Bab 4 – Malam Pertama di Underground
3047Please respect copyright.PENANAwwToqg9a8S
Malam itu jam 11 lebih, mobil Ahmad meluncur masuk ke basement club underground eksklusif di kawasan SCBD Jakarta. Lampu neon merah gelap menyambut mereka. Santi duduk di kursi penumpang dengan jantung berdegup kencang.
3047Please respect copyright.PENANAWhWV8i3qBe
Ia mengenakan outfit yang dipilih Ahmad: crop top hitam super pendek yang hanya menutupi separuh payudara F-cupnya, sehingga underboob-nya terpampang jelas. Bawahannya adalah rok mini pleated hitam yang sangat pendek, hampir tidak menutupi bokong bulatnya. Tanpa bra, tanpa celana dalam. Collar kulit hitam dengan cincin logam masih melingkar manis di leher putihnya, leash pendek tergantung di depan dada. Puting pinknya sudah mengeras menembus kain tipis karena efek obat yang masih bekerja.
3047Please respect copyright.PENANAB74g3bVMWY
“Ingat aturannya,” kata Ahmad sambil mematikan mesin mobil. “Di dalam club kamu adalah Slut milikku. Kamu bicara hanya kalau ditanya. Kalau ada yang mau sentuh, kamu minta izin dulu ke Master. Mengerti?”
3047Please respect copyright.PENANAtBcT7EOHgz
Santi mengangguk patuh, suaranya bergetar karena campuran gugup dan nafsu. “Mengerti, Master…”
3047Please respect copyright.PENANARoNKxwatSE
Ahmad menarik leash collar, mendekatkan wajah Santi ke wajahnya dan menciumnya kasar sebelum turun dari mobil.
3047Please respect copyright.PENANAjhM0elTfpM
Begitu masuk ke club, musik elektronik berat langsung memukul telinga. Cahaya redup, asap tipis, dan aroma sex bercampur parfum mahal memenuhi udara. Beberapa pasangan dan kelompok sudah bermain di area terbuka. Beberapa wanita telanjang hanya memakai tali bondage sedang diikat di tiang, ada yang sedang di oral oleh beberapa pria.
3047Please respect copyright.PENANAp9vl9uV5wW
Ahmad menuntun Santi dengan leash seperti anjing peliharaan. Gadis itu berjalan di belakangnya dengan langkah kecil, rok pendeknya naik-turun memperlihatkan bokong bulat putihnya sesekali. Beberapa pria di club langsung menoleh, mata mereka lapar melihat tubuh Santi yang sempurna.
3047Please respect copyright.PENANA97ng05Qfjy
Mereka masuk ke ruang VIP di lantai atas. Di sana sudah ada tiga teman Ahmad: Riko (tinggi besar), Dika (berotot), dan Reza (kurus tapi kontolnya terkenal panjang). Ketiganya tersenyum lebar saat melihat Santi.
3047Please respect copyright.PENANAhAsCe8bXON
“Wah… ini dia yang kamu ceritain, Ahmad?” tanya Riko sambil menatap payudara Santi tanpa malu.
3047Please respect copyright.PENANAb8FQcs1hFK
Ahmad duduk di sofa besar dan menarik leash hingga Santi berlutut di lantai di antara kakinya.
3047Please respect copyright.PENANAcZowtiinvn
“Perkenalkan, ini Slut baru aku. Namanya Santi di luar, tapi di sini dia cuma Slut. Tubuhnya fresh, memeknya sempit, dan stamina dia gila. Bisa tahan berjam-jam.”
3047Please respect copyright.PENANAcAvCy4fTKT
Santi merasa wajahnya panas. Ia menunduk, tapi memeknya sudah banjir lagi. Cairan beningnya perlahan menetes ke lantai dari bawah rok pendeknya.
3047Please respect copyright.PENANAytP8d4hten
Ahmad menuang cairan aphrodisiac baru ke gelas kecil. Kali ini dosis lebih tinggi.
3047Please respect copyright.PENANA2aM2EFl1JF
“Minum lagi. Malam ini kamu harus basah terus.”
3047Please respect copyright.PENANAREC9piBtTe
Santi menenggaknya tanpa ragu. Panas langsung menyebar lebih cepat. Klitorisnya terasa berdenyut-denyut, memeknya seperti ada ribuan jarum kecil yang membuatnya gatal ingin diisi.
3047Please respect copyright.PENANA0IfOd1jh8s
“Master… panas sekali…” bisik Santi sambil menggesek-gesek paha.
3047Please respect copyright.PENANAaC6ht0VPo9
Ahmad tersenyum. Ia membuka kancing celananya, mengeluarkan kontolnya yang sudah tegang.
3047Please respect copyright.PENANAVeEE009M3S
“Isap. Tunjukkan ke teman-teman Master seberapa ahlinya mulut budak ini.”
3047Please respect copyright.PENANAB8ErnDBCxO
Santi merangkak maju, membuka mulutnya lebar dan langsung menelan kontol Ahmad hingga tenggorokan. Suara *gluk gluk gluk* basah langsung terdengar. Air liurnya menetes deras ke lantai.
3047Please respect copyright.PENANArV1ZahA7fB
Riko, Dika, dan Reza menonton sambil mengocok kontol mereka masing-masing. Reza yang paling agresif mendekat.
3047Please respect copyright.PENANAsNBFxYNTWn
“Boleh aku sentuh, Ahmad?”
3047Please respect copyright.PENANAG7uNbcIwyl
Ahmad menarik leash Santi agar gadis itu tetap mengulum kontolnya dalam-dalam.
3047Please respect copyright.PENANAaPENtvVvs4
“Sentuh aja. Tapi jangan masukin dulu. Ini masih pemanasan.”
3047Please respect copyright.PENANA1jLsEl6uWP
Riko langsung meremas payudara F-cup Santi dari samping dengan kasar. Jari-jarinya mencubit puting pink yang sudah keras.
3047Please respect copyright.PENANA1MHtdQJcqW
“Gede banget teteknya… berat lagi,” gumam Riko sambil meremas kuat.
3047Please respect copyright.PENANA9AcgE7D9rT
Dika mengangkat rok Santi dari belakang, memperlihatkan bokong bulat besar dan memek pink yang sudah basah mengkilap.
3047Please respect copyright.PENANA20Kh8driWo
“Anjir… memeknya banjir gini. Gak pake celana dalam ya?”
3047Please respect copyright.PENANAzzHhzLADOF
Dika menyelipkan dua jarinya ke memek Santi, mengaduk-aduk dengan cepat. Bunyi *plok plok plok* basah langsung terdengar.
3047Please respect copyright.PENANAvqXNHXmis8
Santi menggelinjang hebat tapi mulutnya tetap penuh kontol Ahmad. Erangannya teredam menjadi suara *mmmhh… mmmhh…* yang mesum.
3047Please respect copyright.PENANAB5GUOrWYVk
Ahmad menarik rambut Santi, mengeluarkan kontolnya yang sudah penuh air liur.
3047Please respect copyright.PENANAPLRQl26DkG
“Cerita ke mereka apa yang kamu suka, Slut.”
3047Please respect copyright.PENANAAOG2j8dvyy
Santi napasnya tersengal, bibirnya basah air liur. “Santi… Santi suka dikocok kasar… suka digangbang… suka direndahkan… Santi mau jadi budak seks… mau kontol banyak…”
3047Please respect copyright.PENANAm1eV7Z2Ppe
Reza tertawa. Ia menampar bokong Santi keras. *PLAAAK!*
3047Please respect copyright.PENANAvIF4II3xTU
“Bagus. Cewek kayak gini emang enak dilatih.”
3047Please respect copyright.PENANAG4OSor7kQu
Ahmad berdiri, menarik leash hingga Santi berdiri juga. Ia mendorong gadis itu ke meja rendah di tengah ruangan VIP.
3047Please respect copyright.PENANAoVw1whMXR0
“Naik ke meja. Buka kaki lebar, perlihatkan memekmu ke semua orang.”
3047Please respect copyright.PENANAwFd1dXorO4
Santi naik ke meja dengan patuh. Ia duduk, lalu membuka kedua kakinya lebar-lebar. Rok pendeknya terlipat ke atas, memperlihatkan memek pink yang sudah bengkak, basah, dan klitoris yang menonjol karena obat.
3047Please respect copyright.PENANAR4RL0ZDDZ9
Cairan bening terus menetes dari lubang memeknya ke meja.
3047Please respect copyright.PENANAtV2eWsk1hL
Ketiga teman Ahmad mendekat. Mereka bergantian meraba, menjilat, dan memasukkan jari ke memek Santi. Riko mengisap puting kirinya dengan rakus, Dika mengisap puting kanan sambil memasukkan tiga jarinya ke memek, Reza menampar-nampar klitoris Santi dengan kontolnya yang panjang.
3047Please respect copyright.PENANAEukCKUxR9t
Santi sudah tidak bisa menahan erangan.
3047Please respect copyright.PENANAlKPj6k9rVa
“Aaahh… ahh… jari-jarinya banyak… memekku penuh… enak… Santi mau kontol… tolong…”
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah3047Please respect copyright.PENANA0c2WDUyzNE
3047Please respect copyright.PENANAr8kR0Y1vQv


