Bab 2: Malam yang Tak Berakhir di Ruang Kepala Sekolah
8177Please respect copyright.PENANAZFVV2wg6YT
Salsa berjalan tertatih menuju mobilnya di parkiran sekolah yang sudah mulai sepi. Tubuhnya masih terasa lemas, kakinya goyah, dan di antara selangkangannya terasa basah serta lengket. Setiap langkah membuat vaginanya yang masih sensitif berdenyut mengingatkan pada batang besar Fahri yang baru saja mengisi dirinya berulang kali. Bau maskulin pria itu masih menempel di kulitnya, bercampur dengan aroma keringat dan cairan yang meluber. Ia duduk di kursi pengemudi, menatap cermin spion. Rambut hitam panjangnya acak-acakan, make-up luntur, bibirnya bengkak karena dipaksa melayani terlalu dalam. Mata cokelatnya berkaca-kaca – campuran malu, lelah, dan sesuatu yang lebih gelap yang ia takut akui.
8177Please respect copyright.PENANASeG2ejVecp
“Apa yang baru saja aku lakukan?” bisiknya pada diri sendiri. Ia ibu yang tegas, yang selalu mengajarkan Kirana untuk menjaga kehormatan. Tapi demi anaknya, ia telah berlutut, membiarkan mulutnya disiksa, payudaranya diremas dan digigit, serta vaginanya dihujam hingga orgasme berkali-kali. Yang paling membuatnya takut adalah bagaimana tubuhnya merespons. Setiap kali Fahri menghentikan rangsangan tepat sebelum puncak, Salsa merasa frustrasi yang membara, dan ketika akhirnya dilepaskan, kenikmatan itu terasa jauh lebih kuat daripada yang pernah ia rasakan.
8177Please respect copyright.PENANAjWbMmO8dhW
Teleponnya bergetar. Pesan dari Fahri: “Besok sore jam 7 malam. Kembali ke ruanganku. Jangan pakai celana dalam. Kirana sudah aman untuk sementara. Ingat perjanjian kita.”
8177Please respect copyright.PENANAAo6w3KC0fo
Salsa menelan ludah. Ia tahu ia tidak punya pilihan. Malam itu ia mandi lama, mencoba membersihkan jejak Fahri dari tubuhnya, tapi setiap sapuan sabun di payudaranya yang masih merah karena gigitan membuat puting pinknya mengeras lagi. Vaginanya masih berdenyut pelan, seolah merindukan sesuatu yang besar dan keras.
8177Please respect copyright.PENANA2y52cGTaxl
Keesokan sore, Salsa tiba di sekolah tepat jam 7. Gedung sudah sepi, hanya lampu di ruang kepala sekolah yang masih menyala. Ia naik lift dengan jantung berdegup kencang. Rok pensil hitamnya kali ini lebih pendek, blus putih ketat tanpa bra seperti yang diam-diam ia takut Fahri minta. Begitu pintu ruangan terbuka, Fahri sudah duduk di kursi kebesarannya, tersenyum menawan tapi penuh nafsu.
8177Please respect copyright.PENANA7pbKHxKqb9
“Masuklah, lacur kecilku,” katanya lembut. “Kamu datang tepat waktu. Bagus.”
8177Please respect copyright.PENANArg98ZNOw9W
Salsa menutup pintu di belakangnya. Ruangan itu sama seperti kemarin – meja besar, karpet tebal, AC dingin yang membuat kulitnya merinding. Fahri berdiri, mendekatinya, dan langsung menarik Salsa ke pelukannya. Bibirnya melumat bibir Salsa dengan rakus. Lidahnya menyusup masuk, menari dengan lidah Salsa, rasa mint dari mulut Fahri bercampur dengan napas panas. Tangan Fahri merayap ke belakang, meremas bokong bulat besar Salsa dengan kuat hingga Salsa mendesah di dalam ciuman.
8177Please respect copyright.PENANAdp2ERAv1UX
“Sudah basahkah vaginamu memikirkan kontolku seharian?” bisik Fahri di telinga Salsa sambil menggigit cuping telinganya pelan. Salsa menggeleng lemah, tapi tubuhnya berkhianat. Fahri tersenyum, tangannya menyusup ke bawah rok dan menemukan vaginanya yang memang sudah licin tanpa celana dalam. Dua jarinya meluncur masuk dengan mudah, membuat suara basah “schlup… schlup”.
8177Please respect copyright.PENANA1QGmmhDIKg
“Ahh… lihat ini. Kamu sudah banjir, Sayang. Vaginamu lapar sekali.”
8177Please respect copyright.PENANAdStNSqtDpK
Fahri membawa Salsa ke meja, membaringkannya telentang di permukaan kayu dingin. Ia membuka kancing blus Salsa satu per satu, melepaskan payudara F cup yang langsung bergoyang bebas. Puting pinknya sudah tegak, mengundang. Fahri meremas keduanya dengan tangan besarnya, jari-jarinya menekan daging putih lembut itu hingga meluber. Ia menunduk, menyedot satu puting dengan rakus, lidahnya berputar-putar, sesekali menggigit pelan hingga Salsa menjerit kecil “Aahh!”. Setiap gigitan membuat vaginanya berkontraksi, meremas jari Fahri yang terus bergerak di dalamnya.
8177Please respect copyright.PENANAGruD5P6e2H
Salsa merasa gelombang kenikmatan naik lagi. Pinggulnya bergerak sendiri, mencari lebih dalam. Napasnya tersengal, aroma keringat bercampur parfum Fahri memenuhi hidungnya. Tapi lagi-lagi, saat ia hampir mencapai puncak, Fahri menghentikan gerakan.
8177Please respect copyright.PENANA8fKJKbnFOQ
“Belum boleh, lacurku. Hari ini aku akan membuatmu orgasme sampai kamu lupa cara menolak.”
8177Please respect copyright.PENANAEGAv7jx0DB
Fahri menarik Salsa berdiri, membalik tubuhnya, dan membungkukannya di meja. Roknya diangkat, bokong bulat besarnya terpampang. Fahri mengusap celah bokongnya dengan batangnya yang sudah keras sepanjang 19 cm. Kepala batang yang tebal menggesek pintu masuk vaginanya yang basah, membuat Salsa menggelinjang.
8177Please respect copyright.PENANAbMYBfCPVDv
“Masukkan… tolong…” bisik Salsa tanpa sadar, suaranya penuh nafsu yang memalukan.
8177Please respect copyright.PENANAcgGjrl4GLM
Fahri tertawa pelan. Dengan satu hentakan kuat, ia mendorong seluruh batangnya masuk. “Plak!” suara pangkal paha menabrak bokong Salsa. Salsa menjerit panjang “Aaaahhh!!”. Sensasi penuh yang luar biasa kembali menyergapnya. Dinding vaginanya meregang maksimal, setiap urat di batang Fahri terasa jelas menggesek titik sensitif di dalam. Fahri mulai mengenjot dengan ritme kuat dan dalam. Setiap dorongan membuat payudara Salsa bergoyang hebat di atas meja, putingnya menggesek permukaan kayu dingin.
8177Please respect copyright.PENANAg9PoLZ8PWA
“Plak! Plak! Plak!” suara tamparan daging bergema di ruangan sepi. Salsa merasa seperti boneka seks. Setiap hentakan menyentuh bagian dalam yang membuat matanya berputar. Cairan vaginanya menyembur keluar setiap kali Fahri menarik keluar hampir seluruhnya lalu mendorong kembali.
8177Please respect copyright.PENANAIWT4Hf8aEG
“Bagus… vaginamu menggigit kontolku erat sekali,” desah Fahri sambil meremas pinggang Salsa. Ia mencondongkan tubuh, tangannya meraih payudara Salsa dari belakang, meremasnya kasar sambil terus menghujam. Salsa orgasme pertama malam itu datang dengan hebat. Tubuhnya mengejang, vaginanya berkontraksi kuat menggenggam batang Fahri, cairan hangat menyembur membasahi paha mereka berdua. “Aaaah… Pak… saya keluar lagi!!”
8177Please respect copyright.PENANAONoyk0orX0
Fahri tidak berhenti. Ia menarik Salsa ke karpet, membaringkannya telentang, dan memasuki lagi dalam posisi misionaris. Kali ini ia lebih lambat tapi lebih dalam, pinggulnya berputar saat masuk, membuat kepala batangnya menggesek dinding vaginanya dari segala arah. Salsa merasakan setiap inci. Ia orgasme kedua hanya dalam beberapa menit, jeritannya semakin lemah karena tenaganya terkuras.
8177Please respect copyright.PENANAilO6NP59Cj
Fahri berganti posisi. Ia duduk di kursi, menarik Salsa ke pangkuannya menghadap ke depan (cowgirl). “Gerakkan bokongmu sendiri, lacur. Tunjukkan seberapa binal dirimu.”
8177Please respect copyright.PENANAQaRK9GbcCh
Salsa, dengan wajah memerah karena malu, mulai naik turun di atas batang besar itu. Payudaranya bergoyang liar di depan wajah Fahri. Fahri menyedot putingnya bergantian, sesekali menggigit kuat hingga Salsa menjerit. Setiap kali Salsa turun penuh, batang Fahri menyentuh rahimnya, membuat sensasi aneh yang manis dan menyakitkan sekaligus. Salsa semakin cepat, bokong bulatnya naik turun dengan suara “plok plok plok”. Ia orgasme ketiga sambil menjerit, cairan vaginanya membasahi pangkal paha Fahri.
8177Please respect copyright.PENANAFQIcrVBeSM
Fahri berdiri, mengangkat Salsa tanpa melepaskan sambungan, dan memasukinya dalam posisi standing. Tangan Salsa memeluk leher Fahri, kakinya melingkar di pinggang pria itu. Fahri menghujam ke atas dengan kuat, membuat tubuh Salsa naik turun seperti diayun. Payudaranya bergoyang di depan dada Fahri. Salsa merasa seperti sedang diperkosa di udara, tapi kenikmatan itu membuatnya semakin pasrah.
8177Please respect copyright.PENANAOYkvHCmmxk
Mereka berganti lagi ke doggy style di sofa panjang ruangan. Fahri menampar bokong Salsa berulang kali – “Plak! Plak!” – hingga kulit putih itu memerah. Ia menarik rambut Salsa ke belakang seperti tali kekang sambil terus menghujam dalam. Salsa orgasme keempat, kelima, keenam… ia sudah kehilangan hitungan. Tubuhnya basah keringat, rambut menempel di punggung, napasnya tersengal-sengal. Emosinya hancur: ia benci dirinya sendiri karena menikmati ini, tapi tubuhnya tak bisa bohong. Setiap orgasme membuatnya semakin lemah dan semakin lapar akan sentuhan Fahri.
8177Please respect copyright.PENANAF71psk2jME
Setelah hampir dua jam, Fahri akhirnya mengerang keras. Ia menyemburkan cairan kental hangatnya jauh ke dalam vaginanya Salsa. Jumlahnya banyak, meluber keluar saat ia menarik batangnya. Salsa orgasme bersamaan, tubuhnya kejang hebat di karpet.
8177Please respect copyright.PENANA3gsUk7ZFEQ
Tapi Fahri belum puas. Batangnya masih setengah keras. Ia membalik Salsa, memerintahkan “Bersihkan dengan mulutmu.”
8177Please respect copyright.PENANAIXg2CrzEWR
Salsa patuh, mulutnya yang lelah kembali mengulum batang yang basah oleh campuran cairan mereka. Rasa asin dan manis bercampur di lidahnya. Fahri memegang kepala Salsa, mendorong masuk dalam deepthroat lagi. Salsa mual, tapi ia belajar bernapas melalui hidung. Air liurnya menetes deras.
8177Please respect copyright.PENANAGdSgrqqQ1K
Fahri kemudian membaringkan Salsa lagi dan memasuki vaginanya dari samping, satu kaki Salsa diangkat tinggi. Gerakannya lambat tapi dalam, sesekali ia memasukkan jari ke lubang belakang Salsa, membuatnya merasakan sensasi ganda. Salsa orgasme lagi, jeritannya serak.
8177Please respect copyright.PENANABkXyPXHL8W
Persetubuhan berlanjut hampir tiga jam penuh. Fahri menggunakan hampir semua gaya yang ia bisa di ruangan itu: reverse cowgirl di meja (Salsa membelakangi Fahri, bokongnya naik turun sementara Fahri menamparnya), spooning di karpet (mereka berbaring menyamping, Fahri memeluk dari belakang sambil menggigit bahu Salsa), bahkan memaksa Salsa berjalan jongkok sambil batangnya masih di dalam vaginanya.
8177Please respect copyright.PENANAYBXw8afaUV
Setiap ganti posisi, Salsa merasakan sensasi berbeda. Di reverse cowgirl ia merasa lebih dipermalukan karena Fahri bisa melihat bokongnya sepenuhnya. Di spooning ia merasa anehnya “intim” meski kasar, aroma tubuh Fahri begitu dekat. Orgasme demi orgasme datang, membuat vaginanya bengkak dan sangat sensitif, tapi Fahri terus melanjutkan.
8177Please respect copyright.PENANA3WM08LN4iq
Akhirnya, saat jam menunjukkan hampir tengah malam, Fahri meledak untuk kali terakhir. Kali ini ia menarik keluar dan menyemburkan cairan putih kentalnya ke payudara dan wajah Salsa. Salsa terbaring lemas di karpet, tubuhnya gemetar, cairan meluber dari vaginanya, mulutnya terbuka lemah. Semua lubangnya sudah terisi – vaginanya penuh, mulutnya pernah penuh, bahkan lubang belakangnya sudah disentuh jari.
8177Please respect copyright.PENANAe4CurZsiQs
Fahri duduk di kursi, napasnya masih berat, tapi tersenyum puas. Ia mengusap rambut Salsa yang basah keringat.
8177Please respect copyright.PENANAIxRgCJFhsN
“Kamu hebat malam ini, lacurku. Besok aku akan ajak kamu ke tempat yang lebih nyaman. Hotel mewah dengan kolam renang pribadi. Siapkan dirimu. Dan ingat… ini baru awal rutinitasmu.”
8177Please respect copyright.PENANAIY7yhXosUB
Salsa hanya bisa mengangguk lemah. Saat ia pulang dengan tubuh lelah dan pikiran kacau, ia sadar bahwa penolakannya semakin lemah. Kenikmatan yang diberikan Fahri mulai merayap ke dalam jiwanya. Ia takut, tapi juga… mulai menunggu panggilan berikutnya dengan getar aneh di dada.
8177Please respect copyright.PENANAnlyhYiiJMH
Di rumah, Kirana sudah tidur. Salsa mandi lagi, tapi kali ini tangannya tanpa sadar menyentuh vaginanya yang masih berdenyut, mengingat batang besar yang menguasainya tadi. Emosinya semakin rumit – ia masih tegas di depan anaknya, tapi di dalam hati, benih kebinalan mulai tumbuh perlahan.
8177Please respect copyright.PENANAJqkhwTIcWN
Malam itu Salsa tidur dengan mimpi buruk yang manis: tubuhnya yang telanjang di ruang kepala sekolah, dikelilingi nafsu Fahri yang tak pernah puas.
8177Please respect copyright.PENANAoDWf6KPhys


