Subuh hari, dimana para warga masih terlelap dalam tidurnya, Gery telah bersiap untuk berangkat mengais rejeki. Sebelum menuju ke gudang pengelolahan pupuk, ia sekilas menatap anak dan isterinya yang masih pulas. Mengingat kegaduhan yang ia timbulkan kemarin, bahkan sampai memukuli isterinya, ia sedikit merasa bersalah dan menyesali akan tingkahnya yang terlampau kasar.
752Please respect copyright.PENANA8StduA8xCZ
Tak tega hati membangunkan sang isteri, ia pun menyiapkan bekalnya seorang diri, mulai dari kopi panas dan sekotak bekal yang berisikan nasi yang telah dipanaskan dan ikan kering yang digoreng dadakan. Setelahnya ia menuju tempat kerja dengan mengendarai sepeda motor buntutnya.
752Please respect copyright.PENANAIhfw5jEtRq
Tak lama kemudian, Desy terbangun oleh suara motor suaminya yang diterkanya telah berangkat kerja. Seperti rutinitas harian sebelumnya, ia kini disibukkan oleh pekerjaan rumah, mencuci, mengganti popok sang anak dan menyapu rumah yang jika di telaah sebagai manapun ia mencoba merapikan seisi rumah tersebut tetap terlihat berantakan dan juga kumuh.
752Please respect copyright.PENANAhLllP2MBGS
Setelah dirasa rutinitasnya telah selesai, dengan bermandikan peluh ia mencoba bersantai sejenak, memainkan game di ponselnya hingga berselancar didunia maya. Memperhatikan kehidupan para wanita yang beruntung dalam hidupnya, mendapatkan pria yang tajir melintir, serta kemewahan dan rumah yang layak. Sejenak ia menelan ludah akan kenikmatan itu yang tak bisa ia dapatkan.
752Please respect copyright.PENANAoPvmgj31Kz
Khayalan tersebut kemudian teralihkan ketika suara tangis dari Jafar memecah lamunannya. Ia bergegas menuju kamar, menyusuinya dan sesekali bernyanyi agar anaknya teralihkan dari tangisnya. Terlihat ia beberapa kali membenarkan posisi payudaranya agar bisa dinikmati oleh bayinya. Dengan bermandikan keringat dan rambut yang tergelai panjang, wanita tersebut masih tetap terlihat anggun nan ayu. Tak salah bila temannya memujinya sedemikian rupa. Bahkan jika Desy mendapatkan solekan gincu ataupun cilak sedikit saja, tentu dirinya dengan mudah memancing parah bujang untuk mendekatinya.
752Please respect copyright.PENANAFJZMuCPdd6
Dalam kelelahan itu, Desy seperti ingin merebahkan diri sejenak, sembari tetap memangku sang bayi ia menyandarkan punggungnya ke sisi tembok triplek. Memejamkan mata sambil terlelap sejenak hingga akhirnya ia terjaga ketika bunyi ponsel berdering kencang.
Jafar yang juga terusik akan suara ponsel ibunya kembali menangis dan dengan sigap ditenangkan oleh Ibunya yang sembari mengangkat panggilan dari nomor yang tak ia kenal.
752Please respect copyright.PENANACgei23Sxqr
Sambil tetap menyusui, Desy menjawab panggilan tersebut, "Halo... Siapa ya?"
752Please respect copyright.PENANAQzvDvmAoYc
"Halo Desy? Saya Bimo. Kita bertemu kemarin malam di bar bersama Salsa" Suara lelaki itu terdengar berat sembari memperkenalkan diri.
752Please respect copyright.PENANA6exhpWeYHz
Mendengar lelaki itu menyebutkan namanya, Desy lantas menampakkan wajah semangat "Ahh.. Om Bimo. Ada apa yah om?"
752Please respect copyright.PENANA4Jkulcrmvp
"Tidak apa-apa, aku hanya memastikan bahwa ini adalah nomormu. Aku mengambilnya dari Salsa"
752Please respect copyright.PENANAhq8QbSZkfL
"Haha... Iya, ini adalah nomorku. Jangan lupa save yah om" Desy seperti berharap.
752Please respect copyright.PENANAbv1Ndd9BV2
"Jadi apa yang kau kerjakan sekarang?" Bimo memulai cengkramanya, berusaha mengulik kehidupan Desy.
752Please respect copyright.PENANALmxgFzzUlk
"Aku hanya sibuk dirumah" jawab Desy singkat.
752Please respect copyright.PENANAO09EdOIeHc
"Tidak bekerja?"
752Please respect copyright.PENANA5dI0JMZ6fQ
"Tidak. Sebelumnya aku bekerja di sebuah salon, namun berhenti."
752Please respect copyright.PENANArTMh4oo86o
"Keluarga... Apakah kamu telah berkeluarga?" pertanyaan dari lelaki itu sekilas membuat Desy terdiam sejenak. Ia seperti ragu akan kenyataan bahwa dirinya adalah seorang isteri bahkan seorang ibu. Desy menatap Jafar sejenak dan memejamkan mata, menahan pilu akan kebohongannya, "Tidak... Aku masih gadis, om"
752Please respect copyright.PENANAeGuHo7InSX
"Baiklah, kalau tidak ada kesibukan, malam ini aku menunggumu di tempat dimana kita pertama kali bertemu"
752Please respect copyright.PENANA7X0OrrQ0OJ
Desy kemudian menyetujui pertemuan itu. Selepas panggilan tersebut berakhir, ia lekas menelpon Salsa, menanyakan apakah ia memberitahu status dirinya yang telah bersuami kepada kepada Bimo?. Salsa berusaha menenangkan Desy. Ia memberitahunya bahwa semua hal pribadi tentang Desy tersimpan aman. Ia bahkan memberitahu Bima bahwa Desy adalah perawan desa yang masih polos. Mendengar candaan dari temannya itu, Desy terkekeh dan lega akan rahasia tentang kehidupannya yang belum terbongkar.
752Please respect copyright.PENANAMmod8h6f63
Menjelang petang, dimana suara adzan maghrib mulai berkomandan, Desy terlihat gundah akan sesuatu. Dirinya beberapa kali mondar-madir, menengok jam dinding dan bergerutu seakan kesal. Pertemuan dengan Bimo sebentar lagi, sekitar kurang lebih sejam dirinya harus tiba di bar itu, sementara suaminya belum juga pulang dari kerja. Beberapa kali ia menelpon Gery, namun panggilan tersebut tak terjawab.
752Please respect copyright.PENANAQEWPboj3kO
Kesal dan tak berpikir panjang, ia pun menidurkan Jafar, memastikan anaknya terlelap lantas berlalu meninggalkannya. Ia tak ingin kehilangan kesempatan bekerja, meski ia harus berkorban dan menerima konsekuensi disaat pulang nanti. Desy harap, bahwa kepergiannya tak akan lama, sembari berharap suaminya kembali selepas kepergiannya.
752Please respect copyright.PENANAAmmsZ2sd78
Setibanya di bar itu, ia disambut hangat oleh Salsa. Desy beberapa kali meminta maaf atas keterlambatannya, namun Salsa tak menghiraukan, ia lekas menarik lengan temannya itu menuju ruangan yang terletak disudut gedung. Setelah keduanya memasuki ruangan tersebut, Desy terlihat agak kaget ketika melihat segerombolan pria paruh bayah berbadan gempal tengah dimanjakan oleh beberapa wanita penghibur. Penampilan mereka seakan mencerminkan perilaku. Desy menerka-nerka bahwa diantara para bandit ini tentunya merupakan pejabat atau bahkan pengusaha dari sebuah perusahaan besar.
752Please respect copyright.PENANABPPxbc5CFi
"Kemari, duduklah sayang" pinta Bimo, lelaki yang satu-satunya menarik dimata Desy serta satu-satunya yang ia kenal.
752Please respect copyright.PENANAXV0yzaAyCs
"Maaf aku agak sedikit terlambat"
752Please respect copyright.PENANAhBTmeHkEC3
"Its okay, dont wory. Pestanya baru saja dimulai" Bimo berusaha menenangkan. "Kamu tahu kan konsekuensi dalam pekerjaan? lihatlah para wanita itu, mereka seperti menikmatinya"
752Please respect copyright.PENANAbpJI1IUkx3
Desy mulai mengerti arah pembicaraan Bimo, ketika lelaki itu menunjuk seorang wanita yang tengah mengulum b4t4ng pria berbadan gempal. Desy awalnya mengalingkan wajahnya, risih dan malu, namun Bimo memaksa untuk melihat adegan itu yang kemudian ditanggapi oleh Desy secara perlahan.
752Please respect copyright.PENANAj7aF15yKMG
"Kamu tahu? gadis itu baru bekerja selama Dua Mingu dan dia telah menghasilkan belasan juta dengan hanya mendampingi lelaki tua itu"
752Please respect copyright.PENANARTJQAXYTPi
"Maksud om gimana?"
752Please respect copyright.PENANAfqtzLwUnfG
Bimo menatap tajam Desy. "Jangan berpura-pura bodoh. Aku tahu kamu butuh uang"
752Please respect copyright.PENANA9SBwdeU1dY
"Iya, aku butuh. Tapi tidak dengan cara seperti ini!"
752Please respect copyright.PENANAQZtKcMtbJ0
"Aku menawarkanmu kesempatan! apakah kamu ingin terus hidup dalam kesusahan?"
752Please respect copyright.PENANA5cDRa5yiwK
"Jika pekerjaan yang kau maksud adalah menjadi seorang simpanan, aku tidak akan menerimanya!" tolak Desy dengan wajah geram.
752Please respect copyright.PENANATVxutQCsjQ
"Meski kamu harus hidup miskin selamanya bersama suami dan anakmu?"
752Please respect copyright.PENANAXRzT04e2PX
Mendengar pernyataan itu, Desy lantas terkaget. Ia tak menyangka bahwa Bimo telah mengetahui statusnya sebagai isteri seseorang.
752Please respect copyright.PENANA67E9qWdgBk
"Sekarang peganglah uang ini." Bimo memberikan beberapa lembar uang Sepuluh Juta, ia lantas berbisik ke Desy "Ini hanya uang pemanis di muka. Jika kamu menyetujui jasa ini, kamu akan mendapatkan lebih banyak lagi. Jangan egois, ingatlah anakmu yang butuh susu. Semua rahasia kami akan jaga baik-baik"
752Please respect copyright.PENANAJXaR3zUXoO
Desy mulai bimbang akan pendiriannya. Sekilas ia menatap Salsa yang seperti menyarankan untuk menerima pekerjaan itu.
752Please respect copyright.PENANA60EbBXl4Jv
Lama berpikir, Desy lantas mengambil keputusan "Baiklah aku akan menerima pekerjaan ini, tapi dengan satu syarat"
752Please respect copyright.PENANAWzt9MeMuMr
"Apa itu?"
752Please respect copyright.PENANAn0jXZGFnEq
"Aku hanya ingin menjadi simpanan satu orang saja" tegas Desy.
752Please respect copyright.PENANAi6wdL4Eg0d
"Oke. Baiklah. Tunjuklah, siapa pria yang ingin kau pilih" tanya Bimo penasaran.
752Please respect copyright.PENANABwpKKnekGM
"Aku memilihmu..."
752Please respect copyright.PENANAUkQ30MjK3k
Seketika suasana hening, Bimo sebagai mucikari tak menyangka bahwa dirinya dipilih oleh Desy.
752Please respect copyright.PENANAdFfykMfWIJ
"Kenapa kamu memilihku?"
752Please respect copyright.PENANA1GKZcqsHOR
"Karena hanya kamu yang aku kenal"
752Please respect copyright.PENANAuSg2iwunbF
"Kamu akan mengenal mereka jika kamu memilih salah satunya"
752Please respect copyright.PENANAnRMr7XGVWU
"Jika kamu tak ingin. Maka aku akan pergi" Desy telah beranjak dari duduknya, namun dihentikan oleh Bimo dengan menarik lengannya.
752Please respect copyright.PENANAWkB9mQZJTF
"Baiklah kalau itu maumu. Sekarang kamu adalah milikku"
752Please respect copyright.PENANAmNfvy7HHR2
Bimo mendekap Desy dalam pelukan dan menciumnya dengan lembut.
752Please respect copyright.PENANAX6pmuclLj8
BERSAMBUNG...
SELENGKAPNYA DISINI: https://lynk.id/shark95
ns216.73.217.39da2


