Bab 4: Uji Coba di Basement yang Gelap
1772Please respect copyright.PENANArComY33UEE
Pagi berikutnya terasa lebih berat bagi Ir. Bambang Suryo. Matahari baru saja terbit ketika mereka kembali memasuki basement markas militer yang dingin dan steril. Payudara J-cup Dewi Lestari sudah semakin sulit disembunyikan. Meski memakai dress longgar berwarna gelap, dua noda basah ASI terus menerus muncul di bagian dada, menyebarkan aroma susu manis yang kini selalu melekat di tubuhnya. Bokongnya yang baru dimodifikasi terlihat jauh lebih besar dan kenyal, bergoyang sedikit setiap kali ia melangkah, membuatnya merasa malu sekaligus anehnya… bangga.
1772Please respect copyright.PENANAgo6dp5JHdV
Di sampingnya, Bambang berjalan dengan wajah pucat. Semalam ia kembali dipaksa membersihkan tubuh istrinya dengan lidah hingga tengah malam. Rasa sperma kental yang asin dan lengket masih terbayang di lidahnya. kontol kecilnya yang hanya lima senti itu kini terasa semakin terkekang, seolah jiwa dan raganya mulai menyerah pada situasi yang tak terelakkan.
1772Please respect copyright.PENANAb0uW7Ekqls
Kolonel Rizal menyambut mereka di pintu basement dengan senyum lebar yang penuh arti. “Hari ini uji coba penuh di ruang basement khusus. Jenderal ingin melihat seberapa tahan tubuh Nyonya Dewi setelah dua tahap modifikasi.”
1772Please respect copyright.PENANAFZ1Ff0LsYm
Mereka memasuki ruangan besar yang remang-remang. Lampu merah dan putih menyinari dinding beton tebal. Di tengah ruangan terdapat suspension system lengkap, meja restraint, fucking machine besar, dan berbagai alat BDSM lainnya. Jenderal Haris Darmawan sudah duduk di kursi komando seperti raja, sementara Mayor Toni dan dua perwira tambahan berdiri siap di sampingnya.
1772Please respect copyright.PENANAQpnz49dWM7
Dr. Vania juga hadir, memegang remote control dan beberapa alat baru. “Kita akan mulai dengan persiapan panjang. Tubuh Nyonya Dewi harus benar-benar siap sebelum penetrasi penuh.”
1772Please respect copyright.PENANAunnCaVphOq
Dewi dibawa ke tengah ruangan. Dengan patuh, ia melepaskan pakaiannya sendiri. Tubuhnya yang sudah dimodifikasi terpapar sempurna: payudara J-cup yang berat dan selalu menetes ASI, bokong raksasa yang kenyal dan bergoyang, serta memek dan anal yang kini memiliki otot kontrol penuh.
1772Please respect copyright.PENANA4vKJKlADNb
Jenderal Haris bangkit dan mendekat. Tangan besarnya langsung menampar bokong Dewi keras berkali-kali. “Plak! Plak! Plak! Plak!” Suara tamparan menggema nyaring. Kulit kenyal itu langsung memerah dengan bekas tangan yang jelas.
1772Please respect copyright.PENANAmemZNXjWs8
“Enak kan?” tanya Jenderal sambil meremas bokong itu kuat-kuat. “Bokong pelacur negara harus selalu siap dipegang dan ditampar.”
1772Please respect copyright.PENANAl7xEMWi9wG
Dewi menggigit bibir, kakinya gemetar. “Ya… Tuan Jenderal… sakit tapi panas… bokong saya jadi sangat sensitif.”
1772Please respect copyright.PENANAQJS1PIu16O
Bambang dipaksa duduk di kursi observasi dengan tangan diikat dan kacamata VR yang menampilkan close-up. Ia tak bisa mengalihkan pandangan.
1772Please respect copyright.PENANABuSUz3JcoP
Foreplay dimulai dengan sangat lambat dan menyiksa.
1772Please respect copyright.PENANAzZ4URH8vE0
Pertama, Dr. Vania memasang chastity belt sementara pada pinggang Dewi, tapi dengan lubang terbuka untuk memek dan anal. Kemudian sebuah anal plug besar berukuran sedang dimasukkan ke anal Dewi. Plug itu bergetar pelan dengan kontrol remote. Dewi mendesah panjang saat plug itu masuk, meregangkan lubang belakangnya yang kini lebih elastis.
1772Please respect copyright.PENANAlmj51B9hwE
“Uhh… penuh… anal saya terasa sangat penuh…” erang Dewi.
1772Please respect copyright.PENANAds2TGpy1HT
Selanjutnya, dua elektroda electro-stim ditempelkan di kristoris yang membengkak dan di dinding dalam memek. Jenderal Haris memegang remote dan sesekali menekan tombol. Setiap kali, getaran listrik menyengat Dewi, membuat tubuhnya kejang, cairan orgasme beningnya menetes deras ke lantai.
1772Please respect copyright.PENANAWQidKMDJQd
Mayor Toni dan Kolonel Rizal mendekat. Mereka menghisap kedua puting Dewi bergantian dengan rakus. Suara “slurp… slurp… glup…” basah memenuhi ruangan. ASI manis menyembur keluar setiap kali mereka mengisap kuat. Dewi menangis karena kenikmatan berlebih, air matanya mengalir deras.
1772Please respect copyright.PENANAs2nnhQn9gI
“Rasanya… ASI saya keluar terus… aaahh… jangan hisap terlalu kuat… puting saya sakit tapi enak sekali…” desah Dewi dengan suara gemetar.
1772Please respect copyright.PENANAiBq27riyK8
Setelah hampir 50 menit foreplay dengan lidah, jari, electro-stim, dan plug yang bergetar, Dewi sudah mencapai tiga kali orgasme kecil. Tubuhnya berkilau keringat, memeknya berdenyut hebat, dan bokong kenyalnya penuh bekas tamparan merah.
1772Please respect copyright.PENANAzawXRg6bzs
Jenderal Haris memberi perintah. “Gantung dia.”
1772Please respect copyright.PENANAaZoJ1seniE
Dewi diangkat dengan suspension. Tangan direntangkan ke atas, kaki dibuka lebar menggunakan spreader bar. Fucking machine besar diposisikan di depan memeknya. Dildo raksasa seukuran kontol dewasa yang bertekstur kasar dipasang di mesin itu.
1772Please respect copyright.PENANALlkP3mZfAh
Mesin dinyalakan pelan. Dildo itu masuk keluar dari memek Dewi dengan irama stabil. “Slup… slup… slup…” suara basah terdengar jelas. Dewi menjerit kenikmatan, pinggulnya bergerak tanpa kendali.
1772Please respect copyright.PENANAmGJO7fasmJ
Di belakang, Kolonel Rizal menarik plug dan memasukkan kontolnya sendiri ke anal Dewi. Double penetration dimulai — mesin di depan, kontol sungguhan di belakang.
1772Please respect copyright.PENANAJuIjS45bbV
“Penuh… dua lubang saya penuh sekali… meregang… berdenyut…” erang Dewi keras.
1772Please respect copyright.PENANA8sTW1Rip4d
Mayor Toni berdiri di samping dan memasukkan kontolnya ke mulut Dewi yang terbuka lebar. Triple penetration lengkap terjadi. Tubuh Dewi bergoyang seperti boneka di udara, payudaranya bergoyang liar, ASI memancar ke segala arah setiap kali dildo mesin menghantam dalam.
1772Please respect copyright.PENANAuJ1G29xUXy
Sensasi yang Dewi rasakan luar biasa intens. Bau keringat pria-pria itu, suara benturan tubuh “plak plak plak”, rasa kontol di mulutnya yang asin, getaran electro-stim di kristoris , dan tekanan penuh di memek serta anal membuat otaknya hampir kosong.
1772Please respect copyright.PENANAJa3QOs1qMi
“Aku… mau keluar lagi… lagi… lebih keras!” jerit Dewi di sela-sela kontol di mulutnya.
1772Please respect copyright.PENANAKRa1yJAvxp
Jenderal Haris tertawa sambil menampar payudara Dewi yang bergoyang. “Lihat ini, Bambang. Istrimu sudah ketagihan. Dulu sombong sekali, sekarang minta dipukul dan diisi.”
1772Please respect copyright.PENANAU4zMAFspkW
Mereka bergantian selama hampir satu setengah jam. Kadang mesin dimatikan dan diganti dengan dua kontol di memek secara bersamaan (double vagina). memek Dewi yang sudah expandable meregang lebar, menampung dua kontol sekaligus dengan suara basah yang memalukan.
1772Please respect copyright.PENANAAutIgvj9V3
Pada puncak sesi, keempat pria (Jenderal, Kolonel, Mayor, dan perwira tambahan) menyemburkan sperma mereka hampir bersamaan. memek Dewi penuh hingga meluap, anal juga penuh, perutnya terlihat sedikit kembung karena volume sperma yang sangat banyak. ASI terus memancar dari putingnya seperti air mancur.
1772Please respect copyright.PENANA2zpWzZbyfg
Dewi mencapai orgasme terhebatnya. Tubuhnya kejang hebat selama hampir satu menit penuh, kaki gemetar tak terkendali, air mata mengalir deras, memeknya berdenyut kuat memijat kontol-kontol di dalamnya, dan cairan orgasme beningnya menyembur kuat membasahi mesin.
1772Please respect copyright.PENANAovKMAOx7BF
“Terima kasih… Tuan… saya… sudah jadi pelacur yang baik…” bisik Dewi dengan suara lemah setelah klimaks.
1772Please respect copyright.PENANAj5f7497zQ0
Bambang dilepaskan dari kursi. Ia berlutut di bawah tubuh istrinya yang masih tergantung lemas. Dengan lidah dan mulutnya, ia mulai membersihkan semua sperma kental yang menetes dari memek, anal, dan payudara Dewi. Rasa, bau, dan tekstur lengket itu membuatnya mual sekaligus anehnya terangsang dalam kehinaan.
1772Please respect copyright.PENANAXjs6BBPvoN
Dewi menatap suaminya dari atas dengan mata sayu. “Bersihkan semuanya, Mas… Jangan ada yang tersisa. Ini tugas Pengawal Sperma.”
1772Please respect copyright.PENANAfisCfbbqIo
Jenderal Haris mendekat sambil merokok. “Besok kita lanjut ke gedung kementerian. Acara resmi pertama di ruang VIP. Dewi akan melayani tiga pejabat sekaligus di depan suaminya.”
1772Please respect copyright.PENANABOFZFeyu7k
Malam harinya di rumah dinas, Dewi tidak lagi ragu. Ia memaksa Bambang berlutut di depan tempat tidur dan membersihkan tubuhnya lagi dengan lidah sambil ia memainkan kristoris sendiri menggunakan jari. Ego lamanya semakin hancur, digantikan oleh nafsu gelap yang semakin kuat.
1772Please respect copyright.PENANAww1xPW6B7K
Bambang merasa semakin kecil. Tapi ia tak punya kekuatan untuk melawan. Jebakan politik ini sudah terlalu dalam.
1772Please respect copyright.PENANALDrWCK5FHH
1772Please respect copyright.PENANAxHuatwZevL


