Bab 3: Kontrak Hitam
1181Please respect copyright.PENANAAb2gqnNY6w
Malam berikutnya, Ayu tidak bisa tidur nyenyak. Memeknya masih terasa berdenyut setiap mengingat jari Kevin yang mengaduk-aduknya kemarin. Puting pinknya sensitif sekali, setiap gesekan baju saja sudah membuatnya basah. Dia mandi air dingin dua kali, tapi obat yang masih tersisa di tubuhnya membuatnya tetap horny.
1181Please respect copyright.PENANAtl377Au9xe
Pukul 21.00, pesan masuk ke ponselnya.
1181Please respect copyright.PENANAqVl0NJE05r
Kevin: Kabin 01. Sekarang. Jangan pakai bra.
1181Please respect copyright.PENANAMkKHDUsnt0
Ayu menggigit bibir. Dia tahu ini jebakan, tapi amplop 5 juta kemarin sudah habis untuk bayar rumah sakit ibunya. Dengan tangan gemetar, dia memakai seragam waitress tanpa bra. Payudaranya bergoyang bebas, putingnya sudah mengeras menonjol jelas di balik kain tipis.
1181Please respect copyright.PENANAleX8KL7upl
Saat masuk ke suite Kevin, Ayu terkejut. Ada pria lain di sana. Usia sekitar 40 tahun, kurus, rambut ikal tipis, kulit putih Ahmad.
1181Please respect copyright.PENANAUiDD5KDBmM
“Ini Ayu yang gue ceritain,” kata Kevin sambil tersenyum. “Badannya persis seperti yang lo suka, Bang.”
1181Please respect copyright.PENANAAngELXjGiT
Ahmad menatap Ayu dari atas ke bawah dengan mata ahli. “Payudara F-cup, bokong besar, kulit putih… Sempurna untuk eksperimen.” Suaranya dalam dan tenang, tapi ada kegelapan di dalamnya.
1181Please respect copyright.PENANANFCozCy8ei
Kevin menuangkan minuman lagi untuk Ayu kali ini lebih kuat dosis aphrodisiac-nya. “Minum dulu. Kita mau ngobrol bisnis.”
1181Please respect copyright.PENANAkN0Huyf0Vu
Ayu minum. Rasa manis pahit itu langsung menyebar. Dalam hitungan menit, memeknya sudah banjir lagi. Cairan beningnya mulai menetes pelan ke paha dalam.
1181Please respect copyright.PENANAQ0aDbqpHLq
“Langsung saja,” Ahmad membuka tablet dan menunjukkan layar. “Kami tawarkan pekerjaan tambahan. Bukan cuma waitress. Lo jadi… entertainer pribadi kami berdua dan tamu VIP. Satu bulan kontrak. Gaji bersih 150 juta, plus tips tak terbatas.”
1181Please respect copyright.PENANANEDDWpJk1Z
Ayu ternganga. “150 juta…? Tapi… apa yang harus saya lakukan?”
1181Please respect copyright.PENANAX35MQQOK2Z
Kevin mendekat dari belakang, tangannya meremas payudara Ayu dari luar kain. “Semuanya. Kontol kami, mulut lo, memek lo, lubat pantat lo. Lo jadi budak seks kami di kapal ini. Gangbang, BDSM, public play apa pun yang kami mau.”
1181Please respect copyright.PENANAif5BCANBVO
Ayu mencoba melepaskan tangan Kevin, tapi tubuhnya malah mendesah. “Gila… saya bukan pelacur…”
1181Please respect copyright.PENANA54I38CaA8Q
Ahmad tersenyum dingin. “Belum. Tapi lo akan jadi yang terbaik. Lihat ini.”
1181Please respect copyright.PENANAx8e7swkpgv
Dia memutar video. Rekaman Ayu kemarin sedang squirt di pangkuan Kevin. Desahan vulgarnya terdengar jelas: “Aaaahhh! Aku crot!!”
1181Please respect copyright.PENANA5O142cfb5s
Wajah Ayu memerah hebat. “Hapus! Itu ”
1181Please respect copyright.PENANAluGDMI5vng
“Lo butuh uang cepat, kan?” potong Ahmad. “Ibu lo sakit. Hutang numpuk. Dengan uang ini, lo bisa bayar semuanya dan masih sisa banyak.”
1181Please respect copyright.PENANAGtHVXGdgsx
Kevin menggigit leher Ayu pelan dari belakang sambil meremas kedua payudara montoknya. Puting pinknya dicubit keras. “Bayangin, Yu… setiap hari kontol gede, crot di dalam, lo diikat, dipukul, dibikin enak sampai nangis. Lo suka kan? Memek lo ngocor banget sekarang.”
1181Please respect copyright.PENANAH7ugrPmYrC
Ahmad berdiri, membuka celana. Kontol 18 cm-nya sudah setengah tegang, vena menonjol. “Coba hisap dulu. Rasain. Kalau lo nggak suka, kita batalkan.”
1181Please respect copyright.PENANAm9p6OZ7jtG
Obat membuat Ayu pusing kenikmatan. Dia berlutut di depan Ahmad tanpa sadar sepenuhnya. Bau kontol Ahmad yang maskulin menyengat hidungnya. Dia membuka mulut, lidahnya menyentuh kepala kontol itu.
1181Please respect copyright.PENANAf1bFo0iKDB
“Bagus… hisap lebih dalam,” perintah Ahmad.
1181Please respect copyright.PENANAlVQlo26ISP
Ayu mulai mengulum. Lidahnya berputar di kepala kontol, rasa asin dan hangat memenuhi mulutnya. Kevin di belakang mengangkat dress Ayu, menarik celana dalamnya ke bawah. Memek Ayu yang pink dan basah kuyup terpapar.
1181Please respect copyright.PENANA7s7C4B6e3S
“Wah, memeknya sudah siap,” kata Kevin. Dia memasukkan dua jari sekaligus, mengaduk cepat. Bunyi *slosh slosh* cairan memek terdengar vulgar.
1181Please respect copyright.PENANADomopxfpQo
Ayu mendesah di sekitar kontol Ahmad. “Mmmhh… ahh… mmph!”
1181Please respect copyright.PENANA57yfLBwTX8
Ahmad memegang kepala Ayu, mendorong kontolnya lebih dalam sampai menyentuh tenggorokan. “Enak mulutnya. Ketat. Bakal bagus buat deepthroat nanti.”
1181Please respect copyright.PENANAQPsXvSCT4e
Kevin menambah satu jari lagi. Tiga jari mengocok memek Ayu dengan cepat. Ibu jarinya menekan klitoris yang sudah bengkak. Ayu kejang, cairan memeknya muncrat kecil ke lantai.
1181Please respect copyright.PENANAlkUsZv4ZBU
“Crot lagi, Ayu. Crot sambil hisap kontol,” perintah Kevin.
1181Please respect copyright.PENANARgFnQnxE3G
Tubuh Ayu menegang hebat. Dia orgasme kedua kalinya malam itu. Memeknya menyemprot cairan bening yang banyak, kakinya gemetar. Mulutnya masih penuh kontol Ahmad.
1181Please respect copyright.PENANArhs5BXmbQK
Setelah Ayu selesai kejang, Kevin mengeluarkan dokumen kontrak.
1181Please respect copyright.PENANAYwsjAHyoKF
“1 bulan. Lo milik kami. Bisa dipakai kapan saja, di mana saja. Lo pakai collar ini.” Kevin menunjukkan kalung hitam elegan dengan liontin kecil. Tampak seperti aksesoris biasa, tapi di dalamnya ada chip pelacak dan pengunci magnetik.
1181Please respect copyright.PENANAGq2WxONLN0
Ayu masih terengah-engah, bibirnya basah air liur dan precum. “Kalau saya tolak?”
1181Please respect copyright.PENANAVFBVC724Wk
Ahmad mengusap kepala Ayu seperti anjing. “Lo boleh pergi. Tapi video lo akan kami sebar ke keluarga dan teman-teman. Dan lo nggak akan dapat uang sepeser pun.”
1181Please respect copyright.PENANAbnpE2uFKUI
Ayu menatap kontrak itu lama. Air matanya turun, tapi memeknya masih berdenyut minta diisi. Dia butuh uang. Tubuhnya juga sudah mulai ketagihan sensasi ini.
1181Please respect copyright.PENANAjxRBSq1Iwd
Dengan tangan gemetar, dia menandatangani kontrak itu.
1181Please respect copyright.PENANAqAYltLTddF
Kevin tersenyum lebar. Dia langsung memasang collar di leher Ayu yang jenjang. *klik*. Pengunci magnetik menyatu.
1181Please respect copyright.PENANA8XB9L5fDPa
“Selamat datang, Budak Ayu,” bisik Kevin di telinganya. “Mulai malam ini, lo resmi jadi lonte kapal kami.”
1181Please respect copyright.PENANAhSp4bwJyTi
Ahmad menarik Ayu berdiri, membungkuk di meja. Dia mengoleskan cairan pelumas ke kontolnya lalu menekan kepala kontol ke lubang memek Ayu yang basah.
1181Please respect copyright.PENANAOSmpWyWW4t
“Pelan dulu… ahh… besar…” erang Ayu saat kontol Ahmad mulai masuk pelan.
1181Please respect copyright.PENANAC5o4mLo8fs
Kevin merekam semuanya dengan ponsel. “Besok kita mulai yang lebih berat. Malam ini, lo akan kami isi berdua.”
1181Please respect copyright.PENANAVUZx7grmQU
Kontol Ahmad masuk sepenuhnya. Memek Ayu yang ketat menggenggamnya kuat. Ayu mendesah panjang, bokongnya bergoyang tanpa sadar.
1181Please respect copyright.PENANAlz2jPvb0d4
“Enak… kontolnya… penuh…”
1181Please respect copyright.PENANAloVnxG3Z2h
Ahmad mulai menggenjot pelan tapi dalam. Setiap hantaman membuat payudara Ayu bergoyang liar. Kevin berdiri di depan, memasukkan kontolnya ke mulut Ayu.
1181Please respect copyright.PENANAm6lsDU83EX
Dua kontol sekaligus. Ayu sudah resmi menjadi budak seks.
1181Please respect copyright.PENANAamCXEXslW0
Malam itu, suite mewah dipenuhi suara desahan, bunyi tabrakan daging, dan bau sex yang pekat.
1181Please respect copyright.PENANAtNH7JUKs8I
Kontrak hitam sudah ditandatangani.
Tidak ada jalan kembali.
1181Please respect copyright.PENANAeEIDSJO0aL


