Fred langsung mengejar memek Catherine dengan cepat dan kasar.
“Wah udah ga tahan ya lu. Hahaha,” kata gue melihat Fred yang langsung menggempur memek Catherine sekuat tenaga.
“Ngeliat amoy macam ini mana mungkin bisa tahan,” jawab Fred sambil meremas-remas kasar toket Catherine.
Gue yang makin ngaceng melihat tingkah Fred langsung menarik tangan Catherine dan gue arahin ke kontol gue.
“Enak kan make ni amoy?” tanya gue.
“Enak banget,” jawab Fred sambil mendesah ngerasain sempitnya memek Catherine.
Catherine yang awalnya menangis sekarang sudah berhenti menangis, wajahnya tampak menikmati lecehan demi lecehan yang gue lontarkan.
“Cath, gue udah mau keluar nih, gue keluarin di dalem ya,” kata Fred sambil menhujamkan kontolnya dengan cepat.
Melihat Fred yang mau ngeluarin peju di dalem memeknya, Catherine langsung sekuat tenaga mendorong badan Fred, tepat sesaat sebelum Fred orgasme, Catherine berhasil mengeluarkan kontol Fred dari memeknya.
“AHHhhh… enak banget,” kata Fred terengah-engah.
“Ga sampe 5 menit udah keluar, payah lu. Haha. Mana puas ni amoy,” kata gue.
Catherine lega melihat peju Fred muncrat di jok mobil gue.
“Cath, tuh pejunya ngotorin jok gue. Bersihin,” perintah gue.
Catherine dengan terpaksa mengganti posisinya dan menjilat peju Fred di jok mobil.
“Gila, binal banget lu. Hahaha,” kata Fred ikut ngelecehin Catherine.
“Eh Fred, siapa bilang lu boleh nelecehin Catherine,” kata gue ke Fred.
“Sory sory,” jawab Fred panik takut gue ga ngasih dia hal beginian lagi.
1571Please respect copyright.PENANAvnuB1PzwDB
1571Please respect copyright.PENANAyYELh3aOxa
“Cath, Fred udah muncrat tuh. Tapi gue tau lu belom puas. Sekarang giliran gue.”
Gue langsung ngebuka pintu mobil dan narik Catherine keluar.
“Clif, Please Stop. Tar ada yang liat,” kata Catherine ketakutan.
“Tenang aja, jam segini sepi kok. Lagian kan gue parkir dipojokan.”
Gue langsung ngedorong Catherine sampai dia menungging dan tangannya memegang bagasi mobil gue. Gue langsung masukin kontol gue ke memeknya dari belakang.
“Hmppp,” desah Catherine pelan begitu gue mulai nyodokin dia dari belakang.
“Jangan ngedesah kecuali lu mau ketawan,” kata gue.
Ng entot di tempat umum emang sensasinya berbeda, perasaan takut ketawan ngebuat adrenalin meningkat. Dengan kasar gue ngentotin Catherine dengan doggy style. Fred yang kembali napsu ikutan keluar mobil dan melumat mulut Catherine sampai akhirnya Catherine merangkulkan tangan di leher Fred.
“Enak kan Cath main di umum begini,” kata gue.
“Hmppp,” hanya gumaman ga jelas yang terdengar karena mulut Catherine disumpal dengan mulut Fred.
Setelah beberapa menit mengahajar memek Catherine dengan kasar, badan Catherine bergetar hebat dan badannya jatuh ke pelukan Fred.
“AHHHHH..” leguh Catherine setelah melepaskan ciuman Fred.
Saat Catherine orgasme, gue ngerasain memeknya memijat kontol gue. Ga lama setelahnya pun gue ngerasain mau keluar.
“Cath gue mau keluar ni,” kata gue sambil semakin kasar mehajar memeknya.
Gue lantas melepas kontol gue dan menarik badan Catherine sampai berlutut. Catherine paham mau gue dan dia pun menghisap kontol gue sampai semua peju gue keluar di mulutnya.
“AHHHH… enaknya,” kata gue.
Catherine langsung menelan peju gue.
“Cath, bersihin,” kata gue.
Catherine langsung mejilatin kontol gue sampai ga ada lagi peju ataupun cairan memeknya menempel di kontol gue. Abis itu gue pun make celana gue dan nyuruh Catherine untuk ngelap badannya yang penuh dengan keringet.
“Fred, inget ya. Lu ga boleh cerita ke siapapun termasuk ke gue atau Catherine. Anggep ga ada yang terjadi,” kata gue mengingatkan Fred.
“Siap bro,” kata Fred sambil tersenyum puas.
Selesai Catherine ngebersihin peju yang ada di mulutnya, kita bertiga ninggalin mobil dan naik menuju ke kelas lagi.
“Fred, jalan duluan gih. Catherine sama gue nyusul nanti,” kata gue.
“Oke deh bos,” kata Fred dan dia jalan duluan ninggalin kita.
“Gimana Cath? Enak ga?” tanya gue.
“Lu kok tega si Clif bikin gue kaya gini,” kata Catherine sambil mukul tangan gue.
“Sebenernya ga tega si ngebagi badan lu ke cowo lain. Tapi gue lagi kepengen liat lu dilecehin Cath. Hahaha,” kata gue.
“Jahat lu!” kata Catherine.
“Jadi nanti malem ga mau ni?” goda gue.
“Mau lah, gue udah rela sampe kaya gini. Masa masih ga dapet jatah juga,” kata Catherine.
“Kan tadi udah gue kasi kontol gue,” goda gue.
“Ga puas gue, masih kepengen lagi,” jawab Catherine blak-blakan.
“Dasar lu amoy hyper. Haha,” ledek gue.
Akhirnya kita pun nunggu di depan lift untuk naik ke lantai 6. Karena memang gue dan Catherine terlambat, jadinya lift pun kosong karena memang lift di kampus hanya ramai pada saat jam pergantian jam saja.
Begitu masuk ke dalam lift, gue mulai menggesekan kontol gue ke bongkahan pantat Catherine yang tampak begitu menggoda sambil meremas toketnya yang bulat dari belakang.
“Ih, mentang mentang liftnya kosong langsung ambil kesempatan,” kata Catherine.
Bersambung…….
Lanjutan Ceritanya KLIK DISINI
ns216.73.216.69da2


