Mama masih rebah lemas di pelukanku setelah ciuman ganas yang panjang tadi. Napasnya masih ngos-ngosan, bibirnya bengkak merah, payudaranya yang besar naik-turun cepat menempel di dadaku. Tangan Mama masih memegang kontolku dengan posesif, jarinya sesekali meremas pelan batang yang sudah berdenyut-denyut keras sejak tadi. Aku peluk pinggangnya erat, kontolku menekan paha dalamnya yang hangat dan mulus.
“Dafa…” bisik Mama dengan suara serak penuh nafsu. 5790Please respect copyright.PENANANYfGlJNgud
“Mama belum puas… ciuman tadi bikin Mama semakin haus. Mama mau rasain kontol anak Mama… mau cicipi… mau masukin ke mulut Mama…”
Aku menatap Mama dalam-dalam. Matanya penuh kelaparan yang sudah tak tertahankan. Aku mengangguk pelan, tanganku meremas payudaranya lagi dengan lembut. 5790Please respect copyright.PENANAKoLx1KC2mS
“Mama mau sekarang? Mulut Mama mau ngisep kontol aku?”
Mama menggigit bibir bawahnya, mengangguk cepat. 5790Please respect copyright.PENANA1F8T3CD88J
“Iya Nak… Mama mau banget. Mama sudah lama bayangin ini… mau hisap kontol anak sendiri sampai muncrat penuh.”
Mama mendorong tubuhku pelan sampai aku rebah telentang di kasur. Ia naik ke atas, duduk di pinggulku sebentar, payudaranya bergoyang berat di depan wajahku. Aku angkat kepala, hisap putingnya sekali lagi dengan rakus, menggigit pelan hingga Mama mendesah panjang. Tapi Mama sudah tak sabar. Ia turun ke bawah, berlutut di antara kakiku yang terbuka.
Mama menatap kontolku yang tegak keras di depan wajahnya dengan mata berkaca-kaca penuh nafsu. 5790Please respect copyright.PENANAZIg4edRMaj
“Wow… kontol Dafa… besar sekali… tebal… urat-uratnya kelihatan jelas… kepalanya merah besar… Mama suka sekali…”
Tangan Mama memegang batang kontolku dengan kedua tangan. Ia remas pelan dari pangkal sampai ujung, merasakan ketebalan dan denyutannya. Jarinya naik-turun lambat, memijat setiap inci batang kontolku. Sensasinya sudah bikin aku mendesah keras. Mama menunduk lebih dekat, napas hangatnya menyapu kepala kontolku.
Ia mulai dengan menjilat pelan. Lidah Mama yang panas dan basah menyentuh ujung kepala kontolku, menjilat lingkaran kecil di sekitar lubang kecil di ujung. Lalu ia jilat turun sepanjang batang, lidahnya menekan urat-urat tebal yang menonjol. Mama menjilat naik lagi, berulang-ulang, lambat dan penuh perhatian, seolah sedang menikmati es krim favoritnya.
“Mmmh… rasanya enak… kontol anak Mama… panas… keras…” gumam Mama di antara jilatan. Lidahnya semakin berani, menjilat bola-bolaku yang tegang, mengulum satu bola ke dalam mulutnya pelan, mengisap lembut sambil tangannya terus mengocok batang kontolku.
Aku pegang rambut Mama dengan lembut, napasku sudah tersengal. 5790Please respect copyright.PENANAbRclylGeff
“Mama… enak sekali… lidah Mama panas banget…”
Mama tersenyum nakal, lalu membuka mulutnya lebar. Ia masukkan kepala kontolku ke dalam mulutnya perlahan. Hangatnya mulut Mama langsung mengelilingi kepala kontolku. Ia mengisap pelan, lidahnya berputar di bawah kepala kontol, menekan titik sensitif di sana.5790Please respect copyright.PENANAlEgUjiDVZT
“Slurrrp… mmmph…” suara isapan basah terdengar jelas.
Mama turun lebih dalam. Setengah batang kontolku masuk ke mulutnya. Pipinya agak cekung karena mengisap kuat. Ia naik-turun pelan, kepalanya maju mundur dengan ritme yang sempurna. Mulutnya basah, hangat, dan ketat mengulum kontolku. Aku rasakan lidah Mama terus bergerak di bawah batang, menjilat setiap urat.
“Ya Ma… hisap lebih dalam… mulut Mama enak banget…” desahku sambil pegang kepala Mama lebih erat.
Mama semakin bersemangat. Ia dorong kepalanya lebih dalam, kontolku masuk sampai ke tenggorokannya. 5790Please respect copyright.PENANAnPYBOaGnKi
“Gluck… gluck…” suara terdengar saat kepala kontolku menyentuh tenggorokan Mama. Matanya agak berkaca-kaca, tapi ia tak mundur. Mama tahan di situ beberapa detik, menggerakkan tenggorokannya untuk memijat kepala kontolku, lalu naik lagi sambil menghisap kuat.
Mama mulai gerak lebih cepat. Kepalanya naik-turun dengan ritme cepat, mulutnya mengulum hampir seluruh kontolku setiap kali turun. 5790Please respect copyright.PENANARwxIgQ78P3
Suara “slurp… slurp… gluck… gluck…” memenuhi kamar. Air liur Mama menetes di dagunya, tapi ia tak peduli. Tangan kirinya memegang bola-bolaku, meremas pelan dan memijatnya, tangan kanannya mengocok pangkal kontolku yang tak masuk mulut.
Aku dorong pinggulku pelan maju, fucking mulut Mama dengan lembut. Mama mendesah di mulut penuh, “Mmmphh… mmmphh…” suaranya teredam tapi penuh kenikmatan. Ia suka saat aku dorong lebih dalam. Aku pegang rambut Mama lebih erat, dorong kepalanya turun sambil angkat pinggul. Kontolku masuk sangat dalam ke tenggorokannya berulang-ulang.
Mama mengeluarkan kontolku sebentar, napasnya tersengal. Tali air liur panjang menghubungkan bibirnya dengan kepala kontolku. 5790Please respect copyright.PENANA0OJiEQvn3Q
“Kontol Dafa… enak sekali… tebal banget di mulut Mama… Mama mau lebih dalam lagi… mau Mama telan semua…”
Ia langsung masukkan lagi, kali ini lebih ganas. Mama deepthroat dengan rakus, kepalanya naik-turun cepat, tenggorokannya memijat kontolku setiap masuk. Aku rasakan otot tenggorokan Mama menggigit kepala kontolku, mengisapnya kuat. Sensasinya luar biasa — panas, ketat, basah, dan penuh tekanan.
Kami ganti posisi. Mama rebah telentang di kasur dengan kepala menggantung di pinggir kasur. Aku berdiri di depannya, kontolku tepat di depan mulutnya. Aku masukkan kontolku ke mulut Mama dari atas. Sekarang aku yang mengontrol, mendorong pinggulku maju mundur, fucking mulut Mama dengan dalam. Mama memegang pantatku, menarikku lebih dalam setiap kali aku dorong.5790Please respect copyright.PENANACpkZhECrbw
“Gluck… gluck… gluck…” suara tenggorokan Mama terdengar ritmis dan keras.
“Aahh… mulut Mama… enak banget… ketat banget…” erangku. Aku remas payudara Mama yang bergoyang di bawah sambil terus menggerakkan pinggul. Mama menatap aku dari bawah dengan mata penuh air mata kenikmatan, mulutnya penuh kontol anaknya sendiri.
Aku percepat gerakan. Kontolku masuk keluar dari mulut Mama dengan cepat. Mama mengisap kuat setiap kali kontolku masuk, lidahnya terus bergerak. Bola-bolaku menepuk dagunya pelan setiap dorongan dalam. Sensasi semakin mendekati puncak.
“Mama… aku mau crot… boleh di mulut Mama?” tanyaku dengan napas tersengal.
Mama mengangguk kuat tanpa melepaskan kontolku. Matanya memohon. Aku dorong lebih dalam beberapa kali lagi, lalu tubuhku menegang. “Nngghhh…!!”
Sperma panasku menyembur deras ke dalam mulut Mama.Muncratan pertama, kedua, ketiga… aku crot berkali-kali dengan kuat. Mama menelan semuanya tanpa tumpah, tenggorokannya bergerak menelan spermaku. Ia terus mengisap pelan sampai kontolku berhenti berdenyut, membersihkan setiap tetes terakhir.
Mama melepaskan kontolku dengan suara “plop” basah. Ia buka mulutnya sedikit, tunjukkan bahwa sudah ditelan semua, lalu tersenyum puas. 5790Please respect copyright.PENANAcylY6la51D
“Enak sekali… sperma anak Mama… kental… Mama suka…Mama mau lagi… mau setiap hari…”
Aku tarik Mama naik, peluk dia erat. Kami berciuman lagi dalam-dalam, lidah kami saling putar meski mulut Mama baru saja penuh spermaku. Payudaranya menempel di dadaku, tangannya masih memegang kontolku yang masih setengah keras.
Malam itu kami habiskan waktu berjam-jam dengan Mama terus memainkan mulutnya di kontolku. Kadang pelan dan sensual, kadang ganas dan brutal. Aku crot dua kali lagi di mulut Mama, dan Mama menelan semuanya dengan rakus.
“Mama… mulut Mama yang haus ini… milik kontol aku selamanya,” bisikku di telinganya.
Mama tersenyum, matanya penuh kepuasan. “Iya Nak… mulut Mama, memek Mama, seluruh tubuh Mama… milik kontol Dafa sekarang.”
Kami akhirnya tidur saling peluk, kontolku masih di tangan Mama, payudaranya di dadaku. Mulut Mama yang haus sudah terpuaskan malam ini, tapi kami berdua tahu — ini baru awal dari segala kenikmatan yang akan datang.
ns216.73.216.243da2


