Bab 1: Tawaran yang Menggoda
1529Please respect copyright.PENANAs8RAuFsUvO
Ayu duduk di kafe pinggir jalan di Jakarta Selatan, keringat tipis membasahi kulit putihnya yang halus meski AC menyala cukup dingin. Rambut hitam panjangnya diikat asal, beberapa helai menempel di leher jenjangnya. Payudara F-cupnya yang montok tertekan oleh kaos ketat hitam, membuat bentuk puting pinknya samar-samar terlihat saat dia bersandar. Bokong bulat besarnya mendesak kursi plastik, membuatnya gelisah.
1529Please respect copyright.PENANAvhlkanPB6H
“Serius, Yu? Lo beneran butuh banget duit?” tanya Rina, teman lamanya yang sudah dua tahun kerja di kapal pesiar.
1529Please respect copyright.PENANA9qKqmMFdGk
Ayu menghela napas panjang, matanya yang coklat memikat menatap kosong ke gelas kopi. “Iya, Rin. Ibu sakit lagi. Tagihan rumah sakit numpuk. Kerja kantoran gue cuma cukup buat makan doang. Lo bilang gajinya gede banget di sana?”
1529Please respect copyright.PENANAuDN25fXa7F
Rina tersenyum lebar, matanya berbinar penuh arti. “Gede banget. Waitress VIP aja bisa dapet 30-50 juta sebulan, plus tips. Kadang lebih. Tapi… ada syaratnya.”
1529Please respect copyright.PENANA4vvrRgyJj9
Ayu mengerutkan kening, sifat tegasnya langsung muncul. “Apaan? Jangan muter-muter.”
1529Please respect copyright.PENANArokOyH6ogX
“Kerja di kapal mewah, Luxuria Cruise. Tamu-tamunya orang kaya gila. Lo cuma perlu ramah, senyum, dan… melayani dengan baik,” Rina mengedipkan mata. “Badan lo kan bagus banget. Payudara gede, bokong montok, kulit putih. Pasti banyak yang suka.”
1529Please respect copyright.PENANAWx0DK2DauI
Ayu merasa pipinya panas. Dia memang sadar tubuhnya menggoda. Tapi selama ini dia selalu menjaga diri. “Layanin gimana? Jangan bilang harus… ”
1529Please respect copyright.PENANAEufFFEArP2
“Belum tentu,” potong Rina cepat. “Tapi kalau lo mau duit cepet, ya… fleksibel dikit. Pokoknya lo coba dulu satu bulan. Gue jamin lo nggak nyesel.”
1529Please respect copyright.PENANAtNg3aXKHqd
Dua hari kemudian, Ayu sudah berdiri di pelabuhan Tanjung Priok dengan koper kecil. Hatinya berdebar. Dia memakai dress sederhana yang masih cukup ketat di dada dan pinggul, rambut tergerai indah. Bau laut menyambutnya saat dia naik ke kapal Luxuria yang megah sepuluh deck, kolam renang infinity, casino, club underground, semuanya mewah.
1529Please respect copyright.PENANA80YdBuvcXv
Seorang staff wanita menyambutnya dan langsung membawanya ke kabin kru. Kecil tapi bersih. “Besok lo mulai kerja di restoran VIP. Malam ini istirahat dulu. Oh ya, Tuan Kevin mau ketemu semua karyawan baru.”
1529Please respect copyright.PENANAw4whrSZOCe
“Kevin?” tanya Ayu.
1529Please respect copyright.PENANAUGiMJUuahu
“Anak pemilik kapal. Umur 20-an, tapi sudah pegang kendali banyak hal di sini,” jawab staff itu sambil tersenyum aneh.
1529Please respect copyright.PENANAePVhdAIWW4
Malam harinya, Ayu dipanggil ke deck atas. Angin laut meniup dressnya, membuat kain tipis menempel di tubuhnya yang langsing. Payudaranya terasa berat dan penuh, putingnya sedikit mengeras karena dingin.
1529Please respect copyright.PENANA6t6Fe5wDSS
Di sebuah lounge mewah dengan pencahayaan temaram, duduk seorang pemuda kurus berambut ikal, kulit putih. Kevin. Matanya langsung mengunci Ayu dari ujung kaki sampai ke dada montoknya. Senyumnya lambat, penuh nafsu.
1529Please respect copyright.PENANAUuiOD7XCb6
“Jadi ini Ayu yang baru?” suaranya lembut tapi penuh kuasa. Dia berdiri, tinggi dan kurus, tapi aura anak orang kaya terasa kuat. “Wah… badan lo lebih bagus dari foto yang Rina kirim.”
1529Please respect copyright.PENANA22CKZ5ojVS
Ayu mengerutkan kening. “Foto? Kapan Rina kirim foto saya?”
1529Please respect copyright.PENANAaNVA9KHfui
Kevin tertawa kecil, mendekat. Bau parfum mahalnya menusuk hidung Ayu. “Gue suka yang jujur. Lo butuh uang kan? Di sini, uang bisa lo dapat sebanyak-banyaknya… asal lo mau kerja keras.”
1529Please respect copyright.PENANALPqi7FFeyd
Dia mengulurkan tangan, menyentuh lengan Ayu sekilas. Sentuhan itu ringan, tapi Ayu merasa ada getaran aneh di perutnya. Kevin menatap payudaranya terang-terangan, seolah sedang membayangkan bagaimana bentuk puting pinknya di bawah kain.
1529Please respect copyright.PENANAhBOnom2t1u
“Besok lo mulai. Pakai seragam waitress yang kami sediakan. Yang ketat. Yang bikin tamu senang lihat,” kata Kevin sambil tersenyum. “Kalau perform lo bagus, gue kasih bonus pribadi. Besar.”
1529Please respect copyright.PENANAvFDzV5uv8U
Ayu menelan ludah. Dia merasa ada yang tidak beres, tapi angka 50 juta sebulan terus berputar di kepalanya. “Baik, Tuan Kevin. Saya akan kerja sebaik mungkin.”
1529Please respect copyright.PENANAA2dCXYY1rU
Kevin mendekat lagi, bibirnya hampir menyentuh telinga Ayu. “Panggil gue Master Kevin kalau kita berdua. Dan Ayu… gue suka wanita yang pemarah di awal. Karena nanti… mereka biasanya yang paling binal di akhir.”
1529Please respect copyright.PENANA2vsjqkShUV
Napas hangat Kevin menyapu leher Ayu. Tubuhnya bereaksi tanpa izin putingnya mengeras lebih kuat, memeknya terasa sedikit lembab. Ayu mundur selangkah, wajahnya memerah marah sekaligus malu.
1529Please respect copyright.PENANAh4pkARcJyx
“Gue cuma waitress,” katanya tegas.
1529Please respect copyright.PENANAro1Gf5OdZZ
Kevin tertawa pelan. “Untuk sekarang.”
1529Please respect copyright.PENANAjI5xkt0Rxv
Dia melambaikan tangan, menyuruh Ayu pergi. Tapi saat Ayu berbalik, Kevin menatap bokong bulat besarnya dengan tatapan lapar, membayangkan bagaimana bokong itu akan bergoyang saat dia memukulnya nanti.
1529Please respect copyright.PENANA1Lr3fafIFq
Malam itu, di kabin kecilnya, Ayu berbaring di tempat tidur. Tubuhnya panas. Dia mencoba tidur, tapi bayangan mata Kevin yang penuh nafsu terus muncul. Tangannya tanpa sadar merayap ke antara paha, menyentuh memeknya yang sudah basah.
1529Please respect copyright.PENANAiRDgcLi9cG
“Apa-apaan sih gue…” gumamnya malu.
1529Please respect copyright.PENANAofIQ5paxZB
Tapi jarinya tetap bergerak pelan, membayangkan bagaimana rasanya kalau tangan kurus Kevin yang menyentuhnya. Orgasme kecil datang cepat, membuatnya menggigit bantal agar tidak mendesah keras.
1529Please respect copyright.PENANA88VTF6b3ZK
Sementara itu, di kabin mewah di deck atas, Kevin duduk sambil memegang gelas whisky. Di depannya ada layar yang menampilkan kamera tersembunyi di kabin Ayu. Dia tersenyum lebar sambil mengocok kontolnya yang sudah mengeras 19 cm.
1529Please respect copyright.PENANAwDrghGW1vZ
“Bagus sekali, Ayu… Besok lo bakal gue buka pelan-pelan. Sampai lo minta sendiri kontol gue.”
1529Please respect copyright.PENANAxgEJxFVWRI
Angin laut bertiup kencang di luar, seolah kapal ini sudah membawa Ayu masuk ke dunia baru yang gelap dan penuh kenikmatan terlarang.
1529Please respect copyright.PENANAbDoM4YHpqa


