Gue langsung menarik Manda ke ranjang dan gue memposisikan kepala gue di antara kakinya. Manda yang mengerti mau gue langsung melebarkan kakinya. Wah ni amoy udah profesional kayaknya. Gue langsung membuka bibir memeknya yang dihiasi dengan sedikit jembut tipis. Memek Manda masih berwarna pink muda dan tidak tercium bau apapun. Kalau ayam macam ini bisa ketagihan ni gue. Gue mulai menjilati memek Manda dan tampaknya Manda menikmatinya.
“Ah… enak banget Clif, lebih dalem lagi jilatanya Clif,” racau Manda sambil mengarahkan gue ke spot sensitifnya.
Gue pun mengikuti arahan Manda dan menjulurkan lidah gue lebih lagi.
“AHHH… disitu Clif, enak… AHHH,” desah Manda.
Gue pun semakin bersemangat menjilati memek Manda begitu mendengar desahan Manda yang terdengar alami. Kaki Manda menjepit kepala gue supaya gue ga berhenti menjilati memeknya.
“Ah… Ahhhh… enak banget Clif,” kata Manda dengan napasnya yang semakin ga beraturan.
“AHHHH…..” desah Manda panjang.
Gue juga ngerasain cairan asin yang keluar dari memek Manda.
“Wah lu udah keluar aja. Masa gue yang bayar malah lu yang keenakan,” protes gue.
“Iya deh hihihi. Sini kontolnya gue manjain. Tiduran aja Clif,” kata Manda dengan ekspresi nakalnya.
Manda langsung menjilati peler gue, dengan penuh napsu Manda memasukkan biji peler gue yang kanan dan kiri secara bergantian ke dalam mulutnya.
“Ah… enak banget Man,” kata gue.
Mendengar gue keenakan, lidah Manda mulai menyapu paha gue dan semakin naik ke arah kontol gue. Seperti orang yang belum makan seharian, Manda langsung melahap kontol gue dengan penuh semangat. Seluruh kontol gue dimasukkin ke mulutnya yang mungil.
“Ahhh…. Gila enak banget Man,” racau gue.
Manda dengan cepat menaik-turunkan kepalanya sambil tangannya memainkan biji peler gue. Semakin lama kontol gue terasa semakin hangat karena liur Manda yang semakin memenuhi mulutnya. Saat mendeep throat kontol gue, tatapan mata Manda terus diarahkan ke arah mata gue. Sensasi di deep throat sama mulut Manda yang mungil ditambah tatapan matanya yang nakal ngebuat gue ga tahan. Gue langsung memegang kepala Manda, dan dengan cepat gue naik-turunin. Sesekali Manda seperti mau muntah tapi dengan profesional dia tetap menyedot kontol gue.
“AHHH… gue udah mau keluar,” racau gue.
Mendengar itu Manda langsung memukul tangan gue dan melepaskan seponganya.
“Kok dilepas si, gue kan udah mau ngecrot,” protes gue yang gagal orgasme.
Bersambung…….
Lanjutan Ceritanya KLIK DISINI
ns216.73.216.69da2


