Bab 3: Ngidam Kasar yang Pertama Kali Mengguncang
1688Please respect copyright.PENANAWBKOIpR9Sj
Malam itu apartemen di Kemang terasa lebih pengap meski pendingin ruangan menyala penuh. Jam dinding menunjukkan pukul sembilan lewat, tapi Rina belum menunjukkan tanda-tanda ingin tidur. Ia sudah mandi air hangat, tubuhnya harum dengan campuran sabun vanilla dan lotion khusus ibu hamil yang ia oleskan tebal-tebal di perut dan payudaranya. Gaun tidur satin hitam yang tipis melekat di tubuhnya, memperjelas bentuk perut yang kini semakin membulat di usia kehamilan empat bulan plus beberapa hari.
1688Please respect copyright.PENANA4JDehEwk4u
Dika baru saja selesai bekerja dari meja kerjanya di ruang tamu. Begitu masuk kamar, ia langsung disambut pemandangan yang membuat napasnya tertahan. Rina berbaring miring, satu tangannya mengusap perutnya sendiri dengan gerakan lambat namun penuh tekanan, sementara matanya menatap suaminya dengan tatapan yang sudah tidak lagi manis seperti dulu.
1688Please respect copyright.PENANArZtxsmZ8j2
"Kamu lama sekali," kata Rina dengan suara rendah, hampir seperti tuntutan. "Aku sudah menunggu dari tadi. Perutku panas sekali malam ini, Dika. Bayinya aktif, tapi aku lebih aktif lagi."
1688Please respect copyright.PENANAWjQwiU84qH
Dika mendekat, duduk di pinggir tempat tidur. Ia mencoba tersenyum lembut seperti biasa. "Maaf, Sayang. Ada deadline mendadak. Kamu sudah makan malam? Mau aku ambilkan sesuatu?"
1688Please respect copyright.PENANAjZNeJkIdca
Rina menggeleng. Ia meraih tangan Dika dengan kasar dan langsung meletakkannya di bagian bawah perutnya yang membuncit. "Yang aku mau hanya ini. Gosok perutku. Keras. Jangan seperti kemarin yang masih setengah-setengah. Malam ini aku mau merasakan kekuatanmu yang sebenarnya."
1688Please respect copyright.PENANAL07dfEUkaU
Dika merasakan jantungnya berdegup lebih cepat. Ada sedikit ketakutan di matanya, tapi juga gairah yang tak bisa ia pungkiri. Ia mulai mengusap perut Rina dengan gerakan melingkar yang lebih kuat, telapak tangannya menekan kulit sawo matang itu hingga terasa otot di bawahnya. Rina mendesah panjang, matanya setengah terpejam.
1688Please respect copyright.PENANAttqa0I2MB5
"Iya... begitu... tekan lebih dalam lagi. Aku suka rasanya seperti ditekan dari luar sementara bayi bergerak di dalam," erang Rina. Suaranya sudah mulai serak.
1688Please respect copyright.PENANApYxPrSSS76
Dika menuruti. Tangan kirinya menekan lebih kuat, sementara tangan kanannya naik ke payudara Rina yang semakin besar dan berat. Ia meremas pelan pada awalnya, merasakan kelembutan yang penuh dan sensitif. "puting" di puncaknya sudah keras sekali, menonjol jelas di balik kain satin.
1688Please respect copyright.PENANAX2oeolLVl4
Rina tiba-tiba menarik tali gaunnya sendiri hingga terlepas. Tubuh telanjangnya terpapar sepenuhnya. Payudaranya yang membengkak terlihat penuh dan berat, kulitnya mengkilap karena lotion. Perutnya yang bundar naik turun mengikuti napasnya yang mulai memburu.
1688Please respect copyright.PENANARz6J9mToCR
"Hisap payudaraku sambil terus gosok perutku," perintah Rina. "Jangan lembut. Hisap kuat sampai terasa sakit kecil di ujungnya."
1688Please respect copyright.PENANAstlhpQFRIY
Dika menunduk. Mulutnya membuka lebar, menangkap "puting" kiri Rina dan mengisap dengan kuat. Lidahnya berputar kasar di sekitarnya. Rasa manis lotion bercampur dengan rasa kulit Rina yang hangat memenuhi mulutnya. Tangan kirinya tidak berhenti menekan dan menggosok perut istrinya dengan gerakan yang semakin kasar, sesekali menekan bagian samping hingga Rina menggelinjang.
1688Please respect copyright.PENANAZL4NteDkP5
"Ahh... ya... gigit pelan... iya seperti itu!" Rina menjerit kecil. Kakinya mulai gemetar. Cairan hangat sudah mulai mengalir dari "memek"-nya, membasahi seprai di bawahnya. Bau intim yang kental mulai memenuhi udara kamar.
1688Please respect copyright.PENANAoyoFd6YW8y
Rina mendorong kepala Dika lebih dalam ke dadanya. "Ganti ke yang kanan. Remas yang kiri keras-keras. Aku mau merasakan sakit manisnya."
1688Please respect copyright.PENANAr4JwiAqrcy
Dika berpindah. Ia meremas payudara kiri Rina dengan cukup kuat, jari-jarinya meninggalkan bekas merah samar di kulit sawo matang itu. Mulutnya menghisap "puting" kanan dengan rakus. Suara isapan basah "slurp... slurp..." terdengar jelas di antara erangan Rina.
1688Please respect copyright.PENANAX6JKe56iMO
Setelah hampir lima belas menit menghisap dan meremas payudara, Rina mendorong Dika hingga berbaring. Ia naik ke atas tubuh suaminya, tapi kali ini dengan posisi membelakangi Dika. Perut besarnya terlihat dari samping, membulat indah dan berat.
1688Please respect copyright.PENANAJoi8k3qb0Q
"Aku mau kamu jilat dari belakang," kata Rina sambil mengangkat bokongnya ke wajah Dika. "Jilat semuanya. 'Ceri', 'memek', bahkan sekitar anal-ku. Semua harus basah."
1688Please respect copyright.PENANA17W6NMFGAt
Dika memegang pinggul Rina. Lidahnya mulai bekerja dari bawah. Ia menjilat pelan di sekitar "anal" kecil yang masih rapat, lalu turun ke "memek" yang sudah banjir cairan. Rasa asam-manis yang kental memenuhi lidahnya. Ia menjilat dengan lama dan telaten, lidahnya masuk keluar dari lubang "memek", lalu naik ke "ceri" yang sudah membengkak.
1688Please respect copyright.PENANAExeKr3PXV8
Rina menggoyang bokongnya pelan, menggesekkan bagian intimnya ke wajah suaminya. "Masukkan lidah lebih dalam... iya... putar di dalam 'memek'-ku... ahh!"
1688Please respect copyright.PENANAisVL2Y7q6P
Dika memasukkan lidahnya sedalam mungkin, berputar di dalam dinding yang panas dan berdenyut. Tangan kanannya naik ke perut Rina, menggosok dan menekan dari bawah sambil mulutnya sibuk. Suara basah menjilat dan erangan Rina memenuhi kamar.
1688Please respect copyright.PENANAuPHggEm7Kk
Rina merasakan segalanya sekaligus: panas lidah Dika di dalamnya, tekanan tangan di perut hamilnya yang membuat bayi bergerak lebih aktif, dingin udara yang menyentuh payudaranya yang basah air liur, dan getaran kenikmatan yang naik ke kepalanya. Kakinya gemetar hebat.
1688Please respect copyright.PENANAk0NaNxfsoy
"Masukkan dua jari sekarang... sambil jilat 'ceri'-ku," perintah Rina dengan suara parau.
1688Please respect copyright.PENANAz3q76mE9wU
Dua jari Dika meluncur masuk dengan mudah karena sudah sangat licin. Ia menggerakkan jarinya keluar masuk dengan ritme sedang, sementara lidahnya terus memutar di "ceri" yang sensitif. Rina mulai mengeluarkan suara yang lebih liar.
1688Please respect copyright.PENANACFVNHMbLeN
"Plak!" Tiba-tiba Rina menampar bokongnya sendiri dengan keras, meninggalkan bekas merah. "Tampar bokongku, Dika! Keras!"
1688Please respect copyright.PENANAyz3W6nLdQe
Dika ragu sebentar, tapi melihat tatapan Rina yang mendesak, ia menampar bokong istrinya. Suara "plak!" nyaring terdengar. Rina mengerang keras, "memek"-nya berdenyut kuat di sekitar jari Dika.
1688Please respect copyright.PENANAssZgU0JHp0
"Lebih keras lagi! Aku mau sakit yang enak!"
1688Please respect copyright.PENANA0l5IOtMXp2
Dika menampar lebih kuat. Bokong Rina yang montok mulai memerah. Setiap tamparan membuat Rina semakin basah. Cairan bening terus menetes ke dagu Dika.
1688Please respect copyright.PENANAPiiqDZfXi5
Setelah hampir dua puluh menit foreplay yang panjang dan intens, Rina tidak tahan lagi. Ia berbalik, menghadap Dika, dan langsung memposisikan "kontol" suaminya yang sudah sangat keras di depan "memek"-nya.
1688Please respect copyright.PENANAub0dxPxr1d
"Masuk sekarang. Dalam-dalam. Sambil genggam perutku kuat-kuat," kata Rina sambil menurunkan tubuhnya perlahan.
1688Please respect copyright.PENANAYDrRFAth60
Sensasi penetrasi membuat Rina mendesah panjang. "kontol" Dika membelah dindingnya yang panas, masuk hingga paling dalam. Perut besar Rina menekan perut Dika dengan berat. Ia mulai menggoyang pinggulnya naik turun dengan gerakan kuat.
1688Please respect copyright.PENANAWsI8sTXfuW
" Genggam perutku sambil dorong ke atas!" perintah Rina.
1688Please respect copyright.PENANAcZgeE2OKHr
Dika memegang perut Rina dengan kedua tangan, menekannya sambil mendorong "kontol"-nya dari bawah. Setiap hantaman menghasilkan suara "plak... plak... plak!" yang basah dan keras. Rina menjerit kenikmatan setiap kali "kontol" menyentuh titik paling dalam.
1688Please respect copyright.PENANA8xo6hQGfFs
"Aku mau kasar malam ini... dorong lebih kuat... tekan perutku seperti mau meremas bayinya!" erang Rina egois.
1688Please respect copyright.PENANAg1bStpzrBJ
Dika merasa campur aduk. Ia takut menyakiti bayi, tapi gairah Rina yang begitu kuat membuatnya tidak bisa berhenti. Ia mendorong lebih kuat, tangannya menekan perut Rina dengan tekanan sedang tapi terus-menerus.
1688Please respect copyright.PENANAhxlHcfFmBk
Rina mencapai orgasme pertama dengan keras. Tubuhnya kejang, "memek"-nya memeras "kontol" Dika kuat-kuat. Cairan hangat memancar membasahi selangkangan mereka. Air matanya mengalir karena intensitasnya.
1688Please respect copyright.PENANAWjG8rBWQAH
"Tapi jangan keluar dulu!" Rina memperingatkan sambil napasnya tersengal. "Aku masih mau lagi. Balik posisi. Dari belakang."
1688Please respect copyright.PENANAVL5mJNXtxF
Rina berlutut, bokongnya terangkat tinggi, perut besarnya menggantung. Dika masuk dari belakang, memegang pinggul istrinya dan mendorong kuat. Setiap hantaman membuat perut Rina bergoyang. Ia menampar bokong Rina berulang kali sesuai permintaan.
1688Please respect copyright.PENANAvTXjJN3VeG
"Plak! Plak! Plak!"
1688Please respect copyright.PENANAQrBnmvPCQG
"Ahh! Ya! Tampar lebih keras! Aku pelacur hamilmu, Dika!" Rina berteriak kotor untuk pertama kalinya.
1688Please respect copyright.PENANAJcueQuuGos
Dika merasa terhina sekaligus sangat terangsang. Ia terus mendorong hingga Rina mencapai orgasme kedua, lalu ketiga. Baru pada puncak keempat Rina, Dika diizinkan melepaskan "sperma"-nya yang panas dan kental memenuhi dalam "memek" Rina.
1688Please respect copyright.PENANAwu8v0UPlWA
Cairan putih kental menetes banyak saat Dika mencabut. Rina mengusap "memek"-nya sendiri, tersenyum puas melihat banyaknya "sperma" yang keluar.
1688Please respect copyright.PENANA2u5iadIiXh
"Ini baru yang aku mau," bisik Rina sambil berbaring lemas, perutnya naik turun. "Besok harus lebih kasar lagi. Aku mulai suka rasa sakitnya."
1688Please respect copyright.PENANAdrMrSJX3lm
Dika memeluk istrinya dari belakang, tangannya mengelus perut yang baru saja ditekan-tekan. Dalam hatinya ada kekhawatiran yang semakin besar.
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah 1688Please respect copyright.PENANAFx4hpghKr1
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah1688Please respect copyright.PENANA7VKVhdzkVu
1688Please respect copyright.PENANAqvb160UOue


