dayat yang sering bantu di belakang rumah.
3575Please respect copyright.PENANACQkJYrT56C
3575Please respect copyright.PENANAXhHEXJvThi
3575Please respect copyright.PENANATa0r5gAVCc
Aku mengusap wajah, mencoba fokus ke kolom angka di layar. Tapi bayangan Qila muncul lagi. Istriku yang mandiri, yang setiap hari mengurus depot galon sendirian bersama tiga cowok. Genjor yang 20 tahun, badannya tonggos tapi cungkring, otot lengannya pasti kelihatan saat angkat galon berat. Aku membayangkan dia berdiri di depan Qila, keringat mengalir di leher dan dada, kaosnya menempel ketat di tubuh.
3575Please respect copyright.PENANAxM9lomYWvg
3575Please respect copyright.PENANA28CghOCGlE
3575Please respect copyright.PENANADYJrSdQa2B
“Kenapa aku malah mikir begini?” gumamku pelan.
3575Please respect copyright.PENANA2v1EtnRgUL
3575Please respect copyright.PENANA2dA4fjMgkx
3575Please respect copyright.PENANA2wqQodceen
Seharusnya aku senang. Usaha Qila maju, aku bisa tenang kerja di kantor. Tapi ada rasa aneh yang mulai muncul sejak kemarin. Campuran antara bangga dan... gelisah. Setiap kali Qila cerita soal Genjor dengan nada santai, ada sesuatu di dadaku yang berdenyut pelan. Bukan marah murni, tapi seperti ada bara kecil yang hangat dan menggelitik.
3575Please respect copyright.PENANA1xKbT3ArEQ
3575Please respect copyright.PENANAScb6pT9ncL
3575Please respect copyright.PENANA0L0tllG2Av
Bos lewat di depan kubikel, aku buru-buru pura-pura sibuk ngetik. Tapi pikiranku melayang lagi. Bayangin Qila pagi ini pakai kaos tipis dan celana pendek rumah, rambut diikat asal, payudaranya bergoyang pelan saat dia berjalan di depot. Genjor pasti sering lewat di depannya, mungkin sengaja nunjukin badannya yang kuat. Bang Dayat yang gemuk dan jelek mukanya, dengan senyumnya yang biasa, suka bantu angkat barang ke belakang rumah — tempat yang agak tersembunyi dari jalan.
3575Please respect copyright.PENANAiPH5gOrb6S
3575Please respect copyright.PENANAJZP1C6QQdn
3575Please respect copyright.PENANAUxK4R9R1bd
Aku menggeser duduk, merasa selangkangan agak panas. Kontolku bergerak pelan di dalam celana kantor. Aneh. Aku nggak marah, malah ada sensasi ini yang nggak biasa. Seperti penasaran yang pelan-pelan tumbuh.
3575Please respect copyright.PENANARATRl1L0lz
3575Please respect copyright.PENANAUtUlQYI4y8
3575Please respect copyright.PENANAVwT3TVbhmp
Sepanjang pagi sampai siang, aku susah konsentrasi. Meeting kecil pun aku cuma mengangguk-angguk tanpa benar-benar mendengar. Pikiranku terus ke rumah. Ke Qila yang setiap hari dikelilingi cowok-cowok itu.
3575Please respect copyright.PENANAcZUeCvVUo9
3575Please respect copyright.PENANAgqrmlxSku3
3575Please respect copyright.PENANAqyYTLyiPm5
Jam lima sore aku sudah keluar kantor. Motor aku jalankan pelan melewati jalan kompleks. Seperti biasa, aku sengaja lewat depan depot galon. Pintu besi masih terbuka lebar, lampu neon sudah menyala meski matahari belum benar-benar terbenam.
3575Please respect copyright.PENANA8Qxqcuf1yi
3575Please respect copyright.PENANAxAizLoCwq1
3575Please respect copyright.PENANALb7kaHbmRF
Aku memperlambat laju motor.
3575Please respect copyright.PENANANL7FSwhiVH
3575Please respect copyright.PENANAVOlqpKF03I
3575Please respect copyright.PENANA6fArW5vtzn
Qila berdiri di dekat meja kasir, pakai kaos abu-abu longgar yang agak basah di bagian dada karena keringat. Celana pendek jeansnya memperlihatkan paha putihnya yang mulus. Di depannya, Genjor sedang mengangkat tiga galon sekaligus ke motor customer. Kaosnya basah kuyup, menempel ketat di tubuh tonggosnya. Otot lengannya menonjol, urat-uratnya kelihatan jelas. Dia tersenyum lebar ke Qila sambil berkata sesuatu yang aku nggak dengar.
3575Please respect copyright.PENANAjxXGWYgexA
3575Please respect copyright.PENANAHtMh39ae1A
3575Please respect copyright.PENANAqPtYFo7Jdk
Qila tertawa kecil, tangannya memegang nota. Senyumnya ringan, mata sipitnya agak menyipit lebih dalam. Ada kilau keringat di lehernya yang turun ke belahan dada. Bang Wesno sedang bantu muat galon kosong, tapi Bang Dayat — badannya yang gemuk dan mukanya jelek — berdiri lebih dekat ke Qila, seolah sedang nunggu instruksi. Dia bilang sesuatu sambil menunjuk ke belakang rumah, Qila mengangguk dan tersenyum tipis.
3575Please respect copyright.PENANAjmqvcxzCYb
3575Please respect copyright.PENANAhJPHDa1U9F
3575Please respect copyright.PENANAn9kbLHZtpA
Aku merasa dada seperti ditekan. Hangat. Ada rasa cemburu kecil yang nyelinap, tapi juga sensasi aneh yang membuat kontolku berdenyut pelan di dalam celana. Aku melihat Genjor membungkuk, bokongnya yang kecil tapi kencang terlihat saat mengangkat. Qila memandang sebentar ke arah itu sebelum kembali ke nota.
3575Please respect copyright.PENANAlBEYll1TxR
3575Please respect copyright.PENANAlBOIB2ndn6
3575Please respect copyright.PENANARogGGp9c1i
Aku nggak berhenti. Langsung bawa motor ke rumah yang hanya beberapa meter dari situ. Begitu masuk, aku melepas helm dan sepatu. Hati masih berdegup agak kencang.
3575Please respect copyright.PENANAtHW8LbYAbP
3575Please respect copyright.PENANAcHkzcwtifh
3575Please respect copyright.PENANAvMi1TjyS8z
Qila pulang tak lama setelah aku. Aroma tumis tempe dan sayur asem langsung memenuhi rumah. Dia masuk dapur dengan rambut masih sedikit acak-acakan, kaosnya agak lengket di tubuh.
3575Please respect copyright.PENANAMiygVXd90N
3575Please respect copyright.PENANALEXdJ6Ht65
3575Please respect copyright.PENANA9617bmv8NZ
“Mas sudah pulang? Tunggu ya, aku siapin makan dulu,” katanya sambil tersenyum tipis.
3575Please respect copyright.PENANAKVxuo1LIgQ
3575Please respect copyright.PENANAjeER0GJh5C
3575Please respect copyright.PENANAjoVOMX1swK
Kami duduk di meja makan. Qila menyendokkan nasi dan lauk ke piringku. Aku mencuri pandang ke dadanya yang naik-turun pelan, bra hitam samar terlihat karena kaos basah keringat. Paha putihnya yang terbuka di bawah meja membuatku ingin meraba, tapi aku tahan.
3575Please respect copyright.PENANAYHiav5w0Z1
3575Please respect copyright.PENANAjNbAEGRyyr
3575Please respect copyright.PENANAEyErYkCR21
Baru beberapa suap, Qila mulai bercerita seperti biasa.
3575Please respect copyright.PENANAVc71Kfua0I
3575Please respect copyright.PENANAMmbsbGPV8C
3575Please respect copyright.PENANA95Sm0d9yXJ
“Hari ini depot rame banget, Mas. Pagi-pagi sudah ada order 40 galon buat kos-kosan baru. Genjor sama Bang Wesno yang kerja keras. Genjor itu... ya ampun, tadi dia kepleset waktu angkat galon yang baru diisi air. Basah kuyup dari atas sampai bawah, Mas. Kaosnya nempel banget di badan, sampe perutnya yang rata kelihatan. Celananya juga basah, bentuknya... agak keliatan gitu.”
3575Please respect copyright.PENANAJc0kCB4DQv
3575Please respect copyright.PENANA3UMWAYA5d5
3575Please respect copyright.PENANAUDtlJp24XI
Qila tertawa kecil sambil mengaduk sambal. Matanya berbinar mengingat kejadian itu. Aku mengunyah lebih pelan, dada terasa panas.
3575Please respect copyright.PENANA4X2xNMSdhj
3575Please respect copyright.PENANAdN9AgbQMmP
3575Please respect copyright.PENANAGoxxpJ9adN
“Terus aku kasih dia handuk kecil buat lap. Dia lap badannya di depanku, Mas. Badannya kurus tapi ototnya kelihatan jelas. Lucu deh liat dia malu-malu sambil lap.”
3575Please respect copyright.PENANAzvkHOc89R2
3575Please respect copyright.PENANAgq5PpLFpO1
3575Please respect copyright.PENANA4p8q5ULLTF
Aku merasa ada yang bergerak di selangkangan. Kontolku perlahan mengeras sedikit. Bukan karena Genjor, tapi karena cara Qila menceritakannya — suaranya santai, tapi ada nada yang agak hidup, agak... sensual.
3575Please respect copyright.PENANAOk4x22d2tM
3575Please respect copyright.PENANASy7mG4uUlJ
3575Please respect copyright.PENANAFrFkRY0eRg
“Bang Dayat juga bantu banyak hari ini,” lanjut Qila sambil menyuap nasi. “Dia angkat galon ke belakang rumah. Katanya biar aku nggak capek bolak-balik. Trus kita ngobrol lagi soal istrinya. Dia cerita kadang malam-malam susah tidur, badannya panas sendiri. Kasian ya, Mas... umurnya 40 tapi sudah sendirian lama.”
3575Please respect copyright.PENANAzQSdFjXhHH
3575Please respect copyright.PENANA1GxXPjE7lB
3575Please respect copyright.PENANALZGB15tYCI
Nada Qila menjadi lebih lembut saat bicara tentang Bang Dayat. Aku membayangkan Bang Dayat yang gemuk, perutnya agak buncit, mukanya jelek, berdiri dekat Qila di belakang rumah yang agak sepi. Mungkin dekat-dekat, mungkin napasnya yang berat terasa.
3575Please respect copyright.PENANABHzrvNOfvi
3575Please respect copyright.PENANACv5mZ61cfo
3575Please respect copyright.PENANAxWq2hRZUX6
“Dia bilang apa lagi?” tanyaku, suaraku agak serak.
3575Please respect copyright.PENANAHTlC2WnZ9i
3575Please respect copyright.PENANAOdoYwuPqHg
3575Please respect copyright.PENANAUtXUvU8eye
Qila mengangkat bahu. “Biasa aja. Curhat soal kesepian. Aku cuma dengerin. Tapi ya... cowok lama nggak ngapa-ngapain pasti susah juga.”
3575Please respect copyright.PENANAe5Uj46ecMX
3575Please respect copyright.PENANA6tTj8eE5nQ
3575Please respect copyright.PENANA2xfvXu0wwf
Dia tersenyum tipis lagi. Senyum yang sama seperti yang aku lihat tadi sore di depot.
3575Please respect copyright.PENANAHFiXW5uflx
3575Please respect copyright.PENANAJfmu54mnme
3575Please respect copyright.PENANAwL9hnRaHF1
Kami makan dalam diam sebentar. Aku mencuri pandang ke wajah Qila. Bibirnya agak basah karena sambal, kulit lehernya masih ada bekas keringat. Tubuhnya yang hangat setelah seharian kerja di depot, dikelilingi Genjor yang muda kuat, Bang Dayat yang kesepian, dan Bang Wesno.
3575Please respect copyright.PENANApHcqzjQ5Da
3575Please respect copyright.PENANAgnhLLrFyil
3575Please respect copyright.PENANAZprpzEvGAw
Ada rasa panas dingin di dada aku. Cemburu yang tipis, tapi juga ada sensasi aneh yang nikmat. Aku nggak mau mengakuinya, tapi cerita Qila hari ini lebih detail dari kemarin. Lebih hidup.
3575Please respect copyright.PENANAqK77gkZmSI
3575Please respect copyright.PENANAa7pJaIW8NU
3575Please respect copyright.PENANA0kjzHYmnx7
“Untung ada mereka ya,” kataku pelan, mencoba terdengar biasa.
3575Please respect copyright.PENANAfoMGRWUE5L
3575Please respect copyright.PENANAFXF2NzhPIj
3575Please respect copyright.PENANAWTTqURdZL5
Qila mengangguk. “Iya. Kalau nggak, aku pasti capek banget. Genjor rajin, Bang Dayat juga suka bantu di belakang.”
3575Please respect copyright.PENANAaHWL74PUMs
3575Please respect copyright.PENANAktWefEmU0u
3575Please respect copyright.PENANAqgAynd5IgQ
Dia bilang “di belakang” dengan nada biasa, tapi di telingaku terdengar agak berbeda. Belakang rumah yang agak tersembunyi, tempat yang jarang aku datangi.
3575Please respect copyright.PENANAmYLFEfeAsM
3575Please respect copyright.PENANAtnd50gbOp8
3575Please respect copyright.PENANAEOKU0qHL7o
Makan malam berlanjut, tapi pikiranku sudah nggak tenang. Dada panas, selangkangan berdenyut pelan, dan ada pertanyaan kecil yang mulai muncul di kepala.
3575Please respect copyright.PENANAL9WqgEQhsL
3575Please respect copyright.PENANAmZKLAJJN81
3575Please respect copyright.PENANAVIbnVrlrDp
Ini cuma cerita biasa... kan?
3575Please respect copyright.PENANA2bw55TkpPC
3575Please respect copyright.PENANAxvjzD7SQlA
3575Please respect copyright.PENANALRHtAmNV0G
Setelah makan malam selesai, Qila membereskan piring tanpa banyak bicara. Aku duduk di sofa ruang tengah, menyalakan TV yang menayangkan sinetron malam. Suara televisi mengisi keheningan rumah, tapi pikiranku masih terjebak pada kata-kata Qila tadi — “suka bantu di belakang”.
3575Please respect copyright.PENANAj2AQ2GhkqE
3575Please respect copyright.PENANAQESttkAugH
3575Please respect copyright.PENANAAld59hhYeb
Qila keluar dari dapur, sudah ganti kaos longgar berwarna krem yang tipis. Bra-nya tidak dipakai, sehingga bentuk payudaranya samar terlihat setiap kali dia bergerak. Dia duduk di sebelahku, tapi agak menjauh di ujung sofa, kakinya dilipat santai. Paha putihnya yang halus terpapar di bawah cahaya lampu ruang tamu.
3575Please respect copyright.PENANA69MwsuvDFt
3575Please respect copyright.PENANA6vjNPVmqMA
3575Please respect copyright.PENANAIs8mHusQD4
Aku mendekat, tanganku menyentuh paha bagian atasnya pelan, mengusap naik-turun dengan lembut. Kulitnya masih hangat setelah seharian bekerja. Qila melirik sekilas, tapi matanya kembali ke layar TV.
3575Please respect copyright.PENANA3QcTwuk6Mr
3575Please respect copyright.PENANA4nrExukFgt
3575Please respect copyright.PENANAj7gX3ko1Za
“Kamu capek banget ya hari ini?” tanyaku sambil terus mengusap pahanya, jemariku sesekali menyelinap ke bagian dalam yang lebih sensitif.
3575Please respect copyright.PENANAgCSIEYrk1N
3575Please respect copyright.PENANAUJt7L2gx9y
3575Please respect copyright.PENANA7INDYsiSCW
“Capek,” jawabnya pendek. Nada suaranya datar. Dia menggeser tubuh sedikit, tapi bukan mendekat — malah seperti menjauhkan pahanya pelan.
3575Please respect copyright.PENANAY4E4f6WgeO
3575Please respect copyright.PENANAPEYTHIAtYK
3575Please respect copyright.PENANArIjlv7Y0BF
Di TV, adegan romantis sedang berlangsung, tapi Qila malah membuka HP-nya. Layar ponsel menyala terang, jarinya menggeser chat dengan cepat. Aku sempat melihat nama “Genjor” di daftar chat sebelum dia memiringkan layar.
3575Please respect copyright.PENANAmvfw3rJR5d
3575Please respect copyright.PENANAKJubTY0pCi
3575Please respect copyright.PENANAO05fIXBzm3
“Ngobrol apa sama Genjor?” tanyaku santai, meski dada mulai terasa sesak.
3575Please respect copyright.PENANAxCKpAA8I61
3575Please respect copyright.PENANAsGmtzd13mK
3575Please respect copyright.PENANAwPQ6c9EF4W
“Cuma soal order besok pagi,” jawab Qila tanpa mengangkat wajah. Dia tersenyum kecil sendiri saat membaca sesuatu di HP, bibirnya melengkung tipis. Senyum yang jarang aku lihat kalau lagi bersamaku akhir-akhir ini.
3575Please respect copyright.PENANAtpxknsTMnp
3575Please respect copyright.PENANAOg6PZiEjVa
3575Please respect copyright.PENANAHbln558rIY
Aku mencoba lagi, tanganku naik ke pinggangnya, merangkul dari samping dan menarik tubuhnya mendekat. Aroma sabun mandi bercampur keringat samar masih menempel di lehernya. Payudaranya yang bebas bra menyentuh lengan bawahku, kenyal dan hangat.
3575Please respect copyright.PENANAArD46eViQV
3575Please respect copyright.PENANA6hYFfbjVJa
3575Please respect copyright.PENANAnOXmoWCUoX
“Mas... aku lagi liat chat kerja,” katanya sambil menghela napas pelan. Bukan marah, tapi jelas ada nada kesal yang tersembunyi. Dia manyun tipis, alisnya sedikit berkerut.
3575Please respect copyright.PENANAuf0RAWmrXQ
3575Please respect copyright.PENANAV4dyqiUAfk
3575Please respect copyright.PENANAU27nUjE3sD
Aku menarik tangan, pura-pura fokus ke TV. Tapi dalam hati, ada gelombang kecil yang naik. Kenapa dia lebih sibuk dengan HP daripada aku? Kenapa senyumnya muncul saat baca chat Genjor, tapi ke aku malah manyun?
3575Please respect copyright.PENANAiMNodboDM9
3575Please respect copyright.PENANAJBqih1lH5C
3575Please respect copyright.PENANACim2nckLK4
Kami masuk kamar jam setengah sepuluh. AC sudah dinyalakan, ruangan mulai dingin. Qila langsung naik ke kasur, memakai selimut sampai pinggang. Aku mandi cepat, lalu bergabung di sampingnya. Tubuhku masih agak basah, kontol sudah setengah keras sejak tadi di sofa.
3575Please respect copyright.PENANAFpmOcChASt
3575Please respect copyright.PENANATQKojnATAg
3575Please respect copyright.PENANAbqOKr5KoS8
Aku mendekat dari belakang, memeluknya erat. Tangan kananku merayap ke depan, meremas payudaranya pelan melalui kaos tipis. Putingnya bereaksi sedikit, mengeras di telapak tanganku. Aku cium tengkuknya, lidahku menjilat pelan kulit yang asin-manis.
3575Please respect copyright.PENANALhaXsFbJ2U
3575Please respect copyright.PENANALXpT4zNAbx
3575Please respect copyright.PENANApsAPafQ03E
“Qila... aku kangen,” bisikku di telinganya sambil menggesekkan kontol yang sudah mengeras ke bokongnya yang montok.
3575Please respect copyright.PENANA4S8VHAzC39
3575Please respect copyright.PENANAsWGiv0itjv
3575Please respect copyright.PENANA9HnLNAnn8h
Dia mendesah pelan, tapi bukan desahan nikmat. Lebih seperti pasrah. Tubuhnya diam saja saat tanganku turun ke celana pendeknya, meraba memek dari luar kain. Sudah agak lembab, tapi tidak banjir seperti dulu.
3575Please respect copyright.PENANAsYA4HviVec
3575Please respect copyright.PENANAFhP5m7WkAL
3575Please respect copyright.PENANA4dY20uElge
Aku melepas celananya pelan, jemariku membuka bibir memeknya yang hangat. Aku gosok klitorisnya perlahan dengan ibu jari, berusaha membangkitkan gairahnya. Qila menggeliat sedikit, napasnya agak berubah, tapi kemudian dia memegang tanganku pelan.
3575Please respect copyright.PENANAkxhv1DLjl2
3575Please respect copyright.PENANAiSXsq0B00V
3575Please respect copyright.PENANAZfTwy3mk7i
“Mas... capek banget hari ini,” katanya pelan, suaranya lelah. “Banyak angkat-angkat galon, bolak-balik belakang rumah. Besok aja ya?”
3575Please respect copyright.PENANAzJcjcXUjMP
3575Please respect copyright.PENANAklP8zEszpk
3575Please respect copyright.PENANAXUtQLI79OO
Aku berhenti. Ada rasa kecewa yang menusuk. “Cuma sebentar kok... aku juga cepet.”
3575Please respect copyright.PENANANOfYJMtsSy
3575Please respect copyright.PENANAbzIWgpTaEO
3575Please respect copyright.PENANAk07xiXZ3Cj
Qila membalik badan menghadapku. Wajahnya manyun jelas sekarang, bibirnya ditekan, mata agak menghindar. “Besok aja, Mas. Aku beneran capek. Genjor sama Bang Dayat juga bantu banyak hari ini, tapi tetap aja badanku pegel semua.”
3575Please respect copyright.PENANAPmBzUzbhD6
3575Please respect copyright.PENANAYgrwAmfLqn
3575Please respect copyright.PENANAYYc0OSdKhg
Lagi. Nama mereka muncul di saat seperti ini.
3575Please respect copyright.PENANAAWbz6n5q04
3575Please respect copyright.PENANAoQgFdaiEB3
3575Please respect copyright.PENANAx0RiqGWJ43
Aku mencoba mencium bibirnya, tapi dia hanya memberi kecupan singkat sebelum membalik badan lagi, membelakangiku. Bokongnya yang montok menyentuh perutku, tapi jelas ada jarak emosional yang lebar.
3575Please respect copyright.PENANASEeWHsA87b
3575Please respect copyright.PENANAVavIWcpknc
3575Please respect copyright.PENANA8J29N68OdR
Aku menghela napas panjang. Nafsu masih ada, tapi aku menahannya. Kontolku perlahan melunak, meninggalkan rasa tidak nyaman di selangkangan. Aku memeluknya dari belakang, tapi tanganku tidak berani meraba lagi.
3575Please respect copyright.PENANAWC5sf3iTTb
3575Please respect copyright.PENANAQyhTlrZqvF
3575Please respect copyright.PENANAUIjMQKOrDA
“Ya sudah,” kataku pelan, mencoba menyembunyikan kekecewaan.
3575Please respect copyright.PENANALkp6oTkxeP
3575Please respect copyright.PENANA2UK5b6qk34
3575Please respect copyright.PENANAcYnKPHGIXr
Qila tidak menjawab. Hanya tarikan selimut lebih tinggi, seolah ingin segera tidur.
3575Please respect copyright.PENANA73UMwFrCZt
3575Please respect copyright.PENANAC17msRjPvN
3575Please respect copyright.PENANAlSW5sX3qqx
Malam semakin larut. Qila sudah tidur pulas, napasnya teratur. Aku terbaring telentang, mata terbuka menatap langit-langit kamar yang gelap. Cahaya samar dari luar masuk lewat celah gorden, menerangi sedikit bentuk tubuh Qila di sampingku.
3575Please respect copyright.PENANAWsVh67bnPt
3575Please respect copyright.PENANARbGL9FOmLO
3575Please respect copyright.PENANAkKttqxkOEh
Pikiranku berputar-putar. Cerita hari ini lebih panjang, lebih detail dari biasanya. Cara Qila menggambarkan Genjor yang basah kuyup, bajunya menempel, ototnya kelihatan. Cara dia tersenyum saat cerita tentang Bang Dayat yang curhat kesepian di belakang rumah. Senyum kecilnya saat membaca chat di HP. Sikap manyun-nya saat aku disentuh.
3575Please respect copyright.PENANAco2i8F2mTp
3575Please respect copyright.PENANATcMpZZS4wk
3575Please respect copyright.PENANAdor1Mp7sqS
Kenapa aku tidak marah? Harusnya aku larang dia terlalu dekat dengan mereka. Tapi malah... ada rasa panas yang aneh di dada setiap kali dia cerita. Seperti ada sesuatu yang terlarang tapi menggoda. Aku membayangkan Genjor mengangkat galon di depan Qila, keringat mengalir di tubuhnya yang muda. Bang Dayat yang gemuk berdiri dekat, mungkin napasnya menyentuh leher Qila saat mengangkat barang.
3575Please respect copyright.PENANATHioC1SsDn
3575Please respect copyright.PENANAzJqwSPJLO4
3575Please respect copyright.PENANAxvb0GdFWCR
Kontolku bergerak lagi pelan di balik celana pendek. Aku merasa jijik dengan diriku sendiri, tapi juga tidak bisa berhenti membayangkan.
3575Please respect copyright.PENANALQCsgswf8h
3575Please respect copyright.PENANAdOX1SqjNPb
3575Please respect copyright.PENANAEmr58wehs0
Lima tahun pernikahan. Dulu Qila selalu agresif, suka naik ke atas, mendesah keras saat aku masuk. Sekarang? Dia semakin sering pasrah, semakin sering manyun, semakin sering bilang capek. Dan cerita tentang karyawan semakin sering muncul di malam hari.
3575Please respect copyright.PENANAeV9JwUe2HI
3575Please respect copyright.PENANAELSzZGLQO1
3575Please respect copyright.PENANAJovR9F08uH
Aku menoleh ke Qila. Rambutnya acak-acakan di bantal, sedikit terbuka. Tubuh yang setiap hari berada di antara tiga pria di depot. Tubuh yang aku sendiri jarang puaskan.
3575Please respect copyright.PENANAvs3dLdnrIj
3575Please respect copyright.PENANAQQoU23VgaJ
3575Please respect copyright.PENANAD8mKOLlhjK
Aku *menghela napas*.
3575Please respect copyright.PENANAQOl8hJrPvw
3575Please respect copyright.PENANAJzOFXNr6JX
3575Please respect copyright.PENANA6bxhisKZ1I
“Mungkin ini cuma fase biasa,” kataku dalam hati. “Besok pastinya lebih enak.”
3575Please respect copyright.PENANAbfUjiDPjvX
3575Please respect copyright.PENANAzQpKsWqXFL
3575Please respect copyright.PENANAbzdqaOlyPb
Tapi di dalam, ada suara kecil yang mulai berbisik:
3575Please respect copyright.PENANAbEuQRGt8Ve
Apa benar hanya itu?
3575Please respect copyright.PENANAAg1cwcnVIn
3575Please respect copyright.PENANAI9DXejkNcW
3575Please respect copyright.PENANAM4Ql0q406h
Malam itu aku tidur dengan nyaman. Dada panas, pikiran penuh tanda tanya, dan sensasi aneh yang pelan-pelan semakin kuat.3575Please respect copyright.PENANAcc2FiY9GVL


