Bab 3
3296Please respect copyright.PENANA17GCON4dos
Sinta berdiri di depan pintu belakang rumah Pak Haris pukul 20.15 malam. Tubuhnya gemetar hebat. Rok pendek hitam yang ia kenakan hampir tidak menutupi pantat montoknya, dan seperti perintah, ia tidak memakai celana dalam. memeknya sudah basah sejak sore, cairan hangatnya sesekali menetes pelan ke paha dalam. Rendra tadi malam hanya bertanya sekali, “Kamu keluar lagi malam ini?” Sinta berbohong dengan mudah, “Ada arisan tambahan di rumah Bu RT.” Suaminya percaya begitu saja, lalu kembali ke depan laptopnya.
3296Please respect copyright.PENANAI2CGy2zmcb
Ia mengetuk pelan. Pintu langsung terbuka. Pak Haris berdiri di sana hanya memakai celana pendek longgar. Tubuh kekarnya terpampang jelas, otot dada dan perut six-pack berkilau karena minyak setelah mandi. Matanya gelap penuh nafsu dan kekuasaan.
3296Please respect copyright.PENANAIXTmzQR71u
“Masuk,” perintahnya singkat tanpa senyum.
3296Please respect copyright.PENANABKcOaSA6CE
Sinta melangkah masuk ruang tamu yang terang. Bau maskulin rumah itu langsung menyerbu hidungnya — campuran parfum mahal, keringat pria, dan sedikit bau kulit. Pak Haris mengunci pintu, lalu menarik lengan Sinta kasar hingga ia hampir tersandung.
3296Please respect copyright.PENANAxhCcZS6lXX
“Rekaman kemarin sudah aku edit. Mau lihat?” tanya Pak Haris sambil menyalakan televisi besar. Video itu diputar. Sinta melihat dirinya sendiri di garasi: berlutut dengan penuh semangat mengisap kontol monster Pak Haris, mata setengah terpejam kenikmatan, erangan mesum keluar dari mulutnya. Lalu adegan dibungkukkan di mesin cuci, pantatnya terangkat tinggi, memeknya yang pink basah menganga.
3296Please respect copyright.PENANAOxFc8Da6Vx
“Lihat wajahmu, Sinta. Ini bukan pemerkosaan. Kamu lonte yang haus,” ejek Pak Haris sambil tertawa rendah.
3296Please respect copyright.PENANAAgr0esZsmj
Air mata Sinta mengalir. “Pak… tolong hapus. Aku akan lakukan apa saja, tapi jangan sebarkan. Orang tuaku… Rendra…”
3296Please respect copyright.PENANAFDRkj8rF4D
Pak Haris mendekat dari belakang, tangan besarnya meremas payudara E-cup Sinta dari atas baju. “Kamu memang akan lakukan apa saja. Mulai malam ini, kamu resmi budak seks aku. Lepas baju.”
3296Please respect copyright.PENANALcE1keW148
Dengan tangan gemetar, Sinta membuka rok dan tank topnya. Tubuh telanjangnya yang sempurna terpapar di bawah lampu terang. Payudaranya montok bergoyang, puting putingnya sudah mengeras. memek pinknya mengkilap oleh cairan sendiri.
3296Please respect copyright.PENANArytvIujx64
Pak Haris mengambil sebuah tas hitam dari sofa. Ia mengeluarkan beberapa alat: anal plug sedang berukuran, gag ball, dan cane kulit tipis. Mata Sinta melebar ketakutan.
3296Please respect copyright.PENANAe5kzA8kcIf
“Pertama, kita bersihkan dulu,” kata Pak Haris. Ia membawa Sinta ke kamar mandi besarnya. Di sana sudah disiapkan alat enema. Sinta dipaksa berlutut di lantai keramik dingin. Pak Haris memasukkan selang pelan ke analnya, mengalirkan air hangat. Sensasi penuh dan tekanan di perut membuat Sinta menggigit bibir. Perutnya terasa kembung, air keluar bersama cairan kotor. Pak Haris membersihkan tubuhnya dengan tangan kasar, jarinya sesekali menyusup ke memek dan anal, memastikan semuanya bersih dan siap.
3296Please respect copyright.PENANAyO7o9okzok
“Kamu harus selalu bersih untuk kontolku,” bisiknya di telinga Sinta.
3296Please respect copyright.PENANA7No2iIvhXl
Setelah dibersihkan, mereka kembali ke kamar tidur utama Pak Haris. Kamar itu luas, ada tempat tidur king size dengan tiang besi kuat dan cermin besar di dinding serta langit-langit.
3296Please respect copyright.PENANACbYN0lYyyh
Pak Haris memasang gag ball ke mulut Sinta. Bola merah itu memenuhi mulutnya, tali diikat ketat di belakang kepala. “Biar suaramu tidak terlalu keras. Suamimu kan di sebelah rumah.”
3296Please respect copyright.PENANAfHigCFUmN6
Sinta hanya bisa mengeluarkan suara tertahan “Mmmh… mmmh…”
3296Please respect copyright.PENANAha8sUcoxSl
Pak Haris mendorongnya ke tempat tidur, membuka kakinya lebar-lebar, lalu mengikat pergelangan kaki dan tangannya ke tiang ranjang menggunakan tali sutra hitam. Tubuh Sinta sekarang terbuka sempurna, rentan total. Pak Haris mengambil anal plug yang sudah dilumasi minyak licin. Ia memutar-mutar ujung plug di sekitar anal Sinta yang masih basah dari enema.
3296Please respect copyright.PENANAhGeO6VEb6J
“Relaks… ini baru pemanasan,” katanya sambil menekan masuk perlahan. anal Sinta meregang perlahan, sensasi penuh dan terbakar membuat air matanya mengalir deras. Plug masuk sepenuhnya dengan suara “plop” pelan. Getaran dingin dan penuh di belakang membuat memeknya berdenyut lebih kuat, cairannya menetes ke seprai.
3296Please respect copyright.PENANA1I1jKtYRi2
Pak Haris mengambil cane kulit. “Plak!” tamparan pertama mendarat di paha dalam Sinta. Rasa panas dan perih menyebar. “Plak! Plak! Plak!” berturut-turut di payudara, perut, dan paha. Setiap tamparan membuat tubuh Sinta mengejang, putingnya semakin keras, memeknya semakin banjir. Rasa sakit berubah menjadi panas nikmat yang aneh.
3296Please respect copyright.PENANARB64yKKkYp
“Kamu suka ya?” tanya Pak Haris sambil mengusap memek Sinta yang sudah sangat licin. Dua jarinya, lalu tiga, masuk dengan mudah. Ia mengaduk-aduk dalam-dalam, menekan titik sensitif hingga suara “chup chup chup” basah memenuhi kamar. Sinta menggeleng-geleng, tapi pinggulnya bergerak naik turun sendiri mengikuti gerakan jari.
3296Please respect copyright.PENANA5GKHf1zYJp
Pak Haris melepaskan celananya. kontol monster 21 cm itu sudah berdiri tegak, tebal berurat, kepala mengkilap. Ia menggesek-gesekkan kepala kontol itu di kristorisSinta yang membengkak, menampar-nampar pelan hingga Sinta merintih di balik gag ball.
3296Please respect copyright.PENANAyFo6hX14ak
“Siap menerima kontol yang sebenarnya?” bisiknya sadis.
3296Please respect copyright.PENANAhCUH2UKKef
Ia menekan masuk. Hanya kepala saja sudah membuat memek Sinta meregang ekstrem. Dinding pinknya ditarik lebar-lebar, sensasi terbakar dan penuh luar biasa. Sinta menjerit tertahan “MMMMHHH!!!” air matanya mengalir deras. Pak Haris terus mendorong pelan tapi tanpa ampun, senti demi senti masuk. Perut Sinta terlihat sedikit naik saat kontol itu menekan paling dalam.
3296Please respect copyright.PENANAU5jcRnxIN4
“Hanya separuh… dan kamu sudah penuh begini,” ejek Pak Haris. Ia mulai bergerak keluar masuk perlahan, setiap dorongan semakin dalam. Suara “plak plak plak” daging bertemu daging terdengar keras. Payudara Sinta bergoyang liar mengikuti irama. Anal plug membuat saluran depannya semakin sempit, sehingga gesekan dengan kontol terasa lebih intens.
3296Please respect copyright.PENANAKE547Knaj6
Sensasi panas, penuh, meregang, dan berdenyut bercampur jadi satu. Bau amis kenikmatan mulai memenuhi udara. Pak Haris meremas payudara Sinta kuat, mencubit puting putingnya sambil terus menghantam. Ia mempercepat irama. Setiap hantaman membuat kepala kontol menabrak dinding rahim Sinta.
3296Please respect copyright.PENANATK5oVFsCrI
Sinta merasakan orgasme pertama datang seperti gelombang besar. Tubuhnya mengejang hebat, kakinya yang terikat gemetar tak terkendali. memeknya berdenyut liar menggenggam kontol Pak Haris, menyemburkan minyak bening yang banyak membasahi selangkangan pria itu. Matanya mendelik, air liur menetes dari gag ball.
3296Please respect copyright.PENANAJbATvCvPrj
Tapi Pak Haris tidak berhenti. Ia membalik tubuh Sinta menjadi posisi doggy, tangan dan kaki masih terikat. Anal plug masih tertancap. Ia menghantam dari belakang dengan lebih brutal. “Plak! Plak! Plak!” suara pinggulnya menampar pantat Sinta yang sudah memerah.
3296Please respect copyright.PENANALWOF0fTN5G
“Kamu milikku sekarang! memek ini milik kontolku!” raung Pak Haris sambil menarik rambut Sinta.
3296Please respect copyright.PENANAsyQYwF3MSk
Orgasme kedua datang lebih cepat. Sinta menangis keras di balik gag, tubuhnya kejang-kejang. Pak Haris akhirnya mendorong seluruh kontolnya dalam-dalam dan menyemburkan sperma panas yang banyak dan kental langsung ke dalam rahim Sinta. Semprotan demi semprotan membuat perut Sinta terasa benar-benar kembung dan penuh. sperma panas itu memenuhi setiap celah.
3296Please respect copyright.PENANAbaIruLirEQ
Pak Haris menarik kontolnya keluar perlahan. Suara “plop” basah disusul banjir sperma bercampur cairan Sinta yang mengalir deras dari memek yang merah dan menganga lebar. Sinta terbaring lemas, tubuhnya berkeringat, air mata mengalir, napas tersengal.
3296Please respect copyright.PENANApgI6lbCpM2
Pak Haris melepaskan gag ball. Sinta langsung terbatuk dan menangis. “Sakit… tapi… enak sekali…” bisiknya tanpa sadar.
3296Please respect copyright.PENANAToKBH4xSM8
Pak Haris tersenyum puas sambil mengusap memek Sinta yang berdenyut. “Ini baru malam pertama, Sinta. Besok aku akan libatkan alat yang lebih berat. Dan suatu hari… suamimu akan nonton langsung.”
https://lynk.id/novelhambilah 3296Please respect copyright.PENANAv5z668fgNI
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah3296Please respect copyright.PENANAEjAezJzLRx
3296Please respect copyright.PENANAPGGyNg33AM


