Pintu kamar 612 terbuka pelan, hanya sedikit celah sebelum Irna menarik tangan Asep dan Anto masuk dengan gerakan cepat dan penuh nafsu. Begitu pintu tertutup kembali, ia langsung mengunci dari dalam tanpa melepas pandangan dari kedua pria itu. Napas Irna sudah tersengal-sengal, dada naik turun cepat membuat payudara bulatnya berguncang lembut di balik kebaya hijau brokat yang sudah mulai kusut. Jilbab hijau masih menempel rapi di kepala, tapi matanya sudah gelap penuh hasrat.
51Please respect copyright.PENANAL61IMzri2b
Tanpa kata pembuka, Irna maju mendekat. Tangan kanannya meraih leher Asep, tangan kirinya menarik kerah kaos Anto. Bibirnya langsung menempel pada bibir Asep dengan liar, lidahnya menyusup masuk tanpa ragu, menari ganas di dalam mulut pria itu. Ciuman itu basah, berisik, penuh desahan kecil yang keluar dari tenggorokan Irna. Setelah beberapa detik, ia berpindah ke Anto, menciumnya dengan cara yang sama, lebih ganas, giginya menggigit bibir bawah pria itu pelan hingga Anto mendesis kesakitan nikmat.
51Please respect copyright.PENANAqNxOExGRZG
Aku... aku sangat horny... seharian ini aku tahan... tatapan mereka di rapat... tatapan kalian di mobil... aku tidak tahan lagi... suamiku... suamiku tidak pernah puaskan aku... aku butuh ini... aku butuh kalian berdua... puaskan aku malam ini... ucap Irna dengan suara serak, napas terputus-putus, matanya berkaca-kaca karena nafsu yang memuncak.
51Please respect copyright.PENANAO1GLO1jU5O
Asep dan Anto saling pandang sekilas, senyum kecil penuh kemenangan muncul di wajah mereka. Mereka tidak perlu kata-kata lagi. Tangan Asep langsung merayap ke dada Irna, meremas payudara bulat itu dengan kuat melalui kain kebaya. Jempolnya menggosok puting merah kecil yang sudah mengeras, menekan hingga Irna melengkungkan punggung dan mendesah panjang.
51Please respect copyright.PENANAIwSktELKjW
Ahhh... ya... remas lebih kuat... toketku... toketku panas sekali... ssshhh...
51Please respect copyright.PENANA9fQORihBrJ
Anto dari belakang memeluk pinggang Irna, tangannya turun ke bokong bulat wanita itu, meremas pantat tembem melalui rok kebaya. Mulutnya menempel di leher Irna, menjilat kulit putih mulus di bawah jilbab, giginya menggigit pelan hingga meninggalkan bekas merah kecil. Irna menggelinjang, pinggulnya maju maju sendiri mencari gesekan.
51Please respect copyright.PENANAIqvIJbSXnl
Mereka bertiga bergerak menuju karpet tebal di depan tempat tidur. Irna mendorong keduanya agar berdiri, lalu ia sendiri berlutut di lantai dengan anggun tapi penuh nafsu. Jilbab hijau sudah agak miring, beberapa helai rambut hitam panjang keluar dan menempel di pipi yang memerah karena gairah. Kebaya masih lengkap menempel di tubuh, tapi payudara bulatnya terlihat semakin menonjol karena napas yang cepat.
51Please respect copyright.PENANAhYIePNqBtT
Tangan Irna gemetar tapi cepat membuka resleting celana pendek Asep terlebih dulu. Kontol pria itu langsung meloncat keluar, sudah keras penuh, kepalanya merah keunguan, urat-uratnya menonjol jelas. Panjang sekitar enam belas senti, tebal dan berdenyut. Irna menatapnya dengan mata lapar, lalu menoleh ke Anto dan membuka celananya juga. Kontol Anto lebih panjang, hampir delapan belas senti, kurus tapi lurus sempurna, kepalanya sudah licin karena cairan pra-ejakulasi.
51Please respect copyright.PENANABtlGxEuOVr
Irna menggenggam kedua kontol itu bergantian, mengocok pelan sambil menatap wajah kedua pria di atasnya. Bibirnya terbuka, lidahnya menjulur sedikit, lalu ia mulai dengan Asep. Mulutnya langsung menelan kepala kontol itu dalam-dalam, lidahnya berputar di sekitar kepala, menjilat lubang kecil di ujungnya yang sudah mengeluarkan cairan bening. Ia menyedot kuat, kepalanya maju mundur ritmis, membuat kontol Asep masuk sampai ke tenggorokan.
51Please respect copyright.PENANAPylwIV08OY
Sllrrp... sllrrp... ahhh... kontolmu enak sekali Pak Asep... besar... keras... aku suka... sllrrp...
51Please respect copyright.PENANAs0ONCMn9hA
Asep mendesah keras, tangannya meraih kepala Irna, menekan pelan agar kontolnya masuk lebih dalam. Irna tidak menolak, ia deepthroat dengan penuh semangat, hidungnya menempel di perut Asep, tenggorokannya bergerak menelan kontol itu berulang kali. Air liurnya menetes deras dari sudut bibir, membasahi dagu dan lehernya, menetes ke kebaya hijau hingga kain itu basah di bagian dada.
51Please respect copyright.PENANAuglYzVYbSp
Setelah beberapa menit, Irna berpindah ke Anto. Ia mengulum kontol yang lebih panjang itu dengan sloppy blowjob yang berantakan. Mulutnya penuh air liur, ia menyedot kuat sambil kepalanya bergerak cepat maju mundur, tangan kanannya mengocok batang kontol yang tidak masuk ke mulut. Suara basah licin memenuhi ruangan, slrrp... gluck... gluck... sllrrp...
51Please respect copyright.PENANArryOaus9IJ
Ya... Pak Anto... kontolmu panjang... nyampe tenggorokan aku... ahhh... aku mau kalian crot di muka aku... di mulut aku... sllrrp...
51Please respect copyright.PENANAMlkQ5J8Jaq
Anto menggeram pelan, pinggulnya maju maju sendiri, fucking mulut Irna dengan ritme yang semakin cepat. Irna mendesah di antara isapan, matanya menatap ke atas penuh nafsu, air mata kenikmatan mengalir di pipi karena deepthroat yang dalam.
51Please respect copyright.PENANAo1N8Lmayf2
Akhirnya Asep tidak tahan lebih dulu. Kontolnya berdenyut kuat di mulut Irna. Ia menarik kepala wanita itu, mengeluarkan kontol dari mulut, lalu mengocok cepat di depan wajah Irna.
51Please respect copyright.PENANAMofJBPGG1u
Bu... gue crot... ahhh... terima pejuh gue...
51Please respect copyright.PENANA8z750qghcW
Semburan pertama pejuh kental putih menyembur ke pipi kanan Irna, kedua ke hidung dan bibir, ketiga ke dahi. Sperma hangat itu menetes pelan ke jilbab hijau yang sudah acak-acakan. Irna membuka mulut lebar, lidahnya menjulur menangkap semburan berikutnya, menelan sebagian dengan lahap sambil mendesah nikmat.
51Please respect copyright.PENANArfJKehZkYc
Ahhh... panas... pejuhmu banyak sekali Pak Asep... enak... ahhh...
51Please respect copyright.PENANAJF3eN0LiKJ
Anto menyusul tak lama kemudian. Ia menarik kontolnya dari mulut Irna, mengocok cepat di depan wajah wanita itu. Irna memandangnya dengan mata setengah terpejam, mulut terbuka, tangannya meremas payudara bulatnya sendiri melalui kebaya.
51Please respect copyright.PENANAqrOnuN3HJ4
Crot... crot di muka aku Pak Anto... banjiri aku dengan sperma kalian...
51Please respect copyright.PENANAhSyfvOesdW
Sperma Anto menyembur lebih banyak, semburan pertama mengenai mata kiri Irna, kedua ke mulut terbuka, ketiga ke dagu dan leher. Cairan kental itu mengalir deras, menetes ke belahan dada Irna yang terbuka sedikit karena kebaya sudah merenggang. Irna menelan apa yang masuk ke mulutnya, lidahnya menjilat bibir membersihkan sisa pejuh, ekspresinya penuh kepuasan tapi masih haus.
51Please respect copyright.PENANAS6gUDo6Q4I
Ahhhh... ya... sperma kalian enak... hangat... aku suka... ahhh... masih belum cukup... aku masih horny...
51Please respect copyright.PENANAVlURpKbMjt
Kedua supir itu berdiri terengah-engah, kontol mereka masih setengah tegang, basah oleh air liur dan sisa pejuh. Irna berlutut di lantai, wajahnya penuh sperma, jilbab hijau acak-acakan, kebaya basah di bagian dada, payudara bulatnya naik turun cepat. Matanya masih berkilau penuh nafsu, menatap kedua pria itu seolah meminta lebih.
ns216.73.216.75da2


