Bab 1: Malam Penghabisan di Kontrakan
5281Please respect copyright.PENANARG0SSkeGPK
Udara malam di kontrakan kecil itu terasa pengap, meski kipas angin tua di sudut kamar berputar dengan suara berisik. Santi baru saja selesai mandi. Tubuhnya yang langsing masih basah, hanya dibalut handuk putih tipis yang melilit longgar di dada. Payudaranya yang berukuran E-cup menonjol jelas di balik kain handuk, sementara bokongnya yang bulat besar membuat handuk itu terangkat sedikit di belakang. Rambut hitam panjangnya yang basah menempel di punggung putih mulusnya. Usianya sudah 30 tahun, tapi tubuhnya masih terlihat kencang dan menggoda.
5281Please respect copyright.PENANAxuWQr6n4v1
Dani duduk di tepi tempat tidur, matanya tak lepas dari istrinya. Pria berusia 25 tahun itu memiliki tubuh sedikit berotot, tinggi 170 cm, dan senyum yang biasanya selalu menawan. Malam ini senyumnya agak berbeda — penuh kerinduan dan sedikit putus asa. Mereka baru saja kehilangan segalanya. Rumah mewah yang dulu mereka tinggali kini tinggal kenangan. Utang menumpuk, pekerjaan Dani yang dulu stabil kini goyah. Kontrakan kecil ini adalah tempat terakhir mereka sebelum segalanya benar-benar runtuh.
5281Please respect copyright.PENANA54KzBAUcMt
“Santi…” panggil Dani pelan, suaranya serak.
5281Please respect copyright.PENANAXaEoSIM2O2
Santi menoleh, mata coklatnya yang memikat bertemu dengan mata suaminya. Ia masih pemarah seperti biasanya, tapi malam ini ada kelembutan di balik sikap tegasnya. “Kenapa? Mau bilang lagi soal uang?”
5281Please respect copyright.PENANAxBQdv1nt9h
Dani bangkit, mendekati istrinya dari belakang. Tangannya perlahan melingkar di pinggang Santi, mencium lehernya yang masih wangi sabun. Bibirnya menyentuh kulit putih itu dengan lembut, lalu semakin dalam. “Bukan soal uang… malam ini aku mau kamu. Mau sekali.”
5281Please respect copyright.PENANAOuGyGmyVL6
Santi menghela napas, tapi tak menolak. Handuknya perlahan melonggar saat Dani menarik ujungnya. Kain putih itu jatuh ke lantai dengan suara pelan. Tubuh Santi kini telanjang sempurna di depan suaminya. Payudaranya yang montok dengan puting pink kecil terlihat tegak karena udara malam yang sejuk. Bokong bulat besarnya menggoda, pinggulnya ramping tapi berisi.
5281Please respect copyright.PENANAAZvH8SItCx
Dani menciumi leher Santi lebih dalam, tangannya naik meremas payudara istrinya dengan penuh nafsu. Jari-jarinya meremas lembut daging kenyal itu, ibu jarinya mengusap puting pink yang langsung mengeras. “Kamu cantik sekali… selalu cantik,” bisiknya di telinga Santi.
5281Please respect copyright.PENANAcDbSXvIUmI
Santi menggigit bibir bawahnya. Rasa geli dan panas mulai merambat dari lehernya ke dada. Ia suka saat didominasi seperti ini, meski jarang mengakuinya. “Pelan-pelan… jangan langsung kasar,” katanya sambil tertawa kecil, suaranya sudah mulai bergetar.
5281Please respect copyright.PENANAcjY1pGMUL2
Tangan Dani terus bergerak. Ia meremas kedua payudara Santi bergantian, lalu menunduk mencium puting pink yang sudah keras. Lidahnya menjilat pelan, kemudian mengulumnya dengan lembut. Santi mendesah pelan, tangannya memegang kepala suaminya. “Ahh… Dani…”
5281Please respect copyright.PENANAu4hoEKydNl
Dani tak tahan lagi. Ia menggendong tubuh Santi dengan mudah, membawanya ke tempat tidur yang sempit. Tubuh Santi terbaring di atas seprai lusuh, payudaranya naik turun mengikuti napasnya yang mulai cepat. Dani melepaskan celananya sendiri. Kontolnya yang berukuran 10 cm sudah berdiri tegak, ujungnya berkilat karena cairan yang keluar.
5281Please respect copyright.PENANATaKAeCdVAK
Santi bangkit duduk, matanya memandang kontol suaminya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia mendorong dada Dani hingga suaminya terbaring telentang. “Biarkan aku yang di atas malam ini,” katanya tegas, tapi ada nada nakal di suaranya.
5281Please respect copyright.PENANALfOfgTsilF
Santi merangkak ke antara kaki Dani. Rambut hitamnya yang panjang tergerai di paha suaminya. Ia memegang kontol Dani dengan tangan kanannya, lalu menjulurkan lidahnya yang merah muda. Lidah itu menjilat dari pangkal hingga ujung kontol dengan gerakan lambat dan basah. “Mmm…” Santi mendesah saat merasakan panas dan denyut kontol suaminya.
5281Please respect copyright.PENANA6Yb4MULFxv
Kemudian ia membuka mulutnya lebar, memasukkan kontol itu ke dalam mulutnya. Kontol Dani masuk dengan mudah. Santi mulai menggerakkan kepalanya naik turun, lidahnya berputar di sekitar batang, sesekali mengisap kuat di ujung. Suara sedotan basah terdengar jelas di kamar kecil itu. “Slurp… slurp…”
5281Please respect copyright.PENANAmx07ljIjsd
Dani mengerang, tangannya memegang rambut Santi. “Santi… enak sekali… jangan cepat-cepat…”
5281Please respect copyright.PENANAxtcPjLtBUY
Tapi Santi justru semakin intens. Ia mengulum dalam, menekan lidahnya di bagian bawah kontol, lalu mengisap kuat. Beberapa kali ia menahan kontol di dalam mulutnya hingga hampir ke pangkal, membuat Dani merasa akan meledak. Saat Dani mulai gemetar dan napasnya tersengal, Santi langsung menekan pangkal kontol dengan jari-jarinya yang kuat.
5281Please respect copyright.PENANArROVTy5DJn
“Jangan dulu,” katanya sambil melepaskan kontol dari mulutnya, benang air liur menghubungkan bibirnya dengan ujung kontol. “Kamu harus cum di dalam vagina aku malam ini.”
5281Please respect copyright.PENANAF2Qsnay5dX
Dani mengangguk lemah, matanya penuh nafsu. Santi tersenyum kecil, lalu naik ke atas tubuh suaminya. Ia memegang kontol Dani dengan satu tangan, mengarahkan ujungnya ke mulut vaginanya yang sudah basah. Dengan gerakan pelan, ia menurunkan bokongnya. Kontol itu masuk dengan mudah, membelah dinding vaginanya yang hangat dan licin.
5281Please respect copyright.PENANA7ClNwxldW0
“Ahh… penuh…” desah Santi. Ia mulai menggerakkan bokongnya naik turun dengan ritme yang semakin cepat. Bokong bulat besarnya bergoyang indah, payudaranya E-cup ikut bergoyang mengikuti gerakan. Suara benturan daging terdengar pelan setiap kali bokongnya menghantam paha Dani. “Plok… plok… plok…”
5281Please respect copyright.PENANAyO89wWPEh5
Dani memegang pinggul Santi, membantu gerakannya. “Kamu… sangat basah… Santi…”
5281Please respect copyright.PENANAjo16Abadrt
Mereka terus bercinta dalam posisi itu selama beberapa menit. Santi semakin liar, bokongnya naik turun dengan cepat. Keringat mulai membasahi tubuh mereka berdua. Akhirnya Dani tak tahan lagi. Tubuhnya menegang, kontolnya berdenyut kuat di dalam vagina Santi.
5281Please respect copyright.PENANAXvVhuhqGFc
“Aku… mau keluar…” erangnya.
5281Please respect copyright.PENANAPRhqXLekOh
“Ya… cum di dalam… isi aku!” Santi mendesah.
5281Please respect copyright.PENANAajdy036AZL
Dani meledak hebat. sperma hangatnya menyembur kuat ke dalam vagina Santi, mengisi ruang sempit itu. Santi merasakan denyut demi denyut, panas yang menyebar di perut bawahnya. Ia terus menggoyang bokongnya pelan hingga Dani selesai.
5281Please respect copyright.PENANAxvISWSmKBA
Tapi Santi belum puas. Ia bangkit, kontol Dani keluar dari vaginanya dengan suara basah. Cairan putih kental mengalir keluar dari mulut vaginanya yang merah. Santi naik ke wajah Dani, mengangkang di atas mulut suaminya.
5281Please respect copyright.PENANAWUmKONqsMT
“Sekarang jilat vagina aku… bersihkan semuanya,” perintahnya dengan suara tegas tapi penuh nafsu.
5281Please respect copyright.PENANA67tolksUmU
Dani tak menolak. Lidahnya langsung menjilat vagina Santi yang penuh sperma miliknya sendiri. Rasa asin dan manis bercampur di lidahnya. Santi mengocok vaginanya sendiri dengan dua jari sambil menekan wajah suaminya lebih dalam. “Ahh… ya… di situ… jilat kristorisaku juga…”
5281Please respect copyright.PENANAw9PeuaN6Cl
Gerakan jari Santi semakin cepat. Desahannya semakin keras. Beberapa menit kemudian, tubuhnya menegang hebat. cairan orgasmenya menyembur keluar, membasahi mulut dan wajah Dani. Santi menjerit pelan, bokongnya gemetar di atas wajah suaminya.
5281Please respect copyright.PENANAXvXARYCyS7
Setelah orgasme reda, Santi turun dan berbaring di samping Dani. Napas mereka masih tersengal. Dalam hati Santi merasa ada yang kurang. Kontol suaminya memang bisa membuatnya orgasme, tapi rasanya tidak cukup dalam, tidak cukup besar, tidak cukup kuat untuk memuaskan hasrat yang semakin lama semakin besar di dalam dirinya. Ia merasa bersalah karena berpikir seperti itu, tapi rasa itu tak bisa dihindari.
5281Please respect copyright.PENANAsdc9aD7Z2r
Mereka berbaring diam beberapa saat. Akhirnya Santi memecah keheningan.
5281Please respect copyright.PENANAVD3b5fk9nv
“Dani… kita harus bicara soal uang.”
5281Please respect copyright.PENANAjKzdbb7prv
Dani menghela napas panjang. “Aku tahu… kita sudah tidak bisa terus begini. Kontrakan ini saja hampir tak mampu kita bayar.”
5281Please respect copyright.PENANA95mcoi2yNy
Santi menatap langit-langit kamar. “Aku sudah mikir. Aku mau kerja lagi di luar negeri. Sebagai TKI. Gaji di sana besar. Bisa buat bayar utang kita, bahkan bisa nabung buat masa depan.”
5281Please respect copyright.PENANAhCnyMhIqgP
Dani langsung bangkit duduk, wajahnya penuh keberatan. “Santi… kamu serius? Aku nggak mau jauh dari kamu. Kita baru saja…”
5281Please respect copyright.PENANAtqGPzfdFHg
“Aku juga nggak mau,” potong Santi tegas, tapi matanya lembut. “Tapi lihat keadaan kita sekarang. Kalau aku di sini, kita cuma bisa bertahan. Kalau aku kerja di Saudi, dalam dua tahun kita bisa bangkit lagi. Aku janji akan sering telepon, kirim foto, dan pulang kalau sudah cukup uang.”
5281Please respect copyright.PENANA4ugm8bJcnL
Dani diam lama. Ia tahu istrinya benar. Tapi hatinya sakit membayangkan Santi sendirian di negeri orang. Akhirnya, setelah banyak bujukan dan air mata, Dani mengangguk lemah.
5281Please respect copyright.PENANAg1MF09I99u
“Baiklah… kalau itu yang terbaik buat kita. Tapi janji ya, jaga diri kamu baik-baik.”
5281Please respect copyright.PENANAay6mayReyG
Santi tersenyum, memeluk suaminya erat. “Aku janji.”
5281Please respect copyright.PENANAC4Ru78IgHF
Malam itu mereka tidur saling berpelukan, tubuh telanjang mereka saling menempel. Tapi di dalam hati Santi, ada api kecil yang mulai menyala. Api yang tak tahu akan membawanya ke jalan yang jauh lebih gelap dan penuh kenikmatan terlarang.
5281Please respect copyright.PENANA6zxraBrVo3
Besok paginya, Santi akan berangkat ke bandara. Menuju rumah mewah keluarga Ahmad di Arab Saudi. Menuju takdir baru yang tak seorang pun dari mereka bisa bayangkan.
5281Please respect copyright.PENANAevgWjVP6f5


