Laksmi menatapku dengan senyum yang sulit dibaca, campuran antara kepuasan, kenakalan, dan sedikit keraguan. Tubuh telanjangnya yang masih berkilau oleh sisa keringat sore kami berbaring di sampingku, payudaranya yang besar dan montok naik-turun pelan, putingnya yang gelap masih agak mengeras karena sentuhan-sentuhan lembut tadi. Bokongnya yang kenyal menyentuh paha ku saat ia bergeser sedikit.
1601Please respect copyright.PENANA6NbalDMNb3
“Dia pasti punya urusan,” bisik Laksmi sambil membelai dada ku dengan jari-jarinya yang panjang. “Aku turun dulu menemuinya. Kamu tunggu di sini ya. Jangan turun. Aku nggak mau situasi jadi rumit terlalu cepat.”
1601Please respect copyright.PENANAifBwjAelKc
Aku mengangguk, meski ada rasa cemburu yang kembali menyelinap di dada. “Jangan lama-lama.”
1601Please respect copyright.PENANA9UVl5AqkrP
Laksmi tersenyum, mencium bibirku dalam-dalam sekali lagi sebelum bangkit dari tempat tidur. Ia tidak memakai apa-apa. Tubuhnya yang sempurna terpapar sepenuhnya di bawah cahaya sore yang mulai meredup. Payudaranya bergoyang berat saat ia berjalan mengambil kimono tipis berwarna hitam dari lemari. Kain sutra itu sangat tipis, hampir transparan, menempel di lekuk tubuhnya. Putingnya terlihat samar, dan saat ia berbalik, garis bokong montoknya jelas terpahat di balik kain.
1601Please respect copyright.PENANAs93KTo4ork
“Kalau aku lama, kamu boleh onani lagi sambil bayangin aku,” godanya sambil mengedipkan mata sebelum keluar kamar.
1601Please respect copyright.PENANAdUITr7P17Y
Aku bangkit dan mendekati jendela yang sedikit terbuka, mengintip ke bawah. Laksmi turun tangga dengan langkah anggun. Kimononya melambai pelan, memperlihatkan paha mulusnya yang jenjang.
1601Please respect copyright.PENANA77AMcjlubA
Di ruang tamu bawah, Budi sudah berdiri menunggu. Pria berpostur tegap itu masih memakai seragam sopir hitamnya yang rapi, tapi kancing atasnya terbuka sedikit, memperlihatkan dada bidangnya yang kecokelatan.
1601Please respect copyright.PENANAEhc8gORlrq
“Bu,” sapa Budi dengan suara beratnya yang khas. “Saya lihat mobil sudah di garasi. Ada yang perlu saya bantu? Atau… Bu butuh sesuatu malam ini?”
1601Please respect copyright.PENANAj2B5W7r2pf
Laksmi berhenti di depannya, jarak mereka cukup dekat. Aku bisa melihat dari atas bagaimana payudaranya yang besar hampir menyentuh dada Budi.
1601Please respect copyright.PENANAORjLMqXEvj
“Aku baru bangun tidur, Budi,” jawab Laksmi dengan suara lembut tapi ada nada menggoda. “Arkan masih di atas. Kami… cukup lelah setelah semalam.”
1601Please respect copyright.PENANApb5HkVL9UO
Budi tersenyum kecil, tatapannya turun sebentar ke tubuh Laksmi yang hampir telanjang di balik kimono tipis. “Saya tahu, Bu. Saya dengar semuanya dari garasi tadi malam… dan pagi tadi.”
1601Please respect copyright.PENANA6Jk6cc2g27
Laksmi tertawa pelan. Ia mendekat lebih lagi, tangannya menyentuh dada Budi dari luar baju. “Kamu cemburu?”
1601Please respect copyright.PENANAsGOePCKkzy
Budi menggeleng, tapi tangan besarnya naik memegang pinggang ramping Laksmi. “Bukan cemburu. Saya tahu posisi saya. Tapi melihat Bu menikmati dengan dia… membuat saya ingin juga.”
1601Please respect copyright.PENANA4YHJ76sZBQ
Obrolan mereka mengalir pelan. Laksmi bercerita sedikit tentang malam kami, bagaimana aku berbeda dengan Budi — lebih lembut, lebih lama. Budi mendengarkan dengan sabar, tapi tangannya sudah merayap ke bokong Laksmi, meremas pelan daging kenyal itu dari luar kimono.
1601Please respect copyright.PENANA944Dxz3jZa
“Aku turun cuma mau bilang kamu boleh istirahat,” kata Laksmi, tapi suaranya mulai agak tersengal saat Budi menarik tali kimononya hingga melonggar. Payudaranya yang besar hampir terbebas sepenuhnya.
1601Please respect copyright.PENANAvnZCW7IbQ1
“Bu… izinkan saya cium sebentar saja,” pinta Budi dengan suara rendah.
1601Please respect copyright.PENANA6pI2fkSWZ7
Laksmi melirik ke atas, ke arah kamarku seolah tahu aku sedang mengintip, lalu mengangguk kecil.
1601Please respect copyright.PENANAX19Obhi4YB
Budi langsung menunduk, mencium Laksmi dengan penuh nafsu. Ciuman mereka liar dan basah, lidah saling menari. Tangan Budi membuka kimono Laksmi sepenuhnya, menangkup kedua payudaranya yang montok, meremasnya kuat sambil memilin putingnya. Laksmi mendesah di mulutnya, bokongnya bergoyang pelan saat Budi meremasnya.
1601Please respect copyright.PENANAALnZ2BFVIJ
Aku di atas meremas kejantananku yang sudah keras lagi, mengocok pelan sambil menonton.
1601Please respect copyright.PENANAynyI6n2fL2
Budi menurunkan kepalanya, menghisap puting Laksmi dengan rakus. Suara kecupan basah terdengar jelas. Laksmi memegang kepala Budi, mendesah pelan.
1601Please respect copyright.PENANAJu4fZWGfDG
“Cukup, Budi… nanti malam saja,” katanya sambil menarik diri dengan napas tersengal. “Arkan menunggu di atas. Aku nggak mau dia turun dan melihat ini.”
1601Please respect copyright.PENANA7ya0Pbm2e3
Budi melepaskan dengan berat hati, tapi senyumnya masih ada. “Baik, Bu. Tapi besok suami Bu pulang. Saya harap masih ada waktu untuk kita.”
1601Please respect copyright.PENANAp8vpnm6sfw
Laksmi mengangguk, merapikan kimononya. “Ada. Sekarang kamu istirahat dulu.”
1601Please respect copyright.PENANAjwybePj7iy
Setelah Budi pergi ke kamar belakang, Laksmi naik kembali ke kamar utama. Wajahnya merona, putingnya jelas menonjol di balik kain tipis, dan ada noda basah kecil di paha dalamnya.
1601Please respect copyright.PENANA8azsLvMvmW
Ia masuk kamar dan langsung menutup pintu.
1601Please respect copyright.PENANAwzBiJfvoaT
“Kamu lihat semuanya?” tanyanya sambil tersenyum nakal.
1601Please respect copyright.PENANAs26uI48PSS
“Iya,” jawabku, kejantananku sudah sangat tegang.
1601Please respect copyright.PENANAVIfbV5jZ8G
Laksmi melepas kimononya hingga jatuh ke lantai. Tubuh telanjangnya kembali sempurna di depanku. Memeknya sudah basah lagi.
1601Please respect copyright.PENANAMmxutTIhkp
“Dia cuma meremas sedikit… tapi aku sudah basah lagi,” katanya sambil mendekat. “Mau bersihkan memekku sebelum kita lanjut?”
1601Please respect copyright.PENANAWQHRVxB4o4
Ia naik ke tempat tidur, berbaring telentang, dan membuka kakinya lebar-lebar. Memeknya yang montok dan merah terpapar, masih ada sisa sperma kami dari ronde sore tadi.
1601Please respect copyright.PENANAxDRjgQZkCY
Aku merangkak di antara kakinya dan mulai menjilat dengan rakus. Lidahku menelusuri bibir memeknya yang tebal, membersihkan dan merangsang klitorisnya yang bengkak. Laksmi mendesah panjang, tangannya meremas rambutku.
1601Please respect copyright.PENANAPtXM8c0ZDq
“Iya… jilat lebih dalam… rasakan campuran aku, kamu, dan sentuhan Budi tadi…”
1601Please respect copyright.PENANARdT4NXALms
Foreplay ini berlangsung lama. Aku menjilat, mengisap, memasukkan jari-jariku ke dalam memeknya yang basah. Laksmi orgasme kecil dua kali hanya dari oral sebelum akhirnya ia menarikku naik.
1601Please respect copyright.PENANAbKHHXaafOz
“Sekarang masuki aku lagi, Arkan… ronde malam ini dimulai.”
1601Please respect copyright.PENANArMv0BPEDuo
Aku merangkak di atasnya, batang kejantananku yang keras dan berdenyut menggesek pelan bibir memeknya yang basah. Laksmi memeluk leherku erat, kakinya yang jenjang dan mulus langsung melingkar di pinggangku, tumitnya menekan punggungku seolah tak ingin aku pergi.
1601Please respect copyright.PENANAIxHQZ1VFqE
Dengan gerakan lambat tapi penuh api, aku mendorong pinggulku ke depan. Kepala batangku yang panas membelah bibir memeknya yang hangat, masuk perlahan hingga setengah batang. Dinding dalamnya yang licin dan panas langsung memelukku erat, seolah menyambut dengan kerinduan yang sudah lama tertahan.
1601Please respect copyright.PENANAzLlt9soQX7
“Ahh… ya… masuk pelan-pelan… rasakan memekku yang masih basah karena sentuhan Budi tadi…” desah Laksmi panjang, matanya setengah terpejam, bibirnya terbuka mengeluarkan napas hangat.
1601Please respect copyright.PENANAt6Hafcmqov
Aku terus mendorong hingga seluruh batangku tenggelam sepenuhnya ke dalam tubuhnya. Pangkal kontolku menekan klitorisnya yang bengkak. Kami diam sejenak, saling menatap dalam-dalam, merasakan kehangatan dan denyutan satu sama lain.
1601Please respect copyright.PENANAoWeuJxjnBK
Kami mulai bercinta lagi dengan irama yang lambat tapi penuh api. Aku menghantam pelan, keluar-masuk dengan gerakan yang dalam dan terkontrol. Setiap dorongan membuat payudaranya bergoyang lembut. Laksmi memelukku semakin erat, kuku-jarinya mencengkeram punggungku, kakinya semakin kuat melingkar di pinggangku.
1601Please respect copyright.PENANAzZmwseA946
“Kamu lihat aku hampir digenjot Budi tadi?” bisiknya di telingaku dengan suara nakal dan serak sambil aku menghantam pelan. Napasnya menyapu telingaku. “Dia meremas payudaraku… hampir menghisap putingku… itu bikin kamu semakin keras ya?”
1601Please respect copyright.PENANAOL1u7UQMaW
“Iya…” aku mengaku dengan suara parau sambil menghantam lebih dalam, membuat Laksmi mengerang panjang. “Melihat bokongmu hampir disentuh dia… membuatku ingin mengklaimmu lagi.”
1601Please respect copyright.PENANAe1TSkDqlGw
Laksmi tersenyum puas, pinggulnya ikut bergerak naik menyambut setiap hantamanku. “Bagus… bayangkan kalau dia benar-benar memasuki aku tadi… memekku yang sudah penuh sperma kamu… digenjot lagi oleh kontolnya yang besar dan kasar… ahh… kamu suka bayangan itu kan?”
1601Please respect copyright.PENANAhT5XLoJu6M
Dirty talk-nya membuatku semakin liar. Aku mempercepat sedikit irama, tapi tetap dalam dan kuat. Bunyi plok-plok basah mulai terdengar pelan mengisi kamar. Payudaranya yang montok bergoyang lebih jelas sekarang, aku menunduk dan menghisap puting kirinya dengan rakus, lidahku menari di sekitar areola sambil sesekali menggigit pelan.
1601Please respect copyright.PENANAMaWffOMDbd
“Iya… hisap lebih kuat… gigit putingku… aku suka kasar di payudara…” erang Laksmi, tangannya meremas rambutku, mendorong kepalaku lebih dalam ke dadanya.
1601Please respect copyright.PENANAd7b6iz2pPc
Aku bergantian menghisap kedua payudaranya, tangan kiriku meremas yang satu lagi dengan kuat. Memeknya semakin basah, cairannya mengalir deras setiap kali batangku keluar-masuk, membasahi selangkangan kami dan seprai.
1601Please respect copyright.PENANAqyAPqfhTVt
Kami berganti posisi tanpa terburu-buru. Aku membalik tubuhnya ke doggy style. Laksmi dengan patuh mengangkat bokong montoknya tinggi-tinggi, dua belahan bulat kenyal itu terpapar sempurna di depanku. Memeknya menganga lebar, merah mengkilap, siap menerima.
1601Please respect copyright.PENANA1u9hnTsWoG
Aku memasuki lagi dari belakang dengan satu hantaman dalam. Laksmi mengerang keras, kepalanya mendongak. “Ahh… dalam sekali… kontolmu menyentuh rahimku…”
1601Please respect copyright.PENANAxhiA1ecrzc
Aku meraih rambutnya, menarik pelan ke belakang sambil menghantam dengan irama yang stabil. Bokong montoknya berguncang indah setiap kali panggulku membentur, gelombang kenyal muncul di kulit putih mulusnya. Tangan satuku meraih ke depan, menggosok klitorisnya yang bengkak sambil terus menggenjot.
1601Please respect copyright.PENANAm3VZ1L5hZQ
“Genjot aku… bayangkan Budi melihat ini… melihat memekku yang sudah jadi milikmu…” desahnya liar.
1601Please respect copyright.PENANAyssGYy8HDR
Aku menampar bokongnya pelan tapi tegas, “Plak! Plak!” Laksmi semakin bergairah, mendorong bokongnya ke belakang menyambut hantamanku.
1601Please respect copyright.PENANAobIgt5D4ky
Laksmi orgasme pertama malam itu datang dengan hebat. Tubuhnya mengejang, memeknya berkedut kuat memeluk batangku, cairannya menyembur hangat membasahi paha ku. Aku terus menghantam melalui orgasmenya, memperpanjang kenikmatannya.
1601Please respect copyright.PENANA86UWgwoAQj
Kami berganti ke spooning dengan gerakan yang mengalir alami, seolah tubuh kami sudah saling mengenal sempurna. Laksmi berbaring menyamping, punggungnya yang halus dan lentik menghadapku. Aku merapatkan tubuhku dari belakang, dada bidangku menempel rapat di punggungnya yang hangat. Batang kejantananku yang masih keras dan berdenyut menyentuh celah bokong montoknya yang kenyal, menggesek pelan di antara dua belahan daging putih yang sempurna.
1601Please respect copyright.PENANAJGem1LGABO
Aku memeluknya erat dari belakang. Tangan kananku merayap ke depan, menangkup payudara kirinya yang besar dan berat, meremasnya dengan penuh kasih sayang namun penuh nafsu. Jari-jariku memilin putingnya yang sudah mengeras sempurna, memutar-mutar pelan, sesekali menariknya lembut hingga Laksmi mendesah panjang. Tangan kiriku turun lebih rendah, menyusuri perut rata yang halus, lalu tiba di memeknya yang montok dan basah.
1601Please respect copyright.PENANAYmjyH6qCBO
Dua jari-jariku menyelinap masuk ke dalam lubang memeknya yang hangat dan licin, mengaduk-aduk pelan di dalam, merasakan dinding-dinding dalam yang lembut dan berkedut menyambut jari-jari ku. Ibu jariku menggosok klitorisnya yang sudah sangat bengkak dengan gerakan melingkar yang lambat namun tegas.
1601Please respect copyright.PENANAhMuv2InIzt
“Ohh… Arkan… jari kamu… ahh… tepat sekali…” desah Laksmi, bokongnya bergoyang pelan ke belakang, menggesekkan diri ke batangku.
1601Please respect copyright.PENANACeDYJ0FwQX
Posisi ini intim sekali. Aku mencium tengkuknya yang jenjang dan harum, lidahku menjilat pelan kulitnya yang halus, lalu menggigit bahunya dengan lembut, meninggalkan bekas gigitan kecil yang merah. Napas kami bercampur, hangat dan berat.
1601Please respect copyright.PENANAOE9iwqIWuJ
“Kamu milikku malam ini…” bisikku di telinganya dengan suara parau penuh kepemilikan, sambil terus mengaduk memeknya dengan jari.
1601Please respect copyright.PENANAHuP7TgP9cs
Laksmi mendesah lebih keras, tubuhnya mengejang pelan di pelukanku. “Iya… milikmu… genjot memek istri orang ini sepuasnya… buat aku lupa bahwa aku punya suami… ahh… masukkan kontolmu sekarang… isi aku dari belakang…”
1601Please respect copyright.PENANA74EEWPrpT3
Aku menarik jari-jariku keluar, menggantinya dengan kepala batangku yang mengkilap basah. Dengan satu dorongan pelan tapi pasti, aku memasuki memeknya dari belakang. Dinding dalamnya yang panas dan licin langsung memeluk batangku erat, seolah enggan melepaskan. Aku mendorong hingga seluruhnya tenggelam, pangkal kontolku menekan bokong montoknya yang kenyal.
1601Please respect copyright.PENANAB0CdaTwDjf
“Ngghh… penuh sekali… rasanya sampai perutku…” erang Laksmi, tangannya meraih ke belakang, mencengkeram pahaku, mendorongku agar semakin dalam.
1601Please respect copyright.PENANA3nupZzavll
Aku mulai bergerak. Pelan tapi dalam. Setiap hantaman membuat bokongnya bergoyang lembut di depanku. Tangan kananku terus meremas payudaranya yang besar, memilin putingnya tanpa henti. Tangan kiriku tetap di memeknya, menggosok klitorisnya dengan ibu jari sambil batangku keluar-masuk.
1601Please respect copyright.PENANAU38CRlwYkq
“Kamu basah sekali… memek istri orang ini benar-benar rakus…” bisikku di telinganya sambil menggigit cuping telinganya pelan.
1601Please respect copyright.PENANAcukt3XM8um
Laksmi mengerang, pinggulnya bergerak mundur menyambut setiap hantamanku. “Karena kontolmu enak… tegang sekali di dalam memekku… hantam lebih dalam… ya… seperti itu… rasakan dinding memekku yang sudah diisi berkali-kali…”
1601Please respect copyright.PENANAoU2npUyb42
Irama kami semakin menyatu. Aku mempercepat sedikit, hantaman menjadi lebih kuat namun tetap penuh kendali. Bunyi basah plok… plok… plok… pelan tapi ritmis memenuhi kamar yang gelap. Setiap kali aku masuk sepenuhnya, bokong montok Laksmi menempel rapat di panggulku, daging kenyalnya berguncang indah.
1601Please respect copyright.PENANA3dWmPz7tGe
Payudaranya yang besar bergoyang di genggaman tanganku. Aku meremasnya lebih kuat, merasakan berat dan kelembutannya yang sempurna. Putingnya semakin mengeras di antara jari-jariku.
1601Please respect copyright.PENANAb47qkLOyc1
Laksmi orgasme pertama di posisi spooning ini datang dengan lembut tapi panjang. Tubuhnya mengejang di pelukanku, memeknya berkedut kuat menggenggam batangku, cairan hangatnya menyembur pelan membasahi tanganku dan paha kami. Ia menahan erangannya dengan menggigit bibir, hanya desahan panjang yang lolos dari mulutnya.
1601Please respect copyright.PENANAiVLq3VHYKj
“Aku… cum… Arkan… pelan sekali… tapi dalam… ahhhhh…”
1601Please respect copyright.PENANAImShrka3Xp
Aku tidak berhenti. Aku terus menghantam melalui orgasmenya, memperpanjang gelombang kenikmatannya. Tangan ku semakin aktif di payudaranya dan klitorisnya.
1601Please respect copyright.PENANAGk35FewzCa
Kami berganti posisi sedikit tanpa melepaskan penyatuan. Aku mengangkat satu kakinya yang jenjang ke atas, membuat penetrasi lebih dalam. Laksmi mengerang lebih keras.
1601Please respect copyright.PENANAAa7H1MS3ta
“Lebih dalam… ya Tuhan… kontolmu menyentuh titik paling sensitifku… terus… jangan berhenti…”
1601Please respect copyright.PENANA89PIaihe7b
Orgasme keduanya datang lebih kuat. Tubuhnya gemetar hebat di pelukanku, memeknya menyembur cairan yang lebih banyak, membasahi seprai di bawah kami. Suaranya pecah, erangannya semakin liar.
1601Please respect copyright.PENANAJ4cpdZKqjE
Aku membaliknya kembali ke posisi semula, memeluknya erat dari belakang sambil terus bergerak. Kami saling bisik kata-kata kotor yang semakin panas.
1601Please respect copyright.PENANA6TUNlTkpJv
“Memekmu milikku… istri orang yang cantik ini memeknya sekarang penuh kontolku…”
1601Please respect copyright.PENANAJrNRFQ2llh
“Iya… genjot istri orang… buat aku hamil sama sperma kamu… ahh… aku mau cum lagi…”
1601Please respect copyright.PENANAzY5t8JFs0j
Laksmi orgasme ketiga dan keempat berturut-turut di posisi spooning ini. Tubuhnya sudah lemas di pelukanku, tapi memeknya masih menggenggamku dengan kuat, seolah tak ingin melepaskan.
1601Please respect copyright.PENANAix5FlDdzyF
Akhirnya, setelah hampir empat puluh menit di posisi intim ini, aku merasakan puncakku mendekat. Aku menghantam lebih cepat, lebih dalam.
1601Please respect copyright.PENANAcM1XmGQzCS
“Di dalam… cum di dalam memek istri orang ini…” pintanya dengan suara lemah penuh nafsu.
1601Please respect copyright.PENANAF0OVTEQXFF
Dengan erangan tertahan, aku meledak hebat di dalam tubuhnya. Sperma panas dan kentalku menyembur deras, denyut demi denyut, memenuhi rahimnya hingga meluap keluar dari celah memek yang sudah sangat penuh.
1601Please respect copyright.PENANAtDNjkDTHc0
Laksmi orgasme terakhir bersamaku, tubuhnya melengkung di pelukanku, memeknya memerah batangku dengan kuat.
1601Please respect copyright.PENANAIeo8xerXgY
Kami berbaring saling berpelukan, napas tersengal, tubuh lengket dan basah.
1601Please respect copyright.PENANACOd1dPe1fW
Namun ketenangan itu hanya sebentar.
1601Please respect copyright.PENANAGPHJ5v2RJ6
Terdengar ketukan di pintu lagi.
1601Please respect copyright.PENANAT6UfV1H1gk
“Bu… suaminya masih menunggu di telepon…”
1601Please respect copyright.PENANA5DJGgFBCEY
Laksmi menoleh padaku, matanya penuh api nakal meski tubuhnya lemas.1601Please respect copyright.PENANAUIN8EwBFqs


