Hari Sabtu pagi, gue bangun lebih awal dari biasanya. Lia masih tidur pulas di sebelah gue, napasnya pelan, rambutnya berantakan menutupi sebagian wajahnya. Gue liat dia lama, mikir betapa beruntungnya gue punya istri secantik ini. Tapi di balik itu, fantasi gue semakin kuat. Semalam setelah orgasme hebatnya Lia, gue gak bisa tidur nyenyak. Gue bangun diam-diam, buka forum lagi, dan chat sama dua-tiga cowok yang keliatan potensial. Mereka sopan, gak langsung vulgar, cerita pengalaman mereka dengan pasangan swingers di Jakarta. Gue belum kasih detail soal Lia, cuma bilang lagi “explore fantasi hotwife”. Gue tau ini masih jauh, tapi gue pengen persiapan.
114Please respect copyright.PENANAs7YRyfbbK9
Gue putusin hari ini gue kasih surprise buat Lia. Gue inget dia pernah bilang suka lingerie merah, tapi selama ini koleksinya lebih ke warna nude atau hitam yang elegan. Gue mandi cepet, lalu keluar apartemen sendirian. Gue ke Victoria’s Secret di Pantai Indah Kapuk City, mall yang sering kami kunjungi bareng. Gue pilih satu set lingerie merah menyala: bra push-up dengan renda tipis yang transparan di bagian puting, ditambah G-string yang hampir gak nutupin apa-apa, dan stocking garter belt lengkap. Harganya lumayan, hampir empat juta, tapi gue gak peduli. Gue bayangin Lia pakai ini, pasti bikin gue langsung ngaceng.
114Please respect copyright.PENANA98BVHgOw57
Pulang ke apartemen sekitar jam 10 pagi, Lia udah bangun. Dia lagi di dapur, bikin pancake sambil dengerin Spotify. Pakai tank top putih tipis dan celana pendek olahraga, bokongnya keliatan banget. “Mas kemana pagi-pagi?” tanyanya sambil senyum, balik badan buat cium pipi gue.
114Please respect copyright.PENANAECgFO2uVWR
“Ke gym bentar, Sayang,” gue bohong halus. “Eh, ini ada surprise buat kamu.” Gue kasih paper bag dari VS. Matanya langsung berbinar, cewek mana yang gak suka dibeliin lingerie mahal.
114Please respect copyright.PENANAZ0VivrZ4Mi
“Wah, Mas! Kok tiba-tiba?” Dia buka kotaknya, angkat bra merah itu. “Cantik banget… tapi ini seksi banget loh, Mas. Kayak buat… malam panas.”
114Please respect copyright.PENANAH3s72bXA06
Gue peluk dia dari belakang, cium lehernya. “Iya dong, biar kamu makin seksi di mata Mas. Malam ini pakai ya?”
114Please respect copyright.PENANAnLDUMB5eNo
Lia ketawa, tapi gue tangkap ada rona merah di pipinya. “Oke deh. Tapi Mas kok tiba-tiba beliin yang model gini? Biasanya kan yang lebih sopan.”
114Please respect copyright.PENANAZTrXwyAIaw
Gue cuma senyum, gak jawab langsung. “Karena Mas lagi pengen liat kamu lebih berani aja. Kamu kan cantik, sayang kalau gak dieksplor.”
114Please respect copyright.PENANApoPjZODpjc
Dia diam sebentar, lalu balik masak lagi. Gue tau dia curiga. Selama ini gue memang suka beliin dia baju dalam, tapi gak pernah yang semerah dan setransparan ini. Pasti dia hubungin sama omongan-omongan fantasi gue akhir-akhir ini.
114Please respect copyright.PENANAlneGBUCFyV
Sepanjang hari kami santai aja. Gue kerja dari rumah, Lia ke butiknya sebentar buat cek stok, pulang sore. Malamnya kami dinner di rumah, pesen steak dari restoran di Senopati via GoFood. Setelah makan, kami duduk di sofa nonton film romcom di Netflix. Lia pakai dress santai, tapi gue tau di dalemnya udah pakai lingerie merah itu, karena gue minta tadi sore.
114Please respect copyright.PENANAOLVZefKg80
“Sayang, pakai yang baru tadi belum?” gue bisik sambil peluk dia.
114Please respect copyright.PENANAJPFRtYS0Nb
“Udah dong,” jawabnya malu-malu. “Tapi ini ketat banget, Mas. Toketku kayak mau loncat keluar.”
114Please respect copyright.PENANA5MmBgmXHFE
Gue langsung excited. Gue tarik dia ke kamar, matiin lampu utama, nyalain lampu tidur yang redup kuning. Lia berdiri di depan cermin besar, gue suruh dia buka dressnya pelan-pelan. Dressnya jatuh ke lantai, dan… astaga. Lingerie merah itu nempel sempurna di tubuhnya. Bra-nya bikin toketnya terangkat tinggi, putingnya samar-samar keliatan lewat renda tipis. G-stringnya cuma sehelai benang di belakang, bokongnya bulat mulus terpampang jelas. Stocking hitam dengan garter belt bikin kakinya keliatan lebih panjang.
114Please respect copyright.PENANA8xfkQap0aY
“Ya Tuhan, Sayang… kamu sexy banget,” gue desah, berdiri di belakangnya, tangan gue langsung merangkul pinggangnya. Gue cium lehernya pelan, tangan naik ke toketnya, remas lembut dari luar bra.
114Please respect copyright.PENANAhG2D1MPiKU
“Ahh… Mas… pelan dong,” Lia mendesah kecil, tapi badannya merapat ke gue. Gue liat di cermin, matanya setengah merem, pipinya merah.
114Please respect copyright.PENANAr5l0MPR3t1
Gue putar badannya, dorong pelan ke kasur. Gue naik ke atasnya, cium bibirnya dalam-dalam. Lidah kami saling kejar, napas mulai cepat. Tangan gue langsung ke toketnya lagi, remas lebih kuat, jempol gue gesek putingnya yang udah mengeras lewat renda. “Toket Lia gede banget malam ini… putingnya keras keras,” gue bisik di telinga dia.
114Please respect copyright.PENANAcs3Csc8LQu
“Mas… ahh… enak… remas lagi…” Lia balas ciuman gue lebih ganas, tangannya pegang punggung gue. Gue turun cium lehernya, lalu ke dada. Gue tarik bra-nya ke bawah sedikit, puting pinknya muncul, gue hisap pelan, muter lidah di sekitarnya.
114Please respect copyright.PENANA414GnR6DVB
“Ohh… Mas… hisap kuat… yaahh…” desahnya, badannya melengkung. Gue remas toket satunya lebih kuat, cubit putingnya pelan sampai dia merintih. Tangan gue turun ke selangkangannya, gesek pelan di atas G-string yang udah basah.
114Please respect copyright.PENANAfbujernzSe
“Memek Lia udah banjir nih, Sayang,” gue godain.
114Please respect copyright.PENANAZPtDhs0t42
Lia malu, tutup muka pakai tangan. “Mas jangan bilang gitu… malu.”
114Please respect copyright.PENANA9nMeXx8bHH
Tapi gue gak lanjut ke bawah. Malam ini gue sengaja tahan diri, gak mau langsung ngentot. Gue pengen bikin dia nafsu tapi penasaran, biar fantasi gue semakin nempel di pikirannya. Gue balik lagi ke ciuman, tangan gue bolak-balik remas toketnya, hisap puting bergantian, sambil badan gue gesek-gesek ke badannya. Kontol gue udah keras banget di celana, tapi gue gak lepasin.
114Please respect copyright.PENANAawLt2ARvkv
Sambil ciuman panas, gue bisik lagi, “Sayang… bayangin kalau lingerie seksi ini dipakai buat pria lain. Dia liat kamu gini, langsung pengen remas toketmu, hisap putingmu kayak Mas sekarang.”
114Please respect copyright.PENANA2a3iEN3GlC
Lia langsung berhenti cium, buka mata. “Mas… lagi… aku takut, Mas. Takut nanti beneran kejadian, takut hubungan kita berubah.”
114Please respect copyright.PENANAJQ3fq2v6MY
Suara dia pelan, tapi gue denger ada getar takut beneran di situ. Gue peluk dia erat, cium keningnya. “Gak akan berubah, Sayang. Malah tambah kuat. Mas cuma pengen kamu ngerasa lebih seksi, lebih diinginkan. Ini cuma fantasi kok, pelan-pelan aja.”
114Please respect copyright.PENANAF2rzVlL76z
Dia diam lama, cuma peluk gue balik. “Aku sayang Mas banget… makanya aku takut kehilangan ini semua.”
114Please respect copyright.PENANADk6nb4C48k
Gue gak jawab lagi, cuma cium dia pelan sampai kami berdua tenang. Malam itu kami tidur pelukan, tanpa ngentot. Gue tau gue berhasil tanam benih keraguan lagi di hatinya, tapi juga kehangatan. Dia semakin bimbang, dan itu bagus buat rencana gue.
114Please respect copyright.PENANAlCXcijfOgZ
Tengah malam, saat Lia udah tidur nyenyak, gue bangun diam-diam lagi. Gue ambil hape, buka forum dewasa itu. Gue scroll thread cari bull Jakarta, dan tiba-tiba satu profil bikin gue berhenti. Namanya Reza, 34 tahun, foto badannya six pack terlatih, muka ganteng ala aktor Indo, keliatan dari gaya hidupnya dia orang kaya: foto di yacht, mobil Porsche, background rumah mewah di Pondok Indah. Bio-nya bilang “experienced bull for couples, discreet, respectful, Jaksel based”. Gue baca testimoni dari pasangan lain, katanya dia sopan, gak posesif, dan performanya top.
114Please respect copyright.PENANA6FqvnFYiOf
Hati gue deg-degan. Ini cowok yang cocok banget. Gue klik DM, ketik pesan pertama: “Bro, lagi cari info soal hotwife experience. Boleh cerita lebih lanjut?” Gue tekan send, lalu taruh hape, napas gue cepet. Ini baru awal, tapi rasanya udah kayak nemu kandidat sempurna.
ns216.73.216.75da2


