“Ting”
1979Please respect copyright.PENANA3LyEhKCToi
Sebuah Notifikasi masuk di layar hp ku, nomerku sudah resmi bergabung di "SSI Community". Angka 87 anggota terpampang di bagian atas terlalu kecil untuk grup publik, namun terlalu spesifik untuk sekadar forum diskusi biasa. Rasanya seperti melangkah ke ruang bawah tanah yang hanya bisa diakses mereka yang mengetahui kode rahasianya.
1979Please respect copyright.PENANAz5Qv0wVGrw
Saya menekan ikon grup. Umpan pun terbuka.
Pesan pertama dari "Hendra_Jkt" langsung menyentakku:
1979Please respect copyright.PENANAH8zwAPiC8j
"Dua tahun menikah, istri selalu memakai gamis syar'i tebal bahkan di dalam rumah. Setiap malam... dingin. Kalau diajak bicara soal keintiman, dia bilang itu tidak pantas dibahas."
Dadaku sesak. Bukan karena itu mengejutkan, tapi karena terasa terlalu familiar.
1979Please respect copyright.PENANA2zJVIBUjey
Aku menggulir layar lebih bawah. "Andi_Sby" menulis hal serupa: "Dulu saya pikir ini nilai agama, tapi setahun menikah, saya merasa seperti tidur dengan teman sekamar. Pakaian dalam ditolak karena alasan haram. Saya hanya ingin sedikit kehangatan."
1979Please respect copyright.PENANAnT1ATun24g
Grup ini adalah ruang pengakuan dosa bagi para suami yang terjebak dalam pernikahan tanpa keintiman. Setiap keluhan adalah doa yang tak pernah berani diucapkan kepada siapa pun. Ada "Rahmat_Bdg" yang istrinya menolak sentuhan kecuali untuk reproduksi, hingga "Yusuf_Smg" yang mengaku istri tak pernah melepas kaus kaki saat berhubungan
.
Istri yang saleh, tertutup, namun—di mata para suami ini—menutup diri dari kebutuhan fisik pasangannya. Perasaan lega mulai mengecewakan; aku tidak sendirian.
1979Please respect copyright.PENANAkap9uRfSwT
Namun, sebuah pesan dari "Khalid_Mks" membuat jariku terpusat:
1979Please respect copyright.PENANAEuwYYnt4Qh
"Alhamdulillah, istri saya yang dulu super kolot sekarang mulai terbuka setelah ikut program coach selama 3 bulan. Perubahannya nyata."
Pelatih program? Aku menekan pesan itu, mencari tahu siapa sosok yang dimaksud.
1979Please respect copyright.PENANAaqrxFjtkuw
Jawabannya samar: "Coach dari SSI Community. Nanti ada tim yang menghubungi. Ada pendekatan khusus untuk istri yang saleh. Tidak bisa langsung, butuh proses."
1979Please respect copyright.PENANAFq1jbXvxpI
Dahiku mengkerut. Pendekatan khusus? Aku mencari informasi lebih lanjut dan menemukan sebuah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang ganjil. Di sisi kiri, sang istri dengan foto profil kaligrafi. Di sisi kanan, nomor tak dikenal yang menamakan dirinya 'Ustadzah Fatimah'.
1979Please respect copyright.PENANAk0YY7ZZP5v
"Tuhan menciptakan keindahan untuk dinikmati dalam batas yang Ditetapkan," tulis ustadzah itu di dalam gambar tersebut. “Gamis syar'i adalah pelindung di luar rumah. Tapi di hadapan suami yang sah, apakah pelindung itu masih diperlukan?
'aurat' bagi istri dan sebaliknya?"
1979Please respect copyright.PENANAKsv7XS2IOo
Tanganku menggenggam ponsel lebih erat. Ada nada yang halus dan agamis, namun terasa manipulatif. Saya tidak sempat membaca lebih lanjut karena suara gerakan dari arah kamar tidur mengalihkan perhatianku.
1979Please respect copyright.PENANAaicd9pkCQW
Dari celah pintu yang terbuka, kulihat Amira terbaring. Gamis navy menutupi seluruh tubuh, hijab tetap rapi bahkan dalam tidur. Ia tampak kaku, seolah-olah dalam keadaan tidak sadar pun ia terus menjaga benteng yang ia bangun.
1979Please respect copyright.PENANARhIgiFFw0Q
Dada terasa terbakar karena frustrasi yang lama kupendam. “Saya lelah mas,” “Tidak sehat kalau terlalu sering,” “Astaghfirullah mas.” Penolakan-penolakan itu terngiang kembali di telingaku.
1979Please respect copyright.PENANAOhmdPGaisE
Aku kembali menatap layar. Nama 'Bram' muncul berulang kali dalam testimoni anggota.
1979Please respect copyright.PENANAZ5zvSzcq6B
"Terima kasih Bram, istriku tidak menolak lagi."
1979Please respect copyright.PENANAWQeoUo7wCO
"Bram, programmu beda. Pendekatannya halus."
1979Please respect copyright.PENANAcZR604RUrR
Aku membuka ruang dialog pribadiku dengan @Bram_xxx. Jariku melayang di atas keyboard. Begitu banyak pertanyaan: Apa metodenya? Apakah ini benar secara moral? Mengapa perubahan itu terjadi tanpa penjelasan yang eksplisit?
1979Please respect copyright.PENANASB6mpAY0dK
Namun, saya tidak menekan tombol kirim.
1979Please respect copyright.PENANAQeIPQ73Vvp
Aku teringat malam peringatan satu tahun pernikahan kami. Hadiah pakaian dalam yang kubungkus rapi diakhiri dengan tangisannya yang menyayat hati, hingga aku melarikan diri ke rumah Budi karena tak tahan lagi.
1979Please respect copyright.PENANAxLi9Jzh6S1
Mungkin ini penjelasannya. Mungkin Bram adalah solusi yang kucari. Namun, ada rasa tidak nyaman yang terus mengganjal; cara mereka mendekati istri terasa terlalu... pribadi.
1979Please respect copyright.PENANAmclKSu6OCa
Aku menarik napas panjang. Tidak, aku tidak akan memutuskan malam ini. Kepalaku terlalu panas. Besok aku akan menghubungi Bram dan menanyakan detailnya. Jika masuk akal,
aku akan nya.
1979Please respect copyright.PENANAuIoygBYjrG
Saya mematikan ponsel dan berbaring di sofa. Ruang tamu gelap, hanya diterangi cahaya remang lampu jalan yang menembus tirai. Namun, mataku menolak terpejam. Siluet Amira di balik celah pintu seolah menjadi pengingat bisu akan dinding yang memisahkan kami.
1979Please respect copyright.PENANAvOxHT6A2UY
Berapa lama lagi aku bisa bertahan seperti ini? Pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban, menemaniku terjaga sepanjang malam.
Novel ini sudah tamat di victie https://victie.com/novels/istriku-korban-ssi
1979Please respect copyright.PENANAMSrwFm0Gzb
1979Please respect copyright.PENANA6hReqXWN1k


