Sabtu sore itu Via sedang sibuk menggonta-ganti saluran tv diruang depan kamar kosnya…cuaca mendung diluar membuatnya malas untuk pergi kemana-mana.
“Permisi mbak…kamar mandinya dimana ya?”
tiba-tiba dia dikagetkan suara lelaki dari belakangnya…
“Oh disitu mas, belok kekanan diujung…”
jawab Via sambil menunjukkan letak kamar mandi dilantai 3 itu.
Tak seberapa lama lelaki itu keluar dari kamar mandi dan menyapa sambil memperkenalkan dirinya…
“Nama saya Deni, baru kos beberapa hari lalu dilantai 2…kamar mandi dibawah lg dipakai org td…makanya saya keatas”…
Via memperkenalkan dirinya juga sambil melihat perawakan lelaki yang ada dihadapannya…seorang lelaki berumur 40an, berbadan tegap dan walau garis mukanya kelihatan berumur namun tetap tampan.
Hanya beberapa saat mereka berkenalan dan Deni pamit untuk kembali kekamarnya.
Perkenalan dengan Deni membuat Via cukup terkenang, semenjak dulu memang dia menyukai lelaki yang lebih tua yang sebenarnya pantas dipanggil om karena saat itu umur Via baru 23 tahun…sambil menonton tv, Via melamunkan sosok tegap berwibawa yang tadi sempat mampir kelantai 3 itu…dan tiba2 dia dikagetkan suara petir yang menyambar tanda turunnya hujan yang deras diluar.
Via beranjak dari sofa depan tv dgn malasnya untuk pergi mandi dan menghabiskan waktu membaca buku dikamar.
Sekitar jam 8 malam, saat agak tertidur Via dibangunkan dengan ketukan dipintu kamarnya…
“Mbak Via…mbak…”
dia mengenali suara itu…itu suara lelaki td sore bernama Deni…Via membuka pintu kamarnya dan bertanya kepada Deni
“ada apa mas deni?”
“Maaf mengganggu, saya sdg cari remote tv ini kok ga ada ya? Diluar hujan deras, saya bosan dalam kamar”…
Via mencoba mengingat-ngingat…dan ternyata tak sengaja dia membawa remote itu kedalam kamar sehabis nonton tv tadi sore.
Via memberikan remote itu kepada Deni dan dia beranjak ke dapur yg berada dekat kamar mandi untuk masak mie instan, mengingat diluar hujan deras dan dia agak malas mencari makan diluar.
Selesai masak, Via makan diruang tv sambil tak lupa menawarkan Deni…Deni ternyata cukup supel, dia mengajak Via ngobrol segala macam hal dan sesekali diselingi candaan ringan yang membuat sabtu malam itu tidak sesepi biasanya.
Selesai makan Via menemani Deni diruang tv sambil bertanya-tanya seputar keluarganya yg ada dikota hujan…Deni memiliki 2 anak dan kebetulan sedang tugas 3 bulan di kota itu untuk suatu proyek…sabtu itu rencananya dia mau pulang tapi karena baru saja pindah dia berpikir ada baiknya beristirahat saja dikos.
Beberapa saat mereka terlibat dalam pembicaraan ringan seputar pekerjaan, keluarga, anak2 kos….dan Via akhirnya pamit untuk masuk ke kamar…
“Kamu punya majalah atau buku bacaan ga?”
tanya Deni tiba-tiba ketika Via hendak masuk kamar…Via menjawab dia memiliki beberapa majalah dan buku, dan dia mempersilahkan Deni untuk memilihnya sendiri.
Dengan kondisi pintu kamar terbuka, Deni masuk kekamar Via yang berukuran sedang dengan spring bed dilantai tanpa dipan…ada beberapa buku dan majalah berserakan…dia memilih beberapa dan pamit kembali ke kamar sambil tersenyum kepada Via…senyuman yang tiba2 membuat Via berdebar-debar….
Bersambung……
Lanjutan Ceritanya KLIK DISINI
ns216.73.216.69da2


