Bab 3: Malam Pertama di Garasi (Bagian 1)
7246Please respect copyright.PENANAaDrJXkxtbj
Maya melangkah masuk ke garasi belakang rumah Satria dengan jantung yang berdegup seperti genderang perang. Lampu temaram kuning menyinari ruangan sempit itu, bau oli mesin mobil bercampur aroma tubuh pria yang kuat langsung memenuhi penciumannya. Pintu garasi ditutup setengah, cukup untuk menyembunyikan mereka dari dunia luar tapi masih membiarkan sedikit angin malam masuk. Satria berdiri di depannya, tanpa baju atas, dada bidang dan perut six-packnya berkilau karena keringat tipis. Matanya gelap penuh nafsu saat menatap Maya dari atas ke bawah.
7246Please respect copyright.PENANAJGxxgql9eR
“Kamu benar-benar datang,” gumam Satria dengan suara berat. Ia melangkah maju, tangan besarnya langsung memeluk pinggang Maya yang ramping, menarik tubuh wanita itu hingga menempel erat di dadanya. “Aku sudah nggak sabar sejak tadi sore, Maya. memekmu pasti sudah banjir sekarang.”
7246Please respect copyright.PENANAD5OlSL2EO3
Maya menggigil. Rasa bersalah menusuk dadanya seperti pisau, tapi panas di perutnya jauh lebih kuat. “Mas Sat… ini pertama kalinya aku… selingkuh. Aku takut,” bisiknya, suaranya bergetar. Tapi tangannya sudah naik ke dada Satria, merasakan otot keras yang panas di bawah telapak tangannya.
7246Please respect copyright.PENANAO5pCPDbeRF
Satria tersenyum dominan. Ia menunduk, bibir tebalnya langsung menyambar bibir Maya dalam ciuman kasar dan penuh kelaparan. Lidahnya menyusup masuk, menari dengan lidah Maya, menghisap, menggigit pelan bibir bawah wanita itu hingga Maya mendesah di dalam mulutnya. Suara kecupan basah dan napas tersengal memenuhi garasi. Tangan Satria turun ke pinggul lebar Maya, meremas kuat melalui dress tipis, menarik bokongnya hingga tonjolan kontol monster di celana training pria itu menekan perut Maya.
7246Please respect copyright.PENANAa7PO2DAB91
“Mmhh…” Maya mengerang pelan. Ia merasakan ukuran itu — panjang, tebal, berdenyut panas bahkan melalui dua lapis kain. Jauh lebih besar dari milik Andi. memeknya berkontraksi hebat, mengeluarkan cairan kental yang mulai membasahi paha dalamnya.
7246Please respect copyright.PENANABJWDbma60b
Satria melepaskan ciuman, seutas air liur menghubungkan bibir mereka. “Lepas bajumu. Aku mau lihat tubuh istri orang yang sekarang jadi milikku malam ini.”
7246Please respect copyright.PENANAh1rHN6zOPC
Dengan tangan gemetar, Maya menarik dress-nya ke atas dan melepaskannya. Payudara D-cup montoknya melompat keluar, puting cokelatnya sudah mengeras sempurna. Satria mendengus puas, tangan besarnya langsung merangkum kedua payudara itu, meremas kasar sambil ibu jarinya memutar puting Maya.
7246Please respect copyright.PENANAk0QRnURSWd
“Ahh… Mas Sat…” desah Maya. Sensasi panas dari telapak tangan pria itu membuat tubuhnya melengkung. Satria menunduk, mulutnya menyedot satu puting dengan rakus. Lidahnya menjilat, menghisap kuat hingga suara “slurp… slurp” basah terdengar jelas. Maya meremas rambut Satria, kakinya gemetar. Rasa sakit manis di puncak payudaranya menyebar ke seluruh tubuh.
7246Please respect copyright.PENANA3DoEVLIrCR
Satria berganti ke payudara satunya, giginya menggigit pelan puting Maya sambil tangan kanannya turun ke celana dalam Maya. Jarinya menyentuh memek yang sudah sangat basah, mengusap bibir luar yang bengkak dengan gerakan lambat yang menyiksa.
7246Please respect copyright.PENANAc60kcUfZeC
“Basah sekali,” bisik Satria di antara hisapan. “memekmu ini lapar banget ya? Sudah lama nggak pernah diisi kontol yang beneran. Andi cuma kasih yang kecil itu, kan?”
7246Please respect copyright.PENANAg11J3JRzo2
Maya mengangguk malu, air mata kenikmatan mulai menggenang di matanya. “Iya… miliknya cuma 12 cm… nggak pernah bikin aku penuh…”
7246Please respect copyright.PENANApZwoDBHV5e
Satria tertawa rendah, puas. Ia menarik celana dalam Maya hingga jatuh ke lantai. Dua jari tebalnya langsung meluncur masuk ke memek yang licin, mendorong pelan hingga ke dalam. Maya menjerit kecil, tubuhnya melengkung. Dinding memeknya yang sensitif meremas jari Satria kuat-kuat.
7246Please respect copyright.PENANAgi3RfR9UIK
“Ketat… panas… dan sangat basah,” gumam Satria sambil menggerakkan jarinya keluar-masuk dengan irama lambat. Suara “slosh… slosh” cairan Maya terdengar memalukan tapi sangat erotis. Ia menekuk jarinya, menyentuh titik sensitif di dalam yang membuat Maya gemetar hebat. Kaki wanita itu hampir goyah.
7246Please respect copyright.PENANAKulhUCaIpj
Satria menarik jarinya keluar, memperlihatkan cairan bening yang memanjang di ujung jarinya. Ia menjilatnya di depan Maya. “Manis. Sekarang berlutut.”
7246Please respect copyright.PENANAK8QCTqASVs
Maya berlutut di lantai garasi yang dingin, wajahnya tepat di depan celana Satria. Dengan tangan gemetar ia menarik celana training pria itu ke bawah. kontol monster itu melompat keluar — 21 cm, tebal berurat, kepala besar mengkilap cairan bening. Bau maskulin yang kuat langsung memenuhi hidung Maya. Ia terpana.
7246Please respect copyright.PENANApaftPdeasL
“Sentuh,” perintah Satria.
7246Please respect copyright.PENANA0aSmPtWFhl
Maya memegangnya dengan dua tangan. Masih ada sisa panjang yang tak tertutup. Panas, berdenyut kuat, urat-urat tebal terasa di telapak tangannya. Ia mengusap naik-turun pelan, merasakan berat dan kekerasannya.
7246Please respect copyright.PENANAQDCCQWSlHZ
Satria mendengus. “Mulutmu, Maya. Hisap kontol tetangga yang bikin kamu basah setiap hari itu.”
7246Please respect copyright.PENANADX2CMlVgIJ
Maya membuka mulutnya lebar. Kepala kontol yang besar masuk pelan, meregang bibirnya. Rasa asin-manis memenuhi lidahnya. Ia menghisap kuat, lidahnya menari di sekeliling kepala sambil tangannya mengocok bagian pangkal. Satria meremas rambut Maya, mendorong pelan hingga lebih dalam. Suara “gluck… gluck” basah terdengar saat Maya berusaha menelan sebanyak mungkin.
7246Please respect copyright.PENANAelE1bDi6uA
“Bagus… istri orang lain sedang ngisep kontolku,” desah Satria kotor. “Andi nggak pernah dapat ini, kan?”
7246Please respect copyright.PENANAEkmz17sx4X
Maya menggeleng sambil terus menghisap, air liurnya menetes ke lantai. Matanya berkaca-kaca karena ukuran yang memenuhi mulutnya.
7246Please respect copyright.PENANARm0ZRGY5U7
Setelah beberapa menit, Satria menarik Maya berdiri. Ia membalik tubuh Maya menghadap mobil, membungkukkannya di kap mobil yang dingin. Payudara Maya menempel di metal dingin, kontras dengan panas tubuhnya. Satria mengambil sesuatu dari rak — sebuah anal plug berukuran sedang dengan permukaan mengkilap.
7246Please respect copyright.PENANAoGIHH0mMR9
“Ini pertama kalinya pakai ini?” tanya Satria sambil mengolesi plug dengan minyak.
7246Please respect copyright.PENANApTWpdbCNil
Maya mengangguk, suaranya gemetar. “Iya… pelan-pelan ya, Mas.”
7246Please respect copyright.PENANAMckw7fWEJI
Satria menuang minyak ke anal belakang Maya, jarinya memutar pelan di lubang sempit itu. Maya mendesah panjang. Sensasi dingin minyak diikuti panas jari yang masuk perlahan membuatnya menggigit bibir. Kemudian plug itu ditekankan pelan.
7246Please respect copyright.PENANA48p2nbruoJ
“Ahh… penuh… sakit tapi… enak…” erang Maya. Tubuhnya gemetar saat plug masuk sepenuhnya, anal belakangnya meregang dan berdenyut di sekitar benda asing itu. Sensasi penuh di belakang membuat memeknya semakin basah, cairan menetes ke lantai garasi.
7246Please respect copyright.PENANAAvqfuhqVF6
Satria menampar bokong Maya keras. “Plak!” Suara tamparan menggema.
7246Please respect copyright.PENANAwTLMJico2k
“Bagus. Sekarang siap untuk kontolku.”
7246Please respect copyright.PENANAfx7UL3XKw5
Ia menggesekkan kepala kontol monster di bibir memek Maya yang sudah banjir. Gesekan itu membuat Maya menggelinjang. Satria menekan pelan, kepala besar itu mulai meregang masuk.
7246Please respect copyright.PENANAQZNRObxKSW
“Oh Tuhan… besar sekali…” Maya menangis. memeknya diregang lebar, dinding-dindingnya yang sensitif merasakan setiap urat kontol yang masuk pelan. Sensasi terisi, penuh, dan sedikit sakit bercampur kenikmatan ekstrem membuat kakinya gemetar hebat.
7246Please respect copyright.PENANARtuUflC51c
Satria mendorong setengah panjangnya, berhenti sebentar agar Maya menyesuaikan. “Rasakan, Maya. Ini yang namanya penuh. memekmu sekarang milik kontolku.”
7246Please respect copyright.PENANA8kxTJHGGtd
Maya hanya bisa menangis dan mendesah. Tubuhnya berkeringat. Plug di anal belakangnya dan kontol besar di memeknya menciptakan sensasi penuh ganda yang membuat kepalanya kosong.
7246Please respect copyright.PENANAh6ruTMYpmM
Satria mulai bergerak pelan, keluar-masuk setengah panjang dulu. Suara “plok… plok” basah dan erangan Maya memenuhi garasi. Setiap dorongan membuat plug di belakang bergeser, menambah sensasi.
7246Please respect copyright.PENANADZnqBPcmNK
“Lebih dalam, Mas… tolong…”
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah7246Please respect copyright.PENANAsMlPcxFRfH
7246Please respect copyright.PENANAzVrwayOYvq
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah7246Please respect copyright.PENANAQQ9foYHBsk
7246Please respect copyright.PENANAex4OAnbItb


