Bab 1: Video yang Menghancurkan
702Please respect copyright.PENANAJB4rIGICll
Vina Aurelia melangkah keluar dari lift dengan langkah percaya diri yang sudah menjadi kebiasaan. Jam tangan di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 08.15. Ia mengenakan kemeja putih ketat yang membungkus sempurna payudara F-cup-nya yang kencang, rok pensil hitam selutut yang menonjolkan pinggul lebarnya, dan sepatu hak tinggi yang membuat kakinya terlihat jenjang. Rambut hitam sebahu-nya tergerai rapi, wajah cantiknya dengan make-up tipis membuatnya terlihat profesional sekaligus menggoda. Di usia 24 tahun, Vina adalah karyawan baru yang paling ambisius di perusahaan multinasional ini. Ia ingin cepat naik jabatan, ingin dihargai, ingin menjadi wanita karir yang ditakuti dan dikagumi.
702Please respect copyright.PENANAJDO3q8pgsA
“Selamat pagi, Mbak Vina,” sapa seorang rekan kerja laki-laki dengan senyum lebar. Vina hanya mengangguk singkat, senyum tipis di bibirnya. Ia tidak punya waktu untuk basa-basi. Target hari ini adalah menyelesaikan laporan proyek besar dan menarik perhatian Mr. Adrian Hartono, direktur utama yang dingin dan berpengaruh.
702Please respect copyright.PENANAMn1rh2YwpN
Sepanjang pagi, Vina bekerja dengan fokus tinggi. Jari-jarinya menari di atas keyboard, pikirannya tajam. Tapi di balik layar laptop, ada satu rahasia yang selalu membuatnya gelisah. Seminggu lalu, ia merekam video pribadi dengan mantan kekasihnya. Video panas, penuh desahan dan gerakan vulgar yang seharusnya hanya untuk kenangan pribadi. Ia pikir sudah menghapusnya. Ternyata tidak.
702Please respect copyright.PENANAbxCEA5ykI8
Saat jam istirahat siang, ponsel Vina bergetar. Pesan dari nomor tak dikenal.
702Please respect copyright.PENANABoOjGQv6Pk
“Ruang CEO. Sekarang. Jangan buat saya menunggu.”
702Please respect copyright.PENANAnn75QhIfdN
Vina mengerutkan kening. Ia mengira itu pesan salah. Tapi pesan kedua datang dengan lampiran. Video. Video dirinya sendiri, telanjang, tubuh putih mulusnya berkilau keringat, memek pink tight-nya terbuka lebar sambil mantan kekasihnya menghantamnya dari belakang. Suara desahannya yang mesum terdengar jelas: “Ahh… lebih dalam… ya, seperti itu…”
702Please respect copyright.PENANA6Z0UVmRq7e
Darah Vina seolah membeku. Tangan nya gemetar hebat hingga ponsel hampir terjatuh. Ia buru-buru bangkit, jantungnya berdegup kencang, dan melangkah menuju lantai eksekutif dengan kaki yang terasa lemas.
702Please respect copyright.PENANANUR9RoNAKH
Ruang CEO Mr. Adrian Hartono luas, mewah, dengan dinding kaca yang menghadap kota Jakarta. Adrian duduk di kursi kebesarannya, usia 39 tahun, tubuh tegap 180 cm, wajah matang yang tampan dengan rahang tegas dan tatapan dingin yang menusuk. Ia mengenakan kemeja hitam yang lengan bajunya digulung, memperlihatkan lengan berotot. Di layar komputernya, video Vina masih diputar pelan.
702Please respect copyright.PENANAZyQvF0pHMV
“Masuk, dan tutup pintunya,” kata Adrian tanpa menoleh, suaranya rendah dan berwibawa.
702Please respect copyright.PENANAVEafIxYa3k
Vina menutup pintu dengan tangan gemetar. Bau cologne mahal Adrian langsung memenuhi hidungnya, campuran kayu manis dan musk yang maskulin. Ia berdiri di depan meja besar itu, lututnya hampir goyah.
702Please respect copyright.PENANA1cEc73auy2
“Mr. Adrian… itu… itu kesalahan. Tolong hapus videonya,” bisik Vina, suaranya hampir hilang.
702Please respect copyright.PENANAWATU6Gi0np
Adrian akhirnya menoleh. Senyum tipis, dingin, dan penuh kuasa terukir di bibirnya. Ia memutar kursi menghadap Vina, kakinya disilangkan santai.
702Please respect copyright.PENANAfVmXe0Lp63
“Anda tahu, Vina. Saya tidak suka karyawan yang ceroboh. Video ini… sangat menarik. Payudara besar Anda yang bergoyang, memek pink yang menyedot kontol dengan rakus, suara Anda yang memohon-mohon. Saya tidak menyangka karyawan baru seambisius Anda punya bakat seperti ini.”
702Please respect copyright.PENANAy4r6DR3SAJ
Wajah Vina memerah hebat. Rasa malu membakar pipinya hingga ke telinga. Air mata mulai menggenang di matanya. “Saya mohon, Pak. Jangan sebarkan. Saya akan lakukan apa saja… asal video itu dihapus.”
702Please respect copyright.PENANAJE8k0aEBTO
Adrian tertawa pelan, suara rendah yang membuat bulu kuduk Vina berdiri. Ia berdiri, mendekati Vina dengan langkah lambat. Tingginya membuat Vina harus mendongak. Tangan besarnya terulur, menyentuh dagu Vina dengan lembut tapi penuh kendali, memaksa Vina menatap matanya.
702Please respect copyright.PENANAGCiITj76H7
“Apa saja? Berhati-hatilah dengan kata-kata itu, Vina. Karena mulai sekarang, Anda milik saya.”
702Please respect copyright.PENANAy0xp7h7774
Adrian menekan remote di tangannya. Suara video semakin keras. Desahan Vina memenuhi ruangan: “Fuck me harder… ya… aku milikmu…”
702Please respect copyright.PENANAYJ9WaFr0au
Vina merasa lututnya melemas. Cairan aneh mulai membasahi celana dalamnya tanpa izin. Tubuhnya yang sangat sensitif bereaksi hanya karena suara dirinya sendiri dan kehadiran pria dominan di depannya. Ia benci dirinya karena itu.
702Please respect copyright.PENANAd7waenRiFV
Adrian mendekatkan wajahnya, napas hangatnya menyapu telinga Vina. “Bayangkan kalau video ini tersebar ke seluruh perusahaan. Atau dikirim ke pacar Anda, Andi. Atau di-upload ke internet. Karir Anda yang cerah ini akan hancur dalam sekejap. Tapi saya punya tawaran lebih baik.”
702Please respect copyright.PENANAfODIjxwyo8
Tangan Adrian turun, meraba pinggul lebar Vina dari luar rok. Sentuhan itu seperti listrik. Vina menggigit bibir bawahnya kuat-kuat agar tidak mendesah.
702Please respect copyright.PENANAqOGe1jK6RB
“Saya… saya punya pacar, Pak,” bisik Vina lemah.
702Please respect copyright.PENANAeFbUrReWoG
“Pacar Anda tidak perlu tahu. Mulai hari ini, setiap kali saya panggil, Anda datang. Anda akan melayani saya di kantor ini. Di meja ini, di ruang rapat, di mana saja saya mau. Tubuh Anda yang indah ini akan menjadi hiburan saya. Mengerti?”
702Please respect copyright.PENANAH0IWu0M76Q
Vina mengangguk pelan, air mata akhirnya jatuh. Tapi di balik air mata itu, ada getaran aneh di perutnya. Rasa takut bercampur sesuatu yang lebih gelap — ketertarikan yang ia benci akui.
702Please respect copyright.PENANAAgg9NQozNF
Adrian tersenyum puas. Ia menarik Vina mendekat hingga dada Vina menempel di dadanya yang bidang. Payudara F-cup Vina tertekan, putingnya yang sensitif mulai mengeras di balik bra.
702Please respect copyright.PENANAUCGNtI0eZp
“Bagus. Sekarang buka kancing kemeja Anda. Perlahan. Saya ingin melihat apa yang saya beli.”
702Please respect copyright.PENANAPV8aGGpS0L
Dengan tangan gemetar, Vina membuka satu per satu kancing kemeja putihnya. Ketika kemeja terbuka, bra hitam lace yang membungkus payudara besarnya terpapar. Adrian mendesah pelan, tangannya langsung meremas payudara kiri Vina dengan kuat. Jempolnya memutar puting yang sudah mengeras di balik kain.
702Please respect copyright.PENANAQH4GW1pm4t
“Ahh…” desah Vina tak terkendali. Sensasi panas menyebar dari dada ke seluruh tubuhnya. Memeknya semakin basah, cairan lengket mulai menetes pelan ke paha dalamnya.
702Please respect copyright.PENANAgGizZN6rAX
“Bagus sekali. Puting Anda seperti anggur matang, keras dan sensitif,” bisik Adrian di telinga Vina sambil meremas lebih kuat. “Sekarang angkat rok Anda. Tunjukkan memek pink yang tight itu pada saya.”
702Please respect copyright.PENANAkaSixAiwBa
Vina ragu sejenak. Adrian mencengkeram dagunya lebih keras. “Jangan buat saya marah, Vina. Atau video ini langsung saya kirim ke grup karyawan.”
702Please respect copyright.PENANAZOnv2wnhzI
Dengan air mata mengalir, Vina mengangkat rok pensilnya hingga pinggang. Celana dalam hitam tipisnya sudah basah kuyup. Adrian menyentuh kain itu dengan jari, merasakan kelembapan yang melimpah.
702Please respect copyright.PENANAFMwyttAOYK
“Sudah basah begini hanya karena diancam? Anda memang slut alami,” kata Adrian dengan nada puas. Ia menarik celana dalam Vina ke samping, jari tengahnya langsung menyentuh bibir memek pink yang licin dan panas.
702Please respect copyright.PENANAfURiX8IFc6
Vina menggigil hebat. Kakinya gemetar. Sensasi jari Adrian yang kasar menyusuri celah memeknya membuat kepalanya pusing. Bau tubuh Adrian yang maskulin semakin kuat, bercampur dengan aroma cairan tubuh Vina sendiri yang manis dan sedikit asin.
702Please respect copyright.PENANAe2ZSscsElI
“Begitu tight… dan sangat basah,” gumam Adrian sambil memasukkan satu jari perlahan. Dinding memek Vina langsung menggenggam jari itu dengan rakus, berdenyut-denyut. Vina menggigit bibirnya hingga berdarah kecil agar tidak berteriak.
702Please respect copyright.PENANAByR2WQjQs7
Adrian menambah satu jari lagi, mengaduk pelan sambil ibu jarinya menekan kristorisVina yang sudah membengkak. Gerakan itu lambat tapi penuh tekanan. Setiap kali jari Adrian menyentuh titik sensitif di dalam, tubuh Vina bergetar seperti listrik.
702Please respect copyright.PENANA54pveIeRtf
“Pak… ahh… tolong…” Vina tidak tahu lagi apakah ia memohon dihentikan atau dilanjutkan.
702Please respect copyright.PENANAi0vouJSpYM
Adrian menarik jarinya yang basah oleh cairan Vina, lalu menempelkannya ke bibir Vina. “Jilat. Rasakan sendiri seberapa murahan Anda.”
702Please respect copyright.PENANAbqqorF2CM3
Vina membuka mulutnya dengan patuh, menjilat jari Adrian yang berbau dan berasa cairannya sendiri. Rasa manis asin itu membuat pipinya semakin panas.
702Please respect copyright.PENANATLct5WgWQZ
Adrian menarik Vina ke meja kerjanya, membungkukannya di atas permukaan kayu dingin. Payudara Vina tertekan ke meja, roknya masih terangkat. Adrian berdiri di belakang, tangannya meraba pinggul lebar Vina, sesekali menampar pelan bokongnya yang mulus. *Plak… plak…*
702Please respect copyright.PENANAqTlt6s231W
Suara tamparan kecil itu bergema. Vina merintih, rasa panas dan sedikit sakit bercampur kenikmatan.
702Please respect copyright.PENANA9ftkmZ4vZc
“Ini baru permulaan, Vina. Malam ini, setelah jam kantor, Anda akan kembali ke sini. Saya akan mematahkan harga diri Anda di meja ini sambil memutar video Anda sendiri. Anda akan belajar bagaimana menjadi budak seks kantor yang patuh.”
702Please respect copyright.PENANAiTf4VmjhoS
Adrian menarik ritsleting celananya. Bunyi gesekan itu terdengar jelas di telinga Vina. Ia merasakan sesuatu yang panas, tebal, dan sangat besar menempel di celah memeknya dari belakang — hanya menggesek tanpa masuk. Panjangnya 20 cm, tebal, berdenyut penuh urat.
702Please respect copyright.PENANABhaXPWjLay
Vina menangis diam-diam. Tapi memeknya semakin banjir, cairannya menetes ke lantai.
702Please respect copyright.PENANAMdyuPgb1QR
“Katakan, Vina. Katakan Anda milik saya mulai sekarang.”
702Please respect copyright.PENANASffvLEWIfU
Dengan suara pecah karena malu dan nafsu yang mulai bangkit, Vina berbisik, “Saya… milik Bapak, Mr. Adrian.”
702Please respect copyright.PENANA1HSHRqcktb
Adrian tersenyum puas. Ia menarik Vina berdiri kembali, merapikan pakaiannya sendiri, lalu menepuk pipi Vina lembut.
702Please respect copyright.PENANAtDInV2lbqh
“Bagus. Sekarang keluarlah. Dan ingat, jangan coba-coba melawan. Karir, reputasi, dan pacar Anda ada di tangan saya.”
702Please respect copyright.PENANA4nMj3WHaPU
Vina berjalan keluar ruangan dengan kaki gemetar, celana dalamnya basah kuyup, payudaranya masih terasa panas bekas remasan Adrian. Di koridor, ia berusaha tersenyum profesional pada rekan kerja yang lewat, seolah tidak ada yang terjadi.
702Please respect copyright.PENANAQYv6G7nfgT
Tapi di dalam hatinya, dunia Vina sudah mulai runtuh. Dan entah mengapa, ada bagian kecil dari dirinya yang sudah menanti apa yang akan terjadi selanjutnya.
702Please respect copyright.PENANA0PaCotMtYW


