Siang itu kantor terasa panas meski AC menyala. Andela duduk di meja kerjanya dengan rok pensil ketat yang naik sampai paha, blus putih ketat menonjolkan payudara besarnya yang 36D. Putingnya sudah keras dari pagi karena memikirkan Dika. Memeknya basah sejak jam 10, celana dalamnya sudah lembab. Raffa, suaminya, kirim chat manis “Pulang cepat ya sayang”, tapi Andela cuma balas emoji hati sambil tersenyum sinis. Dia sudah janji sama Dika untuk “lembur” malam ini.
Jam 5 sore, Dika masuk ke ruangan Andela. Badannya atletis, tinggi 185 cm, otot perut sixpack terlihat dari kemeja ketat. “Ndel, meeting kita di hotel dekat sini ya. Raffa udah tahu?” tanya Dika sambil nyengir. Andela berdiri, sengaja membungkuk ambil tas agar pantat montoknya terlihat. “Dia pikir aku lembur beneran. Ayo, kontolmu udah ngaceng belum?”
Di parkiran, Dika tarik Andela ke mobil SUV-nya yang gelap kaca. Begitu pintu tertutup, Andela langsung serbu. Bibirnya lumat bibir Dika, lidah mereka saling jilat liar. Tangan Andela turun ke selangkangan Dika, meremas kontol yang sudah tegang keras di balik celana. “Gede banget… 18 cm kontolnya… lebih tebal dari Raffa,” desah Andela sambil membuka resleting.
Kontol Dika melompat keluar: batang tebal urat-urat menonjol, kepala kontol besar ungu mengkilap precum. Andela langsung menunduk, mulutnya melahap kepala kontol itu. “Gluk… gluk… ahh enak…” Dia hisap dalam-dalam sampai tenggorokan, air liurnya menetes ke bola-bola Dika yang besar. Dika pegang kepala Andela, pompa mulutnya pelan. “Hisap kontolku istri Raffa… pelacur yang haus kontol orang…”
Mobil melaju ke hotel bintang 4 dekat kantor. Sepanjang jalan Andela terus memompa kontol Dika dengan tangan dan mulut, sesekali foto close-up dan kirim ke Dika sendiri. Di lift hotel, Dika angkat rok Andela, jarinya masuk ke memek yang sudah banjir. “Basah banget memekmu… Raffa tadi pagi ngentot ya?” Andela angguk sambil mendesah, “Iya… tapi kontolnya kecil, memekku masih lapar…”
Kamar hotel mewah, king bed besar, cermin di dinding. Begitu pintu tertutup, Dika robek blus Andela. Payudara besarnya meloncat keluar, puting coklat keras. Dika hisap puting kiri kuat-kuat sambil remas payudara kanan. Andela jerit kenikmatan, “Ahh… gigit putingku… kasar Dika!”
Andela ditarik ke tempat tidur. Dika buka rok dan celana dalamnya. Memek Andela terpampang: bibir luar tebal merah jambu, klitoris bengkak, lubang vagina sudah menganga basah menetes cairan bening. Dika menunduk, lidahnya menjilat dari anus sampai klitoris. “Rasa memek istri orang… asin enak…” Lidahnya masuk dalam, jilat dinding vagina Andela. Andela angkat pinggul, tekan kepala Dika. “Jilati memekku… aku mau squirt di mulutmu!”
Dika masukkan tiga jari, pompa cepat sambil hisap klitoris. Andela orgasme pertama, cairan menyembur ke wajah Dika. “Aaaahhh… Dika… enak banget!!” Tubuhnya kejang hebat, kakinya gemetar.
Dika berdiri, kontolnya tegak keras. Dia gesekkan kepala kontol di bibir memek Andela. “Mau kontolku masuk?” Andela mengangguk gila, “Entot memekku sekarang… pecahin istri Raffa ini!”
Dika tusuk pelan. Kepala kontol besar membuka memek Andela yang ketat. “Uhh… gede… pelan dulu…” desah Andela. Dika dorong masuk setengah, lalu tarik keluar, ulang-ulang sampai seluruh batang masuk. Memek Andela penuh, perutnya agak membuncit. Dika mulai pompa ritmis, “Plok plok plok” bunyi tabrakan tubuh.
Andela jerit terus, “Lebih keras… entot aku seperti pelacur!” Dika balik badan Andela jadi doggy style. Pantat montok Andela terangkat, Dika pukul keras sampai merah. “Pantatmu enak banget!” Kontolnya pompa dari belakang dalam-dalam, kepala kontol nabrak serviks Andela. Andela orgasme kedua, memeknya kejang mengisap kontol Dika.
Mereka ganti posisi. Andela naik ke atas, cowgirl. Payudaranya bergoyang liar saat naik turun di kontol tebal itu. “Aku suka kontol gede… Raffa kalah jauh!” Dika pegang pinggulnya, dorong ke atas. Andela squirt lagi, basahi perut Dika.
Dika angkat Andela, berdiri sambil entot. Kaki Andela melingkar di pinggang Dika. Kontolnya naik turun ganas. Cermin di dinding memperlihatkan pantat Andela yang bergoyang, kontol Dika keluar masuk memeknya. “Lihat itu… memekmu diregang kontolku,” kata Dika. Andela cium Dika liar, gigit bibirnya.
Akhirnya Dika taruh Andela di meja kamar. Kakinya diangkat tinggi ke bahu. Posisi deep penetration. “Aku mau creampie memekmu!” Pompaannya semakin cepat, bola-bola Dika tamplok anus Andela. Andela jerit, “Isi sperma… penuhi memek istri Raffa!!”
Dika mengerang, kontolnya berdenyut. Sperma panas tebal menyembur deras ke dalam rahim Andela. Satu… dua… tiga kali jet kuat. Memek Andela penuh, kelebihan sperma menetes keluar saat Dika tarik kontolnya. Andela masukkan jari, aduk-aduk sperma Dika di dalam memeknya sambil desah, “Banyak banget… hangat… enak…”
Mereka istirahat sebentar. Dika foto memek Andela yang penuh creampie, bibir vagina menganga putih kental. Andela kirim ke chat pribadi, “Ini buat Raffa nanti cium baunya.”
Putaran kedua dimulai. Dika suruh Andela hisap kontol yang masih basah sperma dan cairan memeknya sendiri. “Clean my cock, slut.” Andela hisap bersih, lidahnya jilat setiap urat. Kontol Dika bangkit lagi.
Kali ini anal. Andela belum pernah anal dengan Raffa. Dika oles ludah di lubang anus Andela yang kecil, lalu tusuk pelan. “Ahh… sakit… tapi enak…” Andela gigit bantal. Dika masuk perlahan sampai pangkal. Lalu pompa pelan, tangannya jari memek Andela yang masih penuh sperma.
“Andela… pantatmu ketat banget… lebih enak dari memek!” Dika percepat. Andela orgasme anal pertama, tubuhnya gemetar hebat. Dika creampie anus juga, sperma menetes dari dua lubang.
Mereka mandi bareng. Di bawah shower, Dika entot lagi standing. Andela bersandar di dinding, satu kaki diangkat. Air shower campur keringat dan cairan seks.
Jam 11 malam, Andela pulang. Memek dan anusnya bengkak, penuh sperma Dika. Bau seks kuat. Raffa sudah nunggu di rumah. Andela cium Raffa, sengaja biar Raffa cium bau kontol Dika di mulutnya. “Lembur capek banget sayang…” kata Andela sambil senyum nakal.
Raffa tarik Andela ke kamar, buka bajunya. Lihat memek merah bengkak menetes sperma putih kental. “Ini… Andela?” Andela dorong Raffa tidur, naik ke atas. Memeknya gesek kontol Raffa. “Dika ngentot aku tadi… dua kali creampie… mau denger detail sambil ngentot memekku yang penuh sperma dia?”
Raffa kontolnya ngaceng keras. Andela ceritakan semua sambil naik turun: hisap kontol, doggy, cowgirl, anal. Raffa orgasme cepat, campur sperma di memek Andela yang sudah penuh.
Malam itu Andela tidur puas, memeknya masih menetes. Raffa terjaga, kontolnya lagi keras memikirkan istri yang baru saja jadi pelacur Dika.
Ini baru awal. Andela semakin haus, dan Raffa mulai ketagihan rasa cemburu yang aneh ini.
PDF: lynk.id/bande41
ns216.73.217.22da2


