Celine tengah berendam santai sambil bermain ponsel. Lebih tepatnya sedang memilih pakaian, dia rindu belanja online walau mungkin akan datangnya ke rumah ayahnya bukan ke desa.
298Please respect copyright.PENANAShhzOWl0LX
Paling Gustav akan mengantarkannya sambil mengirim permintaannya sebagai bujukan untuk berdamai.
298Please respect copyright.PENANAjS9VAwBG1d
Abidzar asyik mengusapkan sabun di punggung Celine. “Mandi dulu, itu lanjut nanti.” Abdizar jadi susah memandikannya.
298Please respect copyright.PENANA3TsMEMti3r
Celine mematikan ponselnya, menyimpannya di tempat kering lalu berbalik dengan genit.
298Please respect copyright.PENANADW01orXxr2
“Ga mau mandi,” Celine mendekat, Abidzar mundur hingga mentok lalu menahan setiap sisi pinggang Celine yang kini bergerak duduk di pahanya.
298Please respect copyright.PENANAZqVX97PbOQ
“Katanya hari ini mau tidur, pelukan aja,” Abidzar tersenyum lembut, menatapnya tak kalah lembut.
298Please respect copyright.PENANAXGFlzlXCcn
“Tapi kamu keras,”
298Please respect copyright.PENANAnvgUIjZ2XV
“Ga papa, nanti juga lembek lagi.” bisiknya lalu tertawa pelan sambil menggesekan hidungnya ke hidung Celine.
298Please respect copyright.PENANAG3OEo5EWFw
Celine ikut cekikikan. “Yaudah, ayo mandi.” dikecup sekilas bibir Abdizar lalu beranjak dan berhenti berendam.
298Please respect copyright.PENANAtN4ZNErZqg
Abidzar ikut beranjak, memegang Celine yang hendak melangkah dengan hati-hati. “Pelan aja, licin.” terus saja dia pegangi hingga keduanya berdiri di bawah shower.
298Please respect copyright.PENANAN1wcB9nuq7
Berpelukan, saling menyabuni dan bercanda ria bagai pasangan yang di mabuk cinta.
298Please respect copyright.PENANAIDeI2z7S5Y
“Ihhh! Sakit ketarik,” sebalnya agak merengek manja.
298Please respect copyright.PENANAljyfHdvB1Y
Abidzar sontak mengusap sayang kepala Celine. “Maaf-maaf.” sesalnya lalu kembali membasuh rambut Celine.
298Please respect copyright.PENANAXWtYHP93ai
***
298Please respect copyright.PENANAaLQEZHR3gb
Celine asyik memeluk Abidzar yang tengah memilih pakaian dalam untuknya. Sengaja Celine ingin dipilihkan Abidzar.
298Please respect copyright.PENANAvSubEjxe67
Lucu saja, dipilihkan suami.
298Please respect copyright.PENANAJoLUC6hxJu
Cie suami. Batin Celine geli sendiri.
298Please respect copyright.PENANAvP0WdkIEgf
“Ini aja, biasanya kamu cuma tali, ini lebih ke tutup punya akunya..” Abidzar mencolek hidung Celine sekilas.
298Please respect copyright.PENANA17NvZWq3OY
“Kan sekarang cuma kamu yang liat, mau yang tali atau itu apa bedanya. Atau aku ga usah pake aja biar kamu tinggal masuk,”
298Please respect copyright.PENANAOGK0XEojCl
Abidzar sontak mencubit hidung Celine. “Ga boleh, harus ada aturannya. Kita manusia, bukan hewan.” tegurnya lembut.
298Please respect copyright.PENANAptMSnWjWzZ
Celine sontak mengulum senyum. “Kayak kucing ya, ga boleh asal tusuk. Kecuali di rumah sendiri, tertutup, dan aman.” dia sudah paham.
298Please respect copyright.PENANAIRBSJtoq0b
Celine tidak marah saat Abidzar melarangnya untuk tidak memakai pakaian terbuka. Sekarang Celine malah senang sekali. Dia begitu dijaga.
298Please respect copyright.PENANALgNcuMBJRn
“Betul, pinter.” Abidzar mengusap dagu Celine yang bibirnya mengulum senyum. Cantik sekali.
298Please respect copyright.PENANApjkjLQUlhJ
“Abi, aku bukan anak kecil loh.. Kamu kok kayak lagi sama anak kecil,” sebal Celine walau sebenarnya suka.
298Please respect copyright.PENANAtbVbEFT8Ot
“Anak kecil itu harus di jaga, akukan mau jaga kamu, buat aku. Kamu ga suka aku manja?”
298Please respect copyright.PENANA85CLqUTRnw
“Sukalah!” rengeknya kesal. Mana ada yang tidak suka.
298Please respect copyright.PENANADG1mbawykx
“Eum, jangan marah. Sini cium dulu, my baby.” bisiknya lembut lalu mengulum senyum geli.
298Please respect copyright.PENANA9kP86tS78h
“Ihhh.. Udah mulai bisa ya!”
298Please respect copyright.PENANAYUOHkuugVV
Keduanya cekikikan sambil berpelukan. Sungguh romantis. Suasananya pun mendukung.
298Please respect copyright.PENANAoUsWHgTzCF
Abidzar sungguh bahagia.
298Please respect copyright.PENANAMXlq2RTUvv
***
298Please respect copyright.PENANAPlmhV5QvHa
“Celine, udah saatnya pulang. Kamu ga kangen ibu?” bujuk Abidzar begitu lembut, berusaha melihat wajah Celine yang terus berpaling marah.
298Please respect copyright.PENANAgYbzbiuPjz
Celine masih ingin seminggu lagi di sini. Dia masih ingin menikmati kemewahan yang dirindukan.
298Please respect copyright.PENANAfu89kSPLWI
Tapi dia juga kangen ibu, kangen masakannya. Benar juga kata Abdizar, ibu sudah tua dan di sana sendirian.
298Please respect copyright.PENANAeZz9sPeROx
Sepupu Abidzar yang biasa menemani tidak bisa karena beda negara, dia kerja menggantikan kekosongan Abidzar.
298Please respect copyright.PENANAWYXIZOMpjz
“Ibu ga mungkin nyaman nginep di tempat bu Dewi hampir 2 minggu. Kalau tambah seminggu di sini, ibu harus nambah seminggu lagi.” Abidzar usap-usap rambutnya, mencoba menyamankan Celine, menenangkannya juga.
298Please respect copyright.PENANATRwzopq8zr
Benar. Mereka awalnya honeymoon seminggu tapi malah tambah lagi. Sampai mengeluarkan ratusan juta untuk honeymoon.
298Please respect copyright.PENANAxsF0NKZ9wg
Semua jelas Glen yang bayar. Celine yang memoroti ayahnya. Syarat ingin akur. Abidzar sampai geleng-geleng kepala.
298Please respect copyright.PENANA0krZKO7zyg
Abidzar pun meminta mertuanya untuk membayar setengah saja. Biar Abidzar sebagai suami tidak enaknya saja.
298Please respect copyright.PENANAsj2f6LNMsD
Dia pernah bekerja, uang yang dia dapat jelas untuk keluarga, untuk istrinya.
298Please respect copyright.PENANARfTV6YVpPl
“Kamu mau di kota ya? Udah ga mau ikut aku?” Abidzar menghentikan usapannya, suaranya terdengar sedih.
298Please respect copyright.PENANAJjMOlzYnlo
Celine sontak menoleh. “Ga gitu,” bibirnya bergetar. “Bukan ga mau ke desa lagi,” tiba-tiba bercucuran air mata.
298Please respect copyright.PENANAD2Q6DERv9G
“Sstt.. Kok nangis, hm?” lembut sekali, tatapannya juga.
298Please respect copyright.PENANAIsSzerGmaR
Celine malah semakin terisak. “Kangen ibu, masakannya, perhatiannya. Ayo, pulang.” putusnya tidak keras kepala lagi.
298Please respect copyright.PENANAy9DaWFynpz
“Nanti main lagi, hm? Kita jalan-jalan ke kota, belanja lagi, kita honeymoon lagi, ya? Udah jangan nangis.”
298Please respect copyright.PENANAA6CUWll2Dk
Celine malah kembali terisak. “Aku bukan anak kecil.” sebalnya sambil menyeka air mata.
298Please respect copyright.PENANARaIGFR7ECG
“Iya, kamu bukan anak kecil, tapi bayi aku, cengeng gini.” Abidzar seka air matanya.
298Please respect copyright.PENANAbyrBMpMeKg
“Ihhh..” lalu terkekeh di sela isaknya. Sialan, dia malah berdebar di sebut bayi. Kenapa romantis bagi Celine.
298Please respect copyright.PENANAjV9n3mucq2
Ini sih, Celine luluh seluluh luluhnya.
298Please respect copyright.PENANAOGzU8TOXoT
***
298Please respect copyright.PENANArs8UbH6Kan
“Bapaknya nanti pulang berdua, ga sendirian. Jauh soalnya, kalau di perjalanan ada apa-apa sama kemaleman bisa ada yang bantu,” Celine berceloteh sambil Abidzar belitkan sabuk pengaman di tubuhnya.
298Please respect copyright.PENANAYnr5zry4BF
“Baiknya istri aku,” bisik Abidzar sambil mengusap puncak kepala Celine.
298Please respect copyright.PENANAHW39O7uqSX
Celine mengulum senyum. Ternyata, menelan gengsi dengan memperhatikan orang lain tidaklah buruk. Ada kebaikan yang kembali berbalik padanya.
298Please respect copyright.PENANA0Ibe9a3gpx
“Iya, non. Terima kasih,” sang sopir yang cukup tahu ketusnya, nakalnya Celine kini tersenyum melihat perubahannya.
298Please respect copyright.PENANAXu0bSHfIRy
Nonanya itu sungguh bertemu dengan suami yang tepat.
298Please respect copyright.PENANAShrmfvc7JV
Perjalanan pun berjalan mulus walau di desa jalannya tidak mulus. Celine sampai terjaga di pelukan Abidzar.
298Please respect copyright.PENANA4FaX4kc4vn
“Sebentar lagi sampai, bangun ya.”
298Please respect copyright.PENANAJFlXzit6iW
Celine mengangguk lalu tersenyum di dada bidang Abidzar. Mengeratkan pelukannya. Sebentar lagi dia akan hidup di desa yang damai.
298Please respect copyright.PENANAgPPkO2MvV8
Semoga selalu damai.
298Please respect copyright.PENANAMUbHFQiLZP
Tapi nyatanya tidak. Saat datang, Celine tidak suka karena bunga bau itu ada di rumahnya.
298Please respect copyright.PENANA8mNQd5w6hH
Siapa lagi kalau bukan Jasmin.
298Please respect copyright.PENANA4LmOTfvs1s
Insting Celine mengatakan perempuan itu masih berharap pada Abi. Memang dasar wanita zaman sekarang. Berani sekali nyalinya.
298Please respect copyright.PENANAwKBw1YRFwV
Tapi lihat saja, Celine tidak pernah akan kalah mempertahankan miliknya.
298Please respect copyright.PENANA41vrhPoMil
Abi miliknya! Suaminya! Selamanya!
298Please respect copyright.PENANAfGbGCIchZ8
“Kenapa?” bisik Abidzar saat menatap Celine yang menekuk wajahnya.
298Please respect copyright.PENANAJ6XR6BduGd
Padahal saat sebelum turun dari mobil Celine senang menyambut Mimah.
298Please respect copyright.PENANAq5FZkZ5Z7e
Abidzar melirik arah pandang Celine. Ternyata pada Jasmin yang tengah berbincang dengan Mimah.
298Please respect copyright.PENANAMg5m0gDuLZ
Abidzar mengulum senyum samar. Ada bau-bau cemburu. Lucu sekali. Tapi, benarkan Celine cemburu?
298Please respect copyright.PENANAUS1BBFWQh8
Abidzar tidak bisa menahan senyumnya.
298Please respect copyright.PENANA1w5iwXgfXE
“Ngapain senyum sambil liatin dia?” sewot Celine lalu melipat lengan di perut.
298Please respect copyright.PENANA7uTYADRYLV
Abidzar sontak melunturkan senyumnya.298Please respect copyright.PENANAaYm2d5vQGY


