Abidzar bangun lebih dulu karena lapar. Dia makan duluan lalu membereskan kekacauan di kamar.
253Please respect copyright.PENANAAnGluNuYcc
Abidzar menghela nafas, dia segera menepis bayangan kotor itu. Dia merapihkan semua alat yang pernah di pakai Celine, membersihkannya dengan tissue khusus yang tersedia.
253Please respect copyright.PENANAg2l3vEuyHY
“Aku ketularan Celine kayaknya,” Abidzar menggeleng samar mengingat kegilaannya demi mewujudkan maunya Celine.
253Please respect copyright.PENANAN18ldqiw0X
“Jadi mesum gini,” Abidzar menyimpan rapih alat-alat itu beserta banyak kondom bermacam bentuk dan rasa itu.
253Please respect copyright.PENANAuBzr0vxiiU
Abidzar menyentuh pelindung rasa strawberry yang pernah di coba Celine. Katanya enak, miliknya jadi seperti lolipop.
253Please respect copyright.PENANASTwXlzOcTh
Abidzar segera menggeleng dan menepuk pipinya sendiri untuk segera sadar. Setiap melihat dan menyentuh yang ada di kamar merah ini rasanya semua bayangan yang terjadi melintas dengan jelas.
253Please respect copyright.PENANAlTth13UShC
Abidzar jadi merasa gerah gelisah. Kotor sekali pikirannya.
253Please respect copyright.PENANAVYenbPBfFE
Abidzar melirik Celine yang tidak memakai apapun di bawah selimut itu. Dia mendekat dan mengusap kepalanya.
253Please respect copyright.PENANAW8Wjw0A1qc
“Aku jadi gini karena kamu, Celine.” lalu mengulum senyum geli. “Ini sisi aku yang baru muncul atau ketularan kamu,” lalu terkekeh pelan dan mengecup keningnya.
253Please respect copyright.PENANAdaqLKCJ6bf
“Tidur yang nyenyak, mimpi indah.” bisiknya.
253Please respect copyright.PENANAMVs3VVeZeY
Abidzar akan main ke luar dulu, dia ingin cari angin sebentar.
253Please respect copyright.PENANAKatrAN8ln1
***
253Please respect copyright.PENANALKhZMq25zq
“Udah bangun?” Abidzar menyimpan barang beliannya.
253Please respect copyright.PENANAsBPYTu3kFj
Celine terlihat menekuk wajahnya marah. “Harusnya kalau honeymoon itu bangun tidur aku bisa liat kamu ada, terus usap-usap sayang!” kesalnya. “Ini ga ada, lama lagi!” omelnya.
253Please respect copyright.PENANAk2z2fvM02k
Abidzar memeluk Celine walau agak menggeliat kesal.
253Please respect copyright.PENANAkvxgOrBe1E
“Maaf, aku beli makanan buat kamu. Beli ponsel buat kita selama di kota,”
253Please respect copyright.PENANA3Pv6GXqFsN
“PONSEL?!” seru Celine senang.
253Please respect copyright.PENANA4YOS2Cp3eZ
Dia sontak urung marah, dia boleh menyentuh ponsel lagi? Sudah lama dan dia bisa juga ya ternyata tanpa ponsel.
253Please respect copyright.PENANABoD11m6yRw
“Hm, kamu bisa foto-foto di desa nanti, tapi sinyal ga ada,” Abidzar menyerahkan paper bag berisi dua ponsel.
253Please respect copyright.PENANAY7dfQrL3Zs
“Ga papa, kangen banget.” Celine membukanya cepat.
253Please respect copyright.PENANAxy4E9bHEGF
Abidzar membantunya, memberikan ponsel yang mirip dengannya itu untuk Celine dulu yang antusias.
253Please respect copyright.PENANAHjuMdDsEDP
“Kamu ga mau pakai pakaian dulu?” Abidzar membenarkan handuk Celine yang terlepas.
253Please respect copyright.PENANAQEhLccs1QH
“Ga mau, buat apa. Kitakan mau lagi, masih banyak yang belum di pake alatnya,” jawabnya dengan fokus pada ponsel yang menyala. “Ganti baru ya, padahal minta ke ayah ponsel lama aja,” gumamnya Celine baru ingat sekarang.
253Please respect copyright.PENANA2VEvJGL129
Abidzar tersenyum mendengar jawaban Celine. Dia sungguh harus bertenaga extra agar bisa menemani Celine dengan semua alat di sini.
253Please respect copyright.PENANAd2b2oNZ6Mh
“Sini, sambil makan.” Abidzar menggendong Celine yang anteng dengan ponsel, dia dudukan di sofa empuk.
253Please respect copyright.PENANA8yl11QsjN4
“Eum, wangi.”
253Please respect copyright.PENANAeOCaLPndwH
“Makanya makan dulu, katanya mau lanjut coba alat yang lain,”
253Please respect copyright.PENANAvSZlbpIcGy
“Iya, ini mau.” Celine membiarkan ponselnya di meja lalu melihat apa yang dibeli Abidzar. Itu semua makanan kesukaannya.
253Please respect copyright.PENANAr82ZrzCxiX
***
253Please respect copyright.PENANAoptwkrlnwl
Musik mengalun lembut, membuat suasana semakin terasa intens saja. Abidzar dan Celine mulai kembali sibuk, saling menyatu tanpa jarak.
253Please respect copyright.PENANAVQBPALydD0
Semua alat berserakan, semua sudah dicoba keduanya. Ini sepertinya permainan terakhir untuk hari ini.
253Please respect copyright.PENANAp4QLwaaezX
“Abi,”
253Please respect copyright.PENANAmtaWINFPTr
“Hm?”
253Please respect copyright.PENANALQMNSkRE7C
“Lemes,”
253Please respect copyright.PENANAqLfktWRzLE
“Iya, ini terakhir buat hari ini. Besok Haa.. Kalau masih lemes, kita tidur aja ya, ga papa.”
253Please respect copyright.PENANA4XTQIJ6b4K
Celine mengeratkan pelukannya, Abidzar begitu perhatian. Celine suka.
253Please respect copyright.PENANAJYH6koXEQq
“Love you,” dua kali Celine mengutarakannya, apakah kali ini Abidzar akan menjawabnya dengan tindakan lagi?
253Please respect copyright.PENANAUBA4uiYQRT
Abidzar tersenyum, terus berusaha untuk sampai dan Celine pun sepertinya akan sampai lagi.
253Please respect copyright.PENANAI4ZUD3gc9K
“Kamu semakin baik, aku sayang kamu, aku mau kamu, aku pasti cinta kamu juga, Celine.” bisiknya.
253Please respect copyright.PENANAGCHqtofat1
Celine tersenyum, entah itu hanya sebuah kata atau benar adanya. Yang jelas dia senang mendengarnya.
253Please respect copyright.PENANA9sh0YAsCwO
“Kencengin, Abi.” lirihnya gelisah. Meremas punggung Abidzar, mencakarnya untung dia tidak memanjangkan kuku seperti biasanya.
253Please respect copyright.PENANAGZTzfqmp5K
“Segini?”
253Please respect copyright.PENANA4R8hbG3hgK
Celine sibuk mendesah, tanda dia sudah suka dengan temponya. Abidzar kecupi wajahnya yang basah oleh keringat, mereka sungguh berjuang keras dalam honeymoon ini.
253Please respect copyright.PENANAzj8emgtViF
***
253Please respect copyright.PENANAB1tVvTMDWg
Abidzar anteng memeluk Celine dari belakang, melihat jemari lincah Celine membuka beberapa media sosial.
253Please respect copyright.PENANA91TRbsVhwt
“Kamu ada Instagram?” Celine menoleh lalu mengernyit. “Geli, Abi.” dia menyingkirkan jemari Abi yang memainkan bulatan di bobanya.
253Please respect copyright.PENANAzn1stCJvnS
“Ga punya.” Abidzar berpindah mengusap perut rata Celine, menatap lagi yang dilakukan Celine dengan Instagram yang banyak pesan, pengikut, like dan komen.
253Please respect copyright.PENANAvcLkgzOS4g
“Mau lihat isi pesannya ga?” celine membukanya.
253Please respect copyright.PENANA0OZL3ZYcAI
Abidzar melihat semuanya lalu melotot. “Kelamin—” dia berhenti. “Mereka temen?” tanyanya.
253Please respect copyright.PENANAUPtjcIKsap
“Ada, sebagian. Jijikan, ga pernah lagi aku buka pesan, ini karena ada kamu, Abi.” Celine mengecup dada bidang Abidzar sekilas lalu bermain ponsel lagi.
253Please respect copyright.PENANAnjXSXSEFLh
Kangen sekali.
253Please respect copyright.PENANA1Ox1Yeu22g
“Hapus yang seksinya boleh, kan kamu punya aku,” Abidzar menunjuk foto berbikini Celine yang sangat cantik memang.
253Please respect copyright.PENANAR5XXcfbKFe
“Cie posesif,” Celine mengecup lagi dada bidangnya lalu menghapusnya. “Mana lagi?” tanyanya tak masalah, malah senang.
253Please respect copyright.PENANAR96qxUjWNw
Abidzar mengecup lama kening dan bibir Celine. “Istri baik,” pujinya.
253Please respect copyright.PENANAe1tX7UyjGL
Celine kembali tersipu, padahal sudah bukan masanya untuk begitu.
253Please respect copyright.PENANAsWC6bY2EZN
“Ini, hapus.”
253Please respect copyright.PENANAxIU0ZYKIQe
Celine menghapusnya. Hanya sisa 10 foto yang tertutup. Dia menoleh menatap Abidzar. “Abi, boleh kamu aku pajang?” tanyanya.
253Please respect copyright.PENANAPsPaLks8y2
“Kamu mau?”
253Please respect copyright.PENANAARRJRgHOAW
Celine mengangguk, dia ingin pamer sosok yang hebat di sampingnya sekarang. Meratukannya, menghargainya, memperhatikannya.
253Please respect copyright.PENANARBEq4SL6N5
Celine tidak butuh apapun lagi.
253Please respect copyright.PENANAj2okhezb1Z
“Boleh. Kapan?”
253Please respect copyright.PENANASN8S9rDHyM
“Sekarang.”
253Please respect copyright.PENANANw9CDGKkNk
“Aku pakai—”
253Please respect copyright.PENANAUc9BrWB3Cj
“Di bawah selimut aja, ga akan keliatan.”
253Please respect copyright.PENANAxFMZNZjjbx
“Coba dulu,” Abidzar menutup Celine hingga ke leher.
253Please respect copyright.PENANAnBQUCd8x4H
“Semua aja tutup!” protes Celine sebal.
253Please respect copyright.PENANAkxBskwu6Sq
Abidzar tertawa pelan. “Aku tuh pelit kalau soal kamu,” bisiknya lembut.
253Please respect copyright.PENANA2ncF0hCdzG
Celine menggigit bibir bawahnya, dia tersipu malu. “Ih gombal!” sebalnya sambil menarik selimut hingga sehidung.
253Please respect copyright.PENANAHkURsN80lb
“Nah, segitu baru boleh.”253Please respect copyright.PENANAplMFaIbUoO


