Bab 4: Malam Pertama di Hotel Mewah
7264Please respect copyright.PENANAOiTcjkg8ZO
Salsa berdiri di depan cermin apartemennya pada sore hari berikutnya, tangannya gemetar saat memilih pakaian sesuai pesan Fahri. “Pakai gaun hitam sederhana yang ketat, tanpa bra dan tanpa celana dalam. Datang ke Hotel Grand Luxe, lantai 28, kamar 2801 pukul 19.00 tepat.” Pesannya singkat, tapi cukup membuat jantung Salsa berdegup kencang. Ia memilih gaun hitam ketat yang membalut tubuh langsingnya dengan sempurna, menonjolkan payudara F cup yang besar dan bokong bulatnya. Gaun itu pendek sampai tengah paha, membuatnya merasa telanjang meski masih tertutup. Kulit putihnya terlihat kontras dengan warna gelap gaun, rambut hitam dibiarkan tergerai.
7264Please respect copyright.PENANA9DmMwSf5Vk
Sepanjang perjalanan ke hotel mewah di pusat kota Jakarta, Salsa merasa campuran antara gugup dan antisipasi yang aneh. Vaginanya sudah mulai basah hanya karena memikirkan apa yang akan terjadi. Ia masih ingat sensasi enema dan tersingkir orgasme kemarin – rasa penuh, frustrasi, dan pelepasan yang meledak-ledak. “Aku tidak boleh menikmati ini,” bisiknya pada diri sendiri, tapi tubuhnya sudah berkhianat.
7264Please respect copyright.PENANALm9SxhUwCw
Saat lift hotel naik ke lantai 28, Salsa menghela napas dalam. Pintu kamar 2801 terbuka setelah ia ketuk dua kali. Di dalam, Fahri sudah menunggu, telanjang sepenuhnya. Tubuh atletisnya yang sawo matang terlihat enak dipandang di bawah pencahayaan lampu kamar yang redup. Batangnya yang 19 cm sudah setengah keras, bergantung berat di antara pahanya. Senyum menawannya muncul saat melihat Salsa.
7264Please respect copyright.PENANASFbOtT6HjH
“Masuklah, lacurku yang cantik,” katanya dengan suara dalam. Ia langsung menarik Salsa ke dalam kamar dan menutup pintu. Tanpa banyak kata, Fahri melumat bibir Salsa dengan rakus. Lidahnya menyusup masuk, menari pembohong dengan lidah Salsa. Rasa mint segar dari mulut Fahri bercampur dengan aroma tubuh pria dewasa yang kuat. Tangan Fahri mencium ke belakang gaun, meremas seluruh bokong besar Salsa dengan kuat hingga Salsa mendesah di dalam ciuman. “Gaun ini bagus, tapi aku lebih suka tanpa apa-apa.”
7264Please respect copyright.PENANA8nvyzCEt0u
Dengan satu gerakan cepat, Fahri menarik kembali gaunnya dan melepaskannya dari tubuh Salsa. Payudara F cup yang besar terbebas, puting pinknya sudah terisi karena dinginnya AC kamar suite yang mewah. Fahri tidak memberi waktu untuk malu. Ia mendorong Salsa ke dinding, mulutnya langsung menyedot salah satu puting dengan rakus. Lidahnya berputar cepat, sesekali menggigit pelan hingga Salsa menjerit kecil “Aahh… Pak…”. Tangan Fahri yang lain turun ke antara selangkangan Salsa, menemukan vaginanya yang sudah sangat basah.
7264Please respect copyright.PENANAuikrWkFYji
“Wah… lihat ini,” desah Fahri di antara sedotan. "Vaginamu sudah banjir sekali. Kamu kangen kontolku ya? Sudah basah hanya karena perjalanan ke sini."
7264Please respect copyright.PENANARuRRmNXVdF
Dua meluncur meluncur masuk dengan mudah ke dalam vaginanya yang licin, bergerak keluar-masuk dengan ritme cepat. Salsa menggelinjang, menempel di dinding dingin. Sensasi panas dari mulut Fahri di payudaranya dan jari tebal di vaginanya membuatnya cepat naik ke puncak. Pinggulnya bergerak sendiri, mencari lebih dalam. Aroma parfum mahal Fahri bercampur dengan bau nafsu yang mulai memenuhi kamar.
7264Please respect copyright.PENANAgDksdbM0L1
Saat Salsa hampir orgasme, Fahri tiba-tiba menghentikan semuanya. Ia menarik jarinya keluar, meninggalkan Salsa di ambang klimaks dengan napas tersengal. "Belum boleh. Aku ingin langsung merasakan vaginamu yang panas."
7264Please respect copyright.PENANANgONW4HNfF
Tanpa banyak pemanasan lagi, Fahri menarik Salsa ke tempat tidur king size yang mewah, membalik tubuhnya, dan membungkukkannya di tepi kasur. Gaun hitam sudah tergeletak di lantai. Fahri mengarahkan batangnya yang sudah sangat keras ke pintu masuk vaginanya yang basah dan berdenyut. Dengan satu dorongan kuat, ia memasukkan seluruh 19 cm dalam sekali hentakan. “Aaaaaahhh!!” Salsa menjerit panjang. Sensasi penuh yang luar biasa membuat matanya melebar. Batang tebal itu menyentuh titik-titik dalam yang belum pernah disentuh sebelumnya, dinding vaginanya meregang maksimal di sekitar setiap urat.
7264Please respect copyright.PENANAq4vRaqVPZQ
Fahri mulai mengenjot dengan ritme keras dan cepat. Plak! Plak! Plak!” suara pangkal paha menabrak bokong bulat Salsa bergema di kamar suite yang luas. Salsa merasa seperti sedang dihujam tanpa ampun. Setiap dorongan membuat payudara besarnya bergoyang hebat, putingnya menggesek sutra dingin. Cairan vaginanya menyembur keluar setiap kali Fahri menarik hampir seluruh batang lalu mendorong kembali ke dalam.
7264Please respect copyright.PENANAwsOIyqkmC9
“Ahh… vaginamu meremas tititku begitu erat… kamu memang lahir untuk ini, Sayang,” desah Fahri sambil meremas pinggang Salsa dengan kuat. Ia mencondongkan tubuh, tangannya meraih payudara Salsa dari belakang, meremas kasar sambil terus menghujam. Salsa orgasme pertama malam itu datang dengan hebat. Tubuhnya mengejang, vaginanya berkontraksi kuat menggenggam batang Fahri, cairan hangat menyembur membasahi paha mereka. “Aaaah… Pak… saya keluar… ahh!!”
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
7264Please respect copyright.PENANAGuzlHALTqH


